Istilah Penting yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Mulai Investasi Saham

2 hours ago 2
  • Apakah pemula wajib memahami semua istilah ini?
  • Istilah apa yang paling penting untuk pemula?
  • Apa perbedaan trading dan investasi saham?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Memahami istilah dalam investasi saham menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum terjun ke pasar modal. Banyak pemula langsung membeli saham tanpa memahami konsep dasarnya, padahal istilah-istilah ini berkaitan langsung dengan risiko dan keuntungan. Memahami istilah investasi dan saham secara menyeluruh membuatmu bisa mengambil keputusan lebih rasional. 

Selain itu, dunia saham memiliki bahasa tersendiri yang digunakan oleh para investor dan trader. Jika tidak dipahami, kamu bisa kebingungan saat membaca berita pasar atau menggunakan aplikasi trading. Oleh karena itu, mengenal istilah dasar investasi saham bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Liputan6 merangkum istilah penting dalam dunia investasi saham yang perlu kamu pahami sebelum memulai langkah sebagai investor pemula.

1. Saham

Saham adalah tanda kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Ketika membeli saham, kamu memiliki sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Nilainya bisa naik atau turun tergantung kondisi pasar dan kinerja perusahaan. Memiliki saham berarti kamu juga berhak atas sebagian keuntungan perusahaan. Namun, kamu juga harus siap menghadapi risiko kerugian jika harga saham turun. 

“Yang harus disiapkan adalah mental ya, jangan maunya untung terus, tapi juga harus siap jika suatu saat rugi karena harga saham anjlok. Tapi untuk menghindari kerugian kalau saya sih pas harga (saham, red) anjlok, biarkan aja, jangan buru-buru jual. Siapa tahu beberapa waktu lagi bisa naik lagi,” ungkap Fariz Zain (34), warga Kota Madiun, Jawa Timur, kepada Liputan6.com, Minggu (19/4/2026).

2. Dividen

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham. Tidak semua perusahaan membagikan dividen, karena tergantung kebijakan masing-masing. Biasanya perusahaan yang sudah stabil lebih rutin memberikan dividen. Ini menjadi salah satu daya tarik investasi saham. Besarnya dividen yang diterima tergantung jumlah saham yang dimiliki. Dividen bisa diberikan dalam bentuk tunai atau saham tambahan. Banyak investor menjadikan dividen sebagai sumber passive income. 

“Kalau saya sebagai investor pemula, lebih mengandalkan dividen ya daripada membeli lalu menjual saham secara cepat. Istilahnya dividen itu ya bonus aja buat kita,” imbuh pria yang memulai investasi saham pada November 2025 lalu.

3. Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham. Jika kamu membeli saham di harga rendah dan menjual di harga tinggi, maka kamu mendapatkan keuntungan. Ini merupakan tujuan utama banyak investor saham.

Namun, untuk mendapatkan capital gain, dibutuhkan strategi yang tepat. Kamu harus memahami kapan waktu yang baik untuk membeli dan menjual saham. Analisis pasar sangat berperan dalam hal ini. 

4. Capital Loss

Capital loss adalah kerugian yang terjadi ketika harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Ini merupakan risiko yang tidak bisa dihindari dalam investasi saham. Setiap investor pasti pernah mengalaminya. Yang penting adalah bagaimana mengelolanya.

Kamu perlu strategi seperti cut loss untuk meminimalkan capital loss. Selain itu, pemilihan saham yang tepat juga sangat berpengaruh. Jangan hanya ikut-ikutan tanpa analisis. 

5. Lot

Lot adalah satuan pembelian saham di pasar modal. Di Indonesia, 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Jadi, kamu tidak bisa membeli saham hanya satu lembar saja. Ini penting untuk menghitung jumlah modal yang dibutuhkan.

Banyak pemula salah memahami harga saham karena tidak memperhitungkan jumlah lot. Harga yang terlihat di aplikasi adalah harga per lembar. Jadi total pembelian harus dikalikan 100 lembar..

6. IHSG

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan adalah indikator yang menunjukkan pergerakan seluruh saham di bursa. Jika IHSG naik, berarti pasar secara umum sedang menguat. Sebaliknya, jika turun, pasar sedang melemah. Ini menjadi acuan penting bagi investor.

Investor biasanya menggunakan IHSG untuk melihat kondisi pasar secara keseluruhan. Tujuannya agar bisa menentukan strategi investasi yang tepat. IHSG juga sering dikaitkan dengan kondisi ekonomi. 

7. Blue Chip

Blue chip adalah saham dari perusahaan besar yang sudah mapan dan stabil. Perusahaan ini biasanya memiliki kinerja keuangan yang baik. Risiko saham blue chip cenderung lebih rendah dibandingkan saham lain. Cocok untuk investor jangka panjang.

Meski harganya relatif lebih mahal, saham ini dianggap lebih aman. Banyak investor pemula disarankan untuk memulai dari saham blue chip. Selain itu, perusahaan blue chip biasanya rutin membagikan dividen. Ini menjadi daya tarik tersendiri.

