- Apa keunggulan Quanta Pie Susu dibandingkan pie susu lainnya?
- Bagaimana sejarah awal mula Quanta Pie Susu?
- Berapa lama daya tahan Quanta Pie Susu?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Bagi para pencinta kuliner yang berkunjung ke Yogyakarta, nama Quanta Pie Susu kini semakin santer terdengar sebagai salah satu buah tangan wajib. Berlokasi di Jl. Sultan Agung No.123a, Gunungketur, Pakualaman, usaha yang dirintis oleh Retno Noordiwati ini menawarkan sensasi pie susu dengan karakteristik isian yang lebih tebal dan creamy.
Retno, atau yang akrab disapa Retno Quanta, menjelaskan bahwa nama usahanya memiliki filosofi yang sangat mendasar. Ia berharap bisnis yang dimulai dari langkah kecil ini bisa berkembang menjadi sesuatu yang besar dan berdampak luas.
“Quanta itu artinya sumber dari segala hal yang ada di dunia. Segala benda itu kalau dipotong kecil-kecil sampai habis, tempat terkecil itu namanya Quanta,” ujar wanita 52 tahun itu saat wawancara langsung dengan Liputan6.com di tempat usahanya.
Ia menambahkan bahwa visi di balik pemilihan nama tersebut adalah sebuah harapan besar bagi masa depan usahanya.
"Asal mulanya kita pengen berharap tadinya kita membuat usaha itu jadi cikal bakal usaha kita agar jadi usaha yang besar. Mulai usahanya pada tahun 2015. Awalnya kita tuh sebenarnya buka warung makan," kenangnya.
Sejarah Singkat Quanta Pie Susu
Eksistensi Quanta Pie Susu sebenarnya lahir secara tidak sengaja di tengah kesibukan Retno mengelola warung makan. Awalnya, pie susu tersebut hanyalah camilan pendamping bagi para pelanggan yang sedang menunggu pesanan menu utama mereka disajikan. Melihat antusiasme yang tinggi, Retno dan sang suami akhirnya sepakat untuk melakukan pengemasan yang lebih profesional.
"Awalnya kita tuh sebenarnya buka warung makan. Mulainya tuh dari warung makan. Waktu warung makan itu sambil nunggu masakan selesai, maksudnya kan kalau orang pesen masakan itu kan masih harus nunggu ya, saya iseng iseng bikin pie susu dan pie susu itu disajikan di meja-meja makan. Lama-lama itu orang-orang pada doyan bahkan ada yang pesan. Lah? Kok jadi laris pie susunya. Akhirnya kita memutuskan untuk kita pack. Jadi aku sama suami sepakat kalau pie nya di-pack saja. Begitu," cerita Retno.
Bahkan, pie susu yang dikemas dengan baik itu pun membawa keberuntungan bagi Retno. Ya, produknya itu laris manis hingga menjadi oleh-oleh khas yang diminati khayalak banyak wisatawan luar kota.
"Setelah di pack, alhamdulillahnya pie susunya makin laris, mas. Ada yang minta dibawa luar kota untuk oleh-oleh, kadang-kadang dulu awal-awal ini kita tempatin di besek, di kardus gitu kan. Terus lama-lama yaudah lah pack beneran, akhirnya kok jalan, nah jadi awal mulanya dari situ Mulainya dari situ kalau pie susu ini," jelasnya.
Tak hanya pie susu saja, sambal khas di warung itu pun juga menjadi andalan bagi para pengunjung yang datang. Serupa dengan pie susu, sambal tersebut juga dikemas baik dan menjadi salah satu quproduk andalan Quanta saat ini.
"Ada lagi satu lagi produk yang awalnya juga dari warung itu, yakni sambal. Sambalnya itu orang-orang suka sambalnya. Jadi dulu kalau ada lebaran-lebaran gitu, orang pada minta dibungkusin untuk dibawa mudik gitu kan, akhirnya juga sambal kita pack ini dalam kemasan botol," jelasnya.
