Liputan6.com, Jakarta - Setiap hari, jutaan cangkang telur seringkali berakhir di tempat sampah, padahal limbah dapur ini menyimpan potensi besar sebagai pelindung tanaman. Kandungan kalsium yang tinggi dan mineral lainnya menjadikan cangkang telur bukan sekadar pupuk, melainkan juga pestisida nabati yang sangat efektif. Pemanfaatan ini menawarkan solusi ramah lingkungan untuk masalah hama di kebun Anda. Oleh sebab itu jangan buang cangkang telur.
Efektivitas cangkang telur sebagai pestisida alami terletak pada teksturnya yang tajam, mampu melukai hama lunak seperti siput dan ulat, seperti berjalan di atas pecahan kaca. Selain itu, kalsium karbonat yang mencapai 97% dapat mengganggu sistem pencernaan hama, sementara aroma amis (jika tidak dicuci sempurna) bisa mengusir tikus dan kecoak. Ini adalah alternatif 0% bahan kimia berbahaya yang aman bagi lingkungan.
Artikel ini akan mengulas tuntas 7 metode inovatif untuk mengubah cangkang telur menjadi pestisida alami, mulai dari aplikasi sederhana hingga racikan khusus untuk hama tertentu. Anda akan menemukan panduan lengkap tentang cara jangan buang cangkang telur, ini cara ubah jadi pestisida alami yang ampuh dan berkelanjutan. Simak cara selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (12/2/2026).
Taburan Kasar, Solusi Mudah untuk Hama Lunak
Metode paling sederhana dan efektif untuk memanfaatkan cangkang telur adalah dengan menaburkannya secara kasar di sekitar tanaman. Tekstur tajam dari serpihan cangkang telur ini sangat ampuh untuk mengusir hama bertubuh lunak yang sering merusak tanaman. Ini menjadi penghalang fisik alami yang aman bagi lingkungan dan tanaman.
Untuk membuatnya, cuci bersih cangkang telur dan jemur di bawah sinar matahari selama 2–3 hari hingga benar-benar kering. Setelah itu, tumbuk kasar cangkang telur (jangan terlalu halus) hingga menjadi serpihan berukuran sekitar 0,5–1 cm. Taburkan serpihan ini secara melingkar di sekeliling batang tanaman yang ingin dilindungi dari serangan hama.
Siput, keong, ulat, dan cacing tidak akan mampu merayap di atas serpihan tajam cangkang telur karena dapat melukai tubuh mereka yang lunak. Penghalang ini menciptakan zona aman bagi tanaman Anda tanpa perlu menggunakan bahan kimia berbahaya. Untuk menjaga efektivitasnya, ganti taburan setiap 1–2 minggu atau setelah hujan lebat.
Bubuk Halus, Pestisida Semprot untuk Hama Daun
Hama yang lebih kecil dan sering menyerang daun tanaman memerlukan pendekatan berbeda, dan bubuk cangkang telur halus dapat menjadi solusi efektif. Metode ini mengubah limbah dapur menjadi pestisida semprot alami yang ampuh. Ini adalah cara cerdas untuk memanfaatkan cangkang telur yang sering terbuang.
Mulailah dengan mencuci bersih cangkang telur, jemur, lalu sangrai di wajan tanpa minyak hingga kering dan steril. Blender cangkang telur hingga menjadi tepung yang sangat halus, memastikan tidak ada partikel besar yang tersisa. Campurkan 2 sendok makan bubuk cangkang telur ini dengan 1 liter air bersih.
Larutan ini sangat efektif untuk mengusir kutu putih, kutu daun, dan tungau yang sering bersembunyi di bawah daun. Semprotkan larutan secara merata ke seluruh bagian daun dan batang tanaman, fokus pada area yang sering menjadi sarang hama. Partikel halus bubuk cangkang telur dapat menyumbat pori-pori pernapasan serangga kecil dan mengganggu sistem pencernaannya, sehingga hama akan mati atau menjauh.
Racikan Cabai dan Cangkang, Perlindungan Ganda untuk Hama Keras
Untuk hama yang lebih tangguh dan resisten, kombinasi cangkang telur dengan cabai giling dapat menciptakan pestisida alami yang lebih kuat. Racikan ini memanfaatkan sifat pedas cabai dan kandungan kalsium cangkang telur untuk perlindungan ganda. Ini adalah cara inovatif untuk jangan buang cangkang telur dan menjadikannya pelindung tanaman.
