30 Ide Usaha Rumahan Harian untuk Musim Puasa Rajab 2025: Peluang Cuan Stabil dari Rumah

1 month ago 34

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab 2025 menjadi salah satu momen penting bagi umat Muslim yang mulai meningkatkan ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah. Perubahan pola aktivitas ini turut memengaruhi kebutuhan konsumsi dan gaya hidup masyarakat. Kondisi tersebut membuka peluang usaha rumahan harian yang cukup menjanjikan.

Selama puasa Rajab, banyak orang mencari makanan praktis, minuman segar, hingga kebutuhan penunjang ibadah. Usaha rumahan dengan skala kecil justru memiliki keunggulan karena fleksibel dan dekat dengan konsumen. Modal yang dibutuhkan pun relatif terjangkau.

Bagi ibu rumah tangga, pekerja lepas, hingga karyawan yang ingin menambah penghasilan, musim puasa Rajab bisa dimanfaatkan secara optimal. Usaha harian memungkinkan perputaran uang lebih cepat. Risiko kerugian juga bisa ditekan dengan perencanaan yang matang.

Berikut 30 ide usaha rumahan harian yang relevan selama puasa Rajab 2025. Setiap ide dipilih berdasarkan kebutuhan nyata di masyarakat. Seluruhnya dapat dijalankan dari rumah dengan peralatan sederhana.

1. Jualan Takjil Rumahan

Takjil selalu menjadi menu yang paling dicari saat menjalankan puasa sunnah Rajab, terutama menjelang waktu berbuka. Banyak orang memilih membeli takjil karena ingin sesuatu yang praktis tanpa harus memasak sendiri setelah seharian berpuasa. Kondisi ini membuat usaha takjil rumahan hampir selalu memiliki pasar setiap harinya.

Menu takjil tidak harus rumit atau mahal, cukup yang familiar seperti kolak pisang, es buah, bubur sumsum, atau gorengan sederhana. Bahan-bahannya mudah didapat di pasar tradisional maupun warung terdekat. Proses pembuatannya pun bisa dilakukan sore hari sehingga tidak mengganggu aktivitas utama di rumah.

Keuntungan dari usaha ini berasal dari perputaran yang cepat karena takjil hanya dijual dan dikonsumsi di hari yang sama. Risiko sisa dagangan bisa ditekan dengan memproduksi sesuai perkiraan kebutuhan. Jika konsisten menjaga rasa, pembeli biasanya akan datang kembali secara rutin.

2. Lauk Siap Santap untuk Sahur

Banyak orang merasa kesulitan menyiapkan lauk sahur karena waktu yang terbatas dan kondisi tubuh yang masih mengantuk. Lauk siap santap menjadi solusi praktis karena bisa langsung disantap tanpa perlu memasak ulang. Hal inilah yang membuat usaha lauk sahur selalu dicari selama musim puasa Rajab.

Jenis lauk yang dijual sebaiknya sederhana dan familiar, seperti ayam goreng, tempe orek, telur balado, atau tumis sayur. Menu seperti ini lebih tahan disimpan dan cocok untuk berbagai selera. Produksi bisa dilakukan malam hari agar siap dijual sejak subuh.

Usaha ini cocok dijalankan dari dapur rumah dengan peralatan yang sudah ada. Sistem pre-order bisa membantu mengatur jumlah produksi agar tidak banyak sisa. Jika kualitas rasa terjaga, usaha lauk sahur berpotensi menjadi langganan harian.

Nasi box sahur banyak diminati oleh pekerja, mahasiswa, dan keluarga kecil yang ingin sahur praktis. Dengan satu paket lengkap, pembeli tidak perlu menyiapkan banyak menu sekaligus. Ini menjadi nilai tambah yang membuat nasi box lebih dipilih dibandingkan masakan satuan.

Isi nasi box tidak perlu terlalu mewah, yang penting mengenyangkan dan seimbang. Nasi, lauk sederhana, sambal, dan sayur sudah cukup memenuhi kebutuhan sahur. Harga yang terjangkau justru lebih menarik bagi pembeli harian.

Penjualan nasi box bisa dilakukan dengan sistem langganan selama beberapa hari puasa Rajab. Cara ini membantu menjaga kestabilan pendapatan. Selain itu, usaha nasi box mudah dipromosikan lewat grup WhatsApp lingkungan sekitar.

