7 Cara Mengatasi Media Tanam Terlalu Basah agar Akar Tidak Membusuk

1 week ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Media tanam yang terlalu basah kerap menjadi penyebab utama tanaman tiba-tiba layu, pertumbuhan terhambat, hingga akhirnya mati tanpa tanda-tanda yang jelas di permukaan. Kondisi ini sering terjadi pada tanaman pot dan polybag, terutama saat musim hujan atau ketika penyiraman dilakukan tanpa perhitungan kelembapan media.

Masalahnya, genangan air di dalam media tanam tidak hanya membuat akar kekurangan oksigen, tetapi juga menciptakan lingkungan ideal bagi jamur patogen penyebab busuk akar. Ketika akar tidak lagi mampu menyerap nutrisi secara optimal, tanaman akan menunjukkan gejala stres meski tampak hijau dari luar.

Agar tanaman tetap sehat dan sistem perakarannya terjaga, diperlukan langkah perbaikan yang dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran. Berikut tujuh cara mengatasi media tanam yang terlalu basah agar akar tidak membusuk dan tanaman bisa pulih kembali, Senin (19/1/2026).

1. Lubang Drainase Tersumbat Membuat Air Menggenang

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi lubang drainase pot karena saluran air yang tersumbat akan membuat kelebihan air terperangkap di dalam media tanam. Ketika air tidak bisa keluar, akar akan terus terendam dan kehilangan akses oksigen yang sangat dibutuhkan untuk respirasi.

Pemeriksaan drainase sebaiknya dilakukan dengan mengangkat pot dan memastikan air bisa menetes keluar setelah penyiraman. Jika lubang tertutup tanah atau sisa akar, pembersihan harus segera dilakukan agar aliran air kembali lancar.

Dalam kondisi tertentu, penggunaan pot dengan jumlah lubang drainase yang lebih banyak menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah media tanam kembali terlalu basah.

2. Penyiraman Berlebihan Memperparah Kelembapan Media Tanam

Media tanam yang terlalu basah sering kali dipicu oleh kebiasaan menyiram tanaman tanpa mengecek kondisi kelembapannya terlebih dahulu. Penyiraman yang dilakukan saat media masih lembap akan memperpanjang waktu genangan air di sekitar akar.

Cara paling sederhana untuk menghindari hal ini dengan mengecek kelembapan media menggunakan jari hingga kedalaman satu ruas sebelum menyiram. Jika media masih terasa basah, penyiraman sebaiknya ditunda hingga kondisinya lebih kering.

Penyesuaian jadwal siram menjadi sangat penting di musim hujan karena intensitas air dari lingkungan sudah cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan tanaman.

3. Media Tanam Tidak Poros Menghambat Aliran Air

Struktur media tanam yang terlalu padat akan menghambat aliran air dan udara di dalam pot, sehingga air mudah mengendap di sekitar akar. Kondisi ini mempercepat terjadinya pembusukan, terutama pada tanaman sayuran dan tanaman hias berakar serabut.

Untuk mengatasinya, media tanam perlu dicampur dengan bahan berpori seperti sekam bakar, pasir malang, atau cocopeat agar teksturnya lebih gembur. Campuran ini membantu air mengalir lebih cepat sekaligus menjaga ruang udara di dalam media.

Media tanam yang poros juga membuat akar lebih leluasa berkembang dan meningkatkan kemampuan tanaman menyerap nutrisi secara optimal.

4. Sirkulasi Udara Buruk Menyebabkan Kelembapan Menumpuk

Kelembapan berlebih tidak hanya berasal dari air di media tanam, tetapi juga dari udara yang tidak bersirkulasi dengan baik di sekitar tanaman. Pot yang diletakkan terlalu rapat akan membuat area tanam menjadi lembap dan sulit kering.

Menjaga jarak antar pot memungkinkan aliran udara berjalan lebih lancar dan membantu proses penguapan air dari permukaan media. Udara yang bergerak juga menekan pertumbuhan jamur patogen penyebab busuk akar.

Penempatan tanaman di area yang terang namun tidak terkena hujan langsung menjadi kombinasi ideal untuk menjaga keseimbangan kelembapan.

5. Hujan Langsung Membuat Media Tanam Kehilangan Kendali Air

Paparan hujan deras secara langsung dapat membuat media tanam menyerap air berlebihan dalam waktu singkat. Jika kondisi ini dibiarkan, akar akan terus terendam dan berisiko mengalami pembusukan.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah memindahkan tanaman ke area teduh atau menggunakan penutup transparan saat hujan intens. Cara ini membantu mengontrol jumlah air yang masuk ke dalam pot.

Perlindungan dari hujan langsung sangat penting bagi tanaman pot karena volume media terbatas dan tidak mampu menampung air berlebih dalam waktu lama.

6. Jamur Patogen Berkembang di Media Terlalu Basah

Media tanam yang lembap dalam jangka waktu lama menjadi tempat ideal bagi jamur penyebab busuk akar berkembang. Jika tidak dikendalikan, jamur akan merusak jaringan akar secara perlahan dan sulit dipulihkan.

Penggunaan fungisida alami seperti larutan bawang putih atau kayu manis dapat membantu menekan pertumbuhan jamur patogen. Selain itu, aplikasi mikroba hayati seperti Trichoderma dikenal efektif menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam media tanam.

Langkah ini berfungsi sebagai perlindungan tambahan agar akar tetap sehat selama proses pemulihan tanaman.

7. Dasar Pot Menempel Tanah Basah Memicu Genangan

Pot yang langsung diletakkan di atas tanah basah berisiko menyerap air dari bawah melalui lubang drainase. Akibatnya, media tanam tetap basah meski penyiraman sudah dihentikan.

Solusi praktisnya adalah meninggikan posisi pot menggunakan tatakan, bata, atau kayu agar dasar pot tidak bersentuhan langsung dengan permukaan basah. Cara ini membantu air keluar lebih optimal dan mencegah rembesan dari bawah.

Dengan posisi pot yang lebih tinggi, sirkulasi udara di sekitar lubang drainase juga menjadi lebih baik dan mempercepat pengeringan media.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Media Tanam Terlalu Basah

1. Apa tanda awal akar tanaman mulai membusuk?

Daun menguning, layu meski media basah, serta pertumbuhan tanaman melambat menjadi tanda umum busuk akar.

2. Apakah semua tanaman sensitif terhadap media terlalu basah?

Sebagian besar tanaman pot sensitif terhadap genangan air, kecuali tanaman air yang memang beradaptasi di kondisi lembap.

3. Apakah media tanam basah bisa diselamatkan tanpa mengganti media?

Media masih bisa diperbaiki dengan meningkatkan drainase, mengurangi penyiraman, dan memperbaiki sirkulasi udara.

4. Kapan sebaiknya tanaman dipindahkan ke pot baru?

Pemindahan perlu dilakukan jika media sudah terlalu padat, berbau, atau akar terlihat rusak akibat pembusukan.

5. Apakah fungisida alami cukup efektif mencegah busuk akar?

Fungisida alami efektif sebagai pencegahan dan pendukung pemulihan jika digunakan secara rutin dan tepat.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|