Tips Mudah Ternak Ikan Gabus di Kolam Rumah ala Warga Bantul, Hasilnya Maksimal

9 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Beternak ikan gabus di rumah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Selain bisa menambah pasokan protein untuk keluarga, kolam ikan juga bisa menjadi sarana belajar, hiburan, dan bahkan peluang usaha kecil. Dengan perencanaan dan perawatan yang tepat, siapa pun bisa mulai ternak ikan gabus meski baru pertama kali mencoba.

Salah satu pegiat kolam ikan rumahan asal Imogiri Bantul, Yogyakarta, Sugeng Haryanto (55), membagikan tips praktisnya. Sugeng, yang sehari-hari bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), telah menekuni ternak ikan di kolam rumah sejak 2018.

"Awalnya pas beli rumah ini dapet kolam kosong di belakang. Daripada dianggurin, yaa saya isi bibit ikan saja. Dulu banyaknya ikan lele sama nila, rame tuh pas panen banyak ponakan-ponakan dateng buat mancing di belakang. Terus pas covid sekitar tahun 2021 saya dikasih bibit gabus sama teman kantor. Kebetulan pas itu kolam lagi kosong karna sisa-sisa lele pada hanyut waktu kali di sebelah kolam airnya naik. Jadi yasudah bibit gabusnya saya taruh di kolam," jelasnya dalam wawancara daring bersama Liputan6.com pada Minggu (15/2/2026). 

Dari pengalaman bertahun-tahun, ia menemukan bahwa kunci sukses ternak ikan gabus terletak pada pemilihan bibit yang tepat, pemberian pakan yang sesuai, dan perawatan kolam yang konsisten. Untuk itu, artikel ini akan merangkum lima langkah mudah yang bisa langsung dipraktikkan untuk memulai ternak ikan gabus di rumah. Yuk simak ulasannya!

1. Siapkan Kolam dan Bibit Ikan yang Tepat

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan kolam yang sesuai untuk ikan gabus. Kolam bisa berupa kolam permanen dari semen, kolam terpal, atau kolam beton dengan kedalaman dan ukuran yang menyesuaikan jumlah bibit yang akan ditanam. 

Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan kolam memiliki sirkulasi air yang baik, area teduh, dan dasar kolam yang bisa dibersihkan dengan mudah. Persiapan kolam yang matang menjadi dasar agar ikan bisa tumbuh dengan baik dan lingkungan kolam tetap stabil. Selain kolam, pemilihan bibit ikan gabus yang berkualitas sangat penting seperti yang dijelaskan oleh Sugeng,

"Yang pasti punya kolam dulu ya dan punya bibit ikannya. Pilih bibit yang aktif berenang, ukurannya proporsional, dan tidak ada luka atau bercak putih. Pastikan juga berasal dari indukan sehat dan sumber terpercaya. Bibit yang baik sejak awal akan memudahkan pertumbuhan ikan gabus ke depannya," jelas Sugeng.

2. Pakan yang Tepat dan Perhatikan Frekuensi Pemberian

Pemberian pakan yang tepat menjadi kunci agar ikan gabus tumbuh sehat dan cepat besar. Ikan gabus termasuk ikan predator, sehingga membutuhkan pakan yang tinggi protein. Pakan bisa berupa cacing, pelet khusus ikan predator, atau ikan kecil sesuai ukuran bibit. Selain jenis pakan, frekuensi dan jumlah pemberian juga perlu diperhatikan agar ikan mendapat nutrisi yang cukup tanpa meninggalkan sisa yang dapat merusak kualitas air.

"Ikan gabus sebaiknya diberi pakan yang kaya protein seperti cacing, pelet khusus ikan predator, atau ikan-ikan kecil. Pakannya diberikan 2–3 kali sehari dalam jumlah yang cukup biar langsung habis dimakan dalam 10–15 menit. Jangan kasih pakan terlalu banyak supaya air kolam tetap bersih," ujarnya.

3. Rutin Merawat Kolam

Perawatan kolam menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan ternak ikan gabus. Kolam yang bersih dan kualitas air yang terjaga akan membuat ikan tetap sehat dan aktif. Perawatan meliputi pembersihan dasar kolam dari sisa pakan, kotoran ikan, atau lumpur yang menumpuk, serta penggantian sebagian air secara berkala untuk menjaga kadar oksigen dan kejernihan air. Selain itu, penting untuk memastikan aliran air di kolam tetap lancar. Jika memungkinkan, memanfaatkan aliran air alami dari sungai atau saluran irigasi bisa membantu pergantian air menjadi lebih mudah dan praktis.