4. Minuman Herbal Hangat

Saat menjalankan puasa sunnah Rajab, banyak orang mulai memperhatikan kesehatan tubuh. Minuman herbal hangat seperti jahe, kunyit asam, atau wedang rempah menjadi pilihan karena dipercaya membantu menjaga stamina. Minuman ini juga cocok dikonsumsi saat sahur maupun berbuka.

Bahan minuman herbal relatif mudah ditemukan dan bisa diracik sendiri di rumah. Proses pembuatannya tidak membutuhkan alat khusus, hanya perlu ketel dan bahan alami. Aroma rempah yang khas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Minuman herbal bisa dijual dalam botol kecil atau gelas siap minum. Target pasarnya cukup luas, mulai dari orang dewasa hingga lansia. Dengan kemasan bersih dan rasa konsisten, usaha ini bisa bertahan sepanjang bulan Rajab.

5. Jualan Kurma Eceran

Kurma selalu identik dengan puasa, termasuk puasa sunnah Rajab. Banyak orang ingin mengonsumsi kurma sebagai makanan pembuka, tetapi tidak selalu ingin membeli dalam jumlah besar. Di sinilah peluang jualan kurma eceran muncul.

Kurma bisa dikemas dalam porsi kecil dengan harga terjangkau. Cara ini memudahkan pembeli sekaligus mempercepat perputaran barang. Penyimpanan kurma juga relatif mudah dan tidak cepat rusak.

Usaha ini cocok dijalankan bersamaan dengan jualan takjil atau minuman. Modal awal tidak terlalu besar dan risikonya rendah. Jika lokasi strategis, penjualan kurma bisa stabil setiap hari.

6. Snack Kering Rumahan

Snack kering menjadi pilihan banyak orang selama puasa Rajab karena praktis dan bisa disimpan lebih lama. Camilan seperti keripik singkong, keripik pisang, atau kacang goreng sering dikonsumsi setelah berbuka atau saat santai malam hari. Permintaannya cenderung stabil karena tidak terikat waktu tertentu.

Produksi snack kering bisa dilakukan secara bertahap sesuai waktu luang di rumah. Proses pengemasan yang rapi dan bersih akan meningkatkan nilai jual produk. Dengan variasi rasa, pembeli memiliki lebih banyak pilihan dan tidak mudah bosan.

Usaha ini cocok untuk pemula karena risiko kerugian relatif kecil. Produk yang tidak habis hari ini masih bisa dijual keesokan harinya. Keuntungan bisa terus meningkat jika pemasaran dilakukan secara konsisten.

Kesadaran akan pola makan sehat meningkat selama bulan Rajab, terutama bagi mereka yang rutin berpuasa sunnah. Catering menu sehat menjadi solusi bagi orang yang ingin tetap bugar tanpa repot mengatur menu sendiri. Biasanya, menu rendah minyak dan seimbang gizi lebih diminati.

Menu catering sehat bisa berupa nasi merah, lauk kukus, dan sayur segar. Porsi diatur agar tetap mengenyangkan namun tidak berlebihan. Bahan baku bisa disesuaikan dengan musim agar biaya tetap terkontrol.

Sistem langganan harian atau mingguan membuat usaha ini lebih stabil. Meski target pasarnya tidak sebesar usaha takjil, konsumennya cenderung loyal. Jika kualitas terjaga, usaha ini bisa berlanjut hingga bulan puasa berikutnya.

8. Jualan Bubur Manis

Bubur manis sering menjadi pilihan menu berbuka karena teksturnya lembut dan mudah dicerna. Bubur sumsum, bubur kacang hijau, atau bubur mutiara termasuk yang paling banyak dicari. Rasanya yang manis ringan cocok untuk mengawali berbuka puasa.

Bahan pembuatan bubur manis cukup sederhana dan murah. Proses memasaknya tidak memerlukan waktu lama jika sudah terbiasa. Penjualan biasanya efektif dilakukan menjelang sore hari.

Usaha ini cocok dijalankan dari rumah dengan skala kecil. Risiko kerugian bisa ditekan dengan memproduksi sesuai estimasi. Jika rasanya konsisten, pembeli akan kembali lagi.

9. Gorengan Rumahan

Gorengan hampir selalu hadir sebagai pelengkap takjil saat puasa. Jenisnya beragam, mulai dari bakwan, tahu isi, tempe goreng, hingga risoles. Harganya terjangkau dan mudah diterima semua kalangan.

Modal untuk usaha gorengan relatif kecil karena bahan mudah didapat. Proses produksi cepat sehingga bisa dibuat dalam beberapa tahap. Gorengan paling laris dijual saat sore hari menjelang berbuka.

