Liputan6.com, Jakarta - Cuaca panas yang berkepanjangan kerap membuat udara di dalam rumah terasa pengap dan lembap, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Kondisi ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko memicu masalah kesehatan dan kerusakan properti. Oleh karena itu, mengurangi kelembapan di rumah saat cuaca panas menjadi langkah penting yang perlu segera diterapkan oleh setiap penghuni.
Tanpa penanganan tepat, kelembapan tinggi dapat memicu tumbuhnya jamur pada dinding, membuat furnitur kayu melengkung, hingga mengundang hama seperti kecoa dan nyamuk masuk ke rumah. Dampaknya pun merambat ke kesehatan penghuni, mulai dari gangguan pernapasan hingga kulit yang mudah berjerawat akibat udara lembap yang terperangkap.
Saat ini sebenarnya sudah ada alat dehumidifier yang dapat membantu Anda. Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa cara alternatif lain yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kelembapan rumah di musim panas. Berikut adalah beberapa metode yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).
1. Buka Jendela dan Nyalakan Exhaust Fan pada Waktu yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338291/original/005838800_1788321797-441.jpg)
Perbesar
Membuka jendela pada pagi atau sore hari saat suhu udara luar lebih sejuk menjadi cara termudah untuk mengurangi kelembapan di rumah saat cuaca panas. Sirkulasi udara yang lancar membantu udara lembap di dalam ruangan keluar, sekaligus mencegah penumpukan uap air yang biasa terjadi di ruangan tertutup sepanjang hari.
Selain jendela, exhaust fan di dapur dan kamar mandi memegang peran penting. Uap panas dari memasak maupun mandi air panas menyumbang kelembapan cukup besar bila dibiarkan terperangkap. Menyalakan exhaust fan selama dan setelah aktivitas tersebut membantu membuang uap air sebelum sempat menempel pada dinding atau langit-langit.
Pastikan exhaust fan yang dipasang benar-benar mengarah keluar rumah, bukan hanya berputar di dalam ruangan tertutup seperti plafon. Kombinasi jendela terbuka pada jam yang tepat dan exhaust fan yang berfungsi optimal mampu menurunkan kelembapan secara signifikan tanpa biaya listrik tambahan yang besar setiap bulannya.
2. Nyalakan AC agar Udara Lebih Sejuk dan Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4812928/original/069076700_1714043699-young-woman-using-home-technology.jpg)
Perbesar
Pendingin udara atau AC tidak hanya menurunkan suhu ruangan, tetapi juga bekerja layaknya dehumidifier alami. Saat udara panas dan lembap melewati kumparan evaporator yang dingin, uap air di dalamnya mengembun dan menetes keluar melalui saluran pembuangan, sehingga udara yang kembali ke ruangan menjadi lebih kering.
Agar proses ini berjalan maksimal, ukuran AC perlu disesuaikan dengan luas ruangan. AC yang terlalu besar akan cepat mendinginkan udara sebelum sempat menyerap cukup banyak uap air, sehingga ruangan tetap terasa lembap meski suhunya sudah turun. Sebaliknya, AC yang terlalu kecil akan bekerja terus-menerus tanpa hasil optimal.
Perawatan rutin juga tidak boleh diabaikan. Filter dan kumparan evaporator yang kotor membuat AC bekerja lebih berat namun kurang efektif menyerap kelembapan. Membersihkan filter secara berkala serta memastikan tidak ada kebocoran freon akan menjaga performa AC tetap optimal dalam mengurangi kelembapan di dalam rumah.
3. Segel Celah pada Jendela, Pintu, dan Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338292/original/012259200_1788321797-d9dd0efe-c5eb-4e92-acc6-80f49addcedc.jpg)
Perbesar
Celah kecil di sekitar bingkai jendela, pintu, maupun retakan dinding menjadi jalan masuk udara lembap dari luar rumah, terutama saat cuaca panas dan kelembapan udara luar sedang tinggi. Semakin banyak celah yang terbuka, semakin sulit menjaga kadar kelembapan di dalam ruangan tetap stabil sepanjang hari.
