- Mana yang lebih menguntungkan untuk investasi murni, emas putih atau emas kuning?
- Apa perbedaan utama antara emas kuning dan emas putih?
- Apakah emas putih memerlukan perawatan khusus?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Emas telah lama diakui sebagai aset safe-haven dan lindung nilai terhadap inflasi, menjadikannya pilihan investasi yang populer di seluruh dunia. Nilainya cenderung bertahan atau bahkan meningkat selama periode ketidakpastian ekonomi atau inflasi. Investasi emas dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti emas batangan, koin emas, atau perhiasan.
Dalam konteks perhiasan, dua jenis emas yang paling umum adalah emas kuning dan emas putih. Meskipun keduanya memiliki nilai intrinsik yang sama berdasarkan kemurniannya, terdapat perbedaan signifikan dalam komposisi, penampilan, dan pertimbangan investasi. Perbedaan dalam komposisi paduan ini memengaruhi warna, daya tahan, dan terkadang biaya perawatan kedua jenis emas tersebut.
Lantas bagaimana perbedaan antara emas putih vs emas kuning? Mana yang lebih menguntungkan untuk investasi? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (27/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Komposisi dan Karakteristik Emas Kuning
Emas kuning adalah bentuk emas yang paling murni dan tradisional, yang warnanya secara alami berasal dari logam emas itu sendiri. Kemurnian emas diukur dalam karat (K), di mana 24K menunjukkan emas murni 100%. Namun, emas murni 24K terlalu lunak untuk perhiasan sehari-hari, sehingga sering dicampur dengan logam lain seperti tembaga dan perak untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahannya. Paduan ini juga dapat sedikit memengaruhi nuansa warna kuningnya.
Karakteristik utama emas kuning meliputi warna alami yang kaya dan hangat. Emas kuning memiliki warna kuning keemasan yang merupakan ciri khas alami dari logam mulia ini. Selain itu, emas kuning dengan karat yang lebih tinggi, seperti 18K atau 22K, cenderung lebih hipoalergenik karena mengandung lebih sedikit logam paduan yang dapat menyebabkan alergi, seperti nikel.
Dari segi perawatan, emas kuning relatif mudah dirawat dan tidak memerlukan pelapisan ulang seperti emas putih. Namun, karena sifatnya yang lebih lunak dibandingkan emas putih, terutama pada karat yang lebih tinggi, emas kuning lebih rentan terhadap goresan dan penyok jika digunakan sebagai perhiasan.
Komposisi dan Karakteristik Emas Putih
Berbeda dengan emas kuning, emas putih bukanlah logam alami. Emas putih merupakan paduan yang dibuat dari emas kuning murni yang dicampur dengan logam putih lainnya. Logam paduan yang umum digunakan untuk menciptakan warna putih keperakan ini meliputi nikel, paladium, perak, atau seng.
Karakteristik utama emas putih melibatkan proses pelapisan rhodium. Untuk mencapai warna putih yang cerah dan berkilau, perhiasan emas putih biasanya dilapisi dengan lapisan tipis rhodium. Rhodium adalah logam mulia dari kelompok platinum yang sangat putih dan tahan korosi, memberikan kilau yang menarik pada perhiasan.
Lapisan rhodium ini juga memberikan kekerasan tambahan pada perhiasan emas putih, membuatnya lebih tahan gores dibandingkan emas kuning. Namun, lapisan rhodium akan aus seiring waktu dan penggunaan, sehingga perhiasan emas putih memerlukan pelapisan ulang (re-plating) secara berkala, biasanya setiap 1-3 tahun, untuk mempertahankan warna putih dan kilaunya. Biaya pelapisan ulang ini menjadi pertimbangan perawatan tambahan. Selain itu, emas putih yang menggunakan nikel sebagai paduan dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadap nikel.
