10 Cara Membuat Rumah Lebih Aman untuk Lansia, Sederhana tapi Bisa Cegah Kecelakaan

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Rumah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua anggota keluarga, termasuk lansia. Namun, seiring bertambahnya usia, aktivitas sederhana seperti berjalan di lantai yang licin, naik tangga, masuk ke kamar mandi, atau mengambil barang di tempat tinggi bisa menjadi lebih berisiko. Kondisi rumah yang sebelumnya terasa biasa saja dapat berubah menjadi sumber bahaya jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan lansia.

Membuat rumah lebih aman untuk lansia sebenarnya tidak selalu membutuhkan renovasi besar atau biaya mahal. Beberapa perubahan sederhana, seperti memastikan lantai tidak licin, memperbaiki pencahayaan, menyediakan pegangan di area tertentu, serta menata furnitur agar jalur berjalan lebih lega, sudah dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman. Hal terpenting adalah mengenali bagian rumah yang berpotensi membuat lansia tersandung, terpeleset, kehilangan keseimbangan, atau kesulitan bergerak.

Karena itu, penataan rumah untuk lansia sebaiknya tidak hanya berfokus pada kenyamanan, tetapi juga mempertimbangkan keamanan dan kemudahan beraktivitas. Ada sejumlah bagian rumah yang bisa diperiksa dan diperbaiki secara bertahap tanpa harus mengubah seluruh bangunan. Lantas bagaimana saja cara membuat rumah lebih aman untuk lansia? Melansir dari berbagai sumber, Senin (14/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pastikan Lantai Tidak Licin dan Bebas dari Barang yang Menghalangi Jalan

Lantai menjadi salah satu bagian rumah yang perlu mendapat perhatian utama ketika tinggal bersama lansia. Permukaan yang terlalu licin, terutama ketika terkena air, dapat meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan. Selain itu, karpet yang mudah bergeser, kabel yang melintang, mainan anak, atau barang yang diletakkan sembarangan di lantai juga dapat membuat lansia tersandung. Karena itu, usahakan jalur yang sering digunakan seperti dari kamar tidur menuju kamar mandi, ruang keluarga, dapur, dan teras selalu dalam keadaan bersih dan lapang.

Jika menggunakan karpet, pilih jenis yang memiliki bagian bawah antiselip atau gunakan alas khusus agar tidak mudah bergeser. Karpet kecil yang ujungnya mudah terangkat sebaiknya dihindari, terutama di jalur utama rumah. Untuk lantai kamar mandi, pilih permukaan yang memiliki daya cengkeram baik dan tidak terlalu licin ketika basah. Tumpahan air atau minyak juga sebaiknya segera dibersihkan sehingga tidak dibiarkan menjadi jebakan yang tidak terlihat.

Penataan lantai juga perlu disesuaikan dengan kebiasaan lansia di rumah. Jika lansia sering berjalan pada malam hari, pastikan tidak ada benda yang diletakkan di jalur menuju kamar mandi. Kabel televisi, charger, atau kabel peralatan elektronik sebaiknya dirapikan dan ditempelkan di sisi dinding. Dengan membuat jalur berjalan lebih bersih dan mudah diprediksi, lansia dapat bergerak dengan lebih percaya diri tanpa harus terus-menerus menghindari benda di lantai.

2. Perbaiki Pencahayaan di Area yang Sering Digunakan

Pencahayaan yang cukup sangat penting karena kemampuan melihat detail dan membedakan perubahan permukaan dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Rumah yang terlihat cukup terang bagi anggota keluarga yang lebih muda belum tentu memiliki pencahayaan yang ideal bagi lansia. Sudut gelap, lorong, anak tangga, kamar mandi, dan area menuju pintu keluar perlu mendapatkan perhatian khusus. Pencahayaan yang buruk dapat membuat perubahan ketinggian lantai atau benda yang berada di jalur berjalan menjadi lebih sulit terlihat.