Siapkan 50 gram bubuk cangkang telur yang sudah dihaluskan, lalu campurkan dengan 25 gram cabai rawit giling. Tambahkan 1 liter air ke dalam campuran ini, lalu rendam selama 24 jam agar semua bahan tercampur sempurna. Setelah perendaman, saring larutan untuk memisahkan ampasnya sebelum digunakan.
Larutan hasil saringan ini ampuh untuk mengusir ulat grayak, belalang, dan kumbang yang sering merusak tanaman. Capsaicin dari cabai memberikan sensasi panas yang tidak disukai hama, sementara kalsium dari cangkang telur dapat mengeringkan tubuh hama dan mengganggu metabolismenya. Metode ini juga disebutkan dalam karya tulis tentang pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai biopestisida.
Larutan Cuka dan Cangkang, Pestisida Cair Super Aktif
Mengombinasikan cuka dengan cangkang telur menghasilkan pestisida cair super aktif yang tidak hanya mengusir hama tetapi juga memiliki sifat fungisida ringan. Larutan ini cepat diserap tanaman dan memberikan manfaat ganda. Ini merupakan salah satu cara efektif untuk jangan buang cangkang telur dan memanfaatkannya.
Untuk membuat larutan ini, ambil 1 sendok bubuk cangkang telur yang sudah dihaluskan, lalu tambahkan 1 sendok cuka dapur atau asam jeruk. Campurkan hingga terjadi reaksi berbuih dan tunggu sampai reaksi selesai sepenuhnya. Setelah itu, encerkan larutan pekat ini dengan 1 liter air bersih sebelum diaplikasikan.
Larutan ini sangat efektif untuk mengusir kutu kebul, wereng, dan semut yang sering mengganggu tanaman. Reaksi antara asam cuka dan kalsium karbonat cangkang telur menghasilkan kalsium asetat, bentuk kalsium yang mudah diserap tanaman. Selain itu, larutan ini juga bersifat fungisida ringan, membantu melindungi tanaman dari penyakit jamur.
Pestisida Kering, Pengusir Tikus dan Kecoak Alami
Cangkang telur juga dapat menjadi solusi alami yang efektif untuk mengusir hama rumah tangga seperti tikus dan kecoak. Metode ini memanfaatkan tekstur dan aroma cangkang telur untuk menciptakan penghalang yang tidak disukai hama. Ini adalah cara cerdas untuk jangan buang cangkang telur dan melindungi rumah dari gangguan.
Untuk pestisida ini, cuci cangkang telur namun jangan dijemur terlalu kering, biarkan sedikit aroma amis tersisa. Tumbuk cangkang telur hingga kasar, tidak perlu terlalu halus. Taburkan serpihan cangkang telur ini langsung pada jalur yang biasa dilalui tikus, di celah-celah lemari, atau di belakang kulkas.
Aroma amis dari cangkang telur yang tidak terlalu kering dapat menarik perhatian hama, namun tekstur tajam serpihan akan melukai kaki dan mulut mereka saat mencoba melewatinya atau memakannya. Tikus dan kecoak umumnya akan menjauh setelah sekali mencoba, menjadikan metode ini pengusir yang ampuh. Dokumen "Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur sebagai Pupuk Organik dan Biopestisida" juga mendukung metode ini.
Pupuk Cair Fermentasi, Nutrisi dan Pestisida 2-in-1
Metode inovatif ini tidak hanya berfungsi sebagai pestisida alami tetapi juga sekaligus menyuburkan tanaman dengan nutrisi lengkap. Pupuk cair fermentasi dari cangkang telur adalah solusi holistik untuk kesehatan tanaman. Ini adalah cara yang sangat baik untuk jangan buang cangkang telur dan memaksimalkan manfaatnya.
Siapkan 2 liter air cucian beras, 1 genggam kulit pisang cincang, dan 2 sendok bubuk cangkang telur halus. Tambahkan 2 sendok makan molase atau gula merah sebagai sumber makanan mikroba, serta 1 botol Yakult atau 50 ml EM4 sebagai starter fermentasi. Aduk semua bahan hingga homogen, lalu masukkan ke dalam botol dan tutup rapat.
