Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan betok di kolam terpal merupakan ide usaha yang menarik karena punya potensi keuntungan yang besar. Ikan betok, yang dikenal juga sebagai papuyu di Kalimantan atau betik di Jawa Tengah dan Jawa Timur, merupakan salah satu jenis ikan air tawar endemik Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi berkat rasa dagingnya yang lezat dan gurih. Tingginya permintaan membuat ikan ini sangat digemari masyarakat, terutama di Kalimantan, dengan harga jual mencapai Rp 40.000 hingga Rp 90.000 per kilogram, tergantung ukuran dan wilayah penjualan.
Namun, ketersediaan ikan betok di pasaran semakin menipis karena sebagian besar masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam liar seperti sungai, waduk, dan danau. Penangkapan yang tidak terkontrol menyebabkan ukuran ikan yang dijual semakin kecil dan jumlahnya berkurang, sementara permintaan pasar dari restoran dan rumah makan terus meningkat.
Oleh karena itu, budidaya ikan betok di kolam terpal hadir sebagai solusi efektif untuk mengatasi permasalahan ini. Metode ini menawarkan kemudahan dan efisiensi, terutama bagi mereka yang memiliki lahan terbatas atau ingin memulai usaha dengan modal minim, menjadikannya pilihan menarik untuk dibudidayakan. Bagi Anda yang tertari untuk membudidayakan ikan betok, berikut langkah pratisnya sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (1/2/2026).
Persiapan Awal Budidaya Ikan Betok di Kolam Terpal
Kolam terpal menjadi alternatif kolam konvensional yang sangat fleksibel dan tidak membutuhkan lahan permanen, cocok untuk memulai budidaya ikan betok di kolam terpal. Keuntungan utamanya meliputi biaya yang lebih ekonomis dan instalasi yang cepat dibandingkan kolam semen atau permanen lainnya.
Fleksibilitas kolam terpal memungkinkan pembudidaya untuk menempatkannya di atas permukaan tanah, paving, atau area kosong di sekitar rumah, bahkan pekarangan. Selain itu, pengelolaan kualitas air menjadi lebih mudah dikontrol, yang merupakan kunci utama keberhasilan dalam mengelola kepadatan ikan dan sisa pakan.
Meskipun demikian, ada beberapa tantangan dalam budidaya ikan betok di kolam terpal, seperti risiko kebocoran terpal dan perlunya perhatian ekstra pada sirkulasi oksigen serta penumpukan sisa pakan atau kotoran. Kolam terpal tidak memiliki bakteri alami tanah yang membantu menghambat pembusukan, sehingga perlu diwaspadai adanya pembusukan di dasar kolam.
Pemilihan benih yang sehat dan berkualitas adalah langkah krusial untuk keberhasilan budidaya ikan betok di kolam terpal. Disarankan untuk memilih benih ikan betok berwarna hijau kegelapan karena jenis ini mampu tumbuh lebih optimal dibandingkan ikan betok berwarna hijau kekuningan. Benih yang baik ditandai dengan gerakan aktif, ukuran seragam, dan tanpa cacat, yang dapat diperoleh dari pembudidaya lain atau hasil pemijahan sendiri.
Konstruksi Kolam Terpal yang Ideal
Persiapan kolam terpal yang tepat akan mendukung lingkungan hidup ikan betok yang optimal. Siapkan terpal tebal, rangka penopang dari bambu, kayu, pipa, atau batu bata, serta pipa inlet dan outlet untuk sirkulasi air yang efektif.
Untuk pemula, kolam terpal dengan diameter 3 meter adalah ukuran praktis yang ideal, dengan ketinggian air minimal 50 cm. Ukuran ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan, bahkan di pekarangan rumah sekalipun.
Proses persiapan kolam dimulai dengan mencuci bersih terpal baru untuk menghilangkan kotoran atau virus. Selanjutnya, pasang rangka dan bentangkan terpal di atas lahan yang sudah diratakan dan dibersihkan dari benda tajam.
Isi kolam dengan air setinggi 50-70 cm dan endapkan selama 2-3 hari untuk menjaga stabilitas kolam. Tambahkan probiotik khusus saat pengendapan untuk mempercepat tumbuhnya pakan alami seperti plankton, di mana air yang sudah berwarna hijau menandakan kolam siap ditebari ikan.
Penebaran Benih dengan Kepadatan Optimal
Penebaran benih yang tepat akan memastikan pertumbuhan ikan yang optimal dan mengurangi stres pada ikan betok. Kepadatan ideal untuk budidaya ikan betok di kolam terpal adalah sekitar 3.000 hingga 4.000 ekor benih per kolam diameter 3 meter.
Alternatif lain, kepadatan tebar bisa dihitung sebanyak 100 sampai 150 ekor per meter persegi dengan kedalaman air 30 sampai 40 cm. Kepadatan yang sesuai penting untuk mencegah persaingan pakan dan ruang gerak.