Menutup celah tersebut dengan weather stripping atau sealant sederhana yang banyak dijual di toko bangunan dapat dilakukan sendiri tanpa perlu memanggil tukang. Fokuskan perhatian pada area yang paling sering menjadi titik kebocoran udara, seperti sambungan kusen jendela, bawah pintu, serta bagian dinding yang mulai retak akibat usia bangunan.
Selain menahan udara lembap masuk, menyegel celah juga membantu menjaga udara sejuk dari AC atau kipas tetap berada di dalam ruangan lebih lama. Dengan begitu, energi yang dikeluarkan untuk mendinginkan dan mengeringkan udara rumah tidak terbuang percuma melalui celah-celah kecil yang sebenarnya bisa dicegah.
4. Cek dan Perbaiki Kebocoran Pipa maupun Keran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338293/original/023817900_1788321797-27146__1_.jpg)
Perbesar
Kebocoran kecil pada pipa air, keran, atau sambungan selang di bawah wastafel kerap luput dari perhatian, padahal menjadi sumber kelembapan tersembunyi yang terus-menerus melepaskan uap air ke udara. Area seperti kamar mandi dan dapur menjadi titik paling rawan karena instalasi air paling banyak berada di sana.
Tanda-tanda kebocoran tidak selalu terlihat jelas berupa genangan air. Dinding yang terasa lembap saat disentuh, cat yang mulai menggelembung, atau bau apek yang muncul tanpa sebab jelas bisa menjadi indikasi awal adanya rembesan air yang perlu segera diperiksa lebih lanjut oleh penghuni rumah.
Memperbaiki kebocoran sekecil apa pun sebaiknya tidak ditunda, sebab dalam jangka panjang dapat merusak struktur bangunan sekaligus memicu tumbuhnya jamur. Memeriksa kondisi pipa secara rutin, terutama menjelang musim kemarau panjang, membantu memastikan tidak ada sumber kelembapan tambahan yang luput dari perhatian penghuni rumah.
5. Manfaatkan Kipas Angin untuk Sirkulasi Udara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338294/original/035999200_1788321797-23238.jpg)
Perbesar
Kipas angin memang tidak menyerap kelembapan secara langsung, tetapi perannya penting dalam meratakan sirkulasi udara di dalam rumah. Udara lembap cenderung mengendap di sudut-sudut ruangan yang minim pergerakan udara, dan kipas membantu menyebarkannya sehingga tidak menumpuk di satu area saja.
Menempatkan kipas dekat jendela yang terbuka dapat mempercepat pertukaran udara lembap di dalam ruangan dengan udara yang lebih kering dari luar. Cara ini terutama efektif dilakukan pada pagi hari sebelum suhu udara luar ikut naik dan menjadi lebih lembap seiring bertambahnya siang.
Kombinasi kipas angin dengan AC juga dapat menghemat energi karena udara dingin tersebar lebih merata ke seluruh ruangan. Dengan begitu, suhu ruangan bisa disetel tidak terlalu rendah namun kelembapan tetap terkendali berkat pergerakan udara yang konsisten dari kipas yang menyala.
6. Gunakan Arang atau Baking Soda sebagai Penyerap Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338295/original/043095800_1788321797-86452df9-86ae-4b96-843f-ae1e71eb0171.jpg)
Perbesar
Arang dan baking soda dikenal memiliki sifat higroskopis, artinya mampu menyerap uap air dari udara di sekitarnya. Kedua bahan ini mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau, menjadikannya alternatif praktis bagi rumah tangga yang ingin mengurangi kelembapan tanpa mengeluarkan biaya besar untuk peralatan elektronik.
Cara memanfaatkannya cukup sederhana, cukup letakkan arang atau baking soda dalam wadah terbuka atau kantong kain, lalu tempatkan di sudut ruangan yang lembap seperti lemari pakaian, kamar mandi, atau gudang penyimpanan yang jarang terkena sirkulasi udara langsung dari jendela maupun kipas angin.
