Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini publik dibuat heboh setelah Aura Kasih mengubah nama akun Instagram-nya menjadi “Febria”. Banyak warganet yang mengira perubahan itu menandai babak baru dalam hidup sang penyanyi. Namun, ternyata “Febria” bukan nama baru, melainkan nama asli yang sudah melekat sejak lahir. Fakta ini membuat banyak orang menyadari bahwa dunia hiburan sering kali memunculkan sosok dengan nama panggung yang jauh berbeda dari identitas aslinya. Fenomena ini pun mengundang rasa penasaran publik terhadap penyanyi-penyanyi lain yang menyimpan nama asli di balik panggung gemerlap.
Menariknya, penggunaan nama panggung tidak hanya sekadar gaya atau branding semata. Banyak penyanyi memilih nama tertentu karena alasan keberuntungan, keindahan bunyi, hingga saran produser demi kemudahan dikenal publik. Aura Kasih hanyalah salah satu contoh dari sederet penyanyi wanita Indonesia yang memilih nama berbeda demi mendukung kariernya. Siapa saja mereka? Berikut 15 nama asli penyanyi wanita populer Indonesia yang mungkin belum kamu tahu.
1. Aura Kasih – Shahiyani Febri Wiraatmadja
Nama Aura Kasih mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun sedikit yang tahu bahwa nama aslinya adalah Shahiyani Febri Wiraatmadja atau Shahiyanny Febria Wiraatmadja. Lahir di Bandung pada 26 Februari 1987, ia memulai kariernya sebagai finalis Miss Indonesia 2007 sebelum dikenal sebagai penyanyi dan aktris. Pergantian nama panggungnya menjadi “Aura Kasih” menciptakan kesan elegan dan mudah diingat publik.
Menariknya, beberapa waktu lalu Aura mengganti nama akun Instagram-nya menjadi @febria dan hal itu langsung membuat warganet bertanya-tanya. Banyak yang tidak tahu bahwa “Febria” berasal dari nama panjangnya sendiri. Fenomena ini menegaskan bahwa kadang, nama panggung bisa begitu melekat hingga menutupi identitas asli sang artis.
2. Ayu Ting Ting – Ayu Rosmalina
Ayu Ting Ting lahir dengan nama Ayu Rosmalina, putri dari pasangan Abdul Rojak dan Umi Kalsum. Sejak kecil, Ayu dikenal sebagai anak yang aktif dan gemar bernyanyi. Nama “Ting Ting” ternyata bukan sekadar panggilan lucu, melainkan diambil dari lagu yang ia nyanyikan di awal kariernya. Produser menyarankan nama itu karena dianggap unik dan mudah diingat.
Kini, Ayu Ting Ting dikenal bukan hanya sebagai penyanyi dangdut, tetapi juga aktris, komedian, dan presenter. Perubahan nama tersebut terbukti membawa hoki besar dalam kariernya. Bahkan, ia termasuk artis yang masih populer hingga kini berkat kepribadian dan gaya panggungnya yang khas.
3. Nella Kharisma – Nella Tri Charisma
Nama Nella Kharisma memang tak jauh berbeda dari nama aslinya, Nella Tri Charisma. Lahir di Kediri pada 4 November 1994, penyanyi ini dikenal lewat lagu “Konco Mesra” yang melambungkan namanya secara nasional. Sejak kecil, Nella sudah akrab dengan dunia musik karena kedua orang tuanya juga berdarah seni.
Meski tidak mengubah namanya secara drastis, penyesuaian kecil ini membuat nama “Nella Kharisma” terdengar lebih lembut dan mudah melekat di hati penggemar. Kariernya yang bermula dari panggung kecil kini berkembang pesat hingga ke tingkat nasional.
4. Lesti Kejora – Lestiani
Penyanyi dangdut muda ini lahir dengan nama Lestiani pada 5 Agustus 1999 di Cianjur, Jawa Barat. Julukan “Kejora” datang dari lagu ciptaan Nur Bayan yang ia nyanyikan setelah memenangkan ajang D’Academy musim pertama. Nama itu kemudian melekat dan menjadi identitas panggungnya.
Lesti dikenal sebagai sosok penyanyi dengan suara khas dan penuh emosi. Ia telah memenangkan berbagai penghargaan dan bahkan dikenal sebagai salah satu diva dangdut muda Indonesia. Nama “Kejora” bukan sekadar panggilan, tetapi simbol bintang yang bersinar, sejalan dengan kariernya yang terus menanjak.
5. Iis Dahlia – Iis Laeliyah
Penyanyi senior Iis Dahlia ternyata memiliki nama asli Iis Laeliyah. Pergantian nama ini dilakukan atas saran produser agar kariernya mekar seperti bunga dahlia. Ia memulai karier sejak masih duduk di bangku sekolah dasar dan sudah tampil di berbagai panggung rakyat.
