BRI Super League: Cerita Sandro Embalo Jalani Ramadan Bersama PSBS Biak di Yogyakarta

9 hours ago 5

Bola.com, Sleman - Bek PSBS Biak, Sandro Embalo, berbagi cerita mengenai pengalaman menjalani ibadah puasa di tengah padatnya agenda latihan bersama tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.

Bagi Sandro, Ramadan bukan hal baru, termasuk ketika harus tetap menjaga performa di lapangan. Menurutnya, berlatih dalam kondisi berpuasa memang membutuhkan penyesuaian.

"Saya sudah terbiasa menjalaninya. Selama Ramadan tentu saja kami tidak bisa berlatih dengan sangat keras dan intens karena kami sedang berpuasa dan kadar protein serta energi kami tidak setinggi biasanya," ujar Sandro kepada Bola.com, Sabtu (21/2/2026).

"Saya merasa baik-baik saja. Ini hanya masalah mengelola beban latihan dan intensitasnya saja," sambung mantan pemain Genoa tersebut.

Pelatih Persita Carlos Pena dan bek Javlon Guseynov menyoroti dukungan suporter usai kemenangan dramatis melawan PSBS Biak, Senin (16/2/2026). Mereka berterima kasih kepada fans yang hadir langsung dan mengingatkan pentingnya dukungan positif jelang ...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sedikit Perbedaan

Sebelum membela PSBS, Sandro Embalo sempat memperkuat Persita. Ia merasakan perbedaan suasana Ramadan di dua kota berbeda yakni Tangerang dan Yogyakarta.

Sebagaimana diketahui, musim ini Badai Pasifik berkandang sementara di Kota Gudeg. Fasilitas stadion rupanya jadi salah satu faktor yang memengaruhi kenyamanan latihan saat berpuasa.

"Musim lalu kami menjalani Ramadan di Persita Tangerang. Kami beruntung di Tangerang karena bisa berlatih sedikit lebih malam karena stadionnya memiliki lampu," kenang Sandro.

"Latihan bisa dimulai agak lambat dan saat selesai latihan sudah waktunya berbuka puasa, jadi jauh lebih mudah. Di sini kami tidak memiliki lampu stadion sehingga harus berlatih lebih awal dan menunggu sedikit lebih lama untuk waktu berbuka," ungkapnya.

Bek tengah sekaligus kapten tim PSBS itu mengaku tidak memiliki makanan favorit selama Ramadan. Baginya, yang terpenting adalah bisa mengisi energi dengan cukup saat waktu berbuka tiba.

"Saya tidak punya makanan favorit tertentu. Saya hanya ingin makan saat waktunya berbuka tiba. Jadi ya saya tidak punya makanan favorit khusus," ucap Sandro.

Untuk sahur, pemain asal Portugal itu memilih menu sederhana dan ringan. Ia menghindari makan berlebihan agar tetap nyaman saat kembali beristirahat.

"Saya biasanya membeli kurma dan telur rebus. Saya tidak makan terlalu banyak agar bisa tidur lagi setelahnya. Jadi saya mencoba makan makanan ringan seperti kurma, telur, sereal, dan susu," jelasnya.

Ingin Lebih Lama di Indonesia

Tahun ini menjadi Ramadan kedua Sandro di Indonesia. Pemain berusia 29 tahun itu berharap bisa terus melanjutkan karier di kompetisi tertingi sepak bola nasional.

"Ini adalah tahun kedua saya di Indonesia dan Ramadan kedua saya di sini, Alhamdulillah. Saya berharap bisa tinggal di sini beberapa tahun lagi untuk menjalani lebih banyak Ramadan," tutur bek kelahiran Lisboa, Portugal itu.

Tidak hanya soal sepak bola, pemain yang juga pernah memperkuat Atletico Madrid U-19 tersebut menyampaikan harapan besarnya di bulan suci tahun ini.

"Saya hanya berharap semua orang memanfaatkan bulan ini untuk benar-benar merenungkan apa yang terjadi di dunia tentang rasisme, perang, dan segalanya agar kita semua bisa bersatu," katanya.

"Tujuan utama saya adalah agar kita bersatu menjadi pribadi yang baik dan terus melakukan perbuatan baik," pungkas Sandro penuh harap.

Yuk Lihat Peta Persaingan

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|