Liputan6.com, Jakarta - Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi perhatian seiring meningkatnya limbah organik dari aktivitas harian. Banyak warga mulai mencari cara mengolah sampah sendiri tanpa bergantung pada layanan pengangkutan, salah satunya dengan membuat komposter sederhana di rumah.
Keterbatasan lahan tidak lagi menjadi hambatan utama. Komposter dapat dibuat dengan ukuran kecil dan ditempatkan di area sempit seperti teras atau sudut dapur, sehingga tetap bisa diterapkan di hunian dengan ruang terbatas.
Panduan ini memuat langkah membuat komposter sederhana menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Lantas seperti apa cara membuatnya? Untuk mengetahuinya, simak cara-cara yang Liputan6 hadirkan berikut, sebagai pedoman pertanian organik di rumah, dirangkum Rabu (25/3).
1. Gunakan Wadah Komposter yang Sesuai Ruang
Langkah awal dimulai dengan memilih wadah yang dapat menampung proses penguraian tanpa memakan banyak tempat. Wadah dapat berupa ember bekas, tong plastik, atau kotak penyimpanan yang memiliki penutup. Ukuran wadah sebaiknya disesuaikan dengan volume sampah dapur harian agar proses berjalan seimbang.
Wadah perlu dilengkapi lubang pada bagian samping dan bawah untuk sirkulasi udara serta aliran cairan. Lubang dapat dibuat menggunakan alat sederhana dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Bagian bawah wadah dapat diberi penampung untuk menahan cairan hasil penguraian agar tidak mengotori area sekitar.
Pemilihan wadah yang tepat akan membantu menjaga proses tetap berjalan tanpa gangguan. Dengan ukuran yang sesuai, komposter dapat ditempatkan di sudut rumah tanpa menghambat aktivitas lain, sekaligus tetap mendukung kebutuhan tanaman melalui hasil kompos yang dihasilkan.
2. Siapkan Bahan Organik dari Rumah Tangga
Setelah wadah tersedia, langkah berikutnya adalah mengumpulkan bahan organik dari aktivitas dapur. Bahan yang dapat digunakan meliputi sisa sayur, kulit buah, ampas teh, dan sisa makanan tanpa minyak berlebih. Pemilahan ini perlu dilakukan agar proses penguraian tidak terganggu.
Bahan organik sebaiknya dipotong menjadi bagian kecil agar mudah terurai. Pemotongan dapat dilakukan menggunakan alat dapur yang biasa digunakan. Langkah ini membantu mempercepat proses tanpa perlu tambahan bahan lain yang sulit ditemukan.
Dengan pengelolaan bahan yang tepat, komposter dapat bekerja secara berkelanjutan. Selain mengurangi jumlah sampah yang dibuang, langkah ini juga mendukung ketersediaan pupuk untuk tanaman yang ditanam di pot atau pekarangan rumah.
3. Susun Lapisan Komposter Secara Bertahap
Penyusunan bahan di dalam wadah dilakukan secara bertahap dengan pola lapisan. Lapisan pertama dapat berupa bahan kering seperti daun atau kertas tanpa tinta. Lapisan ini berfungsi sebagai dasar sebelum bahan basah dimasukkan.
Setelah itu, bahan organik dari dapur dimasukkan di atas lapisan kering. Proses ini dapat diulang dengan menambahkan lapisan kering kembali untuk menjaga keseimbangan. Penyusunan ini dilakukan setiap kali menambahkan sampah baru ke dalam wadah.
Pola lapisan membantu menjaga kondisi di dalam komposter tetap stabil. Dengan susunan yang teratur, proses penguraian dapat berlangsung tanpa mengganggu lingkungan sekitar dan tetap mendukung hasil kompos untuk kebutuhan tanaman.
4. Atur Sirkulasi Udara dan Kelembapan
Komposter memerlukan sirkulasi udara agar proses penguraian berjalan. Wadah yang telah diberi lubang akan membantu udara masuk dan keluar secara alami. Selain itu, isi komposter perlu diaduk secara berkala untuk menjaga pergerakan bahan di dalamnya.
Kelembapan juga perlu diperhatikan selama proses berlangsung. Jika bahan terlihat terlalu kering, dapat ditambahkan sedikit air secukupnya. Sebaliknya, jika terlalu basah, dapat ditambahkan bahan kering untuk menyeimbangkan kondisi di dalam wadah.