Faktor Penentu Harga dan Nilai Investasi
Nilai investasi emas, baik kuning maupun putih, pada dasarnya ditentukan oleh kandungan emas murninya. Ini berarti bahwa perhiasan emas kuning 18K dan perhiasan emas putih 18K dengan berat yang sama akan memiliki nilai intrinsik emas yang hampir identik. Namun, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi harga jual dan nilai investasi secara keseluruhan:
- Kandungan Emas Murni (Karat): Semakin tinggi karatnya (misalnya 24K, 22K, 18K), semakin tinggi kandungan emas murninya dan semakin tinggi pula nilai intrinsiknya. Untuk tujuan investasi murni, emas dengan karat tertinggi (24K) dalam bentuk batangan atau koin adalah yang paling ideal karena tidak ada biaya tambahan untuk pengerjaan perhiasan atau paduan.
- Biaya Produksi dan Pengerjaan: Proses pembuatan emas putih melibatkan pencampuran dengan logam paduan putih dan pelapisan rhodium, yang menambah biaya produksi awal. Biaya pelapisan ulang rhodium secara berkala juga merupakan pengeluaran tambahan yang tidak ada pada emas kuning. Sebaliknya, emas kuning umumnya memiliki biaya produksi yang sedikit lebih rendah karena tidak memerlukan pelapisan rhodium.
- Permintaan Pasar dan Tren: Meskipun nilai intrinsik emas tetap sama, permintaan pasar untuk jenis perhiasan tertentu dapat memengaruhi harga jual kembali. Tren mode dapat membuat satu jenis emas lebih populer daripada yang lain pada waktu tertentu, meskipun ini biasanya lebih relevan untuk perhiasan daripada investasi murni. Tren popularitas antara emas kuning dan emas putih cenderung bergeser seiring waktu, yang lebih memengaruhi nilai estetika dan permintaan perhiasan daripada nilai investasi murni.
Keuntungan dan Kerugian Investasi Emas Kuning
Investasi emas kuning memiliki beberapa keuntungan yang menarik bagi para investor. Emas kuning, terutama dalam bentuk batangan atau koin 24K, adalah representasi paling murni dari nilai emas. Ini berarti investor membayar langsung untuk logam mulia tanpa biaya tambahan yang signifikan untuk paduan atau pelapisan.
Keuntungan lainnya adalah tidak adanya biaya perawatan tambahan. Emas kuning tidak memerlukan pelapisan ulang rhodium, sehingga tidak ada biaya perawatan berkala yang terkait dengan mempertahankan penampilannya. Hal ini dapat mengurangi total biaya kepemilikan dalam jangka panjang. Selain itu, emas kuning mudah dikenali dan dinilai. Warna kuning emas adalah ciri khas yang mudah dikenali, dan kemurniannya relatif mudah diverifikasi oleh pembeli atau pedagang emas, mempermudah proses penjualan kembali.
Namun, investasi emas kuning juga memiliki kerugian. Untuk perhiasan, emas kuning dengan karat tinggi (misalnya 22K atau 18K) lebih lunak dibandingkan emas putih yang dilapisi rhodium, sehingga lebih rentan terhadap goresan dan penyok. Meskipun kerusakan fisik pada perhiasan dapat mengurangi nilai estetika, nilai intrinsik emasnya tetap berdasarkan berat dan kemurnian. Emas kuning juga mungkin kurang populer dalam tren mode tertentu yang lebih menyukai tampilan logam putih, meskipun ini lebih memengaruhi likuiditas perhiasan daripada nilai investasi emas batangan atau koin.
Keuntungan dan Kerugian Investasi Emas Putih
Emas putih menawarkan keuntungan dalam hal daya tahan. Lapisan rhodium pada emas putih membuatnya lebih keras dan lebih tahan gores dibandingkan emas kuning, menjadikannya pilihan yang lebih tahan lama untuk perhiasan yang sering dipakai. Selain itu, emas putih seringkali lebih populer dalam desain perhiasan modern dan kontemporer, terutama untuk cincin pertunangan dan perhiasan yang dipadukan dengan berlian, karena warna putihnya menonjolkan kilau berlian.
