Liputan6.com, Jakarta - Memulai bisnis ternak kini semakin mudah bagi pemula yang memiliki modal terbatas. Bahkan, usaha ternak modal Rp 2 juta bisa dijalankan di lahan sempit, teras rumah, atau kontrakan. Modal awal tersebut cukup untuk membeli bibit, pakan dan wadah sederhana, sehingga peluang meraih keuntungan tetap terbuka lebar bagi siapa saja yang tertarik menekuni bidang ini.
Pemilihan ternak yang tepat menentukan kesuksesan usaha. Banyak jenis hewan atau ikan yang memiliki siklus panen cepat, perawatan sederhana dan permintaan pasar stabil. Hal ini membuat usaha ternak modal Rp 2 juta cocok untuk mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, tanpa risiko kerugian besar atau investasi berlebihan.
Manajemen yang baik juga sangat penting untuk menjaga produktivitas ternak tetap optimal. Mulai dari pengaturan pakan, kebersihan kandang, hingga pemantauan kesehatan hewan, setiap langkah berkontribusi pada hasil akhir. Dengan penerapan strategi tepat, usaha ternak modal Rp 2 juta dapat menghasilkan arus kas positif dalam waktu relatif singkat, sehingga modal cepat kembali.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (21/2/2026).
1. Ternak Lele Kolam Terpal Mini
Untuk meningkatkan kapasitas produksi, budidaya lele dalam kolam terpal berukuran 1x1 meter menjadi alternatif yang lebih produktif. Sistem ini mampu menampung lebih banyak bibit dibanding ember, sehingga potensi hasil panen meningkat signifikan. Perawatan pakan, penggantian air secara berkala, dan pengaturan kepadatan ikan tetap menjadi faktor penting agar pertumbuhan ikan berlangsung optimal, sekaligus menjaga kesehatan dan mencegah kematian massal.
2. Ternak Lele Sistem Ember (Budikdamber)
Budidaya lele menggunakan metode ember atau Budikdamber dikenal sebagai sistem ternak hemat modal sekaligus praktis. Cukup menyiapkan ember berkapasitas 60–80 liter yang dilengkapi aerator sederhana untuk menjaga sirkulasi oksigen dan kualitas air tetap stabil. Sistem ini memungkinkan pertumbuhan ikan tetap optimal meskipun dilakukan di halaman sempit, teras, atau area kontrakan. Siklus panen relatif cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 2–3 bulan, sehingga modal awal dapat kembali dengan efisien, menjadikan usaha ini ideal bagi pemula yang ingin cepat merasakan keuntungan.
3. Ternak Kelinci Hias
Kelinci hias memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan kelinci pedaging karena daya tariknya terletak pada warna bulu, ukuran tubuh, dan karakter jinak. Usaha ini diminati komunitas pecinta hewan dan dapat dipasarkan melalui marketplace, grup pecinta hewan, atau toko hewan lokal. Dengan strategi promosi yang tepat, keuntungan dari penjualan kelinci hias bisa signifikan, menjadikannya salah satu usaha mikro yang menjanjikan bagi pemula.
4. Ternak Ayam Kampung Skala Mini
Pemeliharaan ayam kampung skala kecil dapat dilakukan dengan jumlah 5–10 ekor, cukup untuk lahan terbatas seperti pekarangan sempit. Daging ayam kampung memiliki pasar lokal yang stabil, mulai dari rumah tangga hingga pedagang makanan tradisional, sehingga menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan. Kandang sederhana namun kokoh mampu melindungi ternak dari gangguan hewan liar, sekaligus memudahkan pemilik untuk mengontrol kesehatan dan pertumbuhan ayam.
5. Ternak Bebek Petelur Mini
Bebek petelur dapat dipelihara di kandang sederhana yang beralaskan sekam padi, menjaga kelembapan dan kebersihan, serta mencegah stres pada ternak. Telur bebek memiliki pangsa pasar luas, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai bahan baku olahan seperti telur asin, kue tradisional, atau produk kuliner lainnya. Dengan perawatan yang konsisten, usaha ini menawarkan peluang keuntungan yang relatif stabil dan berkelanjutan.
