Liputan6.com, Jakarta - Rumah adalah tempat kita berpulang dan mencari kenyamanan. Namun, tak jarang kita merasa rumah terlihat penuh atau berantakan, padahal tidak ada penambahan barang yang signifikan. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sumpek dan mengurangi kenyamanan penghuninya, bahkan memicu stres.
Kesan rumah yang tidak tertata rapi seringkali disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan kecil atau penataan yang kurang tepat. Hal-hal sepele ini, yang mungkin sering kita abaikan, justru menjadi pemicu utama kekacauan visual yang membuat ruangan terasa lebih sempit dari seharusnya.
Memahami penyebab di balik fenomena ini adalah langkah awal untuk menciptakan hunian yang lebih lega dan nyaman. Berikut 7 hal sepele yang tanpa disadari membuat rumah terlihat penuh, padahal isinya tidak bertambah, serta bagaimana cara mengatasinya, Selasa (6/1/2026).
Barang Menumpuk di Permukaan Meja dan Datar Lainnya
Salah satu penyebab utama rumah terlihat penuh adalah kebiasaan menumpuk barang-barang kecil di permukaan datar. Meja dapur, nakas, meja kopi, atau permukaan lemari seringkali menjadi "tempat singgah sementara" bagi kunci, charger ponsel, dompet, atau tumpukan kertas. Kebiasaan ini, yang sering dimulai dengan dalih "sebentar saja", justru menciptakan kekacauan visual yang permanen.
Penumpukan barang-barang ini secara tidak langsung mengurangi ruang visual yang tersedia, membuat area tersebut tampak semrawut dan tidak teratur. Karina, seorang ahli penataan, menyarankan untuk membatasi maksimal 2-3 barang saja di permukaan meja.
Untuk menjaga kerapian, gunakan nampan atau wadah kecil sebagai pengelompok barang. Ini akan membantu mengorganisir benda-benda kecil agar terlihat lebih rapi dan mengurangi kesan berantakan pada permukaan meja yang seharusnya bersih dan lapang.
Pakaian Bersih yang Menumpuk di Kursi atau Sofa
Setelah mencuci pakaian, banyak dari kita cenderung menunda proses melipat dan menyimpannya ke dalam lemari. Akibatnya, tumpukan pakaian bersih seringkali berakhir di kursi, sofa, atau bahkan lantai kamar tidur. Kebiasaan ini, meskipun terlihat praktis, secara signifikan berkontribusi pada kesan rumah yang berantakan dan tidak terurus.
Tumpukan pakaian yang tidak pada tempatnya menciptakan gangguan visual yang kuat, membuat ruangan terasa sumpek dan tidak rapi. Apalagi jika tumpukan tersebut bercampur dengan pakaian kotor, kesan semrawut akan semakin kentara.
Untuk menghindari hal ini, segera lipat dan simpan pakaian bersih ke dalam lemari setelah kering. Dengan menempatkan pakaian pada tempatnya, Anda tidak hanya menjaga kerapian ruangan tetapi juga membuat rumah terasa lebih terorganisir dan nyaman.
Penumpukan Barang "Mungkin Masih Bisa Digunakan"
Banyak rumah yang terlihat penuh karena menyimpan barang-barang yang jarang dipakai dengan alasan "mungkin masih bisa berguna". Barang-barang seperti kardus bekas, kabel-kabel lama, peralatan elektronik yang sudah rusak, atau suvenir yang sudah usang seringkali memenuhi sudut ruangan atau lemari.
Kebiasaan menumpuk barang-barang ini menciptakan kesan berantakan dan mengurangi ruang visual yang berharga. Rumah yang dipenuhi barang berserakan akan terasa lebih sempit dan sumpek, meskipun luasnya sebenarnya memadai.
Penting untuk secara rutin menyortir dan membuang barang-barang yang memang sudah tidak terpakai atau tidak memiliki nilai sentimental. Dengan mengurangi penumpukan barang, Anda akan menciptakan ruang yang lebih lega dan mudah dirapikan.
Terlalu Banyak Furnitur atau Furnitur Berukuran Besar
Penataan furnitur yang tidak tepat atau penggunaan furnitur berukuran terlalu besar untuk ruangan dapat membuat rumah terlihat sempit dan penuh. Desainer Interior Sarah Stacey menjelaskan bahwa tata letak furnitur yang tidak sesuai, serta jumlah furnitur yang berlebihan, bisa menjadi masalah.
Furnitur berukuran besar, terutama di ruangan yang terbatas, dapat memboroskan ruang dan menghalangi jalur sirkulasi. Hal ini menciptakan ilusi ruang yang lebih kecil dan padat, meskipun sebenarnya tidak ada penambahan barang lain.
Pertimbangkan ukuran furnitur yang proporsional dengan luas ruangan. Pilihlah furnitur multifungsi atau yang memiliki desain ramping untuk memaksimalkan ruang. Tata letak yang baik juga penting untuk memastikan sirkulasi udara dan cahaya tidak terhalang, sehingga ruangan terasa lebih lapang.
Dekorasi yang Berlebihan atau Berantakan
Meskipun dekorasi dapat mempercantik rumah, terlalu banyak pernak-pernik atau hiasan dinding yang berlebihan justru bisa membuat ruangan terlihat ramai dan sempit. Hal ini terutama berlaku untuk rumah dengan luas terbatas, di mana setiap detail visual sangat berpengaruh.
Banyaknya elemen dekoratif kecil yang tersebar tanpa pola dapat menciptakan gangguan visual, membuat ruangan kehilangan kesan tertib. Kesan ini akan semakin kuat jika dekorasi tersebut tidak tertata rapi atau memiliki berbagai ukuran dan warna yang tidak konsisten.