Varian Rasa, Produk Andalan hingga Masa Tahan
Quanta Pie Susu tak hanya hadir dengan rasa konvensional, namun juga berani mengeksplorasi cita rasa tradisional, salah satunya yang menjadi unggulan yakni rasa jahe. Retno menyebutkan bahwa perpaduan rasa jahe ke dalam pie menjadi inovasi unggulan yang membedakan produknya dengan merek lain di pasaran.
“Kita ada beberapa varian seperti original, coklat, blueberry, vanilla, keju, durian, terus kita punya yang rasa tradisional yaitu rasa jahe. Nah, itu yang jadi keunggulan yang gak dipunyai sama pie-pie yang lain,” ungkapnya.
Bahkan retno juga menjelaskan bagaimana pie jahe tersebut terbentuk hingga akhirnya menarik para pelanggannya.
Ya karena kita merasa bahwa kayaknya perpaduan jahe sama pie itu enak banget, ya. Maksudnya terus kita cari sesuatu yang mengangkat cita rasa tradisional, gitu lho, ke produk ini. Jadi ini salah satu produk yang laku. Tapi paling laku tetap yang varian originalnya.
Mengenai ketahanan produk, Retno telah melakukan riset mendalam dengan dukungan akademisi untuk memastikan kualitas rasa tetap terjaga meski disimpan dalam waktu yang cukup lama.
"Kalau pie susu ini tahannya cuma 4 hari awalnya. Kemudian seiring waktu kita dapet pendampingan dari dosen-dosen universitas besar, salah satunya dari IPB. Mereka ngasih masukan sampai akhirnya bisa sampai ke 8 hari, bahkan 12 hari sebenarnya, cuman kita tetap mempertahankan kualitas di angka 8 hari saja," tegasnya.
Manajemen Karyawan, Proses Produksi hingga Harga Penjualan
Dalam aspek operasional, Retno menerapkan sistem kerja yang fleksibel dengan memberdayakan komunitas sekitar. Ia memanfaatkan grup komunikasi digital untuk mengatur jadwal kerja karyawannya sesuai dengan volume pesanan harian.
"Kalau Karyawan itu jadi sistem kerja di tempat kami itu sesuai pekerjaan. Jadi misalnya hari ini saya butuh 5 orang gitu, saya WA. Karena saya punya grup WA isinya pekerja-pekerja gitu sampai 13 orang gitu nanti semisal yang hari ini aku butuh 5 orang bisa masuk besok 5 orang, jadi saya sesuaikan sesuaikan dengan kebutuhan saya," papar Retno.
Proses produksi pun dilakukan dengan manajemen stok yang efisien agar waktu pengemasan menjadi lebih singkat. Retno juga melibatkan generasi muda seperti pelajar SMK dan mahasiswa dalam proses produksinya.
"Anak-anak yang ikut saya nyetak kulit itu ada yang anak sekolah, anak SMK, terus kebanyakan mahasiswa. Mereka kerjanya part-time. Jadi kalau kulitnya sudah siap, mungkin sekitar 4 jam itu sudah selesai packingnya. Kalau liburan, kita bisa bikin sampai 200 pack per hari, itu sekitar 800-an pcs," urainya.
Retno mematok harga yang kompetitif dengan rentang Rp27.500 hingga Rp32.500 per pack. Harga tersebut dinilai sangat sepadan mengingat kualitas isian pie yang jauh lebih tebal dan juicy dibandingkan pie susu pada umumnya.
"Kalau harga kita mulai dari Rp27.500 Sampai Rp32.500. Kita pienya yang beda sama pienya kebanyakan. Kalau pienya orang kebanyakan kan tipis-tipis, terus lebar. Nah, kita itu keunggulannya isinya kita lebih tebal, lebih creamy, lebih juicy gitu," kata Retno meyakinkan.
Sistem pengupahan pun disesuaikan dengan skema kerja berbasis proyek atau paruh waktu, yang dirasa lebih efisien bagi unit usaha skala UMKM seperti Quanta.