Agar tetap efektif, arang maupun baking soda perlu diganti secara berkala karena daya serapnya akan menurun seiring waktu. Menjemur arang di bawah sinar matahari langsung juga dapat mengembalikan sebagian daya serapnya, sehingga tidak perlu selalu membeli yang baru setiap kali kelembapan mulai naik kembali.
7. Pilih Tanaman yang Mampu Menyerap Kelembapan Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308518/original/019824900_1785145943-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash.jpg)
Perbesar
Beberapa jenis tanaman hias, seperti lili paris (peace lily), diketahui mampu menyerap kelebihan uap air melalui daunnya sekaligus membantu menjernihkan udara dalam ruangan. Menempatkan tanaman semacam ini di sudut rumah yang cenderung lembap dapat menjadi solusi alami yang sekaligus mempercantik tampilan ruangan.
Meski begitu, tanaman tetap membutuhkan penyiraman rutin agar dapat bekerja optimal menyerap kelembapan, sehingga penting memperhatikan kebutuhan air masing-masing jenis tanaman. Pemilik rumah juga perlu memastikan tanaman mendapat cukup cahaya, meski sebagian besar tanaman penyerap kelembapan tidak membutuhkan sinar matahari langsung yang berlebihan.
Selain lili paris, tanaman lain seperti sirih gading dan lidah mertua juga dikenal cukup adaptif di iklim tropis Indonesia serta relatif mudah dirawat. Kombinasi beberapa tanaman ini di berbagai sudut rumah dapat memberi efek kumulatif dalam menjaga kelembapan ruangan tetap berada pada level yang nyaman.
Mengapa Perlu Mengurangi Kelembapan untuk Mencegah Hama Masuk ke Dalam Rumah
Kelembapan tinggi tidak hanya berdampak pada kenyamanan dan kesehatan, tetapi juga menjadi daya tarik bagi berbagai hama rumah tangga. Serangga dan hewan pengerat membutuhkan air untuk bertahan hidup dan berkembang biak, sehingga rumah yang lembap menjadi lokasi ideal bagi mereka untuk bersarang. Berikut beberapa alasan mengapa mengendalikan kelembapan penting dilakukan.
- Nyamuk Berkembang Biak Lebih Cepat: Genangan air kecil akibat kelembapan tinggi menjadi tempat ideal nyamuk bertelur. Semakin lembap kondisi rumah, semakin cepat pula siklus reproduksi nyamuk berlangsung, sehingga populasinya di sekitar rumah dapat meningkat drastis dalam waktu singkat.
- Kecoa Mencari Area Lembap untuk Bersembunyi: Kecoa menyukai ruangan gelap dan lembap seperti bawah wastafel atau celah dapur. Kelembapan tinggi memberi mereka sumber air sekaligus tempat persembunyian yang nyaman, sehingga sulit diberantas jika sumber kelembapannya dibiarkan.
- Rayap Menyerang Kayu yang Lembap: Kayu yang lembap jauh lebih mudah dijangkau rayap dibandingkan kayu kering. Struktur kayu pada furnitur maupun bagian rumah berisiko keropos dan rusak parah apabila kelembapan di sekitarnya tidak segera dikendalikan sejak dini.
- Kutu Buku dan Serangga Kecil Bermunculan: Serangga seperti kutu buku atau silverfish tumbuh subur di area dengan kelembapan di atas normal. Mereka biasa bersembunyi di tumpukan buku, kain, maupun kardus yang jarang dipindahkan sehingga luput dari perhatian penghuni rumah.
Pertanyaan Seputar Cara Mengurangi Kelembapan di Rumah Saat Cuaca Panas
Berapa persen kelembapan ideal di dalam rumah? Kelembapan relatif ideal di dalam rumah umumnya berkisar antara 30 hingga 50 persen. Angka ini membantu menjaga kenyamanan penghuni sekaligus mencegah pertumbuhan jamur dan berkembangnya hama yang menyukai kondisi lembap.