Sebelum melepas benih ke kolam, lakukan aklimatisasi atau penyesuaian suhu dengan mengapungkan wadah berisi benih di atas kolam selama 30-60 menit. Setelah itu, campur air kolam sedikit demi sedikit ke wadah benih sebelum melepaskannya secara perlahan ke dalam kolam.
Ikan betok dikenal sebagai perenang yang lincah dan mampu melompat, sehingga penting untuk memasang pagar pengaman. Gunakan waring atau kelambu di sekeliling kolam untuk mencegah ikan melarikan diri dan melindungi dari predator seperti kucing atau burung.
Manajemen Pakan Efisien untuk Ikan Betok
Pakan merupakan faktor terpenting dalam budidaya ikan betok di kolam terpal, karena hampir 60% dari total pengeluaran biaya operasional ada pada pakan. Oleh karena itu, manajemen pakan yang efisien sangat krusial untuk menekan biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan.
Berikan pakan sebanyak 2-3 kali sehari, dengan frekuensi pemberian pakan paling pagi disarankan sekitar jam 9, karena nafsu makan ikan betok belum terlalu kuat di pagi buta. Jumlah pakan yang diberikan sebaiknya 4-6% dari bobot tubuh ikan per hari.
Untuk jenis pakan, pelet dengan kandungan protein minimal 25% dapat menjadi pakan utama. Namun, untuk menyiasati biaya budidaya yang membengkak, pakan alternatif sangat direkomendasikan.
Ikan betok termasuk ikan omnivora yang cenderung karnivora, sehingga dapat memakan berbagai jenis pakan hewani seperti cacing tanah, maggot, atau keong mas, serta pakan nabati seperti nasi sisa, bekatul, atau ampas tahu. Campurkan pakan pelet dan pakan alternatif dengan perbandingan 40% pelet : 60% pakan alternatif atau 20% pelet : 80% pakan alternatif untuk efisiensi biaya.
Menjaga Kualitas Air dan Oksigen
Menjaga kualitas air adalah kunci utama kesehatan dan pertumbuhan ikan betok yang optimal dalam budidaya ikan betok di kolam terpal. Pastikan sirkulasi air berjalan baik dengan menggunakan kucuran air dari selang atau aerator udara untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut di dalam air.
Jaga kebersihan air dari sisa pakan dan kotoran yang dapat mengendap di dasar kolam. Lakukan penggantian air parsial secara berkala, namun hindari perubahan air yang terlalu mendadak untuk mengurangi stres pada ikan betok.
Penambahan probiotik secara rutin, idealnya 1-2 minggu sekali, sangat penting untuk menjaga kualitas air. Probiotik membantu mencegah penumpukan amonia, meningkatkan kesehatan ikan, dan mendukung pertumbuhan plankton alami.
Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan direkomendasikan karena dapat membantu meningkatkan jumlah plankton alami, memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan ikan, serta bakteri apatogen yang baik untuk lingkungan kolam.
Pencegahan Hama dan Penyakit Ikan Betok
Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati dalam budidaya ikan betok di kolam terpal. Pagar waring atau kelambu tidak hanya berfungsi mencegah ikan melarikan diri, tetapi juga melindungi kolam dan ikan dari serangan predator seperti kucing atau burung.
Amati tanda-tanda penyakit pada ikan betok, seperti perubahan warna tubuh, perilaku berenang yang tidak normal, atau penurunan nafsu makan. Jika ditemukan, segera lakukan karantina terhadap ikan yang sakit dan berikan pengobatan yang sesuai.
Tiga faktor utama penyebab ikan betok terpapar penyakit adalah lingkungan yang buruk, kondisi inang ikan yang lemah, atau sisa penyakit di dalam kolam. Oleh karena itu, menjaga kualitas air dan memberikan probiotik secara rutin adalah langkah pencegahan utama yang efektif.
Lingkungan kolam yang bersih dan stabil dengan kadar oksigen yang cukup akan membuat ikan betok lebih tahan terhadap serangan penyakit. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keberhasilan budidaya.
Seleksi dan Pembesaran Ikan Betok
Seleksi ikan adalah tahapan penting untuk memastikan pertumbuhan yang merata dan optimal dalam budidaya ikan betok di kolam terpal. Setelah sekitar dua bulan, perhatikan apakah ada ikan yang berukuran tidak seragam di dalam kolam.
Jika ditemukan perbedaan ukuran yang signifikan, pisahkan ikan betok berukuran besar dan kecil ke kolam yang berbeda. Tujuan seleksi ini adalah agar ikan yang lebih kecil tidak terhambat pertumbuhannya oleh ikan yang lebih besar.
