Liputan6.com, Jakarta - Memilih pakaian yang tepat bisa membuat penampilan terasa jauh lebih nyaman. Sebaliknya, beberapa model justru dapat membuat area tubuh tertentu tampak lebih penuh dari aslinya. Pakaian yang membuat perut terlihat buncit biasanya berkaitan dengan potongan, bahan, ukuran, hingga penempatan detail pada busana.
Hal ini bukan berarti ada bentuk tubuh yang salah. Setiap orang memiliki proporsi tubuh yang berbeda, sementara perubahan bentuk tubuh juga merupakan hal yang wajar. Perut dapat terlihat lebih penuh karena postur, kembung, perubahan berat badan, atau sekadar efek dari pakaian yang dikenakan.
Prinsip berpakaian yang nyaman sebenarnya bukan menyembunyikan tubuh, melainkan menciptakan siluet yang terasa seimbang. Dengan memahami bagaimana pakaian bekerja secara visual, kita bisa memilih busana yang lebih sesuai dengan bentuk tubuh sekaligus tetap leluasa bergerak. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (12/9/2026).
1. Atasan yang Terlalu Ketat di Area Perut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5025674/original/032841200_1732696702-fotor-ai-20241127153554.jpg)
Perbesar
Atasan yang melekat sangat erat pada tubuh menjadi salah satu contoh paling mudah dari pakaian yang membuat perut terlihat buncit. Bahan yang mengikuti setiap lekuk tubuh dapat membuat kontur perut terlihat lebih jelas, terutama ketika pakaian memiliki sedikit elastisitas tetapi ukurannya terlalu kecil.
Jersey tipis, kaus berbahan sangat lentur, atau atasan dengan ukuran terlalu pas dapat menciptakan efek tersebut. Ketika kain tertarik pada bagian tengah tubuh, lipatan atau tonjolan alami yang sebenarnya tidak terlalu terlihat dapat menjadi lebih menonjol.
Pilihan yang lebih nyaman bukan berarti harus mengenakan pakaian berukuran sangat besar. Atasan dengan potongan relaxed fit atau bahan yang jatuh dengan lembut dapat memberikan ruang tanpa membuat tubuh terlihat tenggelam. Blus dengan sedikit struktur juga dapat menciptakan tampilan yang lebih rapi.
2. Celana Low-Rise yang Memotong di Bagian Perut
Celana atau rok dengan potongan low-rise dapat memberikan efek visual yang kurang menguntungkan bagi orang yang ingin membuat area perut terlihat lebih proporsional. Pinggang celana yang berada di bawah bagian tengah perut dapat menciptakan garis horizontal pada area tersebut.
Ketika duduk atau bergerak, bagian pinggang yang ketat juga dapat menekan kulit di atasnya. Kondisi ini dapat membuat munculnya lipatan atau efek seperti muffin top, meskipun bentuk tubuh sebenarnya tidak banyak berubah.
Celana high-rise atau mid-rise dengan pinggang yang nyaman dapat menjadi alternatif. Potongan tersebut memberikan garis yang lebih panjang pada bagian torso dan tidak memotong tubuh pada area yang mudah tertekan.
Hal terpenting adalah memastikan pinggang celana tidak terlalu sempit. Celana high-rise yang terlalu ketat tetap dapat menghasilkan efek yang sama seperti celana low-rise.
3. Bawahan Berbahan Kaku dan Terlalu Ketat
Denim yang sangat kaku memang dapat terlihat rapi ketika ukurannya tepat. Masalah muncul ketika celana tersebut terlalu sempit di bagian pinggang dan perut. Bahan yang tidak memiliki cukup ruang untuk mengikuti gerakan tubuh dapat membuat bagian tengah tubuh tampak lebih penuh.
Situasi ini biasanya semakin terasa setelah makan atau ketika perut mengalami kembung sepanjang hari. Pakaian yang terasa nyaman pada pagi hari belum tentu tetap nyaman ketika digunakan hingga sore.
Sebagai alternatif, pilih celana dengan bahan yang lebih fleksibel atau memiliki sedikit ruang pada bagian pinggang. Celana wide-leg dan model berpotongan lurus juga dapat menciptakan keseimbangan visual antara bagian atas dan bawah tubuh.
Bahan seperti katun ringan, linen, atau campuran kain yang memiliki struktur tetapi tetap jatuh dapat memberikan ruang gerak lebih baik dibandingkan material yang sangat kaku.
