:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305864/original/060783800_1784805804-Screenshot_2026-07-23_182212.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Merawat handuk tidak hanya berkaitan soal kebersihan, tetapi juga kenyamanan saat digunakan. Proses pencucian, pembilasan, hingga penjemuran memiliki peran penting agar serat kain tetap lembut dan daya serapnya tetap optimal. Oleh sebab itu, memahami tips mencuci handuk putih menjadi langkah sederhana untuk memperoleh hasil cucian lebih maksimal.
Banyak orang mengira penggunaan deterjen dalam jumlah besar mampu membuat handuk tampak lebih bersih. Faktanya, kebiasaan tersebut justru meninggalkan residu pada serat kain, sehingga teksturnya terasa lebih kasar dan warna putih perlahan terlihat kusam. Penerapan tips mencuci handuk putih membantu menghindari kesalahan tersebut, melalui cara perawatan yang tepat.
Menjadikan handuk tetap bersih, segar dan nyaman dipakai sebenarnya tidak memerlukan perawatan rumit. Cukup menerapkan beberapa langkah sederhana secara rutin agar kualitas kain tetap terjaga. Melalui tips mencuci handuk putih, Anda dapat mempertahankan warna cerah, mengurangi bau tidak sedap, serta memperpanjang usia pakai handuk.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (23/7/2026).
1. Pisahkan Handuk Putih dari Pakaian Berwarna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305865/original/063867800_1784805804-Screenshot_2026-07-23_182154.jpg)
Perbesar
Langkah pertama yang sangat penting dalam merawat handuk putih adalah selalu mencucinya secara terpisah dari pakaian atau kain berwarna. Meskipun terlihat sepele, kebiasaan mencampur berbagai jenis cucian dalam satu mesin atau satu ember dapat meningkatkan risiko perpindahan warna dari pakaian lain ke handuk putih. Warna yang luntur, meskipun hanya sedikit, dapat membuat tampilan handuk menjadi kusam, berubah keabu-abuan, atau bahkan meninggalkan bercak yang sulit dihilangkan.
Memisahkan handuk putih juga membantu menjaga kualitas warna aslinya agar tetap tampak cerah dan bersih meskipun telah digunakan berkali-kali. Selain itu, proses pencucian menjadi lebih optimal karena handuk putih tidak tercampur dengan serat kain berwarna yang berpotensi menempel selama proses pencucian. Kebiasaan sederhana ini merupakan salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan tampilan handuk tetap seperti baru dalam jangka waktu yang lebih lama.
2. Gunakan Deterjen Secukupnya
Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak deterjen yang digunakan, hasil cucian akan semakin bersih. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penggunaan deterjen secara berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada serat kain yang sulit hilang meskipun telah dibilas beberapa kali. Residu tersebut lambat laun membuat handuk terasa lebih kaku, kurang lembut, serta kehilangan warna putih cerahnya.
Gunakan deterjen sesuai dengan takaran yang dianjurkan pada kemasan atau sesuaikan dengan jumlah cucian. Takaran yang tepat mampu membersihkan noda, minyak, serta kotoran secara efektif tanpa meninggalkan sisa bahan pembersih pada serat kain. Selain membuat handuk lebih nyaman digunakan, penggunaan deterjen secukupnya juga membantu memperpanjang usia pakai kain dan menjaga daya serapnya tetap optimal.
3. Rendam Sebelum Dicuci
Apabila handuk memiliki noda membandel, bekas minyak, atau terlihat sangat kotor setelah digunakan dalam waktu lama, sebaiknya lakukan proses perendaman sebelum pencucian utama. Rendam handuk selama kurang lebih 30 hingga 60 menit menggunakan air hangat yang telah dicampur deterjen secukupnya. Proses ini membantu melonggarkan ikatan kotoran pada serat kain sehingga lebih mudah dibersihkan saat dicuci.
Perendaman juga mengurangi kebutuhan menggosok handuk secara berlebihan, sehingga serat kain tidak cepat rusak. Selain membuat proses pencucian menjadi lebih ringan, cara ini mampu menghasilkan handuk yang tampak lebih bersih, lebih segar, dan tetap memiliki tekstur lembut setelah selesai dicuci.
