Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas masyarakat akan meningkat setelah jam 15.00 WIB sore, selama bulan Ramadan. Di momen ini, banyak warga yang mencari kebutuhan makanan dan minuman siap konsumsi untuk membatalkan puasa di waktu berbuka. Kondisi ini kemudian membuka peluang usaha di pinggir jalan yang dapat dijalankan dengan mudah dan keuntungan berlimpah.
Di momen ini, kebiasaan masyarakat akan berfokus dalam mencari produk makanan yang dapat langsung dikonsumsi, mudah dibawa, dan tidak membutuhkan pengolahan lanjutan. Ini yang kemudian bisa dimanfaatkan dengan membuat produk sederhana tetap memiliki perputaran cepat, selama ditempatkan di lokasi yang tepat dan disajikan dengan cara yang rapi.
Usaha skala kecil memang menjanjikan dan berpeluang besar laris manis. Jika dikelola dengan baik dan telaten, cara tersebut bisa menjadi salah satu jalan untuk menambah pundi-pundi rezeki di bulan Ramadan 2026. Lantas usaha apa saja yang bisa memperoleh cuan berlimpah? Simak informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (6/1).
1. Es Teh Manis Cup
Es teh manis menjadi minuman yang hampir selalu dicari saat berbuka karena dapat langsung dikonsumsi tanpa menunggu. Produk ini tidak bergantung pada tren dan dapat dijual kepada semua kelompok pembeli. Proses penyajian dapat dilakukan di tempat jualan tanpa alat tambahan yang rumit.
Modal awal berkisar Rp170.000 hingga Rp200.000 untuk teh celup, gula, es batu, cup plastik, dan sedotan. Harga jual dapat ditetapkan Rp3.000 per cup dengan ukuran yang konsisten. Display cukup menggunakan meja kecil dan wadah es tertutup agar proses pengambilan terlihat rapi.
Jika terjual 60 cup dalam satu sore, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan rata-rata Rp90.000 sehingga sisa dana dapat digunakan sebagai keuntungan dan pembelian stok untuk hari berikutnya.
2. Es Jeruk Peras
Es jeruk peras sering dipilih karena dibuat langsung dan dapat dilihat prosesnya oleh pembeli. Produk ini tidak membutuhkan variasi tambahan untuk menarik perhatian. Penjualan dapat difokuskan pada satu ukuran cup agar proses lebih cepat.
Modal awal sekitar Rp220.000 digunakan untuk jeruk, gula, es batu, cup, dan alat peras manual. Harga jual dapat ditetapkan Rp5.000 per cup dengan penyesuaian ukuran. Display dibuat sederhana dengan jeruk yang terlihat agar pembeli memahami bahan yang digunakan. Jika terjual 40 cup, omzet mencapai Rp200.000. Biaya bahan sekitar Rp110.000 sehingga sisa dana dapat langsung dihitung sebagai hasil bersih harian.
3. Gorengan Campur
Gorengan selalu dibeli sebagai pelengkap berbuka dan sering dibeli dalam jumlah lebih dari satu. Produk ini dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia di pasar harian. Penjual dapat mengatur jumlah produksi agar tidak tersisa banyak.
Modal awal berkisar Rp200.000 untuk tepung, minyak, tahu, tempe, dan gas. Harga jual dapat ditetapkan Rp1.500 per buah dengan ukuran seragam. Display menggunakan etalase terbuka agar pembeli dapat memilih langsung. Jika terjual 150 buah, omzet mencapai Rp225.000. Biaya bahan sekitar Rp120.000 sehingga sisa dapat digunakan untuk kebutuhan harian dan modal ulang.
4. Risol Isi Sayur
Risol isi sayur sering dijadikan stok berbuka karena dapat disimpan beberapa jam sebelum dikonsumsi. Produk ini dapat diproduksi lebih awal sehingga waktu jualan lebih singkat. Penjualan dapat dilakukan satuan atau paket.
Modal awal sekitar Rp230.000 mencakup kulit risol, isian sayur, minyak, dan kemasan. Harga jual dapat ditetapkan Rp3.000 per buah. Display rapi dengan susunan sejajar agar mudah dihitung oleh pembeli. Jika terjual 60 buah, omzet mencapai Rp180.000. Biaya produksi sekitar Rp100.000 sehingga sisa dana dapat dicatat sebagai hasil bersih.
