Liputan6.com, Jakarta - Karung bekas, seperti karung beras atau pakan, seringkali dianggap sebagai limbah tak berguna. Namun, dengan kreativitas, benda ini bisa menjadi wadah budidaya yang murah, efisien, dan hemat tempat. Metode ini sangat cocok bagi pemula yang ingin memulai usaha ternak atau budidaya di pekarangan rumah yang terbatas. Memanfaatkan karung bekas sebagai media budidaya merupakan solusi cerdas untuk mengubah limbah menjadi potensi ekonomi yang menjanjikan.
Berbagai jenis ternak mini, mulai dari cacing tanah hingga ikan lele, dapat dibudidayakan menggunakan karung bekas, bahkan di lahan sempit sekalipun. Inovasi ini menawarkan peluang besar bagi siapa saja yang ingin memiliki penghasilan tambahan atau sekadar menyalurkan hobi beternak. Dengan modal relatif kecil dan perawatan yang tidak rumit, ide ternak di karung bekas yang mudah dibuat pemula ini patut dicoba.
Artikel ini akan mengulas tujuh ide ternak di karung bekas yang mudah dibuat pemula, lengkap dengan panduan persiapan, pakan, perawatan, dan panen. Dari budidaya cacing tanah penghasil pupuk organik hingga ternak ayam dengan pakan fermentasi, semua bisa Anda aplikasikan di rumah untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan. Sima pembahasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (28/5/2026).
1. Budidaya Cacing Tanah (Lumbricus rubellus / ANC)
Budidaya cacing tanah di karung bekas adalah metode yang sangat direkomendasikan untuk pemula karena perawatannya yang mudah dan pakan yang bisa berasal dari limbah dapur. Tingkat kesulitan budidaya cacing tanah, khususnya jenis African Nightcrawler (ANC), sangat rendah sehingga cocok untuk pemula. Selain itu, budidaya ini tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat memanfaatkan limbah organik rumah tangga.
Untuk memulai, gunakan karung beras bekas atau karung terigu ukuran 25–50 kg yang sudah dicuci bersih dan bebas bahan kimia beracun. Lipat bagian atas karung agar lebih tegak dan mudah diakses. Isi karung dengan campuran tanah gembur (humus), serbuk gergaji/dedak, dan kotoran hewan yang sudah difermentasi, atau bekas baglog jamur. Ketinggian media awal sekitar 5-15 cm adalah yang paling aman.
Pakan cacing dapat berupa sisa sayuran, ampas kelapa, kulit buah yang sudah dilunakkan atau difermentasi, atau ampas tahu. Limbah dapur seperti nasi juga bisa diberikan setelah difermentasi karena sifatnya yang lebih panas. Pakan diletakkan di permukaan media secara berkala, setiap 3–4 hari sekali. Jaga kelembapan karung dengan menyiramnya sedikit air jika terlalu kering. Karung harus diletakkan di tempat teduh, lembap, dan terhindar dari sinar matahari langsung maupun predator seperti ayam. Untuk menciptakan kondisi malam yang disukai cacing, karung bisa ditutup dengan paranet.
Cacing dapat dipanen dalam waktu 2–3 bulan dengan memisahkan cacing dari media menggunakan ayakan. Media bekas cacing yang menjadi butiran hitam halus dan gembur adalah pupuk kascing bernilai tinggi. Kascing ini dapat diayak untuk memisahkannya dari sisa cacing dan telur.
2. Budidaya Belut dalam Karung
Beternak belut tidak selalu membutuhkan kolam semen yang luas, karena karung bekas dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya dengan sistem vertikultur. Metode ini hemat tempat, menghemat air, dan memudahkan pemantauan serta proses panen. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk pemula dengan lahan terbatas yang mencari ide ternak di karung bekas.
Siapkan karung bekas pakan atau beras yang sudah dicuci bersih dan pastikan tidak ada bekas bahan kimia berbahaya. Lapisi bagian dalam karung dengan plastik tebal untuk menahan air dan lumpur. Buat media lumpur buatan dengan komposisi tanah gembur atau humus, pupuk kandang matang, dan cacahan batang pisang sebagai cadangan air dan nutrisi. Isi karung dengan media tersebut hingga 3/4 bagian, lalu siram dengan air dan biarkan selama 5–7 hari agar terjadi proses fermentasi alami.
