Liputan6.com, Jakarta - Umat Muslim di Indonesia setiap tahun menantikan kepastian kapan Lebaran NU akan tiba. Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi perhatian publik yang signifikan. Proses penentuan tanggal Lebaran NU ini melibatkan metode khusus yang memadukan pengamatan hilal dan perhitungan astronomi secara cermat. Prediksi awal menunjukkan Idul Fitri 2026 bagi warga NU berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Namun, kepastian tanggal tersebut akan menunggu hasil rukyatul hilal. Metode ini sering kali dipadukan dengan hisab (perhitungan astronomi) sebagai pendukung, sehingga hasil penetapan didasarkan pada observasi faktual di berbagai titik pemantauan di Indonesia. NU sendiri biasanya cenderung mengikuti keputusan pemerintah yang ditetapkan melalui Sidang Isbat.
Lalu, kapan Lebaran NU 2026 diperkirakan jatuh? Selain melihat prediksi kalender, penting juga memahami proses sidang isbat serta faktor astronomis yang memengaruhi visibilitas hilal. Dengan memahami metode penetapan ini, masyarakat dapat lebih bijak menyikapi potensi perbedaan tanggal sekaligus mempersiapkan Hari Raya dengan lebih tenang. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (18/03/2026).
Penetapan Awal Bulan Syawal oleh Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama (NU) memiliki metode khas dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk 1 Syawal untuk Hari Raya Idul Fitri. NU dikenal menggabungkan pendekatan rukyat (pengamatan hilal) dengan hisab (perhitungan astronomi) secara seimbang. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kesesuaian dengan ajaran syariat sekaligus memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan.
Dalam praktiknya, NU menggunakan dua pendekatan utama, yaitu Imkanur Rukyat Nahdlatul Ulama (IRNU) dan Qath'iy Rukyat Nahdlatul Ulama (QRNU). IRNU merupakan kriteria yang digunakan untuk menentukan kemungkinan terlihatnya hilal, di mana hasil hisab digunakan untuk memperkirakan posisi bulan guna menilai apakah hilal secara teoritis dapat terlihat. Jika memenuhi kriteria imkanur rukyat, maka rukyat dilakukan untuk mengonfirmasi keberadaan hilal.
Sementara itu, QRNU menekankan pada hasil rukyat yang bersifat pasti (qath'iy), yang berarti jika hilal benar-benar terlihat oleh para perukyat yang terpercaya dan telah diverifikasi, maka hasil tersebut dijadikan dasar penetapan awal bulan. Dalam hal ini, rukyat memiliki peran utama sebagai penentu, sedangkan hisab berfungsi sebagai alat bantu untuk memandu proses pengamatan. Pendekatan gabungan ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya mengandalkan satu metode saja, melainkan mengintegrasikan keduanya agar saling melengkapi.
Metode Rukyatul Hilal sebagai Pedoman Utama NU
NU secara konsisten menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit muda dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk 1 Syawal untuk Lebaran. Metode ini diperkuat dengan data Hisab Imkanur Rukyat, yaitu perhitungan astronomi yang memprediksi kemungkinan hilal terlihat. Sejak tahun 2022, NU bersama Pemerintah telah mengadopsi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Kriteria MABIMS menetapkan awal bulan Hijriah jika memenuhi dua syarat utama, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Apabila hilal tidak terlihat karena faktor cuaca atau posisi bulan yang terlalu rendah, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad yang menyatakan untuk berpuasa dan berlebaran karena melihat hilal, dan jika terhalang maka genapkanlah menjadi 30 hari.
Metode rukyatul hilal ini menjadikan kesaksian visual sebagai penentu utama masuknya bulan baru, bukan sekadar keberadaan hilal secara astronomis. NU mengartikan hadis rukyat sebagai melihat dengan mata telanjang, di mana dilakukan pengamatan hilal (visibilitas hilal) pada malam ke-30.
Peran Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU)
Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) adalah badan yang bertugas mengelola masalah ru'yah, hisab, dan pengembangan ilmu falak di lingkungan NU. LFNU secara aktif melakukan rukyatul hilal untuk penentuan awal Syawal. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penetapan Hari Raya Idul Fitri, sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut menyaksikan momentum penentuan 1 Syawal secara langsung.
Untuk tahun 2026, rukyatul hilal dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, berlokasi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, mulai pukul 16.00 WIB. Berdasarkan data hisab Lembaga Falakiyah PBNU, Kementerian Agama (Kemenag), dan BMKG, kriteria hilal pada 19 Maret 2026 diperkirakan belum memenuhi imkanur rukyat, yaitu tinggi 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.