4. Atasan dengan Detail Besar Tepat di Bagian Perut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4979533/original/009815300_1729829777-fashion-preloved.jpg)
Perbesar
Detail pakaian dapat menjadi pusat perhatian. Saku besar, tulisan berukuran besar, motif mencolok, kerutan yang terlalu banyak, atau aplikasi dekoratif yang ditempatkan tepat di sekitar perut dapat membuat mata tertuju pada area tersebut.
Efeknya bukan semata-mata karena ukuran perut, melainkan karena mata secara alami mengikuti bagian pakaian yang memiliki kontras, volume, atau detail paling kuat.
Jika ingin menciptakan tampilan yang lebih seimbang, detail bisa dipindahkan ke bagian lain. Misalnya, gunakan aksesori pada area wajah, seperti anting atau kalung, atau pilih atasan dengan detail pada kerah dan bahu.
Teknik tersebut membantu menciptakan focal point pada bagian atas tubuh sehingga perhatian tidak hanya berhenti di area tengah.
5. Motif Horizontal yang Terlalu Lebar
Garis horizontal tidak selalu harus dihindari. Namun, garis yang sangat tebal, kontras, dan berada tepat di area perut dapat menciptakan ilusi visual bahwa tubuh terlihat lebih lebar.
Hal serupa dapat terjadi pada motif besar yang memenuhi bagian tengah pakaian. Pola tersebut membuat area yang dikenainya menjadi pusat perhatian sekaligus memberikan kesan volume.
Sebaliknya, motif kecil hingga sedang dapat menjadi pilihan apabila ingin menggunakan pakaian bermotif. Garis vertikal juga sering digunakan untuk memberikan kesan tubuh yang lebih panjang karena mata mengikuti arah garis dari atas ke bawah.
Kuncinya bukan sekadar memilih warna atau motif tertentu, tetapi memperhatikan lokasi motif tersebut pada tubuh. Motif yang sama bisa menghasilkan efek berbeda tergantung potongan pakaian dan proporsi pemakainya.
6. Dress yang Terlalu Menempel pada Pinggang dan Perut
Dress dapat menjadi pilihan yang sangat praktis, tetapi model yang terlalu mengikuti lekuk tubuh dapat mempertegas bagian perut. Bodycon dress dengan bahan tipis dan elastis, misalnya, akan mengikuti bentuk tubuh secara langsung.
Bagi orang yang merasa kurang nyaman dengan area perut, model tersebut mungkin terasa membatasi sekaligus membuat bagian tengah tubuh lebih terlihat.
Dress A-line dapat menjadi alternatif karena bentuknya melebar secara bertahap dari bagian atas menuju bawah. Model ini memberikan ruang lebih besar di sekitar perut dan pinggul tanpa kehilangan bentuk.
Wrap dress juga dapat menjadi pilihan menarik. Potongan silang pada bagian depan menciptakan garis diagonal yang memecah area torso, sementara ikatan yang dapat disesuaikan memungkinkan pemakainya mengatur tingkat kenyamanan.
Model empire waist yang memiliki garis potong tepat di bawah dada juga dapat memberikan efek serupa. Fokus visual berpindah ke bagian atas tubuh, sementara kain jatuh lebih longgar melewati perut.
7. Sweater Oversize Tanpa Struktur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221978/original/084770900_1747379913-giulia-bertelli-_L8L_pfhC40-unsplash.jpg)
Perbesar
Pakaian longgar sering dianggap sebagai solusi paling aman ketika ingin merasa nyaman. Padahal, pakaian yang terlalu besar dari atas sampai bawah tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
Sweater oversize yang sangat tebal dan tidak memiliki struktur dapat membuat seluruh tubuh terlihat lebih besar, termasuk bagian perut. Siluet tubuh menjadi sulit terbaca karena kain menumpuk di beberapa bagian.
Bukan berarti sweater oversize harus dihindari. Pilih material yang jatuh dan tidak terlalu tebal, lalu padukan dengan bawahan yang memiliki struktur lebih jelas. Menggulung sedikit bagian lengan juga dapat memperlihatkan pergelangan tangan dan membuat keseluruhan tampilan terasa lebih ringan.
Prinsipnya adalah menciptakan keseimbangan. Jika bagian atas sudah longgar, bawahan dapat memiliki bentuk yang lebih terstruktur. Sebaliknya, atasan yang lebih sederhana bisa dipadukan dengan celana wide-leg atau rok yang memiliki volume.