Tidak harus memasang lampu baru di seluruh rumah. Prioritaskan area yang paling sering dilewati dan digunakan, kemudian pastikan sakelar lampu mudah dijangkau. Lampu malam dengan cahaya lembut juga dapat ditempatkan di sekitar kamar tidur dan jalur menuju kamar mandi. Dengan begitu, lansia tidak harus berjalan dalam kondisi gelap ketika terbangun pada malam hari.

Selain jumlah lampu, posisi dan pengoperasiannya juga perlu diperhatikan. Sakelar sebaiknya berada di tempat yang mudah dijangkau tanpa membuat lansia harus membungkuk atau meraba-raba dalam keadaan gelap. Jika memungkinkan, gunakan lampu dengan sensor gerak untuk area tertentu seperti lorong atau kamar mandi. Pencahayaan yang konsisten dari satu ruangan ke ruangan lain juga membantu mata beradaptasi sehingga perpindahan dari area terang ke area gelap tidak terlalu mendadak.

3. Pasang Pegangan Tangan di Kamar Mandi

Kamar mandi termasuk area yang perlu mendapat perhatian khusus karena kombinasi antara air, lantai licin, dan aktivitas berpindah posisi dapat meningkatkan risiko jatuh. Lansia mungkin membutuhkan bantuan tambahan ketika duduk atau berdiri dari toilet, masuk ke area mandi, maupun berpindah dari satu bagian kamar mandi ke bagian lainnya. Karena itu, pemasangan pegangan tangan yang kokoh dapat memberikan titik tumpu tambahan ketika keseimbangan sedang tidak optimal.

Pegangan sebaiknya dipasang pada posisi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna, bukan sekadar ditempel pada dinding di tempat yang terlihat kosong. Area di dekat toilet dan tempat mandi biasanya menjadi lokasi yang perlu dipertimbangkan. Namun, pemasangan harus menggunakan sistem pengikat yang kuat dan sesuai dengan jenis dinding. Pegangan yang hanya menempel dengan perekat tanpa daya dukung yang memadai justru berbahaya apabila digunakan untuk menopang berat tubuh.

Selain pegangan, kamar mandi sebaiknya dibuat sesederhana mungkin. Barang seperti ember, botol sabun, keset yang mudah bergeser, dan peralatan mandi jangan diletakkan di jalur berjalan. Jika menggunakan keset, pilih yang memiliki bagian bawah antiselip dan tidak mudah menggulung. Tujuannya bukan membuat kamar mandi terlihat seperti fasilitas khusus, melainkan menciptakan ruang yang memungkinkan lansia mandi, duduk, berdiri, dan keluar masuk dengan lebih aman.

4. Buat Jalur Jalan di Dalam Rumah Lebih Luas dan Bebas Hambatan

Furnitur yang terlalu banyak dapat membuat ruang berjalan menjadi sempit, terutama di rumah dengan ukuran terbatas. Kursi, meja kecil, rak, pot tanaman, atau dekorasi yang berada di tengah jalur dapat membuat lansia harus berbelok atau berjalan di ruang yang sempit. Kondisi tersebut semakin berisiko jika lansia menggunakan tongkat, alat bantu jalan, atau membutuhkan pegangan pada benda di sekitarnya.

Tidak berarti semua furnitur harus dikeluarkan dari rumah. Langkah pertama adalah mengamati jalur yang paling sering digunakan oleh lansia, kemudian singkirkan barang yang sebenarnya tidak memiliki fungsi penting di jalur tersebut. Meja kecil yang hanya menjadi tempat menumpuk barang, misalnya, dapat dipindahkan ke sisi ruangan. Rak sepatu juga sebaiknya tidak ditempatkan tepat di area yang menjadi jalur keluar-masuk rumah.

