Liputan6.com, Jakarta - Memasak merupakan aktivitas rutin di dapur yang menuntut kondisi peralatan dalam keadaan optimal, terutama kompor sebagai sumber panas utama. Ketika api kompor menyala stabil dan berwarna biru, proses memasak dapat berlangsung lebih cepat, merata, dan aman. Sebaliknya, api yang kecil, berwarna merah, atau sering mati mendadak dapat menghambat kegiatan memasak sehari-hari.
Masalah api kompor yang tidak stabil sering kali dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada komponen kompor atau sistem penyaluran gas. Jika dibiarkan, selain membuat masakan kurang matang sempurna, risiko kebocoran gas hingga potensi kebakaran juga bisa meningkat.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna kompor gas untuk memahami penyebab api kompor bermasalah sekaligus mengetahui cara mengatasinya. Dengan perawatan sederhana dan pemeriksaan rutin, stabilitas api kompor dapat dikembalikan. Berikut tujuh cara efektif yang dapat dilakukan sendiri di rumah untuk mengatasi api kompor yang tidak stabil.
1. Membersihkan Burner dan Lubang Api Kompor Secara Berkala
Api kompor yang kecil atau berwarna merah sering kali disebabkan oleh penumpukan kotoran pada burner dan lubang api. Sisa makanan, minyak, dan debu dapat menyumbat jalur keluarnya gas sehingga proses pembakaran menjadi tidak sempurna. Akibatnya, nyala api menjadi tidak merata dan kurang optimal.
Penumpukan kotoran ini tidak hanya memengaruhi performa api, tetapi juga dapat membuat konsumsi gas menjadi lebih boros. Api merah menandakan pembakaran tidak efisien dan berpotensi meninggalkan jelaga hitam pada peralatan masak. Oleh karena itu, membersihkan burner secara rutin merupakan langkah perawatan yang sangat penting.
Untuk membersihkannya, lepaskan burner saat kompor dalam kondisi dingin, lalu rendam dalam air hangat yang dicampur sabun, cuka, atau baking soda. Setelah kotoran melunak, sikat perlahan dan bersihkan lubang api menggunakan jarum atau tusuk gigi. Pastikan burner benar-benar kering sebelum dipasang kembali.
2. Memastikan Pemasangan Kepala dan Tutup Burner yang Tepat
Pemasangan kepala burner dan tutupnya yang tidak presisi dapat menyebabkan api kompor tidak menyala sempurna. Posisi yang miring atau tidak rata membuat aliran gas dan udara tidak menyebar dengan baik, sehingga api menjadi kecil atau bahkan tidak muncul sama sekali.
Setiap kompor dirancang dengan ukuran dan posisi burner yang spesifik. Jika salah satu bagian tidak terpasang sesuai tempatnya, proses pembakaran akan terganggu. Hal ini sering terjadi setelah proses pembersihan, ketika burner dipasang kembali secara terburu-buru.
Pastikan kepala dan tutup burner terpasang rata tanpa celah. Periksa kembali posisinya sebelum menyalakan kompor. Pemasangan yang tepat akan membantu menghasilkan nyala api yang stabil, merata, dan berwarna biru.
3. Memeriksa Kondisi Selang Gas Secara Menyeluruh
Selang gas berfungsi menyalurkan gas dari tabung ke kompor, sehingga kondisinya sangat memengaruhi stabilitas api. Selang yang tertekuk, retak, atau bocor dapat menghambat aliran gas dan menyebabkan api kompor mengecil atau tidak stabil.
Selain mengganggu proses memasak, kebocoran pada selang gas juga sangat berbahaya. Gas yang keluar tanpa terkendali dapat memicu kebakaran atau ledakan, terutama jika berada di ruangan tertutup seperti dapur.
Lakukan pemeriksaan visual secara rutin pada selang gas. Untuk memastikan tidak ada kebocoran, oleskan air sabun pada sambungan selang dan regulator. Jika muncul gelembung, segera ganti selang dengan produk berstandar SNI demi keamanan.
4. Mengecek dan Mengganti Regulator Gas Jika Diperlukan
Regulator berfungsi mengatur tekanan gas agar sesuai dengan kebutuhan kompor. Regulator yang rusak atau tidak terpasang dengan baik dapat menyebabkan tekanan gas tidak stabil, sehingga api mudah mati atau berubah warna menjadi merah.
Tanda regulator bermasalah antara lain muncul suara mendesis, bau gas menyengat, atau jarum indikator yang cepat turun. Jika kondisi ini dibiarkan, risiko kebocoran gas dan gangguan pembakaran akan semakin besar.
Pastikan regulator terpasang dengan rapat dan karet seal dalam kondisi baik. Jika regulator sudah lama digunakan atau menunjukkan tanda kerusakan, sebaiknya segera diganti dengan yang baru untuk menjaga keamanan dan kestabilan api.
5. Menyesuaikan Penutup Udara (Air Shutter)
Api kompor yang berwarna merah atau kuning menandakan pembakaran tidak sempurna akibat campuran gas dan udara yang tidak seimbang. Penutup udara atau air shutter berfungsi mengatur jumlah udara yang masuk ke sistem pembakaran.
Jika udara yang masuk terlalu sedikit, gas tidak terbakar sempurna dan menghasilkan api merah serta jelaga hitam. Kondisi ini tidak hanya merusak peralatan masak, tetapi juga menurunkan efisiensi pemanasan.