Proses seleksi juga mempermudah saat panen, sehingga pembudidaya tidak perlu repot melakukan seleksi ukuran lagi pada saat panen tiba. Ini akan menghemat waktu dan tenaga, serta memastikan hasil panen yang lebih homogen.
Panen Ikan Betok Tepat Waktu
Panen adalah puncak dari semua upaya dalam budidaya ikan betok di kolam terpal. Ikan betok umumnya siap dipanen dalam waktu 3 hingga 4 bulan, meskipun beberapa sumber menyebutkan bisa hingga 5 bulan, tergantung target bobot.
Bobot yang ideal untuk panen adalah sekitar 100 hingga 200 gram per ekor. Untuk target bobot yang lebih besar, yaitu 300-500 gram, panen dapat dilakukan pada usia 4-5 bulan.
Cara panen dimulai dengan mengurangi air kolam secara bertahap, menyisakan sedikit air di dasar kolam. Gunakan jaring lembut untuk memanen ikan agar tidak melukai ikan dan menjaga kualitasnya.
Panen dapat dilakukan secara bertahap (selektif) atau sekaligus (total). Panen selektif cocok jika penebaran awal menggunakan bibit dari alam bebas yang ukurannya tidak seragam. Penting untuk berhati-hati saat pascapanen demi menjaga kesegaran ikan hingga sampai di pasaran.
Tips Tambahan untuk Hasil Maksimal
Untuk semakin mengoptimalkan hasil panen budidaya ikan betok di kolam terpal, beberapa tips berikut dapat diterapkan. Jika kolam berada di area terbuka yang terkena sinar matahari terik secara langsung, buatlah naungan, misalnya dengan paranet, untuk menjaga suhu sekitar kolam tetap stabil.
Tambahkan tanaman air seperti ganggang atau eceng gondok ke dalam kolam. Tumbuhan air ini dapat berfungsi sebagai tempat berlindung bagi benih ikan betok yang masih kecil, pemasok oksigen, dan bahkan sebagai pakan tambahan alami.
Pelajari cara melakukan pemijahan buatan atau pemijahan sendiri. Dengan memijahkan ikan betok secara mandiri, Anda bisa mendapatkan benih ikan dengan lebih mudah, lebih murah, dan menjamin kualitas benih yang ditebar.
Pemasaran ikan betok cukup menjanjikan karena peminatnya terus bertambah. Anda dapat memasarkan ikan ke pengepul, penjual di pasar, restoran, hotel, atau langsung ke konsumen rumah tangga. Kelompokkan hasil panen berdasarkan grade (A, B, C) karena harga jualnya berbeda, di mana grade A bisa mencapai Rp 90.000 per kg. Manfaatkan juga platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar.
Budidaya ikan betok di kolam terpal merupakan peluang usaha yang menjanjikan dengan modal relatif terjangkau dan potensi keuntungan yang tinggi. Kunci suksesnya terletak pada manajemen pakan yang efisien, menjaga kualitas air dengan probiotik, dan melakukan perawatan rutin. Dengan mengikuti panduan bertahap ini, bahkan pemula sekalipun berpeluang sukses dan menikmati keuntungan dari tingginya nilai jual ikan betok di pasaran.
FAQ
Q: Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk budidaya ikan betok di kolam terpal skala rumahan?
A: Modal awal untuk budidaya ikan betok di kolam terpal relatif minim, berkisar Rp 2 - 3 juta untuk skala starter (kolam diameter 3m, 3000 benih, terpal, pakan awal). Biaya terbesar adalah pakan (hingga 60%), namun dapat ditekan dengan pakan alternatif.
Q: Apakah ikan betok benar-benar tidak kanibal seperti lele?
A: Benar, ikan betok dikenal tidak kanibal, yang merupakan keunggulan dibandingkan beberapa ikan budidaya lain. Namun, kompetisi pakan tetap bisa terjadi di kepadatan tinggi, sehingga seleksi ukuran ikan penting dilakukan.
Q: Seberapa sering air kolam terpal harus diganti?
A: Tidak ada patokan mutlak; lakukan penggantian air parsial (sekitar 20-30%) setiap 2-3 minggu sekali atau saat air keruh/berbau. Penambahan probiotik rutin dapat membantu menjaga kualitas air dan memperpanjang interval penggantian.
Q: Apa perbedaan budidaya di kolam terpal dengan kolam tanah?
A: Kolam tanah unggul dalam pakan alami dan sirkulasi, namun kolam terpal lebih unggul dalam kontrol kualitas air, pencegahan hama/penyakit, fleksibilitas lokasi, dan modal awal yang lebih murah.
Q: Mengapa probiotik sangat dianjurkan dalam budidaya ikan betok?
A: Probiotik dianjurkan karena mengurai limbah organik, menekan bakteri patogen, memicu pertumbuhan plankton, dan meningkatkan daya tahan tubuh ikan, sehingga mencegah penyakit dan mengoptimalkan pertumbuhan.

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)