Penataan seperti ini juga membuat rumah terasa lebih lega dan mudah dibersihkan. Pastikan pintu dapat dibuka secara penuh tanpa terbentur furnitur atau benda lain. Jika lansia menggunakan alat bantu jalan, ruang gerak perlu disesuaikan dengan kebutuhan alat tersebut. Prinsip sederhananya adalah menciptakan jalur yang jelas dari satu ruangan ke ruangan lain sehingga lansia tidak perlu melakukan banyak manuver ketika berjalan.

5. Beri Perhatian Lebih pada Tangga dan Anak Tangga

Tangga menjadi salah satu area yang membutuhkan perhatian lebih karena kesalahan langkah dapat menyebabkan seseorang kehilangan keseimbangan. Pada rumah bertingkat, pastikan setiap anak tangga terlihat jelas dan tidak tertutup barang. Hindari menjadikan tangga sebagai tempat menyimpan pakaian, kardus, tanaman, atau barang lain yang sebenarnya bisa diletakkan di tempat berbeda. Anak tangga harus selalu menjadi jalur yang kosong dan mudah dikenali.

Pegangan tangan yang kokoh sebaiknya tersedia di sisi tangga yang digunakan lansia. Jika bentuk tangga memungkinkan, pegangan dapat dibuat sepanjang jalur agar lansia memiliki titik pegangan ketika naik maupun turun. Permukaan anak tangga juga perlu diperiksa, terutama jika ada bagian yang rusak, terlalu licin, atau memiliki ketinggian yang tidak seragam. Perbedaan kecil pada tinggi anak tangga dapat membuat langkah menjadi tidak terduga.

Pencahayaan tangga juga tidak boleh diabaikan. Pastikan bagian atas dan bawah tangga memiliki penerangan yang memadai sehingga perubahan ketinggian terlihat dengan jelas. Jika rumah memungkinkan, sakelar di kedua ujung tangga akan lebih praktis karena lampu dapat dinyalakan sebelum seseorang mulai naik atau turun. Untuk lansia yang kesulitan menggunakan tangga, aktivitas di lantai atas juga dapat dikurangi dengan menempatkan barang-barang yang paling sering digunakan di lantai yang mudah diakses.

6. Atur Barang yang Sering Digunakan agar Tidak Perlu Dijangkau Terlalu Tinggi

Barang yang ditempatkan terlalu tinggi dapat membuat lansia harus menggunakan kursi, bangku, atau tangga kecil untuk mengambilnya. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena kehilangan keseimbangan ketika berdiri di atas pijakan yang tidak stabil dapat berujung pada kecelakaan. Barang yang sering digunakan sebaiknya disimpan pada ketinggian yang mudah dijangkau sambil berdiri dengan posisi stabil.

Di dapur, misalnya, peralatan makan, gelas, bahan makanan yang sering dipakai, dan perlengkapan memasak sehari-hari dapat ditempatkan pada rak atau kabinet yang mudah dijangkau. Barang yang jarang digunakan boleh disimpan di bagian atas, tetapi sebaiknya anggota keluarga lain yang mengambilkannya ketika dibutuhkan. Prinsip yang sama berlaku untuk lemari pakaian, rak buku, dan tempat penyimpanan di kamar mandi.

Selain terlalu tinggi, barang yang terlalu rendah juga dapat menyulitkan lansia karena harus sering membungkuk atau jongkok. Karena itu, penataan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan pengguna rumah. Barang yang digunakan setiap hari idealnya berada di posisi yang memungkinkan lansia mengambilnya tanpa harus meregangkan tubuh, berdiri di atas pijakan, atau melakukan gerakan yang membuat keseimbangan mudah terganggu.

7. Pilih Furnitur yang Kokoh dan Tidak Mudah Bergeser

Furnitur di rumah sebaiknya tidak hanya dipilih berdasarkan bentuk dan tampilannya, tetapi juga kestabilannya. Kursi yang terlalu ringan dan mudah bergeser ketika diduduki atau digunakan sebagai pegangan dapat menjadi masalah bagi lansia. Hal yang sama berlaku untuk meja kecil, rak, dan furnitur lain yang mungkin secara tidak sengaja dijadikan tempat berpegangan ketika seseorang kehilangan keseimbangan.

