5 Cara Membuat Fermentasi Dedak untuk Ayam, Tingkatkan Nutrisi dan Hemat Biaya Pakan

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Pakan fermentasi semakin diminati peternak skala rumahan hingga kecil. Cara membuat fermentasi dedak untuk ayam menjadi topik penting, dalam upaya meningkatkan kualitas pakan harian. Metode ini membantu memaksimalkan pemanfaatan bahan lokal. Dedak padi pun berubah menjadi pakan bernutrisi tinggi.

Penggunaan dedak fermentasi memberi alternatif ekonomis bagi peternak. Cara membuat fermentasi dedak untuk ayam dapat dipraktikkan, melalui langkah sederhana di lingkungan rumah. Proses ini berfokus pada aktivitas mikroorganisme baik, di mana hasil akhir mendukung pertumbuhan ternak lebih optimal.

Pemahaman tentang cara membuat fermentasi dedak untuk ayam berperan penting dalam efisiensi biaya usaha ternak. Pakan hasil fermentasi pun membantu menjaga kesehatan pencernaan ayam. Metode ini menjadi relevan, jika diterapkan pada berbagai jenis usaha peternakan unggas. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (2/2/2026).

Apa Itu Fermentasi Dedak?

Fermentasi dedak adalah proses pengolahan dedak padi menggunakan bantuan mikroorganisme seperti Rhizopus oligosporus dan Aspergillus oryzae. Mikroorganisme ini membantu meningkatkan kecernaan pakan serta mengurangi zat antinutrisi yang terdapat pada dedak mentah. Pada proses ini, dedak dicampur bahan tertentu lalu didiamkan selama beberapa hari agar terjadi reaksi biologis alami.

Mikroorganisme tersebut bekerja menguraikan serat kasar dan senyawa kompleks di dalam dedak, sehingga kandungan nutrisinya menjadi lebih mudah dicerna oleh ayam. Melalui fermentasi, dedak mengalami perubahan dari segi tekstur, aroma dan nilai gizi. Dedak hasil fermentasi umumnya memiliki aroma segar khas fermentasi, tekstur lebih lembut, serta daya cerna lebih tinggi dibandingkan dedak mentah. Proses ini juga membantu menekan pertumbuhan mikroba merugikan, sehingga pakan lebih aman dikonsumsi ternak.

Fermentasi dedak sering dimanfaatkan oleh peternak sebagai solusi pakan alternatif yang ekonomis. Selain membantu menghemat biaya pakan, dedak fermentasi juga mendukung kesehatan pencernaan ayam dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi. Oleh sebab itu, fermentasi dedak menjadi salah satu metode pengolahan pakan yang banyak diterapkan dalam peternakan ayam rumahan maupun skala kecil. 

Bahan dan Cara Membuat Fermentasi Dedak untuk Ayam

1. Fermentasi Dedak Menggunakan EM4

Cara ini merupakan metode fermentasi dedak yang paling banyak digunakan oleh peternak ayam, baik skala rumahan maupun skala kecil. Penggunaan EM4 dinilai praktis karena mengandung mikroorganisme efektif yang mampu mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas nutrisi dedak. Selain itu, bahan-bahannya mudah diperoleh dan langkah pembuatannya relatif sederhana sehingga cocok untuk pemula.

Bahan:

  • Dedak padi
  • Air bersih
  • EM4 peternakan
  • Gula pasir atau air tebu

Langkah:

  1. Dedak padi terlebih dahulu disiapkan di atas terpal atau alas bersih agar mudah dalam proses pencampuran. Selanjutnya, larutkan EM4 peternakan dan gula pasir atau air tebu ke dalam air bersih sesuai takaran.
  2. Larutan ini kemudian disiramkan secara perlahan dan merata ke seluruh bagian dedak sambil terus diaduk agar semua bagian terkena mikroorganisme.
  3. Pastikan kadar air cukup lembap dan tidak terlalu basah. Setelah tercampur rata, dedak dimasukkan ke dalam wadah tertutup seperti gentong atau drum, kemudian dipadatkan dan didiamkan selama kurang lebih 3–5 hari hingga proses fermentasi selesai.

2. Fermentasi Dedak Menggunakan Ragi Tape

Metode fermentasi ini memanfaatkan ragi tape sebagai sumber mikroorganisme alami. Ragi tape mengandung jamur dan bakteri baik yang dapat membantu menguraikan kandungan serat dedak sehingga lebih mudah dicerna oleh ayam. Cara ini sering dipilih oleh peternak yang ingin menggunakan bahan sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Bahan:

  • Dedak padi
  • Ragi tape
  • Air bersih
  • Gula pasir

Langkah:

  1. Ragi tape terlebih dahulu dihancurkan hingga halus agar mikroorganismenya mudah larut.
  2. Setelah itu, ragi tape dilarutkan ke dalam air bersih yang telah dicampur gula pasir sebagai sumber energi bagi mikroorganisme.
  3. Larutan tersebut kemudian disiramkan secara perlahan ke dedak padi sambil diaduk hingga merata.
  4. Setelah proses pencampuran selesai, dedak dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat dan didiamkan selama beberapa hari sampai muncul aroma fermentasi segar sebagai tanda fermentasi berhasil.

3. Fermentasi Dedak Menggunakan Air Cucian Beras

Cara ini cocok bagi peternak yang ingin memanfaatkan bahan alami dari rumah tanpa perlu membeli aktivator khusus. Air cucian beras mengandung mikroorganisme alami dan nutrisi yang dapat mendukung proses fermentasi dedak.