Fermentasikan larutan ini selama sekitar 1 bulan di tempat teduh, dan buka tutup botol setiap hari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk. Pupuk organik cair ini kaya akan kalsium dan kalium dari cangkang telur dan kulit pisang, sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme baik yang dihasilkan selama fermentasi juga dapat menekan patogen, sementara tekstur cangkang yang larut berkontribusi mengusir hama.
Campuran Kompos Anti-Hama, Memperkaya Tanah dan Mencegah Hama
Mengintegrasikan cangkang telur ke dalam kompos adalah cara cerdas untuk memperkaya nutrisi tanah sekaligus mencegah hama tanah secara alami. Metode ini membantu menciptakan lingkungan tanah yang sehat dan tidak disukai hama. Ini adalah langkah proaktif untuk jangan buang cangkang telur dan mendukung pertanian organik.
Taburkan bubuk cangkang telur yang sudah dihaluskan ke dalam tumpukan kompos Anda, lalu aduk rata agar tercampur sempurna dengan bahan kompos lainnya. Penggunaan kompos yang sudah matang ini sebagai media tanam atau pupuk dasar akan memberikan manfaat maksimal bagi tanaman. Ini merupakan cara mudah untuk meningkatkan kualitas kompos.
Penambahan cangkang telur ke dalam kompos tidak akan membahayakan cacing dan mikroorganisme pengurai yang penting untuk kesuburan tanah. Sebaliknya, tekstur cangkang yang tajam akan mengganggu hama tanah yang merusak akar, seperti uret dan orong-orong, sehingga mereka enggan mendekati area tersebut. Metode ini juga disebutkan sebagai cara keenam dalam video tutorial pengolahan cangkang telur.
FAQ
Q: Apa benar jangan buang cangkang telur, ini cara ubah jadi pestisida alami yang ampuh?
A: Benar sekali. Cangkang telur mengandung kalsium karbonat tinggi (sekitar 97%) dan teksturnya yang tajam mampu melukai tubuh hama lunak seperti siput dan ulat. Aroma amis yang tersisa juga dapat mengusir hama keras seperti tikus dan kecoak.
Q: Apakah pestisida dari cangkang telur aman untuk tanaman sayur?
A: Sangat aman. Pestisida dari cangkang telur adalah produk organik yang tidak meninggalkan residu beracun pada tanaman. Anda hanya perlu mencuci sayur seperti biasa sebelum dikonsumsi.
Q: Berapa lama efek pestisida cangkang telur bertahan?
A: Untuk taburan kering, efeknya bertahan 1–2 minggu atau perlu diganti setelah hujan lebat. Untuk semprotan cair, efeknya bertahan sekitar 3–5 hari atau akan hilang setelah tanaman terkena hujan.
Q: Haruskah cangkang telur dicuci dulu?
A: Tergantung tujuan. Untuk pestisida semprot dan taburan anti-siput, cuci bersih dan keringkan sempurna. Untuk pestisida tikus atau kecoak, cukup cuci ringan atau biarkan sedikit amis agar menarik perhatian hama.
Q: Apakah cangkang telur bisa membunuh hama atau hanya mengusir?
A: Untuk hama lunak seperti siput dan ulat, serpihan tajam dapat melukai hingga menyebabkan kematian. Untuk hama seperti tikus dan kecoak, cangkang telur lebih bersifat pengusir karena tekstur dan aromanya membuat mereka tidak nyaman dan menjauh.

10 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501339/original/080668200_1770894502-C1DX6872.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497136/original/011486900_1770617792-unnamed__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501338/original/065898200_1770894342-1000767223.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501306/original/065445400_1770893330-ide_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438342/original/084461400_1765283146-1000729339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500438/original/065990200_1770865687-02195dda-c889-485f-8084-7308cdf686a9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501167/original/018318800_1770888705-media_tanam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501108/original/010304200_1770887350-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500708/original/027883900_1770874159-Menara_Besi_Siku_dengan_Atap_Estetis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501113/original/025238700_1770887500-Gemini_Generated_Image_5lfkx35lfkx35lfk_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501068/original/068566300_1770886596-toren3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501062/original/052192000_1770886539-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500540/original/090564600_1770869495-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4869964/original/002787400_1718938306-egg-7345934_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3565733/original/054429600_1631144940-20210904BL_PSIS_Semarang_vs_Persela_Lamongan_Babak_2_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500487/original/021155800_1770867683-teras_tanaman_gantung_7a.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)