5 Kesalahan Menggoreng yang Bikin Cipratan Minyak ke Mana-Mana, Ini Cara Menghindarinya

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menggoreng merupakan metode memasak favorit banyak orang, namun seringkali tantangan utama yang dihadapi adalah cipratan minyak. Percikan minyak panas ini tidak hanya mengotori area dapur, tetapi juga berisiko menyebabkan luka bakar pada kulit. Fenomena ini umum terjadi dan dapat mengganggu kenyamanan saat memasak.

Penyebab utama cipratan minyak adalah interaksi antara minyak bersuhu tinggi dengan kandungan air yang masih tersisa pada bahan makanan atau alat masak. Ketika air bertemu dengan minyak panas, ia akan menguap secara cepat dan menciptakan letupan atau percikan minyak yang agresif. Kondisi ini menuntut pemahaman mendalam tentang cara mengatasinya.

Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi setiap individu yang gemar memasak untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan. Berikut lima kesalahan fatal saat menggoreng yang menyebabkan cipratan minyak dan memberikan solusi praktis untuk menghindarinya. Berikut selengkapnya:

Hindari Kelembapan Berlebih pada Bahan Makanan dan Wajan

Salah satu pemicu utama cipratan minyak adalah keberadaan air pada bahan makanan atau wajan yang digunakan. Air yang bercampur dengan minyak panas akan segera menghasilkan letupan yang tidak diinginkan. Semakin tinggi kandungan air pada bahan makanan, semakin besar pula potensi minyak untuk terciprat ke mana-mana.

Untuk mencegahnya, pastikan wajan benar-benar kering sebelum menuangkan minyak. Anda bisa memanaskan wajan kosong sebentar di atas kompor atau mengeringkannya dengan tisu dapur. Selain itu, keringkan bahan makanan secara menyeluruh dengan menepuk-nepuknya menggunakan kertas dapur atau handuk bersih sebelum proses penggorengan dimulai.

Perhatikan juga pemilihan bumbu yang digunakan pada makanan yang akan digoreng. Usahakan bumbu tidak mengandung banyak air; jika terpaksa, gunakan seminimal mungkin untuk mengurangi risiko cipratan. Mengurangi kelembapan adalah kunci utama untuk menggoreng dengan aman dan bersih.

Kontrol Suhu Minyak Agar Tidak Terlalu Panas

Suhu minyak yang terlalu panas merupakan faktor penting lain yang memicu cipratan minyak saat menggoreng. Minyak yang berasap tidak hanya mudah memercik, tetapi juga dapat mengurangi kualitas dan nutrisi makanan yang digoreng. Suhu api yang terlalu tinggi dapat menyebabkan letupan minyak yang agresif.

Untuk menghindari hal ini, gunakan api sedang saat menggoreng. Panaskan minyak secara bertahap hingga mencapai suhu ideal untuk proses penggorengan. Hindari memanaskan minyak hingga berasap, karena ini adalah indikasi bahwa minyak sudah terlalu panas dan berpotensi memercik.

Anda bisa menguji suhu minyak dengan memasukkan sedikit bahan makanan atau spatula kayu ke dalamnya. Jika sudah terlihat berbusa di sekitar objek tersebut, artinya minyak sudah siap digunakan. Mengontrol suhu minyak dengan tepat akan meminimalkan risiko cipratan dan menjaga kualitas masakan.

Sesuaikan Kuantitas Minyak Goreng dengan Tepat

Kuantitas minyak goreng yang tidak tepat juga dapat menjadi penyebab cipratan minyak yang mengganggu. Minyak yang terlalu banyak atau terlalu sedikit saat menggoreng dapat memicu letupan yang tidak diinginkan. Keseimbangan jumlah minyak sangat krusial untuk proses penggorengan yang aman.

Minyak yang terlalu sedikit seringkali menyebabkan makanan tidak terendam sempurna, sehingga bagian makanan yang basah terkena minyak panas dan menimbulkan cipratan. Sebaliknya, minyak yang terlalu banyak bisa meluap saat bahan makanan dimasukkan. Oleh karena itu, penyesuaian jumlah minyak sangat penting.

Idealnya, minyak mengisi sekitar sepertiga kedalaman wajan yang digunakan. Pastikan jumlah minyak cukup untuk menutupi makanan yang digoreng, namun tidak sampai terlalu penuh. Menggunakan wajan yang sesuai dan mengisi minyak dengan takaran yang pas akan membantu mengurangi risiko cipratan.

Hindari Menggoreng Makanan Beku Langsung dari Kulkas

Menggoreng makanan beku atau yang baru keluar dari kulkas secara langsung adalah kesalahan umum yang sering menyebabkan cipratan minyak. Makanan beku memiliki kandungan es atau uap air yang tinggi. Ketika es atau uap air ini bertemu dengan minyak panas, reaksi yang terjadi dapat memicu cipratan yang kuat.