Apakah kipas angin bisa mengurangi kelembapan di rumah? Kipas angin tidak menyerap kelembapan secara langsung, tetapi membantu meratakan sirkulasi udara sehingga kelembapan tidak menumpuk di satu area. Kombinasinya dengan ventilasi yang baik dapat memberikan hasil lebih optimal.
Apa tanda-tanda rumah terlalu lembap? Tanda umum meliputi dinding yang terasa lembap saat disentuh, muncul bau apek tanpa sebab jelas, cat mengelupas atau menggelembung, serta munculnya bintik jamur pada sudut ruangan yang minim sirkulasi udara.
Apakah AC sama efektifnya dengan dehumidifier? AC dapat menurunkan kelembapan karena mekanisme pendinginannya menyerap uap air, meski hasilnya belum tentu sama maksimal dengan dehumidifier khusus, terutama di ruangan dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi.
Mengapa rumah tetap lembap meski jendela sering dibuka? Kondisi ini bisa terjadi jika udara luar sendiri sedang sangat lembap, sehingga membuka jendela justru menambah uap air dari luar. Sumber kelembapan tersembunyi seperti kebocoran pipa juga perlu diperiksa lebih lanjut.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

7 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338438/original/021349800_1788329838-048a9ca8-183e-4f2d-856e-e555f85139b1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309161/original/002685200_1785220193-self_watering.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323183/original/068284200_1786604085-bc943a89-2b6c-47da-ba8d-588f990f0a00.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289861/original/096584600_1783416747-pexels-olly-3772506.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7514070/original/074213500_1780286149-Model_Kebun_dan_Peternakan_Mini_yang_Bisa_Jadi_Penghasilan_Tambahan_di_Rumah_Model_Ternak_Ayam_Kampung_Skala_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405079/original/019492200_1762423616-rumah_kecil_dengan_vertikal_garden_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1273575/original/042932800_1466759771-20160624-Stok-Darah-Jakarta-IA3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4689983/original/044530000_1702883142-ilustrasi_kelapa_muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518253/original/003002300_1772496354-image_berita-ca5703db-683d-44a7-8fb7-911f809f4a70.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338347/original/024642600_1788324642-470120451_10170146579330099_4110087173216024747_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338351/original/074586200_1788325065-dc793ca6-f363-4a79-ba6f-60a304343855.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338337/original/025409400_1788323996-THE_CULT_IS_ALMOST_COMPLETE.One_night._Four_forces._One_shared_frequency._seringai_official__sur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338049/original/008936400_1788279464-Gemini_Generated_Image_pdn2ibpdn2ibpdn2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669370/original/095802900_1778426043-HH9X3sUWEAITfg3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338184/original/098672400_1788317145-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338136/original/004659300_1788315257-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338204/original/022846800_1788318550-Dinding_Hijau_dan_Taman_Vertikal_CV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307713/original/039350000_1785062966-1000481889.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338122/original/066626100_1788315011-Gemini_Generated_Image_whlfhswhlfhswhlf.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582864/original/078653400_1778130434-7ad81446-6c8d-439a-b9fd-a7f4c5bd1008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3491041/original/054396600_1624442948-pexels-photo-1549280.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296281/original/085419800_1753547299-20250726AA_Persija_Jakarta_VSArema_FC-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515887/original/090122300_1772204204-ramos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574133/original/061152700_1777963929-Gemini_Generated_Image_kegwc5kegwc5kegw.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5664204/original/074297000_1778334438-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-03.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573449/original/015141000_1777900111-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_8.02.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5181346/original/081328800_1743937116-IMG-20250406-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5744932/original/052272700_1778643448-11fb065e-6d5a-4a8e-af8c-935083fae6f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5624085/original/037396800_1778215933-The_Jak-3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5470664/original/001390300_1768214320-persib__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4910114/original/076089300_1722873729-Semen_Padang_FC_-_Ilustrasi_Logo_Semen_Padang_FC_2024_copy.jpg)