Liputan6.com, Jakarta - Bunga Wijaya Kusuma atau Epiphyllum oxypetalum, dikenal sebagai tanaman hias eksotis dengan bunga besar yang mekar di malam hari. Meski cantik, membuat wijaya kusuma berbunga rutin bukan hal mudah. Banyak faktor yang memengaruhi kesehatan dan frekuensi berbunga, mulai dari pencahayaan, media tanam, hingga pemupukan dan penyiraman. Baik untuk pemula maupun penghobi tanaman berpengalaman, memahami teknik perawatan yang tepat menjadi kunci agar tanaman tetap subur dan bunganya selalu mekar lebat.
Lusi Astuti Handayani (48), pegiat Kampung Sayur Bausasran dan kebun rumahan di Yogyakarta, membagikan pengalamannya merawat wijaya kusuma kepada Liputan6.com ketika ditemui di kediamannya pada Senin (9/2/2026). Sejak 2022, Lusi aktif menekuni tanaman hias, khususnya wijaya kusuma. Dalam panduannya, ia akan menjelaskan mulai dari pemilihan lokasi, penyiraman, pemupukan, hingga pemangkasan agar bunga wijaya kusuma selalu tampil sehat, lebat, dan menawan. Yuk simak tips lengkapnya, Selasa (10/2/2026).
1. Pilih Lokasi dan Pencahayaan yang Tepat
Lokasi menjadi faktor utama agar wijaya kusuma tumbuh sehat dan rajin berbunga. Tanaman ini membutuhkan cahaya yang cukup, tetapi tidak langsung terkena sinar matahari agar daun dan tunas bunga tidak mudah rusak. Idealnya, wijaya kusuma diletakkan di area yang teduh namun terang, seperti balkon, digantung, atau di tempat yang lebih tinggi dari permukaan tanah. Dengan posisi yang tepat, tanaman akan menerima cahaya merata dan memicu proses pembungaan.
"Yaa, tempat yang teduh-teduh dan nggak langsung terpapar matahari. Diletakkan di tempat-tempat agak tinggi seperti balkon atau digantung," ujar wanita yang juga berprofesi tetap sebagai Tenaga Kependidikan (tendik) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Selain itu, pencahayaan yang cukup membantu menjaga keseimbangan pertumbuhan daun dan bunga. Tanaman yang terlalu gelap akan tumbuh subur namun jarang berbunga, sementara paparan sinar matahari yang terlalu terik bisa membuat bunga mudah rontok. Oleh karena itu, memilih tempat yang teduh tapi tetap terang menjadi langkah pertama untuk memastikan wijaya kusuma selalu sehat dan siap berbunga.
2. Atur Jadwal Penyiraman dengan Bijak
Penyiraman menjadi kunci menjaga kelembapan media tanam tanpa membuat akar busuk. Wijaya kusuma tidak suka tanah yang terlalu basah, tetapi juga tidak boleh dibiarkan terlalu kering. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pagi atau sore, terutama saat cuaca lebih sejuk. Penyesuaian jumlah air sesuai kondisi cuaca dan jenis media tanam akan membantu tanaman tetap sehat.
"Menyiram tanaman bisa pagi atau sore jika cuaca agak dingin, ya sehari sekali asal jangan mengenang air," jelasnya lebih lanjut.
Kelembapan tanah yang stabil juga berperan penting agar bunga tidak rontok sebelum mekar. Penyiraman yang tepat akan merangsang pembentukan bakal bunga sekaligus menjaga akar tetap kuat. Dengan begitu, tanaman dapat tumbuh optimal, tunas baru muncul, dan frekuensi berbunga menjadi lebih konsisten.
3. Pastikan Menggunakan Media Tanam yang Tepat
Media tanam yang gembur, subur, dan porous sangat mendukung pertumbuhan wijaya kusuma. Tanah yang terlalu padat atau menahan air berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk dan menghambat pembungaan. Campuran tanah, pasir, atau sekam sangat direkomendasikan karena menyediakan drainase yang baik sekaligus cukup nutrisi untuk tanaman.
"Biar bunga tidak rontok sebelum mekar, harus selalu jaga kelembapan media tanam secara stabil. Jangan terlalu basah dan jangan terlalu kering, jangan terlalu terpapar sinar matahari diletakan ditempat teduh dengan terang yang cukup. Media tanam yang bagus adalah media porous campuran pasir atau sekam wajib digunakan," ujar Lusi.
Campuran tanah, pasir, atau sekam sangat direkomendasikan karena menyediakan drainase yang baik sekaligus cukup nutrisi untuk tanaman. Media tanam juga memengaruhi kekuatan akar dan stabilitas tanaman. Akar yang sehat membuat tanaman lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan memudahkan penyebaran tunas baru. Dengan media tanam yang tepat, wijaya kusuma dapat berbunga lebih lebat dan bertahan lama.
4. Lakukan Pemupukan Rutin untuk Merangsang Bunga
Pemupukan penting agar wijaya kusuma terus menghasilkan bunga. Lusi menjabarkan, pupuk NPK bisa diberikan setiap 2 minggu untuk merangsang pertumbuhan daun dan tunas baru. Saat bakal bunga mulai muncul, pupuk dengan kandungan fosfor lebih tinggi, seperti NPK 10:30:10, dapat digunakan untuk mempercepat proses pembungaan dan membuat bunga lebih besar serta lebat.
"Pemupukan dilakukan 2 minggu sekali... bisa pakai npk bunga. Jika bakal bunga mulai tumbuh mulai dipupuk seperti NPK 10:30:10, untuk merangsang bunga mekar," jelasnya.