Untuk mengatasinya, buka bagian bawah kompor dan cari air shutter di dekat burner. Atur bukaan udara secara perlahan hingga nyala api kembali berwarna biru dan stabil. Lakukan penyesuaian saat kompor dalam kondisi dingin dan aman.
6. Memastikan Pasokan Gas dalam Tabung Masih Mencukupi
Api kompor yang mengecil secara tiba-tiba sering kali menjadi tanda bahwa gas dalam tabung hampir habis. Tekanan gas yang menurun akan memengaruhi besar kecilnya nyala api, sehingga proses memasak menjadi tidak optimal.
Selain itu, penggunaan jenis gas yang tidak sesuai dengan spesifikasi kompor juga dapat memicu masalah pembakaran. Kompor rumah tangga umumnya dirancang khusus untuk gas LPG dengan tekanan tertentu.
Periksa indikator pada regulator untuk mengetahui sisa gas. Jika gas hampir habis, segera ganti tabung dengan yang baru. Pastikan juga jenis gas yang digunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan kompor.
7. Membersihkan Spuyer Kompor Secara Berkala
Spuyer merupakan komponen kecil yang berperan penting dalam mengatur aliran gas menuju burner. Lubang spuyer yang tersumbat kotoran dapat menyebabkan gas keluar tidak maksimal, sehingga api menjadi kecil atau tidak stabil.
Kotoran pada spuyer bisa berasal dari debu, sisa makanan, atau bahkan sarang serangga. Meski ukurannya kecil, gangguan pada spuyer sangat berpengaruh terhadap performa kompor secara keseluruhan.
Untuk membersihkannya, lepaskan burner dan pastikan regulator gas sudah dicabut. Lepas spuyer menggunakan alat yang sesuai, lalu bersihkan lubangnya dengan jarum atau kawat tipis. Setelah bersih, pasang kembali dengan benar agar aliran gas kembali optimal.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa api kompor gas berwarna merah dan tidak biru?
Api kompor gas berwarna merah biasanya menandakan pembakaran tidak sempurna. Kondisi ini terjadi karena campuran gas dan udara tidak seimbang, sering dipicu oleh burner yang kotor, lubang api tersumbat, atau pengaturan penutup udara (air shutter) yang tidak tepat. Selain memperlambat proses memasak, api merah juga bisa meninggalkan jelaga hitam pada peralatan dapur.
2. Apakah api kompor kecil berbahaya untuk digunakan?
Api kompor yang terlalu kecil tetap berpotensi berbahaya, terutama jika disebabkan oleh kebocoran gas, selang tertekuk, atau regulator bermasalah. Selain membuat masakan tidak matang sempurna, kondisi ini juga dapat menandakan adanya gangguan aliran gas yang berisiko memicu kebocoran. Oleh karena itu, api kompor kecil sebaiknya segera diperiksa dan diperbaiki.
3. Seberapa sering burner kompor perlu dibersihkan
?Burner kompor idealnya dibersihkan minimal satu kali dalam satu hingga dua minggu, tergantung intensitas penggunaan. Jika kompor digunakan setiap hari, pembersihan rutin sangat dianjurkan untuk mencegah penumpukan lemak dan sisa makanan yang dapat menyumbat lubang api dan membuat nyala kompor tidak stabil.
4. Bagaimana cara mengetahui regulator gas sudah rusak?
Regulator gas yang rusak biasanya ditandai dengan bau gas menyengat, suara mendesis saat terpasang, atau api kompor yang sering mati sendiri. Selain itu, jarum indikator gas yang bergerak tidak normal juga bisa menjadi tanda regulator bermasalah. Jika gejala ini muncul, regulator sebaiknya segera diganti demi keamanan dapur.
5. Apakah spuyer kompor yang kotor bisa membuat api sering mati?
Ya, spuyer kompor yang kotor atau tersumbat dapat menghambat aliran gas menuju burner. Akibatnya, api menjadi kecil, tidak stabil, atau mudah padam. Membersihkan spuyer secara berkala dapat membantu mengembalikan tekanan gas normal dan menjaga nyala api tetap stabil saat digunakan memasak.

1 day ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440081/original/040170400_1765421858-Ide_Jualan_Makanan_Kekinian_untuk_Sekolah_Cilok_Kuah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5273672/original/065884000_1751674381-APEL_PIALA_PRESIDEN_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467005/original/088071500_1767859792-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467428/original/057339400_1767882325-point3d-commercial-imaging-ltd-bUXRoIaz6wE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288445/original/030995400_1532331567-Harga-Telur-Ayam3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261424/original/075415200_1750668233-library_upload_21_2025_02_645x430_persib-1_9991aa9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377722/original/059855800_1760151759-unnamed__36_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463867/original/002935700_1767672789-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5467178/original/041524500_1767865044-BRI_Super_League.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465255/original/026376000_1767762515-ChatGPT_Image_7_Jan_2026__12.06.09.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465426/original/011938200_1767768264-Desain_Rumah_Type_36__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466517/original/086557300_1767847037-keran_kamar_mandi_berkeran_dan_kotor.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467150/original/047586500_1767864513-pexels-valentinantonucci-1275393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4330608/original/069854700_1676890385-budi_daya_pepaya_california-HERMAN_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348129/original/034457200_1757768953-Johnny_Jansen_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466984/original/079700100_1767859635-Gemini_Generated_Image_10xlpu10xlpu10xl.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)