"Karena mereka kerjanya sesuai proyek atau part-time, gajinya juga bukan gaji bulanan," tambahnya.
Selain pie susu, Quanta juga mengembangkan sayap ke berbagai produk camilan lainnya untuk menjawab tantangan persaingan pasar. Kini, produk brownies dan camilan tradisional lainnya juga mulai mendapatkan tempat di hati pelanggan.
Diversifikasi Varian Produk
Selain pie susu, Quanta juga mengembangkan sayap ke berbagai produk camilan lainnya untuk menjawab tantangan persaingan pasar. Kini, produk brownies dan camilan tradisional lainnya juga mulai mendapatkan tempat di hati pelanggan.
"Karena persaingan semakin banyak, jadi kita juga kemarin beberapa kali dapet tantangan dari orang, 'mbak, bikin brownies bisa?'. Ya bisa, browniesnya malah jalan sampai sekarang," tuturnya.
Keberagaman produk ini kini menjadi pilar kekuatan Quanta dalam industri oleh-oleh.
"Untuk snack itu kita punya tiga andalan, ada perol solo, brownies, sama pie susu. Ada juga satu lagi kita bikin ampiang coklat itu juga," jelasnya.
Pemanfaatan platform digital menjadi faktor kunci di balik melesatnya popularitas Quanta Pie Susu. Retno mengakui bahwa visibilitas di Google Maps dan performa di marketplace memberikan dampak yang luar biasa terhadap angka penjualan.
"Dikenal orang itu lebih banyak lewat Google Maps sama di Shopee. Quanta juga bisa pesan lewat WA dan Instagram. Orang-orang banyak tahu kita di Google Maps dan itu justru malah berpengaruh banget ke penjualan kita," jelasnya antusias.
Keberadaan ulasan positif secara daring juga turut mengukuhkan posisi Quanta di peta kuliner Yogyakarta. "Terus kita pernah juga jadi rekomendasi pie susu terenak di Jogja. Ada dua artikel yang bisa dicari di internet dan itu sangat berpengaruh sekali di penjualan kita," imbuhnya.
Inovasi Produk Terbaru: "Paijo"
Melihat tren pasar yang dinamis, Retno tengah menyiapkan gebrakan baru yang ia beri nama Paijo. Produk ini merupakan hibrida unik antara pie dan bakpia kacang hijau yang menjadi ikon kuliner Jogja.
"Sebenarnya kita sudah punya satu nih, namanya Paijo (pie bakpia kacang ijo). Cuman kita belum rilis resmi untuk ditawarkan ke pelanggan luas. Pelanggan lama sebenarnya sudah tahu dan sering pesan," bocor Retno.
Namun, Retno masih enggan merilisnya secara masif sebelum kualitas daya tahannya mencapai standar yang ia inginkan.
"Kita masih otak-atik biar daya tahannya bisa lebih lama lagi. Sementara masih di angka 7 hari, kita pinginnya lebih lama. Jadi ini masih diriset sama tim riset kita dulu," katanya.
Kerja Sama Strategis dengan BRI hingga Prestasi Membanggakan
Dalam mengembangkan bisnisnya, Retno aktif menjalin kemitraan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tidak hanya sebagai nasabah, Quanta Pie Susu juga menerapkan pembayaran nontunai menggunakan QRIS BRI yang sangat memudahkan pelanggan saat pameran sebagai digital keuanganny. Bahkan usaha cemilan ini menjadi bagian dari ekosistem UMKM yang dibina melalui berbagai program pelatihan.
"Saya ini sebagai nasabah BRI, terus bisnis saya juga menggunakan QRIS BRI. Selain itu, kemarin itu saya juga ikut BRIncubator. Jadi mereka ngadain pelatihan, ada presentasi juga, penyampaian materi cuma kita dinilai," jelas Retno.
Sinergi ini bahkan membawa Quanta meraih prestasi yang membanggakan di tingkat daerah. Bagaimana tidak, Quanta Pie Susu berhasil meraih juara 2 dalam ajang BRIncubator pada tahun 2025 lalu. Saat ini, Quanta juga sedang bersiap-siap untuk mengikuti BRIncubator tingkat nasional mewakili produk UMKM dari Jogja.