4. Gunakan Air Hangat Bila Memungkinkan
Air hangat menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mencuci handuk putih, terutama apabila handuk sering digunakan setiap hari. Suhu air yang hangat mampu membantu melarutkan minyak alami dari tubuh, sisa sabun, lotion, maupun berbagai kotoran yang menempel pada serat kain lebih efektif dibandingkan air dingin.
Selain membantu mengangkat noda, air hangat juga membuat deterjen bekerja lebih maksimal sehingga hasil pencucian menjadi lebih bersih. Meski demikian, pastikan suhu air tidak terlalu tinggi agar serat kain tetap terjaga kualitasnya. Selalu periksa petunjuk perawatan pada label handuk agar proses pencucian tetap aman dan tidak menyebabkan kain cepat aus.
5. Hindari Terlalu Banyak Pelembut Pakaian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316790/original/009521200_1755249660-pexels-kingofcotton-12679.jpg)
Perbesar
Pelembut pakaian memang mampu memberikan sensasi lembut dan aroma harum pada handuk. Akan tetapi, penggunaannya tidak boleh berlebihan. Cairan pelembut dapat membentuk lapisan tipis pada permukaan serat kain apabila digunakan terlalu banyak atau terlalu sering. Lapisan tersebut menyebabkan kemampuan handuk dalam menyerap air menjadi berkurang secara bertahap.
Gunakan pelembut hanya dalam jumlah secukupnya sesuai petunjuk penggunaan. Dengan cara tersebut, handuk tetap terasa nyaman saat digunakan tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai penyerap air. Penggunaan yang bijak juga membantu menjaga tekstur kain tetap lembut dalam jangka waktu yang lebih lama.
6. Bilas Hingga Benar-Benar Bersih
Tahap pembilasan sering kali dianggap sepele, padahal proses ini memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas handuk putih. Setelah proses pencucian selesai, pastikan seluruh sisa deterjen benar-benar hilang dari serat kain. Residu deterjen yang masih tertinggal dapat menyebabkan handuk terasa kasar, memicu bau tidak sedap, bahkan membuat warna putih terlihat kusam.
Apabila menggunakan mesin cuci, manfaatkan fitur bilas tambahan bila tersedia. Jika mencuci secara manual, lakukan pembilasan beberapa kali menggunakan air bersih hingga tidak terlihat lagi busa yang keluar dari handuk. Pembilasan yang sempurna akan menghasilkan handuk yang lebih lembut, segar, serta nyaman digunakan setiap hari.
7. Jemur di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4763573/original/027361000_1709703753-pexels-sang-bum-ko-10156021.jpg)
Perbesar
Setelah selesai dicuci, jemur handuk di tempat yang memperoleh sinar matahari dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Cahaya matahari membantu mengurangi kelembapan pada serat kain sehingga handuk lebih cepat kering. Selain itu, paparan sinar matahari juga membantu mengurangi bau tidak sedap serta menghambat pertumbuhan sebagian mikroorganisme yang berkembang pada kondisi lembap.
Saat menjemur, bentangkan handuk secara sempurna agar seluruh permukaan terkena aliran udara secara merata. Hindari menumpuk atau melipat handuk selama proses penjemuran karena dapat memperlambat pengeringan dan meninggalkan aroma kurang sedap.
8. Pastikan Handuk Benar-Benar Kering
Sebelum disimpan kembali di lemari atau rak penyimpanan, pastikan handuk telah benar-benar kering hingga ke bagian serat terdalam. Handuk yang masih sedikit lembap dapat menjadi tempat berkembangnya jamur, bakteri, maupun penyebab bau apek. Kondisi tersebut tentu mengurangi kenyamanan saat handuk digunakan kembali.
Luangkan waktu lebih lama apabila cuaca kurang mendukung proses penjemuran. Jika menggunakan mesin pengering, pastikan proses pengeringan telah selesai sepenuhnya sebelum handuk dilipat. Handuk yang benar-benar kering akan lebih higienis, tahan lama, dan tetap terasa segar saat digunakan.
9. Cuci Handuk Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111737/original/089347500_1738057912-pexels-rdne-5591581.jpg)
Perbesar
Meskipun terlihat bersih setelah digunakan, handuk sebenarnya dapat menyimpan berbagai kotoran, minyak tubuh, sel kulit mati, hingga kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri. Oleh sebab itu, handuk sebaiknya dicuci secara rutin agar kebersihan dan kualitasnya tetap terjaga.