Meski sederhana, keuntungan gorengan cukup stabil jika lokasi strategis. Kualitas minyak dan kebersihan harus dijaga agar pembeli percaya. Dengan variasi jenis gorengan, pembeli punya banyak pilihan.

10. Jualan Es Batu dan Air Minum

Saat puasa, kebutuhan minuman dingin meningkat terutama untuk berbuka. Es batu dan air minum menjadi kebutuhan pelengkap yang sering dicari. Usaha ini terlihat sederhana namun perputarannya cepat.

Produksi es batu bisa dilakukan di rumah dengan freezer. Air minum bisa dijual dalam kemasan gelas atau botol kecil. Modal awal relatif rendah dibanding usaha makanan.

Usaha ini cocok dijalankan bersamaan dengan jualan takjil. Risiko kerugian rendah karena permintaannya konsisten. Cocok untuk tambahan penghasilan harian.

11. Kue Basah Tradisional

Kue basah tradisional seperti klepon, dadar gulung, dan onde-onde masih memiliki banyak penggemar. Teksturnya lembut dan rasanya manis pas untuk berbuka puasa. Banyak orang memilih kue basah karena tidak terlalu berat.

Bahan kue basah mudah ditemukan dan relatif murah. Proses pembuatannya bisa disesuaikan dengan kemampuan dapur rumahan. Penjualan bisa dilakukan dengan sistem titip di warung sekitar.

Usaha ini cocok untuk yang sudah terbiasa membuat kue. Risiko kerugian bisa ditekan dengan produksi terbatas. Jika rasanya enak, pembeli akan datang kembali.

12. Lontong Isi dan Lemper

Lontong isi dan lemper sering dijadikan camilan berbuka atau makanan ringan malam hari. Isinya yang gurih membuat makanan ini cukup mengenyangkan. Permintaannya cenderung stabil selama puasa.

Proses pembuatannya memang memerlukan ketelatenan. Namun, bahan-bahannya relatif sederhana dan mudah didapat. Dengan perencanaan yang baik, produksi bisa efisien.

Harga jualnya terjangkau dan mudah diterima pasar. Usaha ini cocok dijalankan dari rumah. Keuntungan bisa terasa jika penjualan rutin.

13. Sayur Matang Siap Santap

Sayur matang siap santap membantu keluarga yang tidak sempat memasak. Menu seperti sayur asem, lodeh, atau sop bening banyak dicari. Konsumen biasanya membeli untuk stok sahur.

Produksi dilakukan pagi atau siang agar sayur tetap segar. Porsi bisa disesuaikan kebutuhan keluarga kecil. Pengemasan sederhana sudah cukup menarik.

Usaha ini cocok untuk lingkungan perumahan. Modalnya relatif kecil dan perputaran cepat. Kepercayaan pelanggan sangat menentukan kelangsungan usaha.

14. Sambal Rumahan Kemasan

Sambal menjadi pelengkap wajib bagi banyak orang saat makan sahur. Sambal rumahan dengan rasa khas sering dicari. Apalagi jika dibuat tanpa pengawet.

Jenis sambal bisa beragam, mulai dari sambal bawang hingga sambal terasi. Pengemasan botol kecil memudahkan penyimpanan. Sambal bisa bertahan beberapa hari.

Usaha ini cocok untuk yang suka memasak. Keuntungannya cukup baik karena bisa dijual berulang. Branding sederhana bisa menambah daya tarik.

15. Frozen Food Rumahan

Frozen food membantu banyak keluarga menyiapkan makanan sahur dengan cepat. Produk seperti nugget ayam, risoles frozen, dan dimsum cukup diminati. Praktis dan bisa disimpan lama.

Proses produksi memang membutuhkan persiapan awal. Namun, sekali produksi bisa dijual dalam beberapa hari. Penyimpanan di freezer wajib diperhatikan.

Usaha ini cocok untuk yang ingin usaha berkelanjutan. Target pasarnya luas. Keuntungan bisa stabil jika kualitas terjaga.

16. Jualan Susu dan Minuman Sehat

Susu dan minuman sehat sering dikonsumsi saat sahur. Banyak orang memilih minuman bergizi agar kuat berpuasa. Ini membuka peluang usaha harian.

Produk bisa berupa susu segar, susu kurma, atau jus sehat. Bahan mudah diperoleh dan proses pembuatan sederhana. Kemasan botol kecil lebih praktis.

