Ternak Belut atau Lele, Mana yang Paling Cepat Balik Modal?

3 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Memilih ternak belut atau lele yang paling cepat balik modal menjadi pertanyaan penting bagi banyak calon peternak pemula. Kedua jenis usaha perikanan air tawar ini sama-sama populer karena pasarnya luas dan bisa dijalankan di lahan terbatas, termasuk di pekarangan rumah.

Namun, kecepatan balik modal tidak hanya ditentukan oleh harga jual, tetapi juga oleh biaya awal, kemudahan perawatan, risiko kematian, hingga kecepatan panen. Agar Anda tidak salah langkah, Liputan6.com, Senin (9/2/2026) akan membahas secara rinci pertimbangan ternak belut dan lele, lalu menyimpulkan mana yang lebih menguntungkan untuk jangka pendek.

Pertimbangan untuk Ternak Belut

Sebelum memutuskan beternak belut, Anda perlu memahami bahwa komoditas ini tergolong unik dan membutuhkan pendekatan khusus. Meski harga jualnya relatif tinggi, ada beberapa aspek penting yang wajib diperhitungkan sejak awal.

Media dan tempat budidaya

Ternak belut memerlukan media khusus berupa lumpur yang dicampur jerami, sekam, dan pupuk kandang yang sudah difermentasi. Kolam bisa berupa terpal atau semen, namun persiapan media ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan. Untuk kolam kecil, biaya awal biasanya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta tergantung ukuran dan bahan.

Bibit belut

Bibit belut berkualitas memiliki harga yang cukup tinggi dibandingkan lele. Harga bibit ukuran 10–12 cm umumnya berkisar Rp1.200–Rp2.000 per ekor. Jika Anda menebar 1.000 ekor, maka biaya bibit saja bisa mencapai Rp1,2 juta hingga Rp2 juta.

Pakan dan perawatan

Belut memakan pakan alami seperti cacing, keong, dan bekicot, meski kini tersedia pakan racik. Kelebihannya, belut tidak perlu diberi makan setiap hari. Namun, Anda tetap perlu menjaga kelembapan media dan kualitas air agar belut tidak stres atau kabur dari kolam.

Waktu panen dan risiko

Belut umumnya dipanen setelah 4–6 bulan dengan bobot konsumsi. Risiko terbesar adalah kematian massal akibat media yang tidak stabil. Jika gagal, kerugian bisa cukup besar karena modal awal relatif tinggi.

Pertimbangan untuk Ternak Lele

Ternak lele dikenal sebagai usaha yang ramah pemula dan mudah dijalankan. Sistem budidayanya fleksibel, mulai dari kolam tanah, terpal, hingga bioflok, sehingga cocok untuk berbagai skala usaha.

Kolam dan sarana budidaya

Kolam lele terpal ukuran 3 x 4 meter bisa dibuat dengan biaya sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Persiapan kolam lebih sederhana dibanding belut karena tidak memerlukan media lumpur khusus. Anda hanya perlu memastikan sirkulasi dan kualitas air terjaga.

Bibit lele

Harga bibit lele relatif murah dan mudah didapat. Bibit ukuran 5–7 cm biasanya dijual sekitar Rp200–Rp350 per ekor. Untuk 1.000 ekor, biaya bibit hanya sekitar Rp200 ribu hingga Rp350 ribu, jauh lebih rendah dibanding belut.

Pakan dan manajemen

Pakan menjadi komponen biaya terbesar dalam ternak lele. Pelet apung atau tenggelam dengan kadar protein sesuai fase pertumbuhan perlu diberikan secara rutin. Untuk satu siklus panen, biaya pakan umumnya berkisar Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta tergantung padat tebar dan metode budidaya.

Waktu panen dan tingkat keberhasilan

Lele bisa dipanen dalam waktu 2,5 hingga 3 bulan dengan ukuran konsumsi. Tingkat kelangsungan hidup relatif tinggi jika manajemen air dan pakan baik. Inilah yang membuat lele sering disebut sebagai pilihan aman bagi peternak baru.

Ternak Belut atau Lele, Mana yang Cepat Balik Modal?

Jika dibandingkan secara menyeluruh, ternak lele cenderung lebih cepat balik modal dibanding belut. Modal awal lele lebih rendah, waktu panen lebih singkat, dan risikonya lebih mudah dikendalikan. Dalam satu siklus panen, keuntungan sudah bisa dirasakan jika harga jual stabil.

Sementara itu, belut memang memiliki nilai jual lebih tinggi per kilogram, tetapi membutuhkan modal awal besar dan waktu panen lebih lama. Balik modal ternak belut biasanya baru terasa setelah beberapa siklus jika tingkat keberhasilan tinggi. Jadi, untuk Anda yang mencari ternak belut atau lele yang paling cepat balik modal, lele menjadi pilihan yang lebih realistis untuk jangka pendek.

Frequently Asked Question (FAQ)

Apakah ternak belut cocok untuk pemula?

Ternak belut kurang direkomendasikan untuk pemula karena media dan perawatannya cukup rumit. Kesalahan kecil bisa menyebabkan kematian massal.

Berapa lama balik modal ternak lele?

Balik modal ternak lele bisa dicapai dalam 1–2 siklus panen atau sekitar 3–6 bulan. Hal ini tergantung harga pakan, tingkat kematian, dan harga jual di pasaran.

Mana yang lebih menguntungkan, belut atau lele?

Secara jangka pendek, lele lebih menguntungkan karena cepat panen dan modal lebih kecil. Belut berpotensi untung besar, tetapi risikonya juga lebih tinggi.

Apakah lahan sempit bisa digunakan untuk ternak lele atau belut?

Bisa. Keduanya dapat dibudidayakan di lahan sempit menggunakan kolam terpal. Namun, lele lebih fleksibel dan mudah diatur untuk skala rumahan, sehingga cocok bagi Anda yang ingin fokus pada ternak belut atau lele yang paling cepat balik modal. 

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|