Untuk mencegah hal ini, biarkan makanan beku mencair sepenuhnya sebelum digoreng. Proses pencairan ini akan mengurangi kandungan air beku di dalamnya. Setelah mencair, keringkan permukaan makanan dengan seksama menggunakan tisu dapur untuk menghilangkan sisa kelembapan.

Memasukkan makanan yang masih dingin atau mengandung es ke dalam minyak panas adalah resep pasti untuk cipratan yang berbahaya. Dengan memastikan makanan berada pada suhu ruang dan kering sebelum digoreng, Anda dapat mengurangi risiko cipratan secara signifikan. Ini adalah langkah sederhana namun efektif untuk keamanan di dapur.

Gunakan Minyak Goreng yang Bersih dan Baru

Penggunaan minyak goreng yang sudah terpakai berulang kali atau kotor juga menjadi penyebab cipratan minyak. Minyak bekas cenderung rentan tercemar oleh air, bumbu, dan sisa bahan makanan lain dari penggorengan sebelumnya. Kontaminan ini dapat memicu letupan saat minyak dipanaskan kembali.

Untuk hasil terbaik dan menghindari cipratan, usahakan untuk menggunakan minyak baru setiap kali menggoreng. Minyak baru memiliki stabilitas yang lebih baik dan tidak mengandung kontaminan yang dapat bereaksi dengan panas. Hal ini akan meminimalkan risiko percikan minyak yang tidak diinginkan.

Jika terpaksa menggunakan minyak bekas, pastikan minyak tersebut telah disaring dengan baik untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Namun, tetap disarankan untuk memprioritaskan penggunaan minyak baru, terutama untuk menggoreng dalam jumlah besar. Minyak yang bersih menjamin proses menggoreng yang lebih aman dan hasil masakan yang lebih baik.

Tips Tambahan untuk Mengurangi Cipratan Minyak

  • Taburkan sedikit garam dapur atau tepung terigu ke dalam minyak panas sebelum menggoreng untuk menyerap kelembapan dan menstabilkan suhu minyak.
  • Gunakan penutup wajan, terutama yang berlubang atau saringan, untuk menahan cipratan minyak sambil membiarkan uap keluar agar makanan tetap renyah.
  • Hindari terlalu sering membolak-balik makanan karena dapat membuat minyak lebih mudah meletup.
  • Gunakan wajan cekung atau tinggi untuk membantu menahan minyak agar tidak mudah terciprat keluar.
  • Kenakan pakaian berlengan panjang saat menggoreng untuk perlindungan diri dari percikan minyak.
  • Masukkan bahan makanan ke dalam minyak dengan perlahan dan hati-hati, hindari menjatuhkannya dari ketinggian.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Mengapa minyak goreng bisa memercik saat menggoreng?

Minyak goreng memercik karena adanya kandungan air yang bertemu dengan minyak bersuhu tinggi. Air akan langsung menguap dan menimbulkan letupan yang mendorong minyak panas keluar dari wajan. Kondisi ini biasanya berasal dari bahan makanan yang basah, wajan lembap, atau minyak yang sudah tercampur air.

2. Apakah makanan beku boleh langsung digoreng?

Makanan beku sebaiknya tidak langsung digoreng karena masih mengandung es dan uap air. Saat dimasukkan ke minyak panas, air tersebut akan bereaksi cepat dan menyebabkan cipratan minyak yang berbahaya. Disarankan untuk mencairkan makanan hingga suhu ruang dan mengeringkannya terlebih dahulu sebelum digoreng.

3. Suhu minyak seperti apa yang aman agar tidak memercik?

Suhu minyak yang aman adalah panas sedang, tidak sampai berasap. Minyak yang terlalu panas lebih mudah memercik dan dapat merusak kualitas makanan. Minyak siap digunakan ketika muncul gelembung kecil saat diuji dengan spatula kayu atau potongan bahan makanan.

4. Apakah minyak bekas lebih mudah memercik saat digunakan?

Ya, minyak bekas cenderung lebih mudah memercik karena mengandung sisa air, bumbu, dan remah makanan. Kontaminan tersebut dapat memicu letupan saat minyak dipanaskan kembali. Untuk mengurangi risiko, gunakan minyak baru atau saring minyak bekas secara menyeluruh sebelum digunakan ulang.

5. Bagaimana cara sederhana mencegah cipratan minyak saat menggoreng?

Beberapa cara sederhana yang efektif antara lain memastikan bahan makanan dan wajan benar-benar kering, menggunakan api sedang, serta memasukkan makanan ke minyak secara perlahan. Menggunakan penutup wajan berlubang dan wajan dengan dinding tinggi juga dapat membantu menahan cipratan minyak.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|