6. Ternak Kroto (Semut Rangrang)
Budidaya kroto menggunakan toples bertingkat sangat cocok bagi pemilik rumah atau kontrakan yang memiliki keterbatasan ruang. Aktivitas ternak relatif tidak berisik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Kroto banyak diminati hobiis burung, penggemar ikan hias, atau komunitas pecinta ternak kecil, sehingga usaha ini memiliki peluang keuntungan stabil. Pemeliharaan kroto juga relatif mudah karena tidak memerlukan pakan rumit dan dapat dipanen secara berkala.
7. Ternak Ikan Cupang
Ikan cupang dapat dipelihara dalam toples kecil yang disusun rapi di rak bertingkat, sangat cocok untuk ruang terbatas seperti kontrakan atau teras rumah. Permintaan pasar relatif stabil, terutama untuk varietas premium yang memiliki sirip lebar, corak unik, dan warna kontras. Pemeliharaan ikan cupang cukup sederhana, membuatnya ideal bagi pemula yang ingin memulai usaha ternak kecil dengan potensi keuntungan menarik.
8. Ternak Belut Mini
Belut dapat dibudidayakan menggunakan drum atau kolam terpal kecil, menjadikannya pilihan tepat bagi pemula yang ingin mencoba usaha perairan skala mikro. Daging belut memiliki permintaan stabil, baik di pasar lokal maupun restoran. Perawatan meliputi pemberian pakan, pengaturan kualitas air, dan pemeliharaan kandang, sehingga usaha ini tetap menguntungkan meski dilakukan di ruang terbatas.
9. Ternak Belalang atau Grasshopper
Belalang dapat dibudidayakan di kotak atau rak kecil, ideal untuk pemilik lahan terbatas. Serangga ini banyak digunakan sebagai pakan burung, pakan ikan hias, atau untuk kebutuhan penelitian. Modal awal relatif rendah, siklus panen cepat, dan perawatannya mudah menjadikan usaha ini menarik bagi pemula yang ingin memperoleh keuntungan singkat dan konsisten.
10. Ternak Ikan Nila Mini
Ikan nila dapat dipelihara di kolam terpal kecil berukuran 1x1 meter, memungkinkan pemilik memaksimalkan lahan terbatas. Siklus panen berlangsung sekitar 2–3 bulan, sehingga hasil dapat dijual ke pasar lokal, warung makan, atau konsumen langsung. Kunci keberhasilan meliputi pengaturan pakan, kualitas air dan kepadatan ikan agar pertumbuhan optimal dan risiko kematian rendah.
11. Ternak Udang Air Tawar Mini
Budidaya udang air tawar skala mikro dapat dilakukan menggunakan drum atau ember, cocok bagi pemula yang ingin mencoba usaha perairan. Panen berlangsung 3–4 bulan, dengan harga pasar yang stabil sehingga potensi keuntungan dapat diprediksi sejak awal. Pengelolaan media tumbuh, pemantauan kualitas air dan pemberian pakan secara tepat merupakan faktor penting agar produksi tetap tinggi.
12. Ternak Cacing Sutra
Cacing sutra banyak dimanfaatkan sebagai pakan ikan hias maupun ikan konsumsi. Pemeliharaan dapat dilakukan di wadah kecil atau ember bertingkat, sehingga hemat tempat dan modal. Hasil panen dapat dijual secara rutin, menjadikan usaha ini sebagai salah satu peluang usaha mikro yang berkelanjutan, hemat biaya dan menguntungkan bagi pemula yang ingin mencoba budidaya sederhana.
Strategi Pemasaran Usaha Ternak Modal Rp 2 Juta
- Langkah pertama adalah menentukan siapa calon pembeli utama. Misalnya, lele dan nila bisa menyasar warung makan atau pasar tradisional, telur bebek dan ayam kampung cocok untuk ibu rumah tangga serta pedagang kuliner, sedangkan ikan cupang dan kelinci hias lebih tepat dipasarkan ke komunitas penghobi. Dengan target pasar yang jelas, promosi menjadi lebih terarah dan peluang penjualan lebih besar.