5. Dadar Gulung
Dadar gulung sering dibeli sebagai pendamping minuman berbuka. Ukuran dapat dibuat seragam agar harga mudah dipahami pembeli. Produk ini tidak memerlukan pendingin selama waktu jualan singkat.
Modal awal berkisar Rp170.000 untuk tepung, gula, kelapa parut, dan pewarna makanan. Harga jual dapat ditetapkan Rp2.500 per buah. Pengemasan menggunakan kertas minyak agar mudah dibawa. Jika terjual 70 buah, omzet mencapai Rp175.000. Biaya bahan sekitar Rp85.000 sehingga sisa dapat digunakan untuk perputaran hari berikutnya.
6. Kolak Pisang
Kolak pisang menjadi menu berbuka yang dibeli hampir setiap hari selama Ramadan. Produk ini dapat dijual dalam cup atau plastik sesuai kebiasaan pembeli. Penjualan dapat dilakukan dari satu wadah besar.
Modal awal sekitar Rp200.000 mencakup pisang, santan, gula, daun pandan, dan kemasan. Harga jual dapat ditetapkan Rp5.000 per porsi. Display menggunakan panci tertutup agar tetap bersih. Jika terjual 40 porsi, omzet mencapai Rp200.000. Biaya bahan sekitar Rp110.000 sehingga sisa dana dapat dibagi untuk modal ulang dan keuntungan.
7. Es Campur Sederhana
Es campur dengan isian dasar banyak dipilih karena tidak memerlukan variasi yang rumit. Produk ini dapat disiapkan sebagian dari rumah dan diracik di lokasi jualan. Proses penyajian cepat jika alur kerja rapi.
Modal awal sekitar Rp250.000 mencakup cincau, agar, sirup, susu, es, dan cup. Harga jual dapat ditetapkan Rp7.000 per cup. Display dijaga tertutup agar bahan tetap bersih. Jika terjual 35 cup, omzet mencapai Rp245.000. Biaya bahan sekitar Rp130.000 sehingga sisa dapat dicatat sebagai hasil bersih harian.
8. Tahu Isi
Tahu isi sering dibeli sebagai lauk tambahan berbuka. Produk ini dapat diisi dengan berbagai varian, mulai dari sayuran, daging ayam sampai telur. Penjual dapat mengatur jumlah agar tidak banyak sisa, termasuk mengemasnya agar menarik minat pelanggan.
Untuk berjualan inu, modal awal sekitar Rp180.000 mencakup tahu, sayur isian, tepung, dan minyak. Harga jual dapat ditetapkan Rp2.000 per buah. Display menggunakan rak terbuka agar pembeli mudah memilih. Jika terjual 100 buah, omzet mencapai Rp200.000. Biaya bahan sekitar Rp100.000 sehingga sisa dana dapat dihitung dengan jelas.
9. Pisang Goreng
Pisang goreng dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia dan sering dibeli lebih dari satu potong. Produk ini tidak bergantung pada tren dan dapat dijual setiap hari, karena cita rasanya yang manis dan renyah. Proses produksinya juga tidak ribet dan dapat dilakukan oleh siapapun.
Modal awal sekitar Rp160.000 mencakup pisang, tepung, dan minyak. Harga jual dapat ditetapkan Rp2.000 per potong. Pengemasan menggunakan kertas atau plastik kecil. Jika terjual 80 potong, omzet mencapai Rp160.000. Biaya bahan sekitar Rp80.000 sehingga sisa dapat digunakan untuk kebutuhan harian.
10. Es Susu Sachet
Es susu berbahan sachet banyak dipilih karena proses pembuatan cepat dan bahan mudah disimpan. Produk ini cocok dijual di lokasi dengan lalu lintas pejalan kaki, termasuk di jalan-jalan perkampungan. Anda bisa menjajakannya di pinggir jalan menggunakan lapak meja ataupun wadah besar, sembari menunggu pelanggan datang.
Modal awal sekitar Rp150.000 mencakup susu sachet, gula, es, dan cup. Harga jual dapat ditetapkan Rp4.000 per cup. Display dibuat ringkas agar proses penyajian cepat. Jika terjual 40 cup, omzet mencapai Rp160.000. Biaya bahan sekitar Rp90.000 sehingga sisa dana dapat dicatat sebagai hasil.