Usaha ini cocok dijalankan dari rumah. Perputaran cepat jika ada pelanggan tetap. Kebersihan harus menjadi prioritas utama.

17. Jualan Roti Isi

Roti isi praktis dan mudah dikonsumsi saat sahur. Isiannya bisa manis atau gurih sesuai selera. Banyak orang memilih roti karena tidak ribet.

Produksi bisa dilakukan malam hari. Roti bisa dijual pagi hingga siang. Harga terjangkau menjadi daya tarik.

Usaha ini cocok untuk skala kecil. Jika rasanya enak, pelanggan akan kembali. Cocok untuk pemula.

18. Jualan Buah Potong

Buah potong sering dikonsumsi saat berbuka. Rasanya segar dan menyehatkan. Cocok untuk semua usia.

Buah bisa dipotong dan dikemas sederhana. Produksi sebaiknya dilakukan mendekati waktu jual. Kebersihan sangat penting.

Usaha ini cocok untuk lingkungan padat. Modal menyesuaikan jenis buah. Keuntungan bisa harian.

19. Jasa Titip Belanja Sahur

Banyak orang malas keluar pagi-pagi untuk belanja. Jasa titip belanja sahur menjadi solusi. Terutama di lingkungan perumahan.

Modal utama adalah waktu dan kepercayaan. Sistem pesanan bisa lewat chat. Keuntungan berasal dari jasa.

Usaha ini minim modal. Cocok untuk ibu rumah tangga. Fleksibel dan ringan.

20. Jualan Nasi Uduk atau Nasi Kuning

Nasi uduk dan nasi kuning sering dicari untuk sahur. Rasanya gurih dan mengenyangkan. Cocok untuk berbagai kalangan. Produksi dilakukan dini hari. Penjualan pagi hingga habis. Sistem pre-order sangat membantu.

Usaha ini cocok untuk yang terbiasa bangun pagi. Keuntungannya cukup menjanjikan. Bisa dijadikan langganan.

21. Kue Kering Rumahan untuk Stok Puasa

Kue kering sering dijadikan camilan pendamping minum teh setelah berbuka atau saat malam hari. Jenis kue seperti nastar, kastengel, atau kue cokelat sederhana masih banyak dicari meski bukan bulan Lebaran. Banyak keluarga memilih menyetok kue kering agar tidak perlu sering keluar rumah.

Produksi kue kering bisa dilakukan jauh hari karena daya simpannya cukup lama. Hal ini memudahkan pengaturan waktu dan tenaga bagi pelaku usaha rumahan. Pengemasan yang rapi dan kedap udara akan meningkatkan kualitas produk.

Usaha ini cocok untuk yang hobi baking dan ingin usaha berkelanjutan. Harga jual bisa disesuaikan dengan ukuran kemasan. Keuntungan bisa lebih besar jika pemesanan dilakukan dalam jumlah banyak.

22. Jajanan Pasar Tradisional

Jajanan pasar tradisional tetap memiliki penggemar setia selama bulan puasa Rajab. Kue seperti cenil, lapis, dan kue talam sering dicari untuk berbuka. Rasanya yang khas membawa nuansa nostalgia bagi banyak orang.

Bahan jajanan pasar relatif murah dan mudah didapat. Proses pembuatannya bisa disesuaikan dengan kapasitas dapur rumah. Produksi sebaiknya dilakukan pagi atau siang hari agar tetap segar.

Usaha ini cocok dijual di lingkungan perumahan. Sistem titip jual di warung juga bisa dilakukan. Jika kualitas terjaga, pembeli akan menjadi pelanggan tetap.

23. Mie Ayam Rumahan

Mie ayam menjadi salah satu menu favorit untuk makan malam setelah berbuka. Banyak orang memilih membeli karena praktis dan mengenyangkan. Versi rumahan justru sering lebih diminati karena rasanya lebih autentik.

Produksi mie ayam bisa dilakukan dalam porsi terbatas setiap hari. Bahan baku seperti mie, ayam, dan bumbu cukup mudah diperoleh. Penyajian bisa dilakukan sistem bungkus.

Usaha ini cocok bagi yang suka memasak menu berat. Modalnya menyesuaikan skala produksi. Jika rasanya konsisten, penjualan bisa stabil.

24. Bakso Kuah Rumahan

Bakso kuah hangat sering menjadi pilihan setelah berbuka puasa. Kuahnya yang gurih membantu mengembalikan energi tubuh. Banyak orang lebih memilih bakso rumahan karena rasanya lebih segar.

