Mencari Kos Secara Online? Ini yang Harus Diperhatikan Agar Transaksi Aman

2 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Mencari kos secara online melalui berbagai platform kini menjadi pilihan praktis bagi banyak orang untuk menghemat waktu dan tenaga. Namun, kemudahan ini juga membawa risiko penipuan jika tidak memahami cara transaksi pembayaran kos online yang aman.

Banyak kasus penipuan terjadi karena calon penyewa terburu-buru mentransfer uang tanpa melakukan verifikasi yang memadai. Memahami ciri-ciri potensi penipuan di sosial media (sosmed) menjadi kunci untuk menghindari kerugian finansial dan memastikan tempat tinggal yang Anda sewa benar-benar ada.

Transaksi online memerlukan kehati-hatian ekstra, mulai dari memilih platform terpercaya hingga metode pembayaran yang aman. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan transaksi sewa kos online. Simak ulasannya, Selasa (10/02/2026).

Hal Perlu Diperhatikan saat Melihat Iklan Penawaran Sewa Kos atau Kontrakan

Seorang penyedia jasa pencarian kos dan kontrakan di Yogyakarta, yakni Rendi, membeberkan hal yang harus diperhatikan ketika melihat sebuah iklan penyewaan kos atau kontrakan di sebuah platform. Menurutnya, saat melihat sebuah iklan di sosmed, calon penyewa harus memerhatikan beberapa hal untuk melihat apakah postingan tersebut terindikasi penipuan atau tidak.

"Bener banget emang kalo postingan di sosmed itu gak semuanya bisa dipercaya, penipuan itu sekarang udah banyak modusnya. Ada beberapa red flag yang wajib diwaspadai," kata Rendi.

Berikut beberapa tanda suatu postingan patut dicurigai sebagai penipuan:

  • Harga Tidak Sesuai

Ketika melihat suatu iklan penyewaan kos atau kontrakan dengan harga terlalu murah di lokasi strategis, hal itu patut dicurigai. Untuk beberapa area yang berada di tengah kota, biasanya mematok harga lebih tinggi. Jika harga yang ditawarkan tampak tidak masuk akal, maka Anda patut waspada.

  • Akun Mencurigakan

Calon penyewa juga harus menelusuri profil dari akun atau pengiklan kos atau kontrakan. Periksa juga ulasan dan testimoni dari penyewa sebelumnya jika tersedia di platform. "Akun baru, feed kosong, atau foto yang enggak real ambil dari google patut dicurigai," kata Rendi.

Jika pemilik kos baru mendaftar dan belum memiliki track record, berhati-hatilah dan pertimbangkan untuk mencari alternatif lain. Properti yang legitimate biasanya memiliki riwayat penyewaan dan review yang bisa diverifikasi.

Admin Langsung Minta Down Payment (DP)

Jika pengiklan terburu-buru meminta uang muka pembayaran dengan berbagai alasan, calon penyewa patut mencurigai hal tersebut. Biasanya, para penipu terkesan 'memaksa' dan memengaruhi calon penyewa untuk mau segera membayar DP.

  • Pengiklan Menolak Diajak Video Call

Anda juga berhak meminta video call atau video tour langsung untuk melihat kondisi kamar dan fasilitas kos secara real-time. Jika pengiklan menolak, maka hal itu patut dicurigai sebagai modus penipuan.

  • Alamat Tidak Jelas

Banyak kasus penipuan menggunakan foto properti yang diambil dari internet atau milik orang lain. Maka dari itu, calon penyewa wajib menanyakan alamat lengkap dari kos atau kontrakan yang diiklankan. Mintalah alamat lengkap, patokan sekitar, serta akses menuju lokasi.

Jika memungkinkan, gunakan fitur peta digital untuk mencocokkan lokasi yang diberikan dengan kondisi lingkungan sekitar agar terhindar dari penipuan atau informasi yang tidak sesuai. "Alamat nggak jelas atau muter-muter pas ditanya detail. Kalau nemu yang kayak gitu, mending skip. Jangan maksain cuma karena takut kehabisan (atau soldout duluan)," kata Rendi.

Jika memungkinkan, segera lakukan surey langsung ke lokasi sebelum melakukan pembayaran apapun. Jika pemilik menolak atau terus menunda permintaan bertemu untuk melakukan survei langsung dengan berbagai alasan, ini adalah red flag besar.

Rendi sendiri merupakan pemilik akun Instagram @infokostkontrakanmurahjogja, salah satu penyedia jasa info kos dan kontrakan yang ada di Kota Pelajar. Melalui platformnya, dia secara resmi mengiklankan hunian kos dan kontrakan yang ada hampir di seluruh penjuru kota Jogja.

Sebagai penyedia jasa informasi kos dan kontrakan, Rendi turut menyayangkan banyaknya modus penipuan di sosial media. Dia pun mengingatkan kepada para calon penyewa untuk lebih selektif lagi ketika menemukan iklan penyewaan kos atau kontrakan di berbagai platform. 

"Kalau mau cari kos/kontrakan tapi pengen aman, jelas, dan nggak ribet, emang paling enak lewat pihak yang mau bantuin dari awal sampai fix dapet tempat.Cari tempat tinggal itu soal kenyamanan jangka panjang, bukan cuma deal cepet," ungkapnya.

Perlu diingat ketika mencari kos atau kontrakan melalui media sosial, jangan pernah mentransfer uang hanya berdasarkan foto yang dikirim melalui chat atau WhatsApp. Lakukan survei lokasi secara langsung jika memungkinkan. Mencari kos dan kontrakan melalui media sosial memang memberikan kemudahan dan banyak pilihan, tetapi tetap membutuhkan kehati-hatian.

FAQ

1. Apakah aman membayar kos melalui platform online? Ya, aman jika menggunakan platform terpercaya yang memiliki sistem verifikasi dan proteksi pembayaran.

2. Berapa persen deposit yang wajar untuk booking kos online? Deposit yang wajar biasanya berkisar antara 20-50% dari harga sewa bulanan, tidak lebih.

3. Apakah boleh membayar penuh sebelum melihat kamar secara langsung? Tidak disarankan, sebaiknya lakukan survei langsung atau minimal video call sebelum pembayaran penuh.

4. Bagaimana jika pemilik kos meminta transfer ke rekening pribadi? Tolak permintaan tersebut dan gunakan sistem pembayaran resmi yang disediakan platform untuk keamanan Anda.

5. Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur transfer tapi ternyata penipuan? Segera laporkan ke pihak platform, bank untuk blocking transaksi, dan buat laporan ke kepolisian dengan membawa bukti transaksi.

6. Apakah perlu meminta KTP pemilik kos sebelum bayar? Ya, sangat perlu untuk memastikan identitas pemilik sesuai dengan data yang terdaftar di platform.

7. Metode pembayaran apa yang paling aman untuk sewa kos online? Transfer bank atau e-wallet resmi yang tercatat dan terintegrasi dengan platform penyedia jasa kos-kosan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|