"Kemarin ikutnya yang tingkat Jogja dan alhamdulillah dapat juara 2. Tahun ini kami juga mendaftar BRIncubator lagi dan ini sudah tingkat Nasional," ungkapnya bangga.
Dampak Positif Dukungan BRI
Kemitraan dengan BRI diakui Retno memberikan kemudahan yang signifikan, terutama dalam proses transaksi dan akses ilmu bisnis. Edukasi yang didapat dari berbagai pelatihan BRI dirasa sangat krusial dalam memperkuat fondasi bisnisnya.
"BRI sangat mempermudah, mas. Biasanya kalau kita di acara pameran gitu kan orang sekarang bayar cash itu sudah susah banget kan, kita ke situ dibantu BRI. Cara ngambilnya juga gampang, mau dipakai kapan saja juga disukailah," terangnya.
Bagi Retno, nilai terbesar dari kerjasama ini adalah akses terhadap mentor-mentor ahli secara gratis.
"Terutama juga yang saya sangat berterima kasih sebenarnya juga ilmunya di pelatihan-pelatihan itu tadi. Program pelatihan lainnya buat UMKM itu gratis tanpa dipungut biaya dan menghadirkan pemateri-pemateri handal yang ada di Indonesia," pungkasnya.
Rekomendasi Utama bagi Wisatawan
Keberhasilan Quanta Pie Susu dalam merebut hati pasar tidak lepas dari loyalitas para pelanggannya. Salah satunya adalah Rosi, seorang pelanggan setia yang mengaku terpikat dengan konsistensi rasa yang ditawarkan oleh Retno Quanta. Bagi Rosi, produk ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan kudapan favorit keluarga.
"Saya sering sekali membeli pie susu di sini karena memang rasanya sangat nikmat. Teksturnya yang tebal dan creamy itu yang bikin beda," ujar Rosi saat memberikan kesan pribadinya terhadap produk Quanta kepada Liputan6.com.
Rosi juga menambahkan bahwa daya tarik utama pie ini terletak pada cita rasanya yang universal, sehingga sangat mudah diterima oleh berbagai kalangan usia, termasuk anak-anaknya yang selalu menagih pie tersebut sebagai camilan di rumah.
"Anak-anak saya pun sangat doyan dengan pie ini. Rasanya pas, tidak terlalu manis tapi sangat terasa susunya," tambahnya.
Melihat kualitas dan keunikan yang ditawarkan, Rosi tak ragu merekomendasikan Quanta Pie Susu sebagai pilihan utama bagi para pelancong yang tengah mencari buah tangan khas Yogyakarta.
"Sangat saya rekomendasikan untuk menjadi oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Belum lengkap rasanya kalau belum membawa pulang Quanta sebagai buah tangan," pungkas Rosi.
Persyaratan dan Cara Mendaftar QRIS BRI
BRI menyediakan beberapa metode resmi yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan dan kenyamanan untuk mendaftarkan QRIS. Melansir dari website resmi BRI, adapun persyaratan dokumen mendaftar qris BRI adalah sebagai berikut:
1. Memiliki rekening BRI
Siapkan rekening BRI aktif yang akan digunakan sebagai tujuan pencairan dana dari setiap transaksi QRIS.
2. Mengisi formulir pendaftaran
Selanjutnya, Anda wajib mengisi formulir pendaftaran QRIS. Pastikan pengisian data telah lengkap dan benar untuk lolos proses verifikasi oleh pihak bank.
3. Menyiapkan dokumen pendukung
Siapkan Kartu Nomor Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan dokumen legalitas usaha seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) hingga akta pendirian.
Simak penjelasan masing-masing metodenya pendaftaran berikut ini:
Melalui aplikasi BRI merchant
Pendaftaran QRIS BRI melalui aplikasi BRI Merchant menjadi pilihan praktis bagi pelaku usaha yang ingin mengurus pendaftaran tanpa harus datang ke kantor cabang. Ikuti langkah-langkah pendaftarannya.
