Liputan6.com, Jakarta - Ternak ikan cupang menjadi salah satu peluang usaha rumahan yang banyak diminati karena tidak membutuhkan modal besar dan bisa dilakukan di ruang terbatas. Ikan hias ini memiliki nilai jual yang stabil, bahkan bisa sangat tinggi jika kualitas warna dan bentuknya bagus. Tak heran jika banyak pemula tertarik mencoba beternak cupang dari rumah.
Selain mudah dipelihara, ikan cupang juga dikenal tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu. Hal ini membuatnya cocok untuk pemula yang belum memiliki pengalaman panjang di dunia perikanan. Dengan teknik yang tepat, proses ternak cupang bisa berjalan lebih lancar dan minim risiko gagal.
Permintaan pasar terhadap ikan cupang terus meningkat, baik untuk koleksi pribadi maupun kontes. Berbagai varian warna dan jenis sirip menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Kondisi ini membuka peluang keuntungan yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan serius.
Meski terlihat sederhana, ternak ikan cupang tetap membutuhkan pengetahuan dasar agar hasilnya maksimal. Mulai dari pemilihan indukan hingga perawatan burayak harus diperhatikan dengan baik. Berikut tujuh cara ternak ikan cupang yang mudah dan cocok diterapkan oleh pemula di rumah, Selasa (6/1/2026).
1. Memilih Indukan Ikan Cupang yang Sehat dan Berkualitas
Langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan ternak ikan cupang adalah memilih indukan yang sehat. Indukan jantan dan betina sebaiknya aktif berenang, tidak cacat, dan memiliki warna cerah alami. Kondisi fisik yang prima akan memengaruhi kualitas anakan yang dihasilkan.
Selain kesehatan, usia indukan juga perlu diperhatikan agar proses pemijahan berjalan optimal. Idealnya, indukan jantan berusia minimal 4–5 bulan, sementara betina sekitar 3–4 bulan. Usia yang tepat akan meningkatkan peluang telur menetas dengan baik.
Pastikan indukan berasal dari strain yang jelas jika ingin menghasilkan cupang bernilai jual tinggi. Indukan berkualitas akan menurunkan sifat unggul pada keturunannya. Dengan begitu, hasil ternak lebih mudah dipasarkan dan diminati pembeli.
2. Menyiapkan Wadah Pemijahan yang Nyaman dan Aman
Wadah pemijahan tidak harus mahal, cukup menggunakan baskom atau akuarium kecil yang bersih. Air yang digunakan sebaiknya air endapan agar bebas dari kaporit. Kondisi air yang stabil akan membantu indukan beradaptasi lebih cepat.
Tambahkan tanaman air atau media seperti daun ketapang untuk memberikan rasa aman pada ikan. Media ini juga membantu menjaga kualitas air tetap baik selama proses pemijahan. Lingkungan yang nyaman akan membuat indukan lebih cepat kawin.
Tinggi air sebaiknya tidak terlalu dalam agar telur dan burayak mudah terkontrol. Pencahayaan yang cukup juga membantu menjaga kondisi ikan tetap tenang. Penataan wadah yang tepat akan meningkatkan keberhasilan pemijahan.
3. Mengawinkan Indukan dengan Teknik yang Tepat
Sebelum dikawinkan, indukan jantan dan betina sebaiknya diperkenalkan terlebih dahulu. Cara ini dilakukan dengan memisahkan keduanya menggunakan sekat transparan. Tujuannya agar ikan saling mengenal tanpa stres berlebihan.
Jika betina sudah menunjukkan garis vertikal dan jantan mulai membuat gelembung, tanda kawin sudah siap. Sekat dapat dilepas agar proses pemijahan berlangsung alami. Pada tahap ini, sebaiknya wadah tidak sering diganggu.
Setelah pemijahan selesai, indukan betina perlu segera dipisahkan. Hal ini untuk mencegah telur dimakan oleh betina. Indukan jantan akan bertugas menjaga telur hingga menetas.
4. Merawat Telur dan Burayak dengan Perhatian Khusus
Telur cupang biasanya akan menetas dalam waktu 24–48 jam. Selama periode ini, indukan jantan tidak boleh diganggu agar tetap fokus menjaga telur. Kondisi air harus tetap bersih dan stabil.
Setelah burayak mulai berenang bebas, indukan jantan bisa dipindahkan. Langkah ini penting untuk mencegah burayak dimakan. Pada tahap awal, burayak masih sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Pakan awal seperti infusoria atau kutu air halus sangat dianjurkan. Pemberian pakan harus sedikit tetapi rutin. Perawatan yang telaten akan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup burayak.
