Liputan6.com, Jakarta - Cara jualan kue kering anti gagal bisa menjadi panduan tepat bagi pemula yang ingin memulai bisnis rumahan dengan risiko relatif rendah. Permintaan kue kering cenderung stabil, tidak hanya saat momen Lebaran atau Natal, tetapi juga sebagai camilan harian maupun suguhan untuk tamu, sehingga peluang pasarnya tetap terbuka sepanjang tahun.
Untuk memulainya, Anda tidak selalu membutuhkan modal besar karena strategi sederhana seperti sistem pre-order dapat membantu menyesuaikan produksi dengan jumlah pesanan dan mencegah stok menumpuk. Jika ingin memanfaatkan momen Idulfitri sebagai langkah awal berjualan, ada beberapa tips praktis yang bisa diterapkan agar usaha kue kering berjalan lancar dan berpotensi mendatangkan keuntungan. Berikut cara jualan kue kering anti gagal, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (11/2/2026).
1. Memulai dengan Resep Dasar yang Terbukti Enak
Langkah awal dalam memulai usaha kue kering adalah memilih resep dasar yang sudah teruji. Resep yang terbukti menghasilkan kue dengan rasa dan tekstur yang lezat akan membangun kepercayaan pelanggan. Pemula disarankan untuk fokus pada resep klasik yang banyak diminati, seperti nastar atau kastengel, karena jenis kue ini memiliki pangsa pasar yang luas. Berikut resepnya:
Bahan Adonan Utama:
- 250 gr Mentega (Campuran butter dan margarin dengan rasio 1:1 untuk aroma terbaik)
- 50 gr Gula halus (Ayak agar tidak menggumpal)
- 2 butir Kuning telur
- 350 gr Tepung terigu protein rendah
- 2 sdm Susu bubuk full cream
- 2 sdm Tepung maizena
Bahan Isian & Olesan:
- Selai Nanas: Selai nanas rumahan yang sudah dipulung bulat kecil (sekitar 3-4 gram per butir).
- Olesan: 2 kuning telur, 1 sdm minyak goreng, dan 1 tetes madu (untuk efek glowing).
Langkah Membuat:
- Kocok Mentega & Gula: Mixer mentega dan gula halus dengan kecepatan rendah cukup selama 1-2 menit saja. Jangan terlalu lama agar kue tidak melebar saat dipanggang.
- Masukkan Telur: Tambahkan kuning telur satu per satu, aduk rata dengan spatula atau mixer kecepatan rendah sebentar saja.
- Campur Bahan Kering: Masukkan campuran terigu, susu bubuk, dan maizena secara bertahap. Aduk menggunakan spatula hingga adonan kalis dan bisa dibentuk.
- Proses Mengisi: Ambil sedikit adonan (sekitar 7-8 gram), pipihkan, lalu masukkan bulatan selai nanas. Bulatkan kembali hingga permukaannya mulus.
- Panggang Tahap Pertama: Tata di loyang dan panggang dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu 140°C selama 25-30 menit (hingga setengah matang).
- Pemberian Olesan: Keluarkan loyang, biarkan suhu agak turun (hangat kuku), lalu olesi permukaan nastar dengan bahan olesan sebanyak dua kali agar warna kuningnya merata dan cantik.
- Panggang Tahap Akhir: Masukkan kembali ke oven dan panggang selama 10 menit hingga warna kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.
Tips Penting:
Pastikan selai nanas dimasak sampai benar-benar kesat (kering) agar nastar tidak cepat berjamur dan tidak membuat kulit kue pecah saat dipanggang.
2. Tentukan Target Pasar dan Keunikan Produk
Setelah resep dasar dikuasai, langkah selanjutnya adalah menentukan target pasar. Pemahaman tentang siapa calon pembeli akan membantu dalam menyesuaikan jenis kue, harga, dan strategi pemasaran. Apakah targetnya adalah keluarga yang mencari camilan sehari-hari atau pekerja kantoran yang membutuhkan hantaran?
Identifikasi keunikan produk yang dapat membedakan kue kering Anda dari kompetitor. Keunikan ini bisa berasal dari variasi rasa yang tidak biasa atau penggunaan bahan baku organik. Menciptakan diferensiasi produk akan membantu menarik perhatian konsumen dan membangun identitas merek yang kuat.
Fokus pada satu ceruk pasar pada awalnya dapat menjadi strategi yang efektif. Misalnya, jika Anda memutuskan untuk menargetkan konsumen yang peduli kesehatan, Anda bisa mengembangkan kue kering rendah gula. Pendekatan ini memungkinkan Anda membangun audiens setia sebelum memperluas jangkauan produk.