Pengaturan ini membantu menjaga proses tetap berjalan tanpa hambatan. Dengan kondisi yang seimbang, komposter dapat digunakan dalam jangka waktu panjang dan tetap mendukung kebutuhan tanaman di rumah.
5. Langkah Memanen Kompos dan Menggunakannya untuk Tanaman
Setelah beberapa waktu, bahan di dalam komposter akan berubah menjadi kompos. Proses ini ditandai dengan perubahan bentuk bahan yang sudah tidak terlihat seperti semula. Kompos yang dihasilkan dapat dipanen secara bertahap sesuai kebutuhan.
Kompos dapat digunakan untuk tanaman dalam pot atau lahan kecil di sekitar rumah. Penggunaan dilakukan dengan mencampurkan kompos ke dalam media tanam agar unsur yang dibutuhkan tanaman tersedia. Cara ini membantu menjaga pertumbuhan tanaman tetap berjalan.
Pemanfaatan kompos dari rumah sendiri akan mengurangi ketergantungan pada pupuk dari luar. Selain itu, hasil komposter juga dapat digunakan secara berulang untuk mendukung kegiatan menanam di lahan yang terbatas.
6. Menjaga Agar Konsisten dan Kebersihan Komposter
Agar komposter tetap berfungsi, diperlukan perawatan yang dilakukan secara rutin. Penambahan bahan organik dilakukan sesuai kebutuhan tanpa menumpuk dalam jumlah besar sekaligus. Cara ini membantu menjaga keseimbangan proses di dalam wadah.
Kebersihan area sekitar komposter juga perlu diperhatikan. Wadah sebaiknya ditempatkan di lokasi yang tidak mengganggu aktivitas dan mudah dijangkau. Jika terdapat cairan yang keluar, penampung perlu dibersihkan secara berkala.
Dengan perawatan yang konsisten, komposter dapat digunakan dalam jangka panjang. Selain membantu mengelola sampah rumah tangga, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung tanaman di lahan sempit tanpa memerlukan biaya tambahan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa itu komposter sederhana di rumah?
Komposter sederhana adalah wadah yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dengan cara yang dapat dilakukan sendiri di rumah.
2. Bahan apa saja yang bisa dimasukkan ke komposter?
Bahan yang dapat digunakan meliputi sisa sayur, kulit buah, daun, ampas teh, dan bahan organik lain tanpa campuran minyak atau bahan kimia.
3. Berapa lama proses kompos di rumah?
Proses kompos berlangsung dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung bahan, ukuran potongan, dan perawatan.
4. Apakah komposter bisa digunakan di lahan sempit?
Komposter dapat digunakan di lahan sempit dengan memilih wadah berukuran kecil dan menempatkannya di area yang tersedia.
5. Bagaimana cara mengurangi bau pada komposter?
Bau dapat dikurangi dengan menyeimbangkan bahan kering dan basah serta menjaga sirkulasi udara di dalam wadah.

8 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2987581/original/069751500_1575538731-IMG_20191205_113219.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5537457/original/075179200_1774424448-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537511/original/007660600_1774425297-Hunian_Atap_Pelana_Tinggi_dengan_Plafon_Ekspos__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537479/original/064244000_1774424914-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5537683/original/031975800_1774433248-IMG_0551.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537497/original/084737300_1774425099-Gemini_Generated_Image_1yv2cu1yv2cu1yv2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536893/original/045773600_1774348760-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494611/original/059165100_1770300905-Walisson_Maia_bek_baru_Arema_FC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537485/original/005329400_1774424952-b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534088/original/009315900_1773810042-Gemini_Generated_Image_8v22ek8v22ek8v22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537440/original/056147800_1774423964-Tanaman_Buah_Naga_di_Lahan_Sempit__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537707/original/075514800_1774435193-Kandang_Ayam_Atap_Asbes_yang_Bikin_Ternak_Produktif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453580/original/017480800_1766482159-Ide_Usaha_di_Depan_Rumah_untuk_Bapak-bapak_Tanpa_Modal_yakni_Jastip.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537395/original/047467000_1774422643-Kanopi_PVC_Gaya_Pergola__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5537672/original/022034200_1774432525-IMG_0662__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537409/original/083818600_1774423064-b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537633/original/054095200_1774429909-unnamed_-_2026-03-25T161050.570.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537363/original/025866800_1774421512-a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537407/original/023826100_1774422854-beckham_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537550/original/021533700_1774426538-unnamed__100_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)