Kursi yang digunakan lansia sebaiknya memiliki konstruksi kokoh, kaki yang stabil, serta tinggi dudukan yang memungkinkan mereka duduk dan berdiri dengan relatif mudah. Kursi dengan sandaran tangan juga dapat membantu ketika seseorang perlu mendapatkan tumpuan saat berdiri. Namun, setiap furnitur tetap harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing lansia karena tidak semua model kursi cocok untuk semua orang.

Rak dan lemari yang tinggi juga sebaiknya diperiksa agar tidak mudah roboh. Jika diperlukan, furnitur tinggi dapat diamankan ke dinding menggunakan sistem pengikat yang sesuai. Hindari menempatkan benda berat di bagian paling atas karena dapat membuat furnitur lebih tidak stabil dan juga menyulitkan ketika barang tersebut hendak diambil. Rumah yang aman bukan berarti harus menggunakan furnitur khusus, tetapi furnitur yang ada perlu dipastikan stabil dan tidak menjadi sumber bahaya baru.

8. Rapikan Kabel Listrik agar Tidak Melintang di Jalur Berjalan

Kabel yang melintang di lantai merupakan salah satu detail kecil yang sering luput dari perhatian ketika menata rumah. Kabel televisi, internet, charger, kipas, atau peralatan elektronik dapat membentuk penghalang di jalur berjalan. Bagi lansia yang langkahnya sudah tidak sefleksibel sebelumnya, kabel yang tipis sekalipun dapat menyebabkan kaki tersangkut.

Mulailah dengan mengidentifikasi kabel yang berada di area lalu lintas tinggi. Kabel yang memungkinkan dapat diarahkan melalui sisi dinding menggunakan pengatur kabel atau perlengkapan yang sesuai. Jika kabel harus melewati jalur tertentu, gunakan pelindung kabel yang dirancang untuk area lantai agar permukaannya tidak menjadi tonjolan yang mudah tersangkut. Jangan sekadar menempelkan kabel menggunakan bahan yang mudah lepas karena justru dapat menciptakan bagian yang terangkat.

Penggunaan stopkontak dan perangkat elektronik juga perlu ditata dengan baik. Hindari penggunaan kabel ekstensi yang terlalu panjang jika sebenarnya perangkat dapat ditempatkan lebih dekat dengan sumber listrik. Selain mengurangi risiko tersandung, penataan kabel yang baik juga membuat rumah terlihat lebih rapi. Pastikan pula kabel dan sambungan listrik berada dalam kondisi baik serta tidak digunakan di area basah tanpa perlindungan yang sesuai.

9. Buat Kamar Tidur Lansia Mudah Diakses, Terutama pada Malam Hari

Kamar tidur merupakan salah satu ruangan yang penting karena lansia menghabiskan cukup banyak waktu di dalamnya dan kemungkinan perlu bangun pada malam hari. Posisi tempat tidur sebaiknya memungkinkan lansia turun dari tempat tidur dengan aman tanpa harus langsung melewati banyak barang. Meja kecil, kursi, atau benda dekoratif yang berada terlalu dekat dengan sisi tempat tidur sebaiknya ditata ulang jika menghalangi ruang untuk berdiri.

Sediakan pencahayaan yang mudah dinyalakan dari tempat tidur atau letakkan lampu malam pada posisi yang mudah dijangkau. Dengan demikian, ketika lansia terbangun pada malam hari, mereka tidak harus berjalan dalam keadaan gelap untuk mencari sakelar. Jalur menuju kamar mandi juga perlu diperhatikan karena area tersebut sering menjadi tujuan utama ketika seseorang bangun pada malam hari.