11. Kue Cucur
Kue cucur sering dibeli menjelang berbuka sebagai camilan pendamping minuman. Produk ini dapat diproduksi dari rumah sehingga waktu jualan lebih singkat dan berpeluang besar disukai karena cita rasanya yang manis gurih dan mudah disantap, sehingga cocok sebagai camilan berbuka puasa.
Modal awal sekitar Rp170.000 mencakup tepung, gula merah, dan minyak. Harga jual dapat ditetapkan Rp3.000 per buah. Pengemasan menggunakan kertas agar mudah dibawa. Jika terjual 50 buah, omzet mencapai Rp150.000. Biaya bahan sekitar Rp80.000 sehingga sisa dana dapat digunakan untuk modal ulang.
12. Bubur Sumsum
Bubur sumsum sering dikonsumsi saat berbuka dan juga dibeli untuk sahur. Produk ini dapat dijual dalam cup kecil agar mudah dibagi, dengan penjualan santan dan gula Jawa cair yang terpisah.
Modal awal sekitar Rp190.000 mencakup tepung beras, santan, gula, dan cup. Harga jual dapat ditetapkan Rp5.000 per cup. Display menggunakan wadah tertutup. Jika terjual 35 cup, omzet mencapai Rp175.000. Biaya bahan sekitar Rp95.000 sehingga sisa dana dapat dihitung langsung.
13. Es Cincau
Es cincau dipilih karena proses penyajian sederhana dan bahan mudah didapat. Produk ini tidak memerlukan alat khusus, dan Anda hanya membutuhkan kemampuan mengemas serta mengkombinasikannya dengan isian tambahan seperti buah nangka atau susu, sesuai selera yang disukai pembeli.
Modal awal sekitar Rp160.000 mencakup cincau, gula, es, dan cup. Harga jual dapat ditetapkan Rp4.000 per cup. Display dijaga rapi agar bahan terlihat bersih. Jika terjual 45 cup, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp90.000 sehingga sisa dana dapat dicatat.
14. Bakwan Sayur
Bakwan sayur sering dibeli sebagai pelengkap menu berbuka. Produk ini disukai karena praktis, dengan cita rasa gurih yang nikmat. Bakwan sendiri dapat digoreng bertahap untuk menjaga stok, dengan Anda harus menyediakan adonan sekali tuang di wajah panas. Proses menggoreng pun tak lama, dengan prospek laris manis yang cepat.
Modal awal sekitar Rp180.000 mencakup sayur, tepung, dan minyak. Harga jual dapat ditetapkan Rp2.000 per buah. Display menggunakan rak terbuka. Jika terjual 90 buah, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp95.000 sehingga sisa dapat dihitung dengan jelas.
15. Pastel Mini
Pastel ukuran kecil mudah dijual satuan dan sering dibeli lebih dari satu. Produk ini dapat diproduksi lebih awal, dengan sejumlah isian agar menarik pembeli seperti potongan wortel kentang, daging ayam maupun telur bumbu pedas dan soon.
Modal awal sekitar Rp230.000 mencakup kulit pastel, isian, minyak, dan kemasan. Harga jual dapat ditetapkan Rp3.000 per buah. Display dibuat sejajar. Jika terjual 60 buah, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp110.000 sehingga sisa dapat dicatat.
16. Es Buah Potong
Es buah potong banyak dipilih karena isi terlihat jelas dan membuat ngiler siapapun yang menyaksikan displaynya. Produk ini dapat disiapkan dari rumah, dengan memotong dadu buah-buahan seperti semangka, melon, bonteng suri, ataupun blewah.
Modal awal sekitar Rp250.000 mencakup buah, es, dan cup. Harga jual dapat ditetapkan Rp7.000 per cup. Display dijaga tertutup. Jika terjual 35 cup, omzet mencapai Rp245.000. Biaya bahan sekitar Rp135.000 sehingga sisa dana dapat dihitung.
17. Donat Goreng
Donat sering dibeli sebagai camilan berbuka. Produk ini dapat diproduksi siang hari, dengan sebelumnya Anda telah membuat adonan siap goreng, sehingga tidak menunggu waktu lama saat dijajakan. Anda juga bisa menyiapkan gula Jawa bubuk atau gula putih tabur sebagai tambahan toping.