Untuk menciptakan kesan lapang, hindari terlalu banyak hiasan. Pilihlah dekorasi yang lebih sedikit namun berukuran agak besar, atau kelompokkan pernak-pernik kecil dalam satu wadah. Ini akan membantu menjaga fokus visual dan membuat ruangan terasa lebih teratur dan nyaman.
Pencahayaan dan Ventilasi yang Kurang Optimal
Pencahayaan alami dan ventilasi yang memadai merupakan faktor krusial dalam menciptakan kesan lapang dan nyaman di rumah. Ruangan yang kurang cahaya dan memiliki sirkulasi udara buruk akan terasa gelap, sempit, pengap, dan sumpek.
Cahaya yang minim membuat ruangan terlihat lebih kecil dan suram, sementara ventilasi yang tidak memadai dapat meningkatkan suhu dan kelembapan, menambah kesan tidak nyaman. Wells, seorang ahli, menjelaskan bahwa penataan cahaya yang baik sangat berpengaruh untuk memberikan ilusi ruangan yang lebih besar.
Optimalkan pencahayaan alami dengan tidak menghalangi jendela dan menggunakan tirai berwarna terang. Pastikan juga ada ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara. Jika perlu, tambahkan pencahayaan buatan yang tepat untuk menerangi sudut-sudut ruangan, sehingga keseluruhan area terasa lebih terbuka dan segar.
Tidak Merapikan Tempat Tidur
Merapikan tempat tidur setiap pagi sering dianggap sepele, namun dampaknya terhadap keseluruhan tampilan ruangan sangat besar. Tempat tidur yang belum dirapikan dapat membuat seluruh kamar terlihat berantakan, bahkan jika barang-barang lain di sekitarnya sudah tertata rapi.
Tumpukan selimut, bantal yang tidak pada tempatnya, dan sprei yang kusut menjadi fokus utama yang memberikan kesan kacau pada pandangan pertama. Meskipun lantai bersih atau meja samping tempat tidur rapi, tempat tidur yang tidak tertata akan mendominasi kesan visual ruangan.
Membiasakan diri merapikan tempat tidur setiap pagi adalah langkah sederhana namun efektif untuk menciptakan kesan rapi dan terorganisir di kamar tidur. Kebiasaan kecil ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan pada suasana hati dan produktivitas sepanjang hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa rumah bisa terlihat penuh padahal tidak menambah barang?
Rumah bisa terlihat penuh karena penataan yang kurang tepat dan kebiasaan menumpuk barang di area terbuka. Permukaan meja yang dipenuhi benda kecil, pakaian yang tidak segera disimpan, serta dekorasi berlebihan menciptakan kekacauan visual. Faktor-faktor ini membuat ruangan terasa lebih sempit meski jumlah barang sebenarnya tidak bertambah.
2. Apa kebiasaan sepele yang paling sering membuat rumah terlihat berantakan?
Kebiasaan menaruh barang sementara di meja, menumpuk pakaian bersih di kursi, dan menunda merapikan tempat tidur adalah penyebab paling umum. Hal-hal kecil ini sering dianggap sepele, tetapi berdampak besar pada tampilan ruangan karena langsung terlihat dan mengganggu kerapian visual rumah.
3. Apakah furnitur berpengaruh pada kesan rumah yang terasa penuh?
Ya, furnitur sangat berpengaruh. Furnitur berukuran besar atau jumlahnya terlalu banyak dapat membuat ruangan terasa sempit dan sesak. Tata letak yang tidak tepat juga bisa menghambat sirkulasi ruang, sehingga rumah terlihat padat meskipun barang lain tidak bertambah.
4. Bagaimana dekorasi berlebihan bisa membuat rumah terasa sempit?
Dekorasi yang terlalu banyak, terutama pernak-pernik kecil yang tersebar, menciptakan gangguan visual. Mata tidak memiliki titik fokus yang jelas sehingga ruangan terlihat ramai dan penuh. Mengurangi jumlah dekorasi atau mengelompokkannya dengan rapi dapat membantu menciptakan kesan rumah yang lebih lega.
5. Apa peran pencahayaan dalam membuat rumah terlihat lebih lapang?
Pencahayaan yang baik dapat memberikan ilusi ruang yang lebih besar. Ruangan yang terang dan memiliki ventilasi baik akan terasa lebih luas, segar, dan nyaman. Sebaliknya, pencahayaan yang minim membuat rumah tampak sempit, suram, dan penuh, meskipun penataannya sudah cukup rapi.

1 day ago
8
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399834/original/013519200_1762014183-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466073/original/019268500_1767798454-psms.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5135094/original/034364800_1739723517-foto_berita_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198302/original/043556500_1666264639-shutterstock_1512654956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423420/original/003871000_1764061981-Menggoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465281/original/051871800_1767763718-Pakan_Ternak_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464591/original/053798500_1767695765-kamar_mandi_lembab_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465907/original/015748300_1767779912-Detergen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458199/original/012280200_1767074008-Kebun_Sayur_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465794/original/008294800_1767776622-model4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5228947/original/067300900_1747900323-f94905fe-9af1-49af-95d4-5d5d894ed04b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465756/original/034701800_1767775650-rumah_subsidi_pagar_rendah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5186154/original/002510000_1744555599-Kolase_-_Nova_Arianto_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465684/original/063900500_1767773775-noda_kunyit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466016/original/064324600_1767790256-KEbun_Sayur_di_Talang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465666/original/079938300_1767773449-Pagar_Besi_Rel_Atas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465623/original/068657700_1767772650-ilustrasi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460479/original/070294400_1767252745-gambar5.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)