Liputan6.com, Jakarta - Budidaya jenis pohon buah naga yang cepat panen di dataran rendah semakin diminati karena potensi hasil yang tinggi dan masa produksi yang relatif singkat. Tanaman ini sangat cocok dikembangkan di wilayah tropis seperti Indonesia, khususnya di daerah dengan suhu hangat dan paparan sinar matahari melimpah.
Buah naga dikenal luas karena rasanya yang segar, perpaduan manis dan sedikit asam, serta kandungan nutrisinya yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsumsi buah ini terus meningkat, baik dalam bentuk segar maupun olahan seperti jus dan selai. Selain itu, tanaman buah naga tergolong cepat berbuah. Dengan teknik budidaya yang tepat, tanaman sudah bisa mulai berproduksi dalam waktu sekitar satu tahun, menjadikannya komoditas agribisnis yang menjanjikan.
Berdasarkan informasi dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan diperkuat oleh kajian ilmiah dalam jurnal Sustainability berjudul “Classification of Dragon Fruit Varieties Based on Morphological Properties: Multi-Class Classification Approach” oleh Uğur Ercan, Onder Kabas, Aylin Kabaş, dan Georgiana Moiceanu, klasifikasi buah naga dapat dilihat dari karakter morfologi seperti warna kulit, daging buah, dan bentuk sisik. Berikut beberapa jenis yang cepat panen dan cocok di dataran rendah yang sudah dirangkum Liputan6.com, Selasa (28/4/2026).
1. Buah Naga Putih (Hylocereus undatus)
Jenis ini memiliki kulit merah dengan daging putih dan merupakan varietas paling umum di Indonesia.
Tanaman ini dikenal sangat adaptif terhadap lingkungan dataran rendah (0–350 mdpl) dengan suhu ideal 26–36°C. Keunggulan utamanya adalah pertumbuhan cepat dan relatif mudah dirawat, sehingga cocok bagi pemula.
Dari sisi produksi, buah naga putih mampu mulai berbuah sekitar 10–12 bulan setelah tanam jika menggunakan bibit stek dari indukan unggul.
2. Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
Varietas ini memiliki daging buah merah pekat dengan rasa lebih manis dan kandungan antioksidan lebih tinggi.
Dalam konteks jenis pohon buah naga yang cepat panen di dataran rendah, jenis ini sangat direkomendasikan karena produktivitasnya tinggi dan nilai jualnya lebih baik.
Menurut BBPP Lembang, proses penyerbukan pada jenis ini dapat ditingkatkan melalui bantuan manusia (penyerbukan manual), yang berpengaruh langsung terhadap keberhasilan pembentukan buah.
3. Buah Naga Super Merah
Jenis ini merupakan hasil seleksi dari buah naga merah dengan karakter warna lebih pekat dan ukuran buah lebih besar.
Dalam studi morfologi yang dibahas dalam jurnal Sustainability, varietas dengan warna daging lebih intens umumnya memiliki karakteristik struktur jaringan yang berbeda, yang juga berkorelasi dengan kualitas rasa dan daya tarik pasar.
Dengan perawatan optimal di dataran rendah, varietas ini dapat mulai panen dalam waktu kurang dari satu tahun.
4. Buah Naga Kuning (Selenicereus megalanthus)
Buah naga kuning memiliki kulit kuning cerah dengan daging putih dan rasa sangat manis.
Meski waktu panennya cenderung sedikit lebih lama, varietas ini tetap dapat tumbuh baik di dataran rendah. Keunggulannya terletak pada rasa premium yang membuatnya bernilai jual tinggi.
Syarat Tumbuh Ideal di Dataran Rendah
Mengacu pada BBPP Lembang, kondisi ideal untuk budidaya buah naga adalah:
- Ketinggian: 0–350 mdpl
- Suhu: 26–36°C
- Kelembapan: 70–90%
- pH tanah: 5,5–7
- Tanah tidak tergenang air
Sebagai tanaman kaktus, buah naga cukup tahan terhadap kekeringan, tetapi sangat sensitif terhadap kelebihan air yang dapat menyebabkan pembusukan.
Trik Budidaya Buah Naga agar Cepat Berbuah
Untuk memaksimalkan hasil dari jenis pohon buah naga yang cepat panen di dataran rendah, berikut teknik budidaya yang direkomendasikan oleh BBPP Lembang dan didukung oleh pendekatan ilmiah dari jurnal yang Anda lampirkan:
1. Pemilihan Bibit Unggul
Gunakan metode stek batang dari tanaman induk yang sehat dan sudah berbuah minimal 2–3 kali. Ini penting karena sifat genetik dan performa produksi akan lebih terjamin.