Bahan:

  • Dedak padi
  • Air cucian beras
  • Gula merah atau gula pasir

Langkah:

  1. Air cucian beras dicampurkan terlebih dahulu dengan gula merah atau gula pasir, kemudian didiamkan selama satu malam agar terjadi proses awal fermentasi.
  2. Keesokan harinya, larutan tersebut disiramkan ke dedak padi secara merata sambil diaduk hingga tercampur sempurna.
  3. Setelah itu, dedak dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan difermentasi selama 3–5 hari sampai tekstur dan aromanya berubah menjadi lebih baik.

4. Fermentasi Dedak Campur Kulit Padi

Metode ini digunakan untuk memanfaatkan limbah pertanian tambahan berupa kulit padi. Kulit padi dapat membantu menambah volume pakan, meskipun perlu dicampur dedak agar kandungan nutrisinya tetap seimbang untuk ayam.

Bahan:

  • Dedak padi
  • Kulit padi halus
  • Air bersih
  • EM4 atau ragi

Langkah:

  1. Dedak padi dan kulit padi halus dicampur terlebih dahulu hingga merata. Setelah itu, larutan fermentasi yang berasal dari EM4 atau ragi dilarutkan dalam air bersih.
  2. Larutan tersebut kemudian disiramkan ke campuran dedak dan kulit padi sambil diaduk secara perlahan.
  3. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan difermentasi hingga terjadi perubahan aroma dan tekstur menjadi lebih layak digunakan sebagai pakan ayam.

5. Fermentasi Dedak Kering (Semi Fermentasi)

Metode ini menghasilkan dedak fermentasi yang tidak terlalu basah, sehingga lebih praktis untuk penyimpanan jangka pendek. Cara ini cocok diterapkan oleh peternak yang ingin dedak fermentasi siap pakai tanpa risiko cepat rusak.

  • Bahan:
  • Dedak padi
  • EM4
  • Air secukupnya

Langkah:

  1. Larutan EM4 dicampurkan terlebih dahulu ke dalam air, kemudian disemprotkan tipis dan merata ke dedak padi hingga kondisi dedak menjadi lembap.
  2. Dedak tidak perlu terlalu basah agar tidak mudah membusuk. Setelah itu, dedak ditutup rapat dan difermentasi dalam waktu singkat, sekitar 2–3 hari. Metode ini cocok digunakan apabila dedak fermentasi akan segera diberikan kepada ayam.

Tips Penting Saat Fermentasi Dedak

  • Pastikan dedak padi masih segar, tidak berjamur, dan tidak berbau apek. Dedak berkualitas baik akan memudahkan proses fermentasi dan menghasilkan pakan yang lebih bernutrisi.
  • Dedak tidak boleh terlalu basah. Kadar air ideal berkisar antara 20–40 persen. Dedak yang terlalu basah berisiko membusuk dan menghasilkan bau menyengat.
  • Gunakan EM4, ragi, atau bahan fermentasi lain sesuai takaran. Penggunaan berlebihan tidak mempercepat fermentasi, justru dapat merusak kualitas dedak.
  • Larutan fermentasi harus tercampur sempurna ke seluruh bagian dedak. Pencampuran tidak merata menyebabkan fermentasi tidak konsisten.
  • Fermentasi membutuhkan kondisi minim udara. Wadah seperti gentong, drum, atau ember bertutup rapat sangat disarankan.
  • Letakkan wadah fermentasi di area sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung agar mikroorganisme bekerja optimal.
  • Waktu fermentasi ideal umumnya 3–5 hari. Terlalu singkat membuat dedak belum matang, terlalu lama berisiko menurunkan kualitas.
  • Dedak fermentasi yang baik memiliki aroma segar khas fermentasi dan tekstur lembut. Jika berbau busuk atau berlendir, sebaiknya tidak digunakan.
  • Saat pertama kali diberikan, campurkan dedak fermentasi sedikit demi sedikit ke pakan biasa agar ayam dapat beradaptasi.
  • Pastikan ember, terpal, dan wadah fermentasi dalam kondisi bersih untuk mencegah kontaminasi mikroba merugikan.

FAQ Seputar Topik

Apa manfaat utama fermentasi dedak untuk ayam?

Fermentasi dedak meningkatkan kandungan nutrisi seperti protein kasar, asam amino, dan vitamin, serta memperbaiki daya cerna pakan, memperkuat kekebalan tubuh ayam, dan menekan biaya pakan.

Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat fermentasi dedak?

Bahan utama yang diperlukan adalah dedak padi, EM4 (Effective Microorganisms 4) peternakan, sumber gula seperti molase atau gula pasir, dan air bersih.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi dedak?

Proses fermentasi dedak umumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari di tempat yang teduh dan dalam wadah kedap udara.

Bagaimana cara mengetahui bahwa proses fermentasi dedak berhasil?

Tanda keberhasilan fermentasi adalah munculnya aroma asam segar dari adonan dedak, yang menunjukkan aktivitas mikroorganisme telah berjalan dengan baik.

Apakah fermentasi dedak dapat menghemat biaya pakan?

Ya, fermentasi dedak dapat secara signifikan menghemat biaya pakan karena memanfaatkan bahan baku lokal yang lebih murah dan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang mahal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|