Modal awal sekitar Rp200.000 mencakup tepung, ragi, gula, dan minyak. Harga jual dapat ditetapkan Rp3.000 per buah. Pengemasan sederhana. Jika terjual 60 buah, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp100.000 sehingga sisa dana dapat dicatat.
18. Roti Goreng Isi
Roti goreng isi sering dibeli karena dapat langsung dikonsumsi. Isi dapat disesuaikan stok, seperti irisan telur, sosis, suwiran daging ayam atau bahkan sayuran bumbu yang dicincang kecil-kecil seperti isian pastel.
Modal awal sekitar Rp220.000 mencakup roti, isian, minyak, dan kemasan. Harga jual dapat ditetapkan Rp4.000 per buah. Display rapi. Jika terjual 45 buah, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp110.000 sehingga sisa dana dapat dihitung.
19. Es Sirup
Es sirup banyak dipilih karena bahan awet, cita rasa segar dan penyajiannya yang cepat. Produk ini cocok untuk penjual pemula, karena Anda tidak perlu menyiapkan bahan-bahan lainnya selain sirup botol, air mineral, es batu kristal sedotan serta gelas cup plastik. Sajian ini juga mudah dibuat dan sangat prospen sebagai ide jualan di kala Ramadan.
Modal awal sekitar Rp150.000 mencakup sirup, es, dan cup. Harga jual dapat ditetapkan Rp3.000 per cup. Display ringkas. Jika terjual 60 cup, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp80.000 sehingga sisa dana dapat dicatat.
20. Kue Lumpur
Kue lumpur sering dibeli sebagai camilan berbuka. Produk ini disukai karena teksturnya yang lembut dengan cita rasa manis dan legit menggugah selera. Kue lumpur dapat diproduksi dari rumah dan Anda hanya tinggal mengemasnya ke dalam plastik kecil, lalu dijajakan saat sore hari bulan Ramadan.
Modal awal sekitar Rp200.000 mencakup kentang, tepung, gula, dan minyak. Harga jual dapat ditetapkan Rp3.000 per buah. Pengemasan sederhana. Jika terjual 50 buah, omzet mencapai Rp150.000. Biaya bahan sekitar Rp85.000 sehingga sisa dana dapat dihitung.
21. Martabak Mini
Martabak ukuran kecil mudah dijual satuan. Produk ini tidak memerlukan topping banyak, dan hanya beberapa saja seperti meses, susu, kacang tumbuk tabur ataupun susu kental manis putih dan cokelat.
Modal awal sekitar Rp250.000 mencakup adonan, topping dasar, dan gas. Harga jual dapat ditetapkan Rp5.000 per buah. Display sederhana. Jika terjual 40 buah, omzet mencapai Rp200.000. Biaya bahan sekitar Rp120.000 sehingga sisa dana dapat dicatat.
22. Es Jelly
Es jelly sering dipilih karena dapat disiapkan sebelumnya. Penyajian cepat saat jualan, dan Anda hanya mengisi gelas cup dengan potongan jelly, gula cair ataupun sirup, selasih, air mineral dan es kristal.
Modal awal sekitar Rp170.000 mencakup bubuk jelly, gula, dan cup. Harga jual dapat ditetapkan Rp4.000 per cup. Display bersih. Jika terjual 45 cup, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp90.000 sehingga sisa dana dapat dihitung.
23. Kue Apem
Kue apem sering dibeli menjelang berbuka. Produk ini mudah dibuat. dengan bahan utama berupa adonan dari tepung beras, santan serta gula pasir (opsional). Prosesnya pun tidak sulit, karena Anda hanya membutuhkan alat masak cetak kecil.
Modal awal sekitar Rp180.000 mencakup tepung, gula, dan ragi. Harga jual dapat ditetapkan Rp3.000 per buah. Pengemasan sederhana. Jika terjual 55 buah, omzet mencapai Rp165.000. Biaya bahan sekitar Rp85.000 sehingga sisa dana dapat dicatat.
24. Es Milo
Es milo banyak dibeli oleh pembeli muda karena cita rasanya khas dan segar saat diminum ketika berbuka puasa. Produk ini juga mudah diracik, dengan Anda hanya membutuhkan cup, milo bungkus besar, gula pasir (opsional) serta jika diperlukan susu SKM dan es batu kristal.