8. Jaket atau Cardigan yang Berhenti Tepat di Bagian Perut
Layering dapat membantu menciptakan garis vertikal yang membuat penampilan terasa lebih panjang. Namun, panjang lapisan luar juga perlu diperhatikan.
Cardigan, jaket, atau blazer yang berakhir tepat pada bagian perut yang paling menonjol dapat menciptakan garis horizontal di area tersebut. Mata secara otomatis tertarik pada ujung pakaian, sehingga bagian perut menjadi lebih terlihat.
Cardigan panjang atau blazer yang jatuh melewati area pinggul dapat menciptakan dua garis vertikal di bagian depan tubuh. Teknik ini memberikan dimensi sekaligus membantu mengalihkan perhatian dari bagian tengah.
Layering juga bisa digunakan bersama konsep inner column of colour. Misalnya, atasan dan bawahan memiliki warna senada, kemudian dilapisi cardigan dengan warna berbeda. Garis vertikal dari lapisan luar membuat keseluruhan outfit terlihat lebih panjang.
Perhatikan Bahan, Bukan Hanya Model
Model pakaian bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi tampilan perut. Bahan juga memiliki peran besar. Kain yang terlalu tipis, sangat elastis, atau mudah menempel pada tubuh cenderung memperlihatkan kontur dengan lebih jelas.
Sebaliknya, kain yang memiliki kemampuan jatuh dengan baik dapat mengikuti gerakan tubuh tanpa melekat pada setiap lekuk. Katun, linen, viscose, serta sejumlah bahan dengan karakter ringan dan bernapas dapat menjadi pilihan untuk pakaian sehari-hari.
Kenyamanan juga penting diperhatikan. Pada hari ketika perut terasa kembung, misalnya, waistband elastis dapat memberikan ruang gerak yang lebih baik dibandingkan ikat pinggang yang kaku. Pakaian yang terasa longgar dan nyaman memungkinkan tubuh bergerak tanpa tekanan berlebihan.
Warna dan Motif Bisa Membantu Menciptakan Keseimbangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4952894/original/034858900_1727257746-Depositphotos_213516094_S.jpg)
Perbesar
Warna gelap seperti hitam, navy, abu-abu tua, atau hijau tua sering digunakan untuk menciptakan kesan visual yang lebih sederhana. Warna-warna netral juga mudah dipadukan sehingga perhatian dapat diarahkan pada bagian outfit yang ingin ditonjolkan.
Pilihan lain adalah menggunakan warna senada dari atas ke bawah. Tampilan monokrom menciptakan garis visual yang relatif menyambung sehingga tubuh terlihat lebih panjang.
Bukan berarti warna cerah harus dihindari. Warna cerah justru dapat digunakan sebagai aksen. Misalnya, pakaian dasar berwarna netral dapat dipadukan dengan scarf, anting, tas, atau sepatu yang lebih menarik.
Strategi tersebut membuat aksesori menjadi pusat perhatian tanpa harus mengandalkan pakaian ketat untuk membentuk siluet.
Jangan Terjebak pada Ukuran Pakaian
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika ingin membuat tubuh terlihat lebih ramping adalah memilih pakaian dengan ukuran lebih kecil. Padahal, pakaian yang terlalu ketat dapat menghasilkan efek sebaliknya.
Ukuran yang tepat seharusnya memungkinkan tubuh bergerak dengan bebas tanpa membuat kain tertarik berlebihan. Pada saat yang sama, pakaian tidak perlu terlalu longgar hingga kehilangan struktur.
Perhatikan bagaimana pakaian terasa ketika berdiri, duduk, berjalan, dan mengangkat tangan. Ukuran yang terlihat bagus ketika berdiri di depan cermin belum tentu menjadi pilihan paling nyaman untuk digunakan sepanjang hari.
Pada akhirnya, pakaian yang tepat adalah pakaian yang bekerja bersama tubuh, bukan memaksa tubuh mengikuti bentuk pakaian.
Pertanyaan Seputar Memilih Pakaian agar Perut Tidak Terlihat Menonjol
1. Apakah pakaian ketat selalu membuat perut terlihat buncit?
Tidak selalu. Pakaian ketat dengan ukuran dan bahan yang tepat dapat terlihat menarik. Namun, pakaian yang terlalu kecil atau berbahan sangat melekat cenderung memperlihatkan kontur perut lebih jelas. Kenyamanan dan kecocokan ukuran menjadi faktor utama.