Pilih bibit belut ukuran seragam (panjang 9–12 cm) yang aktif, sehat, dan tidak cacat. Tebar bibit dengan kepadatan yang tidak terlalu padat agar tidak saling berebut oksigen. Beri pakan alami secara rutin, seperti cacing tanah, keong mas, cincangan ikan kecil, atau pelet khusus berprotein tinggi. Pakan diberikan 1–2 kali sehari. Pastikan media di dalam karung tetap lembap dan tidak kering, serta jaga sirkulasi udara di sekitar area karung.
Belut biasanya dapat dipanen dalam waktu 3 hingga 4 bulan. Waktu panen ini tergantung pada ukuran tebar awal dan kualitas pakan yang diberikan.
3. Ternak Jangkrik
Jangkrik adalah komoditas ternak yang menjanjikan dengan pasar yang luas, terutama sebagai pakan burung kicau dan ikan. Budidaya jangkrik dapat dilakukan di lahan sempit dengan modal yang relatif kecil. Ternak jangkrik memiliki risiko kegagalan yang rendah dan keuntungannya menjanjikan, menjadikannya ide ternak di karung bekas yang menarik untuk pemula.
Meskipun karung bekas tidak secara langsung menjadi kandang utama, karung dapat digunakan sebagai wadah penampungan sementara atau bagian dari sistem kandang sederhana. Kandang jangkrik umumnya berupa kotak kayu dengan dinding bagian dalam dilapisi lakban agar jangkrik tidak merayap keluar. Lokasi budidaya harus tenang, teduh, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan jauh dari kebisingan serta predator.
Pakan jangkrik bisa berupa sayuran segar, daun pepaya, dan konsentrat. Pemberian pakan harus teratur dan tidak terlambat untuk memastikan pertumbuhan optimal. Jangkrik dapat dipanen saat berusia 40-50 hari untuk anakan, atau 50-60 hari untuk jangkrik dewasa.
4. Budidaya Maggot BSF
Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) adalah solusi efektif untuk mengelola sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak berprotein tinggi. Maggot BSF dapat mengubah material organik menjadi biomassa dan memiliki kualitas larva yang bagus dengan protein tinggi untuk pakan alami. Budidaya ini juga minim bau jika dilakukan dengan benar, menjadikannya ide ternak di karung bekas yang ramah lingkungan.
Karung bekas dapat digunakan sebagai wadah untuk media budidaya maggot. Media ini bisa berupa limbah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, atau sampah organik basah lainnya. Substrat sampah organik rumah tangga dapat digunakan karena menyediakan bahan organik yang kaya nutrisi dan mudah terurai. Lalat BSF hanya hinggap di tempat yang berbahan fermentasi.
Maggot BSF memakan limbah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan. Produk ini dapat bernilai ekonomi tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pupuk tanaman, dan kegunaan lainnya. Pemanenan maggot dilakukan dengan memisahkan maggot dari media menggunakan saringan atau ayakan. Waktu panen terbaik yaitu sekitar 2-3 minggu setelah telur menetas, saat maggot mencapai ukuran optimal. Maggot dapat dijual segar atau dikeringkan.
5. Ternak Ikan Lele Sistem Vertikultur Karung
Budidaya ikan lele dalam karung bekas yang dilapisi plastik adalah alternatif hemat tempat untuk pekarangan rumah. Metode ini menciptakan kolam portabel yang praktis dan mudah bagi pemula. Ini adalah ide ternak di karung bekas yang efisien untuk lahan terbatas.
Gunakan karung bekas yang kuat dan dilapisi plastik tebal di bagian dalamnya untuk menahan air. Masukkan tanah dengan campuran pupuk kandang sebanyak 0,5–1 kg air, dan diamkan selama kurang lebih 2 minggu sampai muncul jentik-jentik. Proses ini bertujuan untuk melarutkan zat kimia dalam wadah. Setelah 2 minggu, masukkan air tawar (sumur, hujan, atau sungai) ke dalam karung.
Pakan lele diberikan berupa pelet apung sebanyak tiga kali sehari agar ikan cepat besar. Penting untuk menjaga kualitas air agar tidak kotor dan menumbuhkan jamur yang dapat membunuh lele. Ganti air sebagian setiap minggu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ikan. Lele dapat dipanen dalam waktu sekitar 2,5–3 bulan. Waktu panen ini bisa bervariasi tergantung pada pertumbuhan dan perawatan yang diberikan.
6. Budidaya Kroto (Telur Semut Rangrang)
Kroto, atau telur semut rangrang, adalah pakan alami yang sangat digemari burung kicau karena kandungan proteinnya yang tinggi. Budidaya kroto memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Pemeliharaan yang mudah, biaya produksi yang relatif rendah, dan nilai jual yang tinggi bisa membawa keuntungan yang menggiurkan, menjadikannya ide ternak di karung bekas yang menarik.