Barang yang sering digunakan seperti kacamata, obat yang memang perlu berada dekat pengguna, telepon, atau alat bantu tertentu dapat ditempatkan pada meja samping yang stabil dan mudah dijangkau. Namun, barang tersebut jangan sampai memenuhi area sekitar tempat tidur. Jika lansia menggunakan alat bantu jalan, pastikan alat tersebut dapat dijangkau dengan mudah tanpa harus melakukan gerakan berisiko. Penataan kamar yang sederhana dapat membantu aktivitas malam hari berlangsung lebih teratur dan aman.

10. Kurangi Kebiasaan Menyimpan Barang di Tempat yang Sulit Dijangkau

Rumah sering kali memiliki banyak tempat penyimpanan yang sebenarnya kurang ideal bagi lansia, seperti bagian paling atas lemari, bawah tempat tidur, gudang sempit, atau rak yang berada jauh dari area aktivitas sehari-hari. Barang yang disimpan di tempat tersebut mungkin tidak berbahaya selama dibiarkan, tetapi aktivitas mengambilnya dapat menjadi masalah jika lansia harus membungkuk terlalu dalam, memanjat, atau menggunakan tangga kecil.

Cobalah melakukan penyortiran terhadap barang-barang yang ada di rumah. Pisahkan barang yang sering digunakan, sesekali digunakan, dan jarang digunakan. Barang yang paling sering dipakai sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau, sedangkan barang yang jarang digunakan dapat disimpan di tempat yang lebih tinggi atau lebih jauh dan diambilkan oleh anggota keluarga ketika diperlukan. Cara ini sekaligus dapat mengurangi kebiasaan menumpuk barang di berbagai sudut rumah.

Yang tidak kalah penting, libatkan lansia dalam proses menata ulang rumah. Keamanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik ruangan, tetapi juga oleh apakah penataan tersebut sesuai dengan kebiasaan penghuninya. Tanyakan bagian mana yang terasa sulit dijangkau, jalur mana yang terasa sempit, atau aktivitas apa yang membuat mereka kurang nyaman. Dari situ, perubahan kecil dapat dilakukan secara bertahap hingga rumah menjadi lebih mudah digunakan, nyaman, dan memiliki risiko kecelakaan yang lebih rendah.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membuat Rumah Lebih Aman untuk Lansia

1. Apa saja bagian rumah yang perlu diperhatikan agar aman untuk lansia?

Beberapa area yang perlu mendapat perhatian antara lain lantai, kamar mandi, tangga, kamar tidur, dapur, serta jalur berjalan. Pastikan area tersebut memiliki pencahayaan cukup, tidak licin, bebas dari barang yang menghalangi, dan mudah digunakan.

2. Apakah rumah untuk lansia harus direnovasi besar-besaran?

Tidak selalu. Banyak langkah keselamatan yang bisa dilakukan tanpa renovasi besar, seperti merapikan kabel, memindahkan furnitur, memperbaiki pencahayaan, menggunakan keset antiselip, dan menempatkan barang sehari-hari pada posisi yang mudah dijangkau.

3. Mengapa lantai menjadi bagian penting dalam keamanan rumah untuk lansia?

Lantai yang licin, basah, atau dipenuhi benda yang menghalangi dapat meningkatkan risiko terpeleset dan tersandung. Karena itu, jalur berjalan sebaiknya dibuat bersih, kering, tidak licin, dan bebas dari kabel atau barang yang berserakan.

4. Bagaimana cara membuat kamar mandi lebih aman untuk lansia?

Gunakan permukaan lantai yang tidak mudah licin, sediakan pegangan tangan yang terpasang kuat, dan pastikan area mandi tidak dipenuhi barang yang menghalangi. Keset juga sebaiknya memiliki bagian bawah antiselip agar tidak mudah bergeser.

5. Apakah lansia sebaiknya menggunakan pegangan tangan di rumah?

Pegangan tangan dapat membantu memberikan tumpuan tambahan di area tertentu, terutama kamar mandi dan tangga. Namun, pegangan harus dipasang dengan kuat dan pada posisi yang sesuai agar benar-benar aman ketika digunakan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|