6 Kepribadian yang Rentan Menunda Pekerjaan, Bisa Menghambat Produktivitas

5 days ago 21

Melansir YourTango, mengubah cara pandang terhadap kebiasaan menunda dapat membantu seseorang mengurangi rasa bersalah sekaligus lebih terdorong untuk mengambil tindakan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyikapi dan mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan:

1. Kurangi Rasa Bersalah saat Menunda

Ketika menyadari sedang menunda pekerjaan, hindari langsung menyalahkan diri sendiri atau menganggap diri sebagai orang malas. Rasa bersalah yang berlebihan justru dapat membuat pikiran semakin terbebani. Cobalah melihat penundaan sebagai kebiasaan yang perlu diperbaiki, bukan sebagai bukti bahwa diri Anda gagal menyelesaikan sesuatu.

2. Perhatikan Pikiran yang Muncul

Cobalah mengamati apa yang ada di dalam pikiran ketika mulai menunda pekerjaan. Bisa jadi muncul kekhawatiran, keraguan, atau pikiran bahwa tugas tersebut terlalu sulit untuk diselesaikan. Dengan mengenali pola tersebut, Anda dapat mulai mengganti pikiran yang menghambat dengan pemikiran yang lebih realistis dan mendorong untuk mengambil tindakan.

3. Ubah Cara Pandang terhadap Pekerjaan

Alih-alih terus memikirkan pekerjaan sebagai sesuatu yang berat, cobalah melihatnya sebagai sesuatu yang dapat diselesaikan secara bertahap. Fokus pada kemungkinan solusi daripada terus memikirkan hambatan. Perubahan sudut pandang ini dapat membuat pekerjaan terasa lebih ringan sehingga keinginan untuk segera memulai menjadi lebih besar.

4. Beri Diri Waktu untuk Beristirahat

Beristirahat tidak selalu berarti sedang malas atau membuang waktu. Jika tubuh dan pikiran membutuhkan jeda, berikan waktu secukupnya sebelum kembali mengerjakan tugas. Setelah merasa lebih rileks, Anda dapat kembali fokus dan mencari cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan pekerjaan.

5. Fokus pada Kemungkinan untuk Menyelesaikannya

Ketika menghadapi pekerjaan yang terasa sulit, jangan hanya memikirkan apakah tugas tersebut bisa diselesaikan. Cobalah mencari berbagai cara yang mungkin dilakukan, termasuk mencari informasi, meminta bantuan, atau membagi pekerjaan menjadi beberapa tahap. Pola pikir yang terbuka terhadap berbagai kemungkinan dapat membantu mengurangi rasa buntu.

6. Mulai Mengambil Tindakan

Pada akhirnya, perubahan pola pikir perlu diikuti dengan tindakan nyata. Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap atau memiliki motivasi yang sempurna untuk mulai bekerja. Ambil langkah kecil terlebih dahulu, lalu lanjutkan secara bertahap. Ketika mulai bergerak, pekerjaan biasanya terasa lebih mudah dibandingkan saat hanya dipikirkan.

Tidak selalu. Kebiasaan menunda dapat berkaitan dengan perfeksionisme, kecemasan, kesulitan mengatur diri, atau kecenderungan menghindari tugas yang terasa tidak menyenangkan.

Orang yang kurang teratur, perfeksionis, mudah cemas, impulsif, atau cenderung menghindari tugas sulit dapat lebih rentan mengalami procrastination. Namun, karakter tersebut bukan berarti seseorang pasti suka menunda.

Standar yang terlalu tinggi dapat membuat seseorang takut melakukan kesalahan atau merasa belum cukup siap. Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya segera dimulai justru terus ditangguhkan.

Bisa. Salah satu caranya adalah memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil, menentukan tenggat pribadi, mengurangi distraksi, dan langsung mengerjakan bagian paling sederhana terlebih dahulu.

Perhatikan apakah kamu sering menangguhkan tugas meski mengetahui tenggatnya, mencari aktivitas lain ketika harus bekerja, atau baru mulai ketika waktu hampir habis. Jika pola tersebut berulang, bisa jadi kamu memiliki kecenderungan procrastination.    

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|