Produksi bakso bisa dilakukan dengan sistem harian. Tidak perlu stok terlalu banyak untuk menghindari sisa. Penjualan bisa difokuskan malam hari.

Usaha ini cocok dijalankan dari rumah dengan area depan sebagai tempat jual. Keuntungan cukup menjanjikan jika lokasi strategis. Kebersihan harus selalu dijaga.

25. Pecel atau Gado-Gado Rumahan

Pecel dan gado-gado menjadi alternatif menu sehat selama puasa. Sayur rebus dan sambal kacang cukup mengenyangkan. Banyak orang memilih menu ini untuk sahur ringan.

Bahan-bahan mudah didapat dan relatif murah. Proses memasaknya tidak terlalu rumit. Sambal bisa dibuat dalam jumlah lebih untuk efisiensi.

Usaha ini cocok untuk lingkungan keluarga. Target pasarnya luas dan stabil. Dengan rasa khas, pelanggan akan kembali.

26. Jus Segar Rumahan

Jus segar banyak dikonsumsi saat berbuka puasa. Buah seperti jeruk, melon, dan alpukat menjadi favorit. Rasanya segar dan membantu hidrasi tubuh.

Produksi jus sebaiknya dilakukan mendekati waktu jual. Kebersihan alat dan buah sangat penting. Kemasan botol kecil lebih praktis.

Usaha ini cocok digabung dengan jualan takjil. Modal menyesuaikan jenis buah. Keuntungan harian cukup menjanjikan.

27. Martabak Mini Rumahan

Martabak mini menjadi camilan favorit saat malam hari. Ukurannya kecil dan harganya terjangkau. Varian rasa bisa disesuaikan selera pasar.

Produksi martabak mini bisa dilakukan sore hingga malam. Bahan baku mudah didapat. Proses memasaknya cepat.

Usaha ini cocok untuk pemula. Dengan inovasi topping, pembeli tidak mudah bosan. Penjualan bisa meningkat dari hari ke hari.

28. Lauk Frozen Siap Masak

Lauk frozen membantu keluarga menyiapkan sahur dengan cepat. Produk seperti ayam ungkep dan ikan bumbu sangat diminati. Praktis dan tahan lama.

Produksi bisa dilakukan dalam jumlah besar di awal. Penyimpanan freezer menjadi kunci utama. Pengemasan rapi meningkatkan kepercayaan pembeli.

Usaha ini cocok untuk jangka panjang. Target pasarnya luas. Keuntungan stabil jika pemasaran konsisten.

29. Catering Sahur Langganan

Catering sahur memudahkan pelanggan yang ingin praktis setiap hari. Menu diatur bergantian agar tidak membosankan. Biasanya diminati pekerja dan keluarga kecil.

Sistem langganan membantu mengatur produksi. Jumlah pesanan sudah pasti setiap hari. Hal ini mengurangi risiko kerugian.

Usaha ini cocok bagi yang siap konsisten. Modal awal menyesuaikan skala. Keuntungan bisa cukup besar jika pelanggan bertambah.

Paket menu sahur hemat menarik bagi konsumen yang ingin praktis dan terjangkau. Biasanya berisi nasi, lauk, dan sambal. Konsep ini cocok untuk penjualan harian.

Produksi paket bisa disesuaikan jumlah pesanan. Harga yang jelas memudahkan pembeli. Penjualan bisa dilakukan subuh hari.

Usaha ini cocok dijalankan di lingkungan padat. Keuntungan stabil jika dikelola dengan baik. Pelanggan cenderung kembali karena praktis.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apakah usaha rumahan saat puasa Rajab bisa menghasilkan keuntungan harian?

Ya, karena banyak usaha yang berbasis kebutuhan harian seperti makanan sahur dan berbuka, sehingga perputaran uang cenderung cepat dan stabil.

2. Apakah harus memiliki modal besar untuk memulai usaha saat puasa Rajab?

Tidak, sebagian besar ide usaha rumahan bisa dimulai dengan modal kecil dan peralatan dapur yang sudah tersedia di rumah.

3. Usaha apa yang paling cocok untuk pemula selama puasa Rajab?

Usaha sederhana seperti takjil, lauk siap santap, gorengan, dan minuman segar sangat cocok untuk pemula karena risikonya rendah.

4. Bagaimana cara agar usaha rumahan tetap laku selama puasa Rajab?

Menjaga rasa, kebersihan, harga terjangkau, serta konsisten berjualan setiap hari akan membantu usaha lebih dipercaya dan diminati pelanggan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|