- Download aplikasi BRI Merchant melalui Play Store atau App Store dan masuk ke aplikasi.
- Pilih opsi “Daftar”, lalu klik “Daftar Jadi Merchant QRIS BRI”.
- Ambil foto KTP, sesuaikan dengan bingkai dan jangan terpotong.
- Isi data pemilik usaha mulai dari NIK, nama lengkap, hingga nomor rekening BRI.
- Isi data usaha mulai dari nama usaha, alamat, pendapatan, hingga foto usaha.
- Lakukan verifikasi wajah.
- Buat password akun BRI Merchant.
Melalui aplikasi BRImo
Jika sudah terbiasa menggunakan mobile banking, Anda bisa mencoba cara daftar QRIS BRI melalui BRImo.
- Login ke aplikasi BRImo, lalu pilih menu “Lainnya”.
- Ketik “jadi merchant”, lalu klik ikon yang muncul untuk diarahkan pada halaman pendaftaran jadimerchant.bri.co.id.
- Setelah website terbuka, pilih opsi “daftar sekarang” dan tentukan produk merchant.
- Pastikan Anda sudah menyiapkan rekening BRI aktif, kemudian isi data diri serta identitas usaha.
- Terakhir, klik “daftar merchant”.
Melalui kantor cabang BRI
Bagi Anda yang lebih nyaman dengan layanan tatap muka, berikut langkah-langkah daftar QRIS BRI melalui kantor cabang.
- Apabila usaha Anda memenuhi syarat menjadi merchant BRI, pergi ke kantor cabang BRI terdekat untuk melakukan pengajuan.
- Bawa dokumen formulir kerja sama merchant, fotokopi KTP, fotokopi NPWP (khusus non perorangan), akta pendirian (bagi perusahaan), dan memiliki simpanan BRI baik tabungan atau giro.
- Kemudian, nasabah mengisi dan menandatangani confirmation letter.
- Lalu, mengisi formulir aplikasi QRIS.
- Penerbitan barcode QRIS bisa melalui aplikasi BRI Merchant dengan melakukan login, memilih menu Transaksi, dan pilih merchant untuk mengunduh QRIS

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5845399/original/040860100_1778747031-Kombinasi_Jualan_Warung_dan_Minuman_yang_Untungnya_Dobel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5695441/original/025159500_1778572908-panen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5844769/original/021513700_1778746432-777eaf20-fc29-41ce-819d-8fb374f05c9b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5841671/original/035907600_1778743552-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519104/original/017774300_1772529813-buah_gantung_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480163/original/045251800_1769045846-Beternak_Bebek_Pedaging.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5837182/original/038384900_1778739196-rak_jemuran_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5839528/original/022805700_1778741486-Ide_Kebun_Timun_Vertikal_dari_Galon_Bekas_yang_Cocok_untuk_Halaman_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5833399/original/098095600_1778735652-Desain_Rumah_Desa_Minimalis_dengan_Tempat_Duduk_Pinggir_Sawah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5839273/original/064214500_1778741212-0b09ec64-5797-4501-ae7f-0a510889cc91.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5838142/original/037710200_1778740108-1778739510.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672551/original/023786800_1778484760-Gemini_Generated_Image_75yyuk75yyuk75yy.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5834664/original/068133600_1778736823-630053543_18559468924038346_7109085251189187257_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5836012/original/089458800_1778738175-1778737827.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5100317/original/097660900_1737263760-Depositphotos_716778478_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319685/original/054520200_1755571375-Persijap_vs_Persib-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5830456/original/039096200_1778732824-0e024aca-53ec-4bc9-8fb1-dc8a38e18e2c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559104/original/078871100_1776515746-IMG_20260418_190438.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5829639/original/058012500_1778732034-1778731084.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5414733/original/056595300_1763347294-Ivar_Jenner_Timnas_U-22-5.jpg)