Liputan6.com, Jakarta - Lantai kamar mandi yang licin merupakan masalah umum yang sering diabaikan, padahal dapat menimbulkan cedera serius jika seseorang terpeleset. Risiko ini meningkat drastis, terutama jika di rumah terdapat anak kecil yang aktif atau anggota keluarga lansia yang rentan.
Banyak yang berpikir bahwa satu-satunya solusi untuk lantai kamar mandi licin adalah dengan mengganti keramik, sebuah proses renovasi yang mahal, memakan waktu, dan seringkali sangat merepotkan. Namun, jangan khawatir, ada berbagai solusi efektif yang bisa Anda terapkan tanpa perlu melakukan pembongkaran besar.
Di artikel ini akan membahas penyebab umum kelicinan lantai, mulai dari jenis material keramik hingga penumpukan residu sabun, serta memberikan tips detail tentang cara mengatasi setiap masalah tersebut. Jadi simak tips selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (7/1/2026).
1. Bersihkan Secara Rutin dan Tuntas dengan Sikat Khusus
Membersihkan lantai kamar mandi secara rutin adalah langkah fundamental untuk mencegah kelicinan. Pembersihan teratur dapat menghilangkan lapisan licin akibat residu sabun, sampo, serta mencegah tumbuhnya lumut dan jamur yang menjadi biang keladi lantai licin.
Sikatlah lantai minimal seminggu sekali menggunakan cairan pembersih khusus kamar mandi dan sikat bergagang. Penting untuk fokus pada area nat dan sudut-sudut yang sering lembap, karena di sinilah kotoran dan jamur cenderung menumpuk. Pembersihan menyeluruh ini akan membantu menjaga permukaan keramik tetap kesat.
Pilihlah sikat kamar mandi berkualitas yang tahan lama dan nyaman digunakan agar proses pembersihan lebih efektif. Beberapa rekomendasi sikat lantai yang tersedia di pasaran antara lain Krisbow Sikat Lantai Bergagang, Satto Sikat Kamar Mandi, atau Bagus Sikat Lantai.
2. Bilas Sisa Sabun dan Jaga Drainase
Kebiasaan sederhana setelah mandi dapat sangat efektif menjaga lantai kamar mandi tetap kesat. Lantai kamar mandi akan mudah licin akibat sabun yang digunakan saat mandi, sehingga pembilasan yang baik sangat diperlukan.
Setelah selesai mandi, segera bilas area shower atau bathtub dengan air bersih hingga sisa sabun dan sampo benar-benar hilang. Pastikan juga saluran air tidak tersumbat agar air dapat mengalir lancar dan lantai cepat kering. Hal ini mencegah penumpukan residu sabun sejak awal dan memastikan tidak ada genangan air.
Untuk mengatasi saluran air yang tersumbat, Anda bisa menggunakan cairan pembersih saluran air. Produk seperti Green Gobbler Drain Clog Dissolver, Glint Maxi Clear Gel Pembersih Sumbatan Pipa, atau Roto Rooter Cairan Pembersih Pipa dapat membantu melarutkan sumbatan akibat rambut, lemak, atau sisa sabun, menjaga drainase tetap optimal.
3. Gunakan Keset atau Mat Anti-Slip Berkualitas
Keset anti-slip adalah solusi instan dan efektif untuk area yang paling rawan licin di kamar mandi. Menempatkan keset kaki di sekitar bathtub atau luar pintu shower dapat mencegah Anda tergelincir akibat tetesan air pada lantai.
Tempatkan keset anti-slip di area-area strategis yang sering basah, seperti di dalam atau di depan shower, di depan bathtub, dan di depan wastafel. Keset ini memberikan traksi tambahan dan menyerap air, secara signifikan mengurangi risiko terpeleset di titik-titik paling berbahaya.
Pilihlah keset dengan bagian bawah karet (anti-slip) dan material penyerap cepat untuk efektivitas maksimal. Keset diatomite, seperti Forhom Keset Kamar Mandi Diatomite Hard Solid atau Soft Anti Slip, serta keset katun atau PVC dari Informa, adalah pilihan yang baik karena daya serap dan sifat anti-slipnya.