Iis dikenal berkat lagu “Tamu Tak Diundang” yang melambungkan namanya hingga masuk Museum Rekor Indonesia. Meski perjalanan awalnya penuh tantangan, nama “Dahlia” terbukti membawa keberuntungan besar. Kini ia menjadi salah satu ikon dangdut Indonesia dengan karier panjang yang konsisten.
6. Via Vallen – Maulidia Octavia
Nama aslinya adalah Maulidia Octavia, dan panggung “Via Vallen” terinspirasi dari album band rock idolanya, Evanescence – Fallen. Lahir di Surabaya pada 1 Oktober 1991, Via mulai bernyanyi sejak usia 15 tahun. Popularitasnya meroket lewat lagu “Sayang” yang viral di seluruh Indonesia.
Keputusan mengganti nama menjadi Via Vallen terbukti jitu. Nama itu terdengar modern dan memiliki nuansa internasional. Selain sukses di musik dangdut, Via juga dikenal berkat perannya dalam menyanyikan lagu tema Asian Games 2018 berjudul “Meraih Bintang”.
7. Ikke Nurjanah – Hartini Erpi Nurjanah
Penyanyi bersuara khas ini lahir dengan nama Hartini Erpi Nurjanah pada 18 Mei 1974. Sejak kecil, Ikke tumbuh di lingkungan yang sarat seni dan musik Melayu. Ia sempat bercita-cita menjadi guru TK, namun nasib membawanya ke panggung dangdut.
Nama panggungnya dipilih untuk mempermudah pengenalan publik. Seiring waktu, Ikke dikenal luas dengan lagu-lagu hits seperti Terlena dan Memandangmu. Gaya sopan dan elegan membuatnya berbeda dari kebanyakan penyanyi dangdut lain di masanya.
8. Cici Faramida – Hamidah Idham
Hamidah Idham, nama asli Cici Faramida, lahir pada 7 September 1973. Sejak kecil, ia tumbuh di keluarga yang dekat dengan musik gambus dan qasidah. Nama panggung “Cici” dan tambahan “Faramida” dipilih agar terdengar anggun dan mudah dikenal publik.
Kariernya melejit berkat lagu “RT.05/RW.03” dan “Wulan Merindu”. Ia bahkan tergabung dalam trio 3 Kembang bersama Ikke Nurjanah dan Kristina. Meski kini jarang tampil di televisi, Cici tetap aktif bernyanyi di berbagai acara off air dan dikenal sebagai penyanyi berkelas.
9. Zaskia Gotik – Surkianih
Nama asli Zaskia Gotik adalah Surkianih. Sebelum dikenal luas, ia sempat menggunakan nama Zaskia Shinta. Julukan “Gotik” sendiri merupakan kependekan dari “Goyang Itik”, yang menjadi ciri khasnya di atas panggung.
Perjalanan karier Zaskia dimulai dari kafe ke kafe hingga akhirnya merilis lagu “Satu Abad”. Meski sempat menuai kontroversi, Zaskia berhasil mempertahankan eksistensinya di dunia hiburan. Ia bahkan meraih rekor MURI atas pembuatan tujuh video klip dalam satu hari.
10. Dewi Perssik – Dewi Murya Agung
Dewi Murya Agung memilih nama panggung Dewi Perssik karena ingin kariernya semanis dan seberuntung buah persik. Ia mulai dikenal lewat lagu “Bintang Pentas” pada tahun 2003. Goyangan khasnya yang dikenal sebagai “Goyang Gergaji” menjadikannya salah satu ikon dangdut paling kontroversial namun sukses.
Sejak saat itu, nama Dewi Perssik semakin melejit dan digunakan di berbagai proyek hiburan. Kini ia bukan hanya penyanyi, tapi juga aktris dan presenter ternama. Nama “Perssik” telah menjadi brand pribadi yang kuat di dunia hiburan Indonesia.
11. Tasya Rosmala – Najwa Camila Tasya
Penyanyi muda berbakat ini ternyata lahir dengan nama Najwa Camila Tasya. Sejak usia enam tahun, ia sudah aktif bernyanyi dan tampil bersama orkes New Pallapa. Julukan “Ratu Gopo” disematkan padanya berkat energi luar biasa di atas panggung.
Tasya dikenal memiliki suara khas dan cengkok yang kuat. Popularitasnya semakin meningkat sejak memenangkan penghargaan Penyanyi Dangdut Pendatang Baru Terpopuler 2017. Kini, Tasya menjadi salah satu penyanyi muda yang diperhitungkan di industri dangdut tanah air.
12. Inul Daratista – Ainur Rokhimah
Nama Ainur Rokhimah mungkin jarang terdengar, tapi begitu disebut Inul Daratista, semua orang langsung mengenalinya. Lahir pada 21 Januari 1979, Inul memulai kariernya di panggung rakyat Pasuruan, Jawa Timur. Julukan “Ratu Goyang Ngebor” melekat kuat setelah video penampilannya viral di awal 2000-an.