2. Sistem Penopang yang Tepat
Gunakan tiang panjatan setinggi 2–2,5 meter untuk menopang pertumbuhan tanaman. Struktur ini membantu pembentukan tajuk yang optimal dan mendukung produksi buah.
3. Pemangkasan Selektif
Pemangkasan dilakukan untuk mengatur distribusi nutrisi:
- Pilih satu batang utama
- Sisakan 3–4 cabang produktif
- Pangkas cabang yang sudah tidak produktif
Teknik ini membantu meningkatkan kualitas dan jumlah buah.
4. Pemupukan Teratur
Pemupukan dilakukan setiap 3–4 bulan:
- Pupuk kandang: 5–10 kg
- NPK: ±100 gram
Tambahan pupuk dengan kandungan fosfor tinggi dianjurkan saat fase pembungaan untuk merangsang buah.
5. Manajemen Air
Penyiraman dilakukan secukupnya, terutama pada fase awal pertumbuhan. Saat tanaman mulai berbunga, penyiraman dikurangi untuk merangsang pembentukan buah.
6. Penyerbukan Manual
Bunga buah naga mekar di malam hari. Penyerbukan manual dapat meningkatkan keberhasilan pembentukan buah, terutama pada varietas merah.
7. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama utama: kutu putih dan bekicotPenyakit: busuk batang dan fusarium
Pengendalian dilakukan melalui sanitasi kebun, drainase baik, serta penggunaan pestisida sesuai kebutuhan.
Potensi Panen
Tanaman buah naga mulai berbuah pada umur 1–2 tahun dan dapat produktif hingga 20 tahun.
Produksi awal mencapai 6–7 ton per hektare dan dapat meningkat signifikan pada tahun berikutnya. Panen dilakukan saat buah berwarna merah cerah dan sisiknya berubah warna.
FAQ Seputar Buah Naga
1. Apa jenis buah naga paling cepat panen?
Buah naga merah dan putih termasuk yang paling cepat, terutama jika menggunakan bibit stek.
2. Apakah dataran rendah lebih cocok dibanding dataran tinggi?
Ya, karena suhu lebih hangat sehingga pertumbuhan dan pembungaan lebih cepat.
3. Berapa lama umur produktif tanaman?
Sekitar 20 tahun dengan perawatan yang baik.
4. Apakah perlu penyerbukan manual?
Disarankan, terutama untuk meningkatkan hasil pada buah naga merah.
5. Apa penyebab gagal panen buah naga?
Biasanya karena drainase buruk, kurang sinar matahari, atau serangan hama dan penyakit.

6 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568665/original/019688800_1777367974-mushola_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568652/original/001378300_1777367417-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568483/original/013944600_1777360870-1777360797.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568422/original/007267700_1777358352-Kebun_Hidroponik_Komunitas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568580/original/098008400_1777363165-Model_Baju_Lurik_Ikat_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4407778/original/004631900_1682572500-6947619.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567967/original/028360700_1777346694-Rumah_Kecil_di_Desa_Tapi_Terasa_Adem_dan_Nyaman_yang_Bikin_Betah_Model_Dapur_Terbuka_ke_Halaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3333668/original/068393300_1608952890-20201226-FOTO-Tugu-Pal-Putih-Yogyakarta-Kian-Apik-Tanpa-Gangguan-Kabel-Melintang-TEBE-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5174043/original/063583900_1742895657-pexels-nurseryart-367273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568282/original/065165800_1777353777-Jenis_Pohon_Buah_yang_Cocok_Ditanam_di_Tanah_Berpasir.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568543/original/053601800_1777362207-photo_6302915063400042147_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4405859/original/073630400_1682409407-8629412.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568136/original/006440500_1777350275-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568102/original/049445400_1777349804-75890363-d485-46d2-94c7-33aeafff3878.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568228/original/009524400_1777352621-HL_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567538/original/029532500_1777286309-IMG_20260427_115251.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339691/original/038765000_1757083627-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3645985/original/034696200_1638003440-IMG-20211127-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568173/original/046636600_1777350999-Ide_Usaha_di_Desa_Modal_Sepeda_Motor.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)