3. Perhitungan Modal Awal yang Cermat
Perhitungan modal awal merupakan fondasi penting dalam memulai usaha kue kering agar tidak mengalami kerugian. Modal tidak hanya mencakup biaya bahan baku, tetapi juga peralatan, kemasan, dan biaya operasional lainnya. Untuk pemula dengan modal terbatas, usaha kue kering rumahan dapat dimulai dengan modal sekitar Rp500.000 hingga Rp1 juta.
Rincian modal awal meliputi pembelian peralatan dasar seperti oven, mixer, dan loyang. Selain itu, alokasikan dana untuk bahan baku awal seperti tepung, telur, dan gula. Jangan lupakan biaya kemasan dan label, serta anggaran kecil untuk promosi awal.
Untuk meminimalkan modal, Anda bisa memanfaatkan peralatan dapur yang sudah ada di rumah. Sistem pre-order juga sangat membantu mengurangi risiko modal tertahan karena produksi dilakukan berdasarkan pesanan yang sudah masuk.
4. Perhatikan Soal Untung Bersih dan Kotor
Menentukan harga jual kue kering memerlukan perhitungan yang cermat agar usaha tidak merugi. Rumus dasar penetapan harga adalah Biaya Produksi ditambah Margin. Biaya produksi mencakup seluruh pengeluaran untuk membuat kue, termasuk bahan baku dan biaya operasional.
Untuk menghitung biaya bahan baku per unit, jumlahkan total biaya bahan yang digunakan untuk satu resep, lalu bagi dengan jumlah porsi yang dihasilkan. Misalnya, jika total biaya bahan baku Rp180.000 dan menghasilkan 6 toples, maka biaya bahan baku per toples adalah Rp30.000.
Setelah mendapatkan total biaya produksi per unit, tambahkan margin keuntungan yang diinginkan. Margin ini bisa bervariasi, namun penting untuk tidak mengambil untung terlalu besar agar tidak kehilangan pelanggan. Dengan perhitungan yang akurat, Anda dapat menentukan harga jual yang wajar.
5. Kemas Kue Kering Secara Menarik dan Layak Jual
Kemasan produk memiliki peran penting dalam menarik minat konsumen. Kemasan yang menarik secara visual dapat meningkatkan nilai jual produk. Pilihlah desain kemasan yang sesuai dengan identitas merek dan target pasar Anda.
Selain estetika, fungsionalitas kemasan juga harus menjadi prioritas utama. Kue kering adalah produk yang mudah rusak, sehingga kemasan harus kokoh dan mampu melindungi kue dari benturan. Pastikan juga kemasan kedap udara untuk menjaga kerenyahan dan memperpanjang masa simpan kue.
Tambahkan sentuhan personal pada kemasan, seperti label stiker dengan logo bisnis dan informasi produk. Untuk pengiriman jarak jauh, pastikan penataan kue di dalam toples rapat dan tidak ada ruang kosong yang membuat kue mudah terguncang.
6. Coba Pasarkan Via Digital
Di era digital, pemasaran online menjadi cara yang murah dan efektif untuk menjangkau calon pelanggan. Manfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan kue kering Anda. Buat konten visual yang menarik, seperti foto produk berkualitas tinggi.
Gunakan fitur-fitur media sosial untuk berinteraksi langsung dengan audiens. Anda juga bisa memanfaatkan grup-grup komunitas online untuk memperluas jangkauan. Pastikan untuk menyertakan informasi kontak yang jelas dan cara pemesanan yang mudah di setiap postingan.
Strategi lain yang efektif adalah menjalankan sistem pre-order melalui platform digital. Sistem ini memungkinkan Anda mengukur minat pasar dan menghindari overproduksi. Tawarkan harga perkenalan atau paket bundling menarik untuk menarik pembeli baru.
7. Bangun Jaringan dan Promosi dari Mulut ke Mulut
Selain pemasaran digital, promosi dari mulut ke mulut tetap menjadi strategi yang kuat. Mulailah dengan menawarkan kue kering kepada keluarga, teman, dan tetangga. Pengalaman positif mereka akan menjadi promosi gratis yang sangat efektif.
Bangun jaringan dengan komunitas lokal, seperti arisan atau acara lingkungan. Ikut serta dalam bazar atau pameran UMKM juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung. Berikan tester gratis untuk menarik minat dan mendapatkan umpan balik langsung.
Pelayanan pelanggan yang baik adalah kunci untuk membangun loyalitas. Tanggapi setiap pertanyaan atau keluhan dengan cepat dan ramah. Pengalaman positif yang didapatkan pelanggan tidak hanya akan membuat mereka kembali, tetapi juga merekomendasikan produk Anda kepada orang lain.