8. Cut Loss

Cut loss adalah strategi menjual saham saat mengalami kerugian. Tujuannya untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Ini merupakan bagian penting dari manajemen risiko dalam investasi saham. Tanpa strategi ini, kerugian bisa semakin besar.

Investor biasanya menentukan batas kerugian tertentu sebelum membeli saham. Jika harga turun melewati batas tersebut, saham akan dijual. Disiplin dalam cut loss sangat penting. 

9. Take Profit

Take profit adalah strategi menjual saham saat sudah mendapatkan keuntungan. Tujuannya untuk mengamankan profit sebelum harga turun kembali. Ini penting agar keuntungan tidak hilang. Banyak investor menggunakan strategi ini.

Menentukan target keuntungan sejak awal sangat disarankan. Pasar saham sangat fluktuatif, jadi keputusan harus cepat. Memahami take profit membantu meningkatkan hasil investasi.

10. Bullish

Bullish adalah kondisi pasar di mana harga saham cenderung naik. Biasanya terjadi karena sentimen positif atau kinerja perusahaan yang baik. Investor cenderung optimis dalam kondisi ini. Banyak yang mulai membeli saham.

Dalam kondisi bullish, peluang mendapatkan keuntungan lebih besar. Namun tetap harus berhati-hati karena harga bisa berbalik turun. Analisis tetap diperlukan sebelum membeli. 

11. Bearish

Bearish adalah kondisi pasar yang sedang menurun. Harga saham banyak mengalami penurunan dalam periode tertentu. Biasanya dipengaruhi oleh sentimen negatif atau kondisi ekonomi yang buruk.

12. Trading

Trading adalah aktivitas jual beli saham dalam jangka pendek. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga harian atau mingguan.

“Awal-awal tujuanku trading, tapi sumpah pusing banget. Kayak harus punya waktu khusus dan fokus mengamati fluktuasi harga saham, nah pas naik itu harus buru-buru jual,” papar pria yang berprofesi sebagai desainer grafis itu.

13. Investasi

Investasi adalah kegiatan menanamkan modal untuk jangka panjang. Tujuannya mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai aset dan dividen.

14. Broker

Broker adalah perantara antara investor dan pasar saham. Semua transaksi jual beli saham harus melalui broker atau perusahaan sekuritas.

15. Emiten

Emiten adalah perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal. Investor dapat membeli saham dari perusahaan tersebut.

16. Portofolio

Portofolio adalah kumpulan aset investasi yang dimiliki oleh seseorang. Bisa terdiri dari berbagai saham atau instrumen lain.

17. Diversifikasi

Diversifikasi adalah strategi membagi investasi ke beberapa aset. Tujuannya untuk mengurangi risiko kerugian.

18. Fundamental

Analisis fundamental adalah metode menilai kinerja perusahaan. Biasanya melihat laporan keuangan, laba, dan kondisi bisnis.

19. Teknikal

Analisis teknikal adalah metode membaca pergerakan harga melalui grafik. Digunakan untuk menentukan waktu beli dan jual.

20. Support

Support adalah batas bawah harga saham yang sulit ditembus. Biasanya menjadi titik beli bagi investor.

21. Resistance

Resistance adalah batas atas harga saham yang sulit ditembus. Biasanya menjadi titik jual.

22. Volume

Volume adalah jumlah transaksi saham dalam periode tertentu. Volume tinggi menunjukkan minat pasar besar.

23. Market Cap

Market cap adalah nilai total perusahaan di pasar saham. Dihitung dari harga saham dikali jumlah saham beredar.

24. IPO

IPO adalah penawaran saham pertama kali ke publik. Ini adalah tahap awal perusahaan masuk ke pasar saham.

25. Right Issue

Right issue adalah penambahan saham baru oleh perusahaan. Biasanya ditawarkan kepada pemegang saham lama.

26. Auto Reject

Auto reject adalah batas maksimal kenaikan atau penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan.

27. Dividen Yield

Dividen yield adalah persentase dividen terhadap harga saham. Digunakan untuk mengukur keuntungan dari dividen.

28. Return

Return adalah hasil keuntungan dari investasi. Bisa berasal dari capital gain maupun dividen.

Pertanyaan Seputar Istilah Investasi Saham

1. Apakah pemula wajib memahami semua istilah ini?

Tidak harus langsung hafal, tetapi sangat penting untuk dipelajari secara bertahap.

2. Istilah apa yang paling penting untuk pemula?

Saham, lot, capital gain, cut loss, dan IHSG adalah yang paling dasar.

3. Apa perbedaan trading dan investasi saham?

Trading fokus jangka pendek, investasi fokus jangka panjang.

4. Apakah investasi saham cocok untuk pemula?

Cocok, asalkan dibarengi dengan edukasi dan strategi yang tepat.

5. Bagaimana cara belajar saham dengan cepat?

Belajar dari sumber terpercaya, praktik langsung, dan konsisten mengikuti perkembangan pasar.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|