Modal awal sekitar Rp200.000 mencakup bubuk, susu, dan cup. Harga jual dapat ditetapkan Rp6.000 per cup. Display ringkas. Jika terjual 35 cup, omzet mencapai Rp210.000. Biaya bahan sekitar Rp120.000 sehingga sisa dana dapat dihitung.
25. Sosis Goreng
Sosis goreng menjadi takjil yang juga sering dibeli anak-anak dan remaja. Produk ini cepat disajikan, dengan Anda hanya menyediakan tusuk sate, bumbu bakaran sederhana dari margarin, kecap dan saus, serta tambahan cocolan bercita rasa pedas gurih.
Modal awal sekitar Rp170.000 mencakup sosis dan minyak. Harga jual dapat ditetapkan Rp2.000 per tusuk. Display terbuka. Jika terjual 90 tusuk, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp90.000 sehingga sisa dana dapat dicatat.
26. Kue Talam
Kue talam sering dijual sebagai kue basah berbuka. Produk ini dijual potongan kecil dengan cara dikemas plastik ataupun dimasukkan ke dalam wadah kota berbahan karton agar mudah dijual.
Modal awal sekitar Rp220.000 mencakup tepung, santan, dan gula. Harga jual dapat ditetapkan Rp4.000 per potong. Display rapi. Jika terjual 45 potong, omzet mencapai Rp180.000. Biaya bahan sekitar Rp100.000 sehingga sisa dana dapat dihitung.
27. Es Kopi Gula
Es kopi gula biasa atau gula aren dibeli sebagian pembeli untuk berbuka. Produk ini sederhana, karena hanya membutihkan kopi instan yang mudah larut, es batu, air hangat untuk menyeduh, susu UHT dan cairan gula aren.
Modal awal sekitar Rp180.000 mencakup kopi, gula, dan es. Harga jual dapat ditetapkan Rp5.000 per cup. Display ringkas. Jika terjual 40 cup, omzet mencapai Rp200.000. Biaya bahan sekitar Rp100.000 sehingga sisa dana dapat dicatat.
28. Ketan Serundeng
Ketan serundeng dijual dalam bungkus kecil. Produk ini dapat disiapkan dari rumah dan tinggal dijajakan saat sore hari.
Modal awal sekitar Rp200.000 mencakup beras ketan, kelapa, dan gula. Harga jual dapat ditetapkan Rp5.000 per bungkus. Display sederhana. Jika terjual 40 bungkus, omzet mencapai Rp200.000. Biaya bahan sekitar Rp110.000 sehingga sisa dana dapat dihitung.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Jualan apa yang paling dicari saat bulan puasa?
Minuman dingin dan makanan siap konsumsi yang dibeli menjelang berbuka.
2. Berapa modal jualan takjil pinggir jalan?
Modal awal umumnya Rp150.000 hingga Rp250.000 tergantung jenis produk.
3. Jam berapa waktu jualan paling ramai?
Biasanya mulai pukul 16.30 hingga mendekati waktu berbuka.
4. Apakah harus jual banyak jenis takjil?
Tidak. Satu produk dengan stok cukup sudah dapat dijalankan.
5. Bagaimana cara hitung keuntungan harian?
Hitung selisih antara omzet penjualan dan total biaya bahan hari itu.

1 day ago
8
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399834/original/013519200_1762014183-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466073/original/019268500_1767798454-psms.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5135094/original/034364800_1739723517-foto_berita_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198302/original/043556500_1666264639-shutterstock_1512654956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423420/original/003871000_1764061981-Menggoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465281/original/051871800_1767763718-Pakan_Ternak_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464591/original/053798500_1767695765-kamar_mandi_lembab_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465907/original/015748300_1767779912-Detergen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458199/original/012280200_1767074008-Kebun_Sayur_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465794/original/008294800_1767776622-model4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5228947/original/067300900_1747900323-f94905fe-9af1-49af-95d4-5d5d894ed04b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465756/original/034701800_1767775650-rumah_subsidi_pagar_rendah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186154/original/002510000_1744555599-Kolase_-_Nova_Arianto_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465684/original/063900500_1767773775-noda_kunyit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466016/original/064324600_1767790256-KEbun_Sayur_di_Talang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465666/original/079938300_1767773449-Pagar_Besi_Rel_Atas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465623/original/068657700_1767772650-ilustrasi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460479/original/070294400_1767252745-gambar5.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)