Liputan6.com, Jakarta - Trik menghilangkan bau pipis kucing pakai cuka dan baking soda merupakan solusi praktis untuk masalah bau yang diakibatkan teman berbulu Anda. Bagi para pemilik kucing peliharaan, bau pipis kucing yang menyengat dan sulit hilang merupakan tantangan yang sering dialami. Aroma ini tidak hanya mengganggu kenyamanan di rumah, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan, terutama jika tidak segera diatasi dengan cara yang tepat. Oleh karena itu, cara menghilangkan bau kencing kucing yang tepat sangat penting untuk diketahui.
Membersihkan bau pipis kucing secara tuntas sangat krusial untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah. Membersihkan urine sesegera mungkin akan mencegah bakteri berkembang biak di area tersebut. Hal ini juga dapat mengurangi risiko kucing kembali kencing di tempat yang sama karena bau yang tertinggal.
Untungnya, ada solusi alami yang aman, murah, dan efektif untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan memanfaatkan cuka dan baking soda. Kedua bahan ini dikenal memiliki kemampuan menetralkan bau urine yang menyengat dan menyerap sisa bau yang masih menempel. Berikut panduan praktis mengenai trik menghilangkan bau pipis kucing pakai cuka dan baking soda secara berurutan dan efektif, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (9/2/2026).
Persiapan Bahan dan Alat Penting
Sebelum memulai proses pembersihan, pastikan semua bahan dan alat yang diperlukan sudah tersedia. Bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi cuka putih, baking soda, dan air bersih. Untuk alat, siapkan botol semprot (sprayer), tisu atau kain bersih, sikat lembut (jika diperlukan), dan vacuum cleaner.
Penting untuk memilih bahan-bahan yang aman dan tidak mengandung pewangi tambahan yang justru bisa memicu reaksi alergi pada kucing atau meninggalkan residu berbahaya. Cuka putih adalah pilihan terbaik karena sifatnya yang asam dapat menetralkan bau amonia pada urine kucing. Pastikan juga baking soda yang digunakan adalah baking soda murni tanpa campuran.
Langkah Cepat Bersihkan Area Terkena Urine
Langkah pertama dan paling krusial dalam trik menghilangkan bau pipis kucing pakai cuka dan baking soda adalah bertindak cepat. Jika kucing baru saja kencing, seka atau serap urine dengan tisu bersih secepat mungkin sebelum cairan meresap lebih dalam ke permukaan. Tindakan cepat ini sangat penting agar bau tidak semakin kuat dan sulit dihilangkan.
Saat membersihkan, jangan menggosoknya, karena ini bisa menyebarkan noda lebih luas. Cukup serap urine dengan menekan tisu atau kain bersih ke area yang basah hingga sebagian besar cairan terangkat. Setelah itu, pastikan area tersebut sudah cukup kering sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
Netralkan Bau dengan Larutan Cuka
Setelah urine diserap, siapkan larutan cuka. Campurkan cuka putih dengan air dengan perbandingan 1:1 ke dalam botol semprot. Perbandingan ini memastikan cuka cukup kuat untuk menetralkan bau tanpa merusak permukaan.
Semprotkan larutan ini ke area yang terkena pipis, diamkan beberapa menit, lalu bilas dengan air bersih. Untuk noda yang lebih membandel, diamkan beberapa menit, dan lap hingga kering. Cuka dapat membantu menetralkan bau urine yang menyengat karena sifat asamnya mampu memecah komponen amonia dalam urine kucing.
Cara ini aman digunakan pada berbagai permukaan, seperti lantai, keramik, atau plastik. Namun, sebaiknya hindari penggunaan pada permukaan marmer atau batu alam karena cuka bisa merusak lapisan alaminya.
Serap Sisa Bau dengan Baking Soda
Setelah area yang disemprot cuka mengering, saatnya menggunakan baking soda. Taburkan baking soda ke area yang masih basah atau pada permukaan yang sudah dibersihkan dengan cuka. Baking soda memiliki sifat penyerap bau yang sangat efektif.