2. Apakah celana high-waist lebih baik untuk menyamarkan perut?
Celana high-waist dapat menciptakan garis yang lebih panjang dan memberikan cakupan lebih baik pada area perut. Pilih model dengan waistband yang nyaman dan tidak terlalu ketat. High-waist yang menekan perut justru dapat menciptakan lipatan pada bagian atas pinggang.
3. Apakah motif garis horizontal harus dihindari?
Tidak perlu. Garis horizontal tetap dapat digunakan. Jika ingin membuat tampilan lebih panjang secara visual, pertimbangkan garis vertikal atau motif yang lebih kecil. Penempatan motif juga penting karena pola yang sangat besar tepat di area perut dapat menarik perhatian lebih kuat.
4. Apa model atasan yang cocok jika ingin perut terlihat lebih proporsional?
Atasan relaxed fit, tunik, blus dengan bahan yang jatuh, atau model dengan ujung melengkung dapat menjadi pilihan. Atasan tersebut memberikan ruang pada bagian tengah tubuh tanpa harus terlihat seperti pakaian kebesaran.
5. Apakah harus memakai warna hitam agar perut tidak terlihat buncit?
Tidak. Warna hitam dan warna gelap dapat memberikan efek visual yang lebih sederhana, tetapi bukan satu-satunya pilihan. Warna netral, pakaian monokrom, motif berukuran kecil, serta penempatan aksesori yang tepat juga dapat membantu menciptakan penampilan yang lebih seimbang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338438/original/021349800_1788329838-048a9ca8-183e-4f2d-856e-e555f85139b1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309161/original/002685200_1785220193-self_watering.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323183/original/068284200_1786604085-bc943a89-2b6c-47da-ba8d-588f990f0a00.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7514070/original/074213500_1780286149-Model_Kebun_dan_Peternakan_Mini_yang_Bisa_Jadi_Penghasilan_Tambahan_di_Rumah_Model_Ternak_Ayam_Kampung_Skala_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405079/original/019492200_1762423616-rumah_kecil_dengan_vertikal_garden_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1273575/original/042932800_1466759771-20160624-Stok-Darah-Jakarta-IA3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4689983/original/044530000_1702883142-ilustrasi_kelapa_muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518253/original/003002300_1772496354-image_berita-ca5703db-683d-44a7-8fb7-911f809f4a70.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338347/original/024642600_1788324642-470120451_10170146579330099_4110087173216024747_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338351/original/074586200_1788325065-dc793ca6-f363-4a79-ba6f-60a304343855.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338337/original/025409400_1788323996-THE_CULT_IS_ALMOST_COMPLETE.One_night._Four_forces._One_shared_frequency._seringai_official__sur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338049/original/008936400_1788279464-Gemini_Generated_Image_pdn2ibpdn2ibpdn2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338290/original/093788200_1788321796-5d71c992-40c7-46cb-a33a-44cd771b18ac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5669370/original/095802900_1778426043-HH9X3sUWEAITfg3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338184/original/098672400_1788317145-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338136/original/004659300_1788315257-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338204/original/022846800_1788318550-Dinding_Hijau_dan_Taman_Vertikal_CV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307713/original/039350000_1785062966-1000481889.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338122/original/066626100_1788315011-Gemini_Generated_Image_whlfhswhlfhswhlf.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582864/original/078653400_1778130434-7ad81446-6c8d-439a-b9fd-a7f4c5bd1008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3491041/original/054396600_1624442948-pexels-photo-1549280.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5296281/original/085419800_1753547299-20250726AA_Persija_Jakarta_VSArema_FC-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515887/original/090122300_1772204204-ramos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574133/original/061152700_1777963929-Gemini_Generated_Image_kegwc5kegwc5kegw.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5664204/original/074297000_1778334438-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-03.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573449/original/015141000_1777900111-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_8.02.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5181346/original/081328800_1743937116-IMG-20250406-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5744932/original/052272700_1778643448-11fb065e-6d5a-4a8e-af8c-935083fae6f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5624085/original/037396800_1778215933-The_Jak-3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5470664/original/001390300_1768214320-persib__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4910114/original/076089300_1722873729-Semen_Padang_FC_-_Ilustrasi_Logo_Semen_Padang_FC_2024_copy.jpg)