4. Aplikasikan Larutan Garam atau Cuka
Bahan dapur sederhana seperti garam dan cuka bisa menjadi solusi sementara yang efektif untuk mengatasi lantai licin. Garam dapat mencegah lantai kamar mandi menjadi licin karena kandungannya bisa membuat lantai menjadi kesat.
Campurkan air panas dengan garam atau cuka dapur. Siram atau sapukan larutan ini ke lantai, gosok perlahan, diamkan beberapa menit, lalu bilas hingga bersih dan keringkan. Garam akan memberikan tekstur kesat sementara, sementara cuka membantu membunuh jamur/lumut dan melarutkan residu kapur penyebab kelicinan.
Selalu uji di area kecil yang tersembunyi terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada perubahan warna atau kerusakan pada keramik. Untuk keramik yang sensitif, encerkan larutan lebih banyak untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.
5. Gunakan Pel Khusus yang Cepat Menyerap Air
Mengeringkan lantai dengan cepat adalah kunci untuk mengurangi kelembapan dan mencegah pertumbuhan lumut serta jamur. Menggunakan pel khusus yang memiliki daya serap tinggi adalah cara efektif agar lantai kamar mandi cepat kering.
Setelah membersihkan lantai atau setelah mandi, gunakan alat pel spons (PVA) atau pel putar yang memiliki daya serap tinggi untuk mengeringkan lantai. Lantai yang lebih cepat kering berarti lebih aman dan mengurangi waktu kelembapan yang memicu pertumbuhan organisme penyebab licin.
Alat pel dari seri Proclean, seperti Proclean Set Alat Pel Putar atau Proclean Alat Pel Spons PVA, dirancang khusus untuk penyerapan air yang optimal. Investasi pada alat pel berkualitas akan sangat membantu menjaga lantai kamar mandi tetap kering dan aman.
6. Treatment Anti-Slip Coating
Anti-slip coating adalah lapisan transparan yang diaplikasikan di atas permukaan keramik untuk meningkatkan gesekan. Solusi ini sering disebut sebagai perbaikan permanen, meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada jenis ubin, kualitas aplikasi, dan pemeliharaan jangka panjang.
Untuk mengaplikasikannya, bersihkan dan keringkan lantai secara sempurna terlebih dahulu. Kemudian, aplikasikan produk coating anti-slip sesuai petunjuk produsen, biasanya berupa cairan yang dioles atau disemprotkan. Coating ini akan membentuk lapisan tipis bertekstur di atas keramik, secara signifikan meningkatkan grip atau daya cengkeram, bahkan saat lantai basah.
Meskipun efektif, lapisan ini tidak permanen dan dapat aus seiring waktu atau penggunaan, sehingga perlu diaplikasikan ulang setelah beberapa tahun. Kualitas aplikasi juga sangat memengaruhi efektivitas dan durabilitasnya, jadi pastikan mengikuti petunjuk dengan cermat.
7. Treatment Etching / Surface Modifier
Treatment etching atau surface modifier menggunakan cairan kimia untuk mengubah tekstur permukaan keramik secara mikroskopis. Surface modifier hampir sama dengan coating dalam efek yang diberikan, tetapi teknisnya berbeda; alih-alih menambahkan lapisan di atas lantai, surface modifier menambahkan ukiran kecil pada lantai.
Cairan kimia khusus (seringkali berbasis asam) diaplikasikan pada keramik yang basah. Cairan ini akan 'mengukir' permukaan keramik secara mikroskopis, menciptakan tekstur kasar yang tidak terlihat mata telanjang namun terasa saat disentuh.
Ini adalah solusi semi-permanen yang mengubah sifat permukaan keramik itu sendiri, memberikan peningkatan traksi yang tahan lama. Namun, sangat penting untuk selalu menguji di area kecil yang tersembunyi terlebih dahulu untuk menentukan jumlah perawatan yang diperlukan.
Treatment ini tidak cocok untuk semua jenis keramik dan aplikasi harus sangat hati-hati, menjaga lantai tetap basah selama proses. Disarankan untuk menggunakan jasa profesional atau produk dengan panduan yang sangat jelas untuk menghindari kerusakan.