Diamkan selama beberapa jam agar baking soda bekerja maksimal. Untuk hasil terbaik, biarkan hingga kering, lalu sedot dengan vacuum cleaner. Baking soda akan menyerap sisa bau yang masih menempel dan juga kelembapan yang mungkin masih ada.
Bersihkan Residu Baking Soda
Setelah baking soda didiamkan selama beberapa jam atau semalaman dan sudah kering sempurna, langkah selanjutnya adalah membersihkannya. Bersihkan sisa baking soda dengan vacuum cleaner atau sapu hingga tidak ada yang tertinggal.
Pastikan semua residu baking soda terangkat sepenuhnya dari permukaan. Jika tidak ada vacuum cleaner, Anda bisa menggunakan sikat lembut untuk mengumpulkan baking soda, lalu menyapunya. Proses ini akan mengangkat partikel bau yang telah diserap oleh baking soda, meninggalkan area yang bersih dan bebas bau.
Pencegahan dan Penanganan Bau Membandel
Untuk noda atau bau yang sangat membandel, Anda bisa mengulangi proses 1–2 kali. Terkadang, satu kali aplikasi mungkin belum cukup untuk menghilangkan bau sepenuhnya, terutama jika urine sudah meresap dalam.
Selain membersihkan, pencegahan adalah kunci. Latih kucing Anda untuk menggunakan kotak pasir secara konsisten. Bersihkan kotak pasir secara teratur, minimal satu kali sehari agar bau tidak menyebar ke seluruh rumah. Pilih pasir kucing dengan daya serap tinggi dan anti-bau.
Penting juga untuk menghindari penggunaan pemutih berbahan dasar amonia, karena aromanya mirip urine kucing dan bisa membuat kucing mengulang kebiasaannya di tempat yang sama. Jika masalah buang air sembarangan terus berlanjut, periksa kesehatan kucing, terutama jika sering kencing sembarangan.
FAQ
Q: Apakah cuka aman untuk lantai kayu atau keramik?
A: Cuka aman untuk keramik dan lantai kayu yang sudah dilapisi pelindung. Namun, sebaiknya hindari penggunaan pada permukaan marmer atau batu alam karena cuka bisa merusak lapisan alaminya.
Q: Berapa lama baking soda harus didiamkan?
A: Minimal 3–4 jam, atau semalaman untuk hasil maksimal, agar baking soda bekerja efektif menyerap bau.
Q: Bisakah metode ini digunakan di kasur atau sofa?
A: Bisa, namun pastikan area benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Pembersih enzimatik khusus hewan juga direkomendasikan untuk noda lebih dalam.
Q: Apa yang harus dilakukan jika bau masih tersisa setelah dibersihkan?
A: Jika bau masih tersisa, ulangi proses pembersihan atau gunakan pembersih enzimatik khusus. Jika bau tetap ada, konsultasikan ke dokter hewan.
Q: Mengapa harus hindari pembersih mengandung amonia?
A: Karena aroma amonia mirip urine kucing dan dapat memicu kucing buang air di tempat yang sama.

3 days ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501339/original/080668200_1770894502-C1DX6872.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497136/original/011486900_1770617792-unnamed__34_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501338/original/065898200_1770894342-1000767223.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501306/original/065445400_1770893330-ide_teras_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438342/original/084461400_1765283146-1000729339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500438/original/065990200_1770865687-02195dda-c889-485f-8084-7308cdf686a9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501167/original/018318800_1770888705-media_tanam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501108/original/010304200_1770887350-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500708/original/027883900_1770874159-Menara_Besi_Siku_dengan_Atap_Estetis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501113/original/025238700_1770887500-Gemini_Generated_Image_5lfkx35lfkx35lfk_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501068/original/068566300_1770886596-toren3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501062/original/052192000_1770886539-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500540/original/090564600_1770869495-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4869964/original/002787400_1718938306-egg-7345934_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3565733/original/054429600_1631144940-20210904BL_PSIS_Semarang_vs_Persela_Lamongan_Babak_2_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500487/original/021155800_1770867683-teras_tanaman_gantung_7a.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)