5. Memberi Pakan yang Tepat agar Pertumbuhan Optimal
Pakan memiliki peran besar dalam menentukan kualitas ikan cupang. Setelah burayak cukup besar, pakan bisa ditingkatkan ke artemia atau cacing sutra. Nutrisi yang baik akan mempercepat pertumbuhan dan memperkuat warna ikan.
Frekuensi pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan usia ikan. Memberi pakan berlebihan justru bisa mencemari air dan menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, pakan harus diberikan secukupnya.
Kualitas pakan yang konsisten akan menghasilkan ikan cupang yang sehat dan menarik. Hal ini sangat berpengaruh pada nilai jual. Semakin bagus kualitas ikan, semakin tinggi minat pasar.
6. Menjaga Kualitas Air agar Ikan Tetap Sehat
Air yang bersih dan stabil menjadi kunci keberhasilan ternak ikan cupang. Penggantian air sebaiknya dilakukan secara berkala tanpa menguras habis. Cara ini membantu menjaga keseimbangan lingkungan ikan.
Gunakan air endapan dan hindari perubahan suhu yang drastis. Suhu ideal untuk cupang berkisar antara 26–28 derajat Celsius. Kondisi ini membuat ikan lebih aktif dan tidak mudah stres.
Jika air mulai keruh atau berbau, segera lakukan penggantian sebagian. Air yang buruk bisa memicu penyakit dan kematian ikan. Perawatan air yang baik akan meminimalkan risiko kerugian.
7. Memisahkan Ikan dan Menyiapkan untuk Dijual
Setelah ikan cupang mulai menunjukkan warna dan karakter sirip, pemisahan perlu dilakukan. Cupang jantan sebaiknya dipisahkan satu per satu untuk mencegah perkelahian. Wadah kecil seperti botol bisa digunakan.
Pada tahap ini, perawatan fokus pada pembentukan warna dan sirip. Pemberian pakan berkualitas tinggi sangat dianjurkan. Ikan yang terawat akan terlihat lebih menarik saat dijual.
Sebelum dipasarkan, pastikan ikan dalam kondisi sehat dan aktif. Foto yang menarik juga membantu meningkatkan daya tarik pembeli. Dengan strategi ini, ternak cupang bisa menjadi usaha rumahan yang menguntungkan.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Berapa modal awal untuk ternak ikan cupang di rumah?
Modal ternak ikan cupang relatif kecil, mulai dari ratusan ribu rupiah untuk indukan, wadah, dan pakan awal.
2. Berapa lama ikan cupang bisa dipanen atau dijual?
Ikan cupang umumnya bisa mulai dijual pada usia 2–3 bulan, tergantung pertumbuhan dan kualitas warna serta siripnya.
3. Apakah ternak ikan cupang harus menggunakan aerator?
Tidak wajib, karena ikan cupang memiliki organ labirin, namun aerator bisa membantu menjaga kualitas air pada jumlah ikan yang banyak.
4. Apa penyebab gagal panen pada ternak ikan cupang?
Gagal panen biasanya disebabkan kualitas indukan kurang baik, air tidak terjaga, pakan tidak sesuai, atau perawatan burayak kurang optimal.

1 day ago
9
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399834/original/013519200_1762014183-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466073/original/019268500_1767798454-psms.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5135094/original/034364800_1739723517-foto_berita_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198302/original/043556500_1666264639-shutterstock_1512654956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423420/original/003871000_1764061981-Menggoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465281/original/051871800_1767763718-Pakan_Ternak_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464591/original/053798500_1767695765-kamar_mandi_lembab_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465907/original/015748300_1767779912-Detergen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458199/original/012280200_1767074008-Kebun_Sayur_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465794/original/008294800_1767776622-model4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5228947/original/067300900_1747900323-f94905fe-9af1-49af-95d4-5d5d894ed04b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465756/original/034701800_1767775650-rumah_subsidi_pagar_rendah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186154/original/002510000_1744555599-Kolase_-_Nova_Arianto_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465684/original/063900500_1767773775-noda_kunyit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466016/original/064324600_1767790256-KEbun_Sayur_di_Talang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465666/original/079938300_1767773449-Pagar_Besi_Rel_Atas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465623/original/068657700_1767772650-ilustrasi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460479/original/070294400_1767252745-gambar5.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)