Tinggi hilal mar'ie di Indonesia saat ghurub bervariasi antara +0° 49′ (di Merauke) hingga +2° 53′ (di Sabang Aceh), dan elongasi hilal haqiqy bervariasi antara 4° 36′ (di Merauke Papua) hingga 6° 09′ (di Sabang Aceh). Dengan kondisi tersebut, hilal diperkirakan belum dapat terlihat pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara. Oleh karena itu, jika hilal tidak terlihat pada 19 Maret 2026, bulan Ramadan akan disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perbandingan Metode Penetapan Hilal di Indonesia
Di Indonesia terdapat dua metode utama yang digunakan untuk menentukan awal bulan Hijriah, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung). Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal, yang mengandalkan perhitungan astronomis yang sangat presisi untuk menentukan posisi bulan secara matematis. Berdasarkan prinsip ini, awal bulan baru dimulai apabila konjungsi (ijtimak) telah terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan sudah berada di atas ufuk pada saat matahari terbenam, berapapun derajat ketinggiannya.
Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah berpegang pada metode Rukyatul Hilal, yaitu verifikasi visual secara langsung. Tim pemantau akan dikerahkan ke berbagai titik strategis untuk melihat hilal (bulan sabit muda) dengan mata telanjang atau bantuan teleskop pada hari ke-29 bulan sebelumnya. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS (ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), maka esok hari dinyatakan sebagai awal bulan baru.
Perbedaan metode ini terkadang menyebabkan perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri. Namun, ada kalanya NU dan Muhammadiyah bisa merayakan Lebaran di hari yang sama, terutama jika hasil hisab Muhammadiyah selaras dengan hasil rukyat yang digunakan NU dan pemerintah, yaitu ketika posisi hilal sudah cukup tinggi dan mudah terlihat.
Proses Sidang Isbat dan Keputusan Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) setiap tahunnya menetapkan awal bulan Syawal melalui forum sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak. Sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H dijadwalkan akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026 bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Sidang ini akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Sidang isbat akan diawali dengan Seminar Posisi Hilal Awal Syawal, dilanjutkan dengan pelaksanaan sidang secara tertutup untuk membahas hasil pemantauan hilal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sidang ini dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat Islam (termasuk NU dan Muhammadiyah), para pakar astronomi dan falak, hingga instansi pemerintah terkait. Kemenag akan melakukan pemantauan hilal di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Setelah seluruh data dihimpun dan dibahas bersama, Menteri Agama akan mengumumkan secara resmi hasil sidang kepada publik. NU sendiri cenderung mengikuti keputusan pemerintah dalam penentuan awal Syawal karena kesamaan metode rukyatul hilal yang dipadukan dengan hisab.
FAQ
- Kapan Lebaran NU 2026 diperkirakan jatuh?Lebaran Idul Fitri 1447 H untuk Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 2026 diperkirakan akan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
- Bagaimana NU menentukan tanggal Lebaran?NU menggunakan metode Rukyatul Hilal (pengamatan langsung hilal) yang didukung data Hisab Imkanur Rukyat.
- Apakah NU selalu sama dengan pemerintah soal Lebaran?NU cenderung mengikuti keputusan pemerintah yang ditetapkan melalui sidang isbat.
- Mengapa ada potensi perbedaan tanggal Lebaran antara NU dan Muhammadiyah?Perbedaan terjadi karena NU dan pemerintah menggunakan rukyatul hilal dan kriteria MABIMS, sementara Muhammadiyah menggunakan hisab murni.
- Kapan Sidang Isbat untuk Lebaran 2026 akan dilaksanakan?Sidang Isbat untuk penetapan 1 Syawal 1447 H dijadwalkan akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026.
- Apa itu kriteria MABIMS yang digunakan NU dan pemerintah?Kriteria MABIMS menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar dapat dinyatakan terlihat.
- Apakah warga NU wajib mengikuti keputusan NU soal Lebaran?Warga NU umumnya mengikuti keputusan yang dikeluarkan oleh PBNU, yang seringkali selaras dengan keputusan pemerintah.

9 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529707/original/028123400_1773377180-dekorasi_islami_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528242/original/032994000_1773267692-coq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4797307/original/069657600_1712502054-Ilustrasi_Idulfitri__Idul_Fitri__Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530744/original/023326900_1773474014-Kandang_ayam_Model_Kabinet_Vertikal_Bertingkat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528228/original/088334900_1773264319-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534341/original/015564600_1773819373-unnamed__63_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4363433/original/047827100_1679158154-6604581.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534429/original/001959000_1773823202-Pagar_Kayu_Klasik_dengan_Kawat_Anyam_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516872/original/038397300_1772357707-Silaturahmi_Idulfitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518666/original/055224900_1772515356-ternak_lele.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534248/original/055398800_1773815898-unnamed__61_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534058/original/015956800_1773808027-unnamed__47_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517070/original/014834200_1772388024-1000292775.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533906/original/047540800_1773795487-unnamed_-_2026-03-18T075716.432.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533917/original/079906100_1773796631-unnamed_-_2026-03-18T081013.589.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393558/original/011439100_1761559679-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518174/original/054330500_1772473096-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534099/original/045245000_1773810305-Screenshot_2026-03-18_120214.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3116253/original/039381500_1588230084-two-women-standing-by-the-door-1071968__1_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)