8. Tips agar Kue Kering Tahan Lama
Kualitas kue kering yang tahan lama adalah faktor penting, terutama untuk usaha yang melibatkan pengiriman. Pemilihan bahan baku berkualitas tinggi menjadi fondasi utama. Gunakan bahan-bahan segar dan sesuai takaran.
Proses pembuatan yang benar juga memengaruhi daya tahan kue. Hindari menguleni adonan terlalu lama. Pastikan kue dipanggang hingga matang sempurna dan benar-benar kering. Tingkat kematangan yang pas akan mencegah kue cepat melempem.
Setelah matang, dinginkan kue kering sepenuhnya sebelum dikemas. Simpan dalam wadah kedap udara untuk mencegah masuknya kelembapan. Menambahkan silika gel food grade dalam wadah penyimpanan juga dapat membantu menjaga kerenyahan.
9. Antisipasi Produksi untuk Pesanan Besar
Menjelang hari raya, pesanan kue kering seringkali membludak. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, perencanaan produksi yang matang sangat diperlukan. Mulailah persiapan jauh-jauh hari, sekitar 1-2 bulan sebelum puncak musim.
Pertimbangkan untuk mempekerjakan tenaga bantuan sementara jika volume pesanan diperkirakan sangat tinggi. Latih mereka agar dapat menjaga konsistensi kualitas produk. Buat jadwal produksi yang terperinci untuk setiap jenis kue.
Manajemen waktu dan efisiensi dalam proses produksi menjadi krusial. Fokus pada satu jenis kue dalam satu waktu untuk mempercepat proses. Dengan perencanaan dan eksekusi yang baik, Anda dapat memenuhi pesanan besar tanpa mengorbankan kualitas produk.
10. Lakukan Evaluasi agar Paham Kekurangan dan Kelebihan Selama Berjualan
Setelah menjalankan usaha, lakukan evaluasi secara berkala terhadap seluruh aspek bisnis. Analisis penjualan, umpan balik pelanggan, dan efisiensi produksi. Identifikasi apa yang berjalan baik dan area mana yang memerlukan perbaikan.
Jangan berhenti berinovasi. Pasar kue kering selalu berkembang, dan konsumen menyukai hal-hal baru. Eksperimen dengan varian rasa baru atau kemasan edisi terbatas untuk momen-momen spesial.
Dengan evaluasi yang konsisten dan inovasi yang berkelanjutan, usaha kue kering Anda akan terus relevan dan memiliki potensi untuk berkembang lebih besar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Berapa modal awal untuk memulai usaha kue kering rumahan?
A: Modal awal untuk memulai usaha kue kering rumahan dapat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga sekitar Rp5 juta.
Q: Bagaimana cara menentukan harga jual kue kering agar tidak rugi?
A: Hitung total biaya produksi per unit, lalu tambahkan margin keuntungan yang diinginkan.
Q: Apa saja tips agar kue kering buatan saya tahan lama?
A: Pilih bahan baku berkualitas, panggang kue hingga matang sempurna, dan simpan dalam wadah kedap udara.
Q: Bagaimana cara mempromosikan kue kering dengan biaya rendah?
A: Manfaatkan media sosial untuk promosi visual yang menarik dan bangun jaringan melalui mulut ke mulut.
Q: Bagaimana cara mengatasi lonjakan pesanan kue kering saat Lebaran?
A: Lakukan perencanaan produksi jauh-jauh hari dan pertimbangkan untuk mempekerjakan tenaga bantuan sementara.

10 hours ago
5

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495852/original/028727000_1770438125-1000284404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500137/original/026177300_1770815891-Ratchaburi_FC_vs_Persib_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469075/original/063243100_1768052175-Aksi_Laskar_Mataram_saat_paruh_pertama._PSIMJogja_StrongerThanEver_MataramDay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492838/original/053841400_1770187334-mauro.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499199/original/066118100_1770779193-peter-werkman-rbZYWO5dFOY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449089/original/079857800_1766047209-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469502/original/063049800_1768124465-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312128/original/050674100_1754905478-selebrasi_Dalberto_Luan_setelah_membobol_gawang_PSBS__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481704/original/059567400_1769142993-Ramainya_penjual_takjil_tanpa_digoreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500024/original/041197600_1770806618-rak_piring_dari_kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463859/original/003496300_1767672195-unnamed-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499917/original/095340300_1770800743-interior_rumah_mungil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320148/original/037889300_1755588308-IDN_3825.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499821/original/057629500_1770795917-Gemini_Generated_Image_9r6cls9r6cls9r6c.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)