- Gunakan platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan marketplace untuk menampilkan foto serta video ternak yang sehat dan berkualitas. Konten berupa proses perawatan, panen, atau testimoni pelanggan dapat meningkatkan kepercayaan calon pembeli. Konsistensi unggahan akan membantu membangun branding meskipun usaha masih berskala kecil.
- Strategi sederhana tetapi efektif adalah menawarkan produk ke tetangga, warung, atau pedagang sekitar rumah. Metode ini mengurangi biaya distribusi dan mempercepat arus kas. Untuk ternak konsumsi seperti lele, ayam, atau telur, pendekatan lokal sangat efektif karena kebutuhan pangan bersifat rutin.
- Sistem pre-order membantu memastikan hasil panen sudah memiliki pembeli sebelum dipanen. Cara ini meminimalkan risiko produk tidak terjual dan menjaga perputaran modal tetap stabil. Cocok diterapkan pada lele, ayam kampung, atau bebek petelur.
- Kualitas produk harus dijaga secara konsisten. Berikan pelayanan ramah, respons cepat, dan jaminan kualitas. Reputasi yang baik akan menghasilkan pembelian berulang serta promosi dari mulut ke mulut yang sangat efektif tanpa biaya tambahan.
Strategi Pengembangan Usaha Ternak
- Setelah modal awal kembali, alokasikan sebagian keuntungan untuk menambah jumlah bibit, memperluas kandang, atau membeli peralatan pendukung. Strategi ini membantu meningkatkan produksi tanpa harus mencari tambahan modal besar.
- Untuk mengurangi risiko, kombinasikan dua atau tiga jenis ternak. Misalnya, lele digabung dengan maggot sebagai pakan alternatif, atau kelinci hias disandingkan dengan kelinci pedaging. Diversifikasi membantu menjaga stabilitas pendapatan.
- Jangan hanya menjual produk mentah. Lele bisa dijual dalam bentuk fillet atau paket siap masak, telur bebek bisa diolah menjadi telur asin, dan ayam kampung bisa dijual dalam bentuk paket potong bersih. Nilai tambah meningkatkan margin keuntungan.
- Kerja sama dengan pengepul, restoran, toko hewan, atau peternak lain dapat memperluas pasar. Kemitraan juga membantu menjaga kestabilan permintaan sehingga produksi tidak terhenti.
- Terus belajar mengenai teknik budidaya, manajemen pakan, serta pengendalian penyakit akan meningkatkan produktivitas. Mengikuti pelatihan atau komunitas ternak juga membuka peluang kolaborasi dan ide pengembangan usaha.
Tips Sukses Memulai Usaha Ternak Modal Rp 2 Juta
Memulai usaha ternak dengan modal terbatas memerlukan strategi yang cermat agar dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan optimal. Beberapa tips berikut dapat membantu Anda dalam mengelola usaha ternak modal Rp 2 juta.
Perencanaan Matang dan Riset Pasar
Langkah awal krusial adalah menentukan jenis ternak yang sesuai dengan modal, lokasi, dan kemampuan perawatan. Lakukan riset pasar mendalam untuk memahami permintaan serta harga jual di daerah Anda. Pilihlah jenis ternak dengan permintaan tinggi, siklus panen cepat, dan perawatan mudah.
Setelah memilih jenis ternak, susun rencana bisnis sederhana. Rencana ini harus mencakup estimasi modal awal, biaya operasional seperti pakan, vitamin, listrik, dan air, serta perkiraan pendapatan dan strategi pemasaran. Perencanaan ini esensial untuk pengelolaan keuangan yang baik dan meminimalkan risiko.