Idealnya, handuk dicuci setiap tiga hingga empat kali pemakaian. Apabila digunakan setiap hari atau dipakai oleh beberapa anggota keluarga, frekuensi pencucian dapat dilakukan lebih sering. Kebiasaan ini membantu menjaga handuk tetap higienis, bebas bau, serta nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
10. Simpan di Tempat Kering
Setelah handuk bersih dan benar-benar kering, simpan di lemari, rak, atau tempat penyimpanan yang bersih serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan handuk di area yang lembap atau tertutup rapat tanpa aliran udara, sebab kondisi tersebut dapat memicu munculnya bau apek meskipun handuk baru saja dicuci.
Susun handuk secara rapi agar tidak mudah kusut dan tetap memperoleh sirkulasi udara yang cukup. Tempat penyimpanan yang bersih juga membantu melindungi handuk dari debu, kotoran, maupun kelembapan berlebih. Dengan penyimpanan yang tepat, handuk putih akan tetap higienis, harum, lembut, dan siap digunakan kapan saja.
Pertanyaan Seputar Tips Mencuci Handuk Putih
Bagaimana tips mencuci handuk putih agar tetap cerah?
Pisahkan handuk putih dari pakaian berwarna, gunakan deterjen secukupnya, bilas hingga bersih, lalu jemur di tempat yang mendapat sinar matahari.
Mengapa handuk putih mudah berubah kusam?
Handuk putih dapat menjadi kusam akibat penumpukan residu deterjen, minyak dari kulit, keringat, debu, atau pencucian yang kurang tepat.
Apakah handuk putih harus dicuci terpisah?
Ya. Mencuci handuk putih secara terpisah membantu mencegah luntur dari pakaian berwarna dan menjaga warna tetap cerah.
Berapa kali handuk putih sebaiknya dicuci?
Idealnya setiap 3–4 kali pemakaian atau lebih sering jika digunakan setiap hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

8 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4062047/original/009009200_1655974536-Tampines_Rovers_-_Ilustrasi_Logo_Tampines_Rovers_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5029244/original/047766200_1732947559-ciri-ciri-generasi-alpha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305757/original/095144300_1784801297-95612406-8189-4a69-9b57-fd0b8edec711__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462372/original/036545400_1767573214-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4919064/original/014472600_1723710617-pexels-frank-minjarez-333886454-16657631.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305914/original/016131100_1784808335-ae78f669-9605-4bfe-b7c3-876fe80139dd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305765/original/040920000_1784801648-Model_Rumah_yang_Tetap_Nyaman_Tanpa_Halaman_Belakang__Tetap_Adem_dan_Space-Saving.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305689/original/059457900_1784800174-84062fa7-473b-4058-b2fa-422c5c540f7d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305635/original/062821700_1784798982-721818634_4344305525840274_1370520817644675823_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459198/original/014118900_1767155704-kebun_daun_bawang_dari_botol_plastik_bekas_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305866/original/065732500_1784806113-1000478148.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305653/original/073860000_1784799194-bayam_botol_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305812/original/057403400_1784803611-b73c493b-cdfd-49e9-98d4-37afb0070b18.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305849/original/029744100_1784805166-1000127157.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305744/original/011375300_1784801184-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4178268/original/064094300_1664722217-IMG_2481.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9305658/original/016762000_1784799628-20260722MAY_Stadion_Pakansari_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9294468/original/055729200_1783838040-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305902/original/086925700_1784807686-ATK_PIALA_PRESIDEN_2026_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297998/original/081513900_1784114035-ChatGPT_Image_Jul_15__2026__06_08_49_PM.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5538570/original/071315500_1774525867-20260326IQ_Latihan_Timnas_Indonesia-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539837/original/077689600_1774627163-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5377685/original/055449000_1760148105-2025098AA_Timnas_Indonesia_Vs_Lebanon-025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539804/original/000101600_1774621490-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541758/original/002826400_1774891756-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541745/original/025257900_1774887438-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-23.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340183/original/028197800_1757153175-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541727/original/083908500_1774880359-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541708/original/058501100_1774879682-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539846/original/049400500_1774629921-john.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540749/original/077285200_1774800573-SnapInsta.to_657855999_18572468143056586_707926209239446155_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5451616/original/008026000_1766317691-20251221IQ_Persita_Tangerang_vs_Persik_Kediri-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539892/original/007710300_1774663382-elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541713/original/026364000_1774879959-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-03.jpg)