Namun, investasi emas putih juga memiliki beberapa kerugian. Kebutuhan untuk pelapisan ulang rhodium secara berkala menambah biaya kepemilikan yang berkelanjutan, yang dapat mengurangi keuntungan investasi bersih jika perhiasan tersebut dianggap sebagai investasi. Meskipun harganya mungkin sedikit lebih tinggi karena biaya produksi dan pelapisan, nilai intrinsik emas putih (berdasarkan kandungan emas murni) sama dengan emas kuning dengan karat dan berat yang setara. Investor membayar lebih untuk estetika dan perawatan, bukan untuk nilai emas tambahan. Potensi alergi juga menjadi perhatian, karena beberapa paduan emas putih mengandung nikel, yang dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif.
Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi?
Sebagai kesimpulan investasi, untuk tujuan investasi murni, emas kuning dalam bentuk batangan atau koin dengan kemurnian tinggi (24K) umumnya dianggap lebih menguntungkan. Investor membayar langsung untuk kandungan emas murni tanpa biaya tambahan untuk estetika perhiasan, paduan kompleks, atau pelapisan, dan tidak ada biaya berkelanjutan seperti pelapisan ulang rhodium yang mengurangi keuntungan investasi. Emas batangan atau koin 24K juga memiliki likuiditas yang sangat tinggi dan mudah diperdagangkan di pasar global.
Jika investasi dilakukan dalam bentuk perhiasan, baik emas kuning maupun emas putih akan memiliki nilai jual kembali yang sebagian besar didasarkan pada berat dan kemurnian emasnya, dikurangi biaya pengerjaan dan potensi depresiasi nilai desain. Namun, emas kuning mungkin memiliki sedikit keunggulan karena tidak adanya biaya pelapisan ulang yang mengurangi nilai bersih dari waktu ke waktu.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Emas Putih vs Emas Kuning, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi?
1. Mana yang lebih menguntungkan untuk investasi murni, emas putih atau emas kuning?
Jawaban: Untuk investasi murni, emas kuning dalam bentuk batangan atau koin dengan kemurnian tinggi (24K) umumnya lebih menguntungkan karena investor membayar langsung untuk kandungan emas murni tanpa biaya tambahan estetika atau perawatan.
2. Apa perbedaan utama antara emas kuning dan emas putih?
Jawaban: Emas kuning adalah bentuk alami emas, sedangkan emas putih adalah paduan emas kuning dengan logam putih lain dan dilapisi rhodium. Perbedaan ini memengaruhi warna, daya tahan, dan kebutuhan perawatan.
3. Apakah emas putih memerlukan perawatan khusus?
Jawaban: Ya, perhiasan emas putih memerlukan pelapisan ulang rhodium secara berkala, biasanya setiap 1-3 tahun, untuk mempertahankan warna putih dan kilaunya, yang menimbulkan biaya perawatan tambahan.
4. Bagaimana karat memengaruhi nilai investasi emas?
Jawaban: Semakin tinggi karat emas (misalnya 24K), semakin tinggi kandungan emas murninya dan semakin tinggi pula nilai intrinsiknya, yang merupakan faktor utama penentu nilai investasi.

2 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538814/original/076815600_1774581621-Emas_Putih_vs_Emas_Kuning_untuk_Investasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538785/original/037533100_1774580668-Model_Granit_Dapur_Minimalis_Terbaru_dengan_Nuansa_Mewah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538739/original/000797600_1774579098-botol_bekas_softdrink.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538769/original/064200000_1774580081-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458210/original/088828700_1767074474-Kebun_Sayur_Bayam_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538680/original/029642200_1774573264-katka-pavlickova-3ORp4RJu8-c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538731/original/050287100_1774578973-Gemini_Generated_Image_bdnpwebdnpwebdnp.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538721/original/045594100_1774578188-Memperbaiki_Dinding_Retak_Tanpa_Tukang_untuk_Pemula_dengan_Hasil_Rapi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538691/original/045513500_1774575638-desain_dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538674/original/012344400_1774572462-peluang_usaha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538238/original/028643100_1774508454-a.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)