Memulai dari Skala Kecil dan Bertahap
Bagi pemula, sangat disarankan untuk memulai usaha ternak dari skala kecil. Pendekatan ini bertujuan mengurangi risiko dan memberikan kesempatan untuk belajar serta beradaptasi dengan proses beternak. Contohnya, untuk ayam kampung, mulailah dengan 30-50 ekor.
Jika sistem sudah berjalan stabil dan keuntungan mulai terlihat, barulah populasi ternak dapat ditambah secara bertahap. Pendekatan ini juga membantu menjaga kualitas perawatan ternak tetap optimal, karena jumlah yang lebih sedikit lebih mudah dikontrol kebersihan, kesehatan dan jadwal makannya.
Efisiensi Biaya dan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal
Untuk menekan biaya operasional, manfaatkan sumber daya lokal dan teknologi sederhana. Misalnya, gunakan pakan alami seperti limbah pertanian atau sisa makanan yang aman untuk ternak. Untuk kolam lele, kolam terpal lebih ekonomis dibandingkan kolam beton.
Perhatikan kualitas pakan yang diberikan, karena pakan berkualitas akan meningkatkan kualitas ternak Anda. Jangan lupa memberikan vitamin sesekali jika diperlukan untuk menjaga kesehatan ternak. Pengelolaan modal usaha secara cerdas sangat penting untuk keberhasilan bisnis budidaya.
Manajemen Kesehatan dan Pemasaran
Kesehatan ternak adalah faktor kunci keberhasilan. Pastikan kandang bersih, sirkulasi udara baik, serta berikan pakan dan air minum berkualitas. Lakukan vaksinasi jika diperlukan dan pantau kesehatan ternak secara rutin untuk mencegah penyakit.
Selain produksi, strategi pemasaran juga harus disiapkan sejak awal. Anda bisa memasarkan hasil ternak ke warung, pasar tradisional, restoran, atau melalui media sosial dan marketplace online. Membangun jaringan dengan komunitas peternak atau pembeli juga bisa memperluas pasar.
FAQ Seputar Topik
Bisakah memulai usaha ternak dengan modal Rp200 ribu?
Ya, beberapa jenis usaha ternak seperti jangkrik, burung puyuh, atau memulai dengan skala sangat kecil untuk ayam kampung dan ikan hias, dapat dimulai dengan modal sekitar Rp200 ribu.
Apa saja jenis ternak yang cocok untuk modal minim?
Jenis ternak yang cocok untuk modal minim meliputi ayam kampung, burung puyuh, lele, jangkrik, kelinci, ikan hias (guppy/cupang), kroto, bebek, cacing, hamster, ayam petelur skala rumahan, dan belut.
Bagaimana cara memaksimalkan keuntungan dari usaha ternak modal kecil?
Anda dapat memaksimalkan keuntungan dengan memilih jenis ternak yang cocok, mengatur pakan efisien, menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan, memanfaatkan pemasaran digital, serta menghitung proyeksi keuntungan.

12 hours ago
11
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509367/original/040015400_1771685044-pedro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509369/original/061335500_1771685618-Persijap_Vs_Persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342825/original/008334200_1757400995-bojan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508423/original/019607100_1771575016-desain_pagar_rumah_minimalis__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394190/original/001042600_1761627726-Teras_dengan_Kanopi_Baja_Ringan_yang_Kokoh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509056/original/040576700_1771652524-kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509126/original/013793000_1771657553-model_pagar_rumah_kecil__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462220/original/066213100_1767516013-Perawatan_Harian_dan_Strategi_Panen_Optimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472215/original/008729800_1768357026-Gemini_Generated_Image_crtnzccrtnzccrtn.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509141/original/086480800_1771658682-kandang_ayam_anti_bau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508859/original/050287900_1771627079-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509138/original/021957500_1771658323-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211003/original/020266100_1746522606-pexels-jimbear-12895278.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504491/original/023641700_1771238830-1000095219.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509119/original/046255000_1771657459-rapikan_rumah1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509093/original/015092700_1771656107-kandang_burung1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509183/original/062730300_1771660914-20260220AA_Jean_Mota-2.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)