Selain merangsang bunga, pemupukan juga menjaga tanaman tetap sehat dan tahan terhadap stres lingkungan. Nutrisi yang tepat akan memastikan daun tetap hijau, akar kuat, dan bunga berkembang maksimal. Pemupukan yang konsisten menjadi salah satu kunci agar wijaya kusuma selalu tampil cantik.
5. Pelajari Praktik Pemangkasan yang Tepat
Pemangkasan membantu tanaman fokus pada tunas baru dan pembungaan. Waktu terbaik memangkas adalah setelah bunga selesai mekar, bukan saat tunas bunga baru mulai tumbuh, seperti yang ditegaskan oleh Lusi. Daun tua, kering, atau rusak sebaiknya dipangkas agar tanaman tetap rapi dan energi dapat diarahkan untuk pembentukan bunga baru.
"Dipangkas rutin pada daun tua atau kering agar memicu tunas baru," ujarnya.
Pemangkasan rutin juga membantu menjaga bentuk tanaman dan meningkatkan sirkulasi udara di antara daun. Dengan demikian, risiko penyakit berkurang, tunas baru lebih cepat muncul, dan frekuensi berbunga meningkat. Tanaman yang dipangkas dengan tepat cenderung lebih sehat dan bunga lebih lebat.
6. Kenali Faktor yang Membuat Tanaman Sulit Berbunga
Banyak wijaya kusuma yang terlihat sehat namun jarang berbunga karena beberapa faktor, seperti kurang cahaya, kelebihan pupuk, tanaman masih muda, atau stres karena jarang disiram. Mengetahui penyebab ini memungkinkan pemilik tanaman menyesuaikan perawatan agar bunga bisa muncul secara rutin.
"Sulitnya wijaya kusuma berkembang adalah karna kurangnya cahaya matahari, terlalu banyak pupuk kandungam nitrogen, tanaman belum cukup umur, tanaman mengalami stress karena jarang disiram. Wijaya kusuma memerlukan kondisi terang tapi teduh supaya memicu pembungaan," ungkap Lusi. Dengan memahami kondisi tanaman, pemilik dapat mencegah bunga gagal tumbuh atau rontok sebelum mekar.
7. Pahami Perbedaan Perawatan Pot vs Tanah Langsung
Wijaya kusuma yang ditanam di pot lebih mudah dikontrol dari sisi air, cahaya, dan pupuk sehingga frekuensi berbunga cenderung lebih sering. Di sisi lain, tanaman yang ditanam langsung di tanah biasanya tumbuh lebih subur, tetapi berbunga lebih jarang dan lama.
"Perbedaan media tanam pot vs tanah langsung dan perawatannya sangat berpengaruh pada seringnya berbunga. Tanaman di pot lebih mudah diatur air dan cahaya guna memicu bunga. Kalo di tanah langsung, memang bisa tumbuh lebih subur tapi berbunga cenderung lebih sedikit dan lama," katanya.
Untuk itu, pemilihan media tanam harus disesuaikan dengan tujuan pemilik: kemudahan perawatan atau pertumbuhan maksimal. Pengaturan perawatan di pot memungkinkan pemilik menyesuaikan kondisi lingkungan, misalnya menggeser tanaman saat cuaca panas atau menambahkan media tanam untuk drainase lebih baik. Sementara di tanah langsung, tanaman cenderung membutuhkan perhatian lebih terhadap keseimbangan nutrisi dan kelembapan agar tetap berbunga.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Seberapa sering harus menyiram wijaya kusuma?
Siramlah tanaman saat tanah mulai kering, biasanya sehari sekali pada cuaca dingin atau sesuai kondisi media tanam agar akar tidak tergenang air.
2. Media tanam seperti apa yang paling cocok?
Media tanam sebaiknya gembur, subur, dan porous, misalnya campuran tanah, pasir, atau sekam, agar akar tetap sehat dan tidak membusuk.
3. Apakah pemupukan diperlukan agar bunga mekar lebat?
Ya, pemupukan rutin diperlukan. Gunakan NPK setiap 2 minggu, dan saat bakal bunga muncul, pilih pupuk dengan fosfor lebih tinggi untuk merangsang bunga mekar.
4. Kapan waktu terbaik memangkas wijaya kusuma?
Pemangkasan dilakukan setelah bunga selesai mekar, fokus pada daun tua atau kering agar tunas baru muncul dan frekuensi berbunga meningkat.
5. Apakah wijaya kusuma lebih baik ditanam di pot atau di tanah langsung?
Tanaman di pot lebih mudah diatur air dan cahaya sehingga berbunga lebih sering, sementara yang di tanah tumbuh lebih subur tapi berbunga cenderung lebih jarang.

2 days ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501339/original/080668200_1770894502-C1DX6872.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497136/original/011486900_1770617792-unnamed__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501338/original/065898200_1770894342-1000767223.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501306/original/065445400_1770893330-ide_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438342/original/084461400_1765283146-1000729339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500438/original/065990200_1770865687-02195dda-c889-485f-8084-7308cdf686a9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501167/original/018318800_1770888705-media_tanam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501108/original/010304200_1770887350-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500708/original/027883900_1770874159-Menara_Besi_Siku_dengan_Atap_Estetis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501113/original/025238700_1770887500-Gemini_Generated_Image_5lfkx35lfkx35lfk_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501068/original/068566300_1770886596-toren3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501062/original/052192000_1770886539-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500540/original/090564600_1770869495-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4869964/original/002787400_1718938306-egg-7345934_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3565733/original/054429600_1631144940-20210904BL_PSIS_Semarang_vs_Persela_Lamongan_Babak_2_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500487/original/021155800_1770867683-teras_tanaman_gantung_7a.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)