Perjalanan karier Inul penuh lika-liku, dari kontroversi hingga kesuksesan besar. Kini ia tak hanya dikenal sebagai penyanyi dangdut, tapi juga pengusaha sukses lewat bisnis karaoke “Inul Vizta”. Nama panggungnya telah menjadi ikon budaya pop Indonesia.
13. Happy Asmara – Heppy Rismanda Hendranata
Nama asli Heppy Rismanda Hendranata mungkin belum banyak diketahui publik. Namun, di dunia musik Jawa dan dangdut, ia lebih dikenal sebagai Happy Asmara. Kariernya melejit lewat lagu “Tak Ikhlasno” dan “Dalan Liyane”.
Keputusan memakai nama “Happy Asmara” membawa kesan positif dan romantis, sesuai dengan lagu-lagunya yang emosional. Kini ia digadang sebagai penerus penyanyi dangdut modern dengan gaya khas yang mudah diterima semua kalangan.
14. Iyeth Bustami – Sri Barat
Penyanyi bersuara melayu ini lahir dengan nama Sri Barat. Dalam perjalanan kariernya, ia memilih nama panggung Iyeth Bustami untuk menegaskan identitas sebagai penyanyi Melayu Riau. Gaya vokalnya yang khas membuatnya dijuluki Ratu Dangdut Melayu.
Iyeth dikenal karena kemampuannya membawakan lagu-lagu bernuansa klasik dan religius dengan penuh penghayatan. Nama panggungnya kini sudah menjadi simbol musik Melayu yang elegan dan berkelas di Indonesia.
15. Evie Tamala – Cucu Suryaningsih
Nama asli penyanyi legendaris ini adalah Cucu Suryaningsih. Lahir di Tasikmalaya pada 23 Juni 1969, ia sempat memakai nama panggung “Uce Arifina” sebelum akhirnya dikenal luas sebagai Evie Tamala. Nama “Tamala” diambil dari kota kelahirannya, Tasikmalaya.
Album “Dokter Cinta” menjadi titik balik kesuksesan Evie yang kemudian disusul berbagai hits seperti “Selamat Malam” dan “Cinta Ketok Magic”. Pergantian nama ternyata membawa hoki besar hingga menjadikannya salah satu diva dangdut Indonesia.
Pertanyaan seputar Nama Asli Penyanyi Wanita Populer
1. Kenapa banyak penyanyi memakai nama panggung?
Karena nama panggung dianggap lebih mudah diingat, terdengar komersial, dan membawa hoki bagi karier mereka.
2. Siapa penyanyi dangdut pertama yang terkenal dengan nama panggung?
Salah satunya adalah Rhoma Irama, yang sejak awal memakai nama itu sebagai identitas seni.
3. Apakah semua penyanyi wajib punya nama panggung?
Tidak wajib, tapi kebanyakan artis memilihnya untuk branding dan kemudahan publik mengenali mereka.
4. Siapa penyanyi yang nama aslinya paling berbeda dari nama panggung?
Dewi Perssik dan Inul Daratista termasuk yang paling berbeda dari nama lahir mereka.
5. Apakah mengganti nama bisa membawa keberuntungan karier?
Banyak artis percaya demikian, dan dalam banyak kasus, perubahan nama memang berbanding lurus dengan peningkatan popularitas.

16 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451600/original/031882500_1766313406-WhatsApp_Image_2025-12-21_at_16.57.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468585/original/034598300_1767959556-0S6A9595.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468678/original/076856500_1767969026-marcilio.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5252012/original/033282800_1749821887-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Logo_BRI_Liga_1_Musim_2025-2026_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425991/original/075095000_1764245229-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468498/original/092919300_1767953415-Gemini_Generated_Image_u1lw2lu1lw2lu1lw_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468401/original/087295300_1767949295-desain_rumah_ramah_lingkungan_dengan_kebun_sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468193/original/036313500_1767943439-Menanam_Bayam_Brazil__Freepik_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468247/original/071741300_1767945238-Gemini_Generated_Image_29gf6329gf6329gf_2.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5135707/original/002195800_1739783758-Tekel_Horor_Rizky_Ridho_Beckham_Putra-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468317/original/036480100_1767946952-Gemini_Generated_Image_z8zpvuz8zpvuz8zp_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468495/original/048198200_1767953205-0S6A8909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425298/original/063734000_1764220674-Camilan_pedas_kemasan_bertema_natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468168/original/002527300_1767942851-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5467981/original/006725400_1767939062-James_vs_Hubner.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468096/original/009926300_1767941918-Taman_Gantung_di_Railing_Mezzanine__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468141/original/090262900_1767942510-Gemini_Generated_Image_vlyqnavlyqnavlyq_2.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362363/original/078170300_1758861319-unnamed__7_.jpg)