"Merawat kolam ikan gabus sebaiknya rutin dilakukan, mulai dari membersihkan dasar kolam dari kotoran sisa pakan, serta mengganti sebagian air secara berkala agar kualitas air tetap terjaga. Nah karena kolam saya sebelahan sama kali dan sawah, jadi yaa cukup gampang buat ganti-ganti airnya. Tinggal dibuka-tutup aja penyumbat pipa yang saya pasang di pojok kolam.. Yang terhubung ke kali. Paling saya tinggal nyesuaikan sama jadwal pak tani mengairi sawahnya kapan, ngeringinnya kapan," Sugeng menjelaskan.

Dengan perawatan rutin yang tepat, kondisi kolam tetap stabil dan risiko penyakit pada ikan bisa diminimalkan. Kolam yang sehat juga mendukung pertumbuhan ikan gabus lebih cepat dan menghasilkan panen yang optimal.

4. Kenali Kendala dan Cara Mengatasinya

Pemula sering menghadapi kendala seperti kematian bibit, kualitas air yang menurun, kolam terlalu padat, atau pemberian pakan yang berlebihan. Masalah ini umumnya terjadi karena kurangnya pengalaman dalam mengelola lingkungan kolam dan memilih bibit yang tepat. Untuk mengatasi kendala tersebut, Sugeng membagikan pengalamannya,

"Kendalanya mungkin antara lain bibit gabus pada mati karena kualitas air yang kurang baik, jumlah ikan terlalu banyak sehingga kolam jadi padat, atau pemberian pakan yang berlebihan. Untuk mengatasinya yang paling utama pastikan kesehatan bibit yang dibeli. Jangan menaruh ikan terlalu banyak di kolam, sesuaikan dengan ukuran kolam. Lalu rutin membersihkan kolam dan mengganti airnya." ungkapnya.

Dengan memahami potensi masalah dan menanganinya sejak awal, pemula bisa mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan peluang sukses dalam ternak ikan gabus.

5. Tips Agar Panen Maksimal

Agar hasil panen ikan gabus maksimal, lingkungan kolam harus dijaga seideal mungkin. Faktor-faktor seperti kualitas air, jumlah ikan, pemberian pakan yang tepat, serta perawatan kolam secara rutin menjadi kunci utama untuk mempertahankan produktivitas kolam. Hal ini sejalan dengan yang dilakukan Sugeng,

"Ya paling itu tadi yang saya sebutin sebelumnya. Asal lingkungannya kita ciptakan dan jaga seideal mungkin, pasti panen ikan gabus akan maksimal hasilnya," ujarnya.

Lingkungan kolam yang optimal mendukung pertumbuhan ikan yang seragam, meminimalkan kematian, dan meningkatkan hasil panen. Konsistensi dalam perawatan kolam, pemilihan bibit, serta pemberian pakan yang sesuai akan membuat kolam tetap produktif dari waktu ke waktu. Dengan penerapan langkah-langkah ini, siapa pun bisa menekuni ternak ikan gabus di rumah dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Berapa ukuran kolam yang ideal untuk ternak ikan gabus di rumah?

Kolam minimal 1–2 meter persegi dengan kedalaman 50–70 cm sudah cukup untuk memulai ternak ikan gabus. Sesuaikan jumlah bibit dengan ukuran kolam agar ikan tidak terlalu padat.

2. Bibit ikan gabus seperti apa yang sebaiknya dipilih?

Pilih bibit yang aktif berenang, tubuh proporsional, sisik utuh, dan bebas dari luka atau bercak putih. Pastikan juga berasal dari sumber terpercaya.

3. Pakan apa yang dianjurkan dan berapa kali sehari?

Gunakan pakan tinggi protein seperti cacing, pelet predator, atau ikan kecil. Berikan 2–3 kali sehari dalam jumlah yang cukup habis dimakan 10–15 menit.

4. Bagaimana cara menjaga kualitas air kolam?

Rutin bersihkan dasar kolam dari kotoran dan sisa pakan, serta ganti sebagian air secara berkala. Pastikan juga kolam memiliki sirkulasi air yang baik.

5. Apa kendala umum pemula dan bagaimana mengatasinya?

Kendala umum meliputi kematian bibit, kolam terlalu padat, atau pakan berlebih. Solusinya: pilih bibit sehat, atur jumlah ikan sesuai kolam, dan lakukan perawatan serta penggantian air secara rutin.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|