Mengatasi lantai kamar mandi licin tidak selalu harus dengan renovasi besar. Dengan mengidentifikasi penyebab kelicinan dan memilih solusi yang tepat dari tujuh cara mengatasi lantai kamar mandi licin tanpa bongkar keramik di atas, keamanan kamar mandi Anda dapat ditingkatkan secara signifikan. Mulailah dari solusi termudah dan termurah seperti pembersihan rutin dan penggunaan keset anti-slip. Jika dirasa belum cukup, tingkatkan ke perawatan kimia seperti anti-slip coating atau etching treatment.
FAQ
Q: Mana yang lebih baik, Anti-Slip Coating atau Etching Treatment?
A: Anti-slip coating umumnya lebih aman untuk berbagai jenis keramik dan bersifat 'reversible', memberikan traksi substansial dengan perawatan berkelanjutan. Etching treatment lebih permanen dan mengubah permukaan keramik, tetapi risikonya lebih tinggi jika salah aplikasi atau untuk keramik yang tidak kompatibel. Untuk pengguna rumahan, coating seringkali lebih disarankan karena lebih mudah diaplikasikan dan risikonya lebih rendah.
Q: Apakah cara-cara ini efektif untuk keramik polished yang sangat licin?
A: Ya, terutama solusi penggunaan keset anti-slip, anti-slip coating, dan etching treatment. Pembersihan rutin akan membantu menghilangkan residu, tetapi tidak akan mengubah sifat licin alami permukaan polished saat basah. Untuk keramik polished, solusi yang memodifikasi permukaan atau menambahkan lapisan traksi akan memberikan hasil paling signifikan.
Q: Berapa biaya yang diperlukan untuk solusi tanpa bongkar ini?
A: Biaya sangat bervariasi. Solusi perawatan rutin, alat kebersihan, keset, serta larutan garam/cuka relatif murah (Rp 50.000 - Rp 300.000). Anti-slip coating berada di kisaran menengah, sementara etching treatment bisa lebih mahal, terutama jika menggunakan jasa profesional.
Q: Kapan saatnya saya harus menyerah dan mempertimbangkan mengganti keramik?
A: Jika semua solusi sudah dicoba dengan benar dan konsisten, tetapi lantai masih sangat licin dan berbahaya, terutama jika ada lansia atau balita, maka saatnya mempertimbangkan penggantian keramik. Pertimbangkan juga jika keramik sudah retak, pecah, atau permukaannya sangat aus.

1 day ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466427/original/087729200_1767845196-Model_Celana_Panjang_untuk_Wanita_Pendek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466325/original/053028700_1767842393-Wadah_Makanan_Plastik__Container__untuk_menanam_seledri__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233994/original/041025500_1748330528-ChatGPT_Image_27_Mei_2025__14.15.39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446270/original/065960100_1765877250-Sentuhan_Industrial_dengan_Plafon_Ekspos_dan_Ventilasi_Aktif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461531/original/061759100_1767418613-Lumpia_goreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466235/original/029458400_1767840542-MASPION_MAGIC_COOKER__dok._maspion_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466369/original/036318000_1767843658-Gemini_Generated_Image_sxbt4isxbt4isxbt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466292/original/048359300_1767841549-Trik_Membersihkan_Wajan_Teflon_yang_Gosong_di_Bagian_Bawah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466224/original/046818100_1767840360-Air_Fryer.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466231/original/067321000_1767840390-Ide_Jualan_Dessert_Box_Takjil_untuk_Bulan_Puasa_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466286/original/091666100_1767841342-Batu_Alam_Depan_Rumah_Minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466343/original/012824200_1767843042-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464477/original/058704300_1767690883-kangkung6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2380480/original/064493500_1539230331-Screen_Shot_2018-10-11_at_09.54.30.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241327/original/088145800_1748947331-aa7c2d03-0a68-40a6-be49-ffe446ebf9ba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5416408/original/035651300_1763450354-bottle-coconut-water-put-dark-background__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466251/original/056035700_1767840687-Gemini_Generated_Image_kjzavhkjzavhkjza.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)