Karung bekas dapat digunakan sebagai wadah untuk menempatkan media sarang semut rangrang. Sarang bisa dibuat dari bambu, pipa paralon kecil, atau toples. Cara beternak kroto ini sangatlah mudah, bahkan hanya dengan bermodal toples saja sudah bisa dilakukan.
Pakan kroto bisa berupa jangkrik cincang, madu, atau gula merah encer. Pemberian pakan yang tepat akan mendukung pertumbuhan koloni semut. Panen kroto dapat dilakukan secara berkala, tergantung pada pertumbuhan koloni semut dan kebutuhan.
7. Ternak Ayam Petelur/Kampung Sistem Karung (Media Karung untuk Pakan Fermentasi)
Karung bekas tidak hanya berfungsi sebagai wadah ternak langsung, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk proses fermentasi pakan ayam. Pakan fermentasi adalah solusi hemat dan sehat untuk ternak ayam kampung. Proses fermentasi membantu meningkatkan nilai nutrisi pakan, mempermudah pencernaan ayam, serta menekan biaya operasional secara signifikan. Ini adalah ide ternak di karung bekas yang inovatif untuk efisiensi pakan.
Karung bekas dapat digunakan sebagai wadah untuk mencampur dan menyimpan bahan-bahan pakan yang akan difermentasi. Meskipun drum atau ember cat sering digunakan, karung bekas yang kuat dan dilapisi plastik juga bisa menjadi alternatif. Pastikan wadah tertutup rapat untuk proses fermentasi yang optimal.
Bahan-bahan yang bisa difermentasi antara lain dedak, jagung giling, ampas tahu, sayuran, tepung ikan, dan limbah pertanian lainnya. Bahan-bahan ini dicampur dengan cairan fermentasi seperti EM4 atau starter alami. Pakan fermentasi adalah pakan yang telah melalui proses pengolahan dengan bantuan mikroorganisme seperti bakteri baik (probiotik).
Setelah bahan dicampur rata dan kelembapannya pas (sekitar 30%), masukkan ke dalam karung atau wadah tertutup rapat. Proses fermentasi biasanya berlangsung selama 24 jam, setelah itu pakan siap diberikan ke ayam.
Pertanyaan Seputar Ternak di Karung Bekas
Q: Apakah beternak di karung bekas bisa dilakukan di rumah dengan lahan sempit?
A: Sangat bisa. Karung dapat ditumpuk atau disusun vertikal. Budidaya cacing tanah bahkan bisa dilakukan di dalam kamar atau di bawah akuarium.
Q: Berapa lama panen untuk ternak cacing di karung?
A: Panen pertama cacing dapat dilakukan 2–3 bulan setelah tebar bibit, tergantung pada pakan dan perawatan yang diberikan.
Q: Apakah karung bekas perlu dilapisi plastik untuk semua jenis ternak?
A: Tidak. Untuk budidaya cacing tanah, karung dibiarkan berpori agar sirkulasi udara baik. Namun, untuk budidaya belut dan ikan lele, karung wajib dilapisi plastik tebal di bagian dalamnya agar air tidak bocor.
Q: Berapa modal awal untuk memulai ternak cacing di karung?
A: Modal awal untuk budidaya cacing tanah relatif kecil. Anda hanya memerlukan karung bekas (seringkali gratis), bibit cacing (sekitar Rp50.000–100.000/kg tergantung jenis), serta media dan pakan dari limbah organik yang murah atau gratis.

8 hours ago
15
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7169131/original/010887800_1779959856-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7170190/original/083533200_1779961287-Gemini_Generated_Image_bjzfg6bjzfg6bjzf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7151648/original/080468700_1779940197-Gunakan_Bibit_Siap_Tanam_dari_Polybag_Kecil.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543195/original/003151200_1775018692-04b2ae2a-1dc2-4690-93ae-70980d730a8e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6197927/original/047107200_1779077426-2c8b859d-d76c-4dc7-9eea-326fa854ef89.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6995985/original/003298800_1779765937-6861660606998076751.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7000955/original/022356900_1779771716-jaring.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6698409/original/023595300_1779518139-Tips_Memilih_Tumbuhan_untuk_Eco_Print_Hasil_di_Kemeja.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458218/original/099886900_1767074477-Kebun_Sayur_Pakcoy_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7164140/original/007601200_1779954097-1779953922.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311720/original/024121800_1754893355-pena.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7163477/original/036260700_1779953342-Umbi_Garut_di_Galon_-_Panen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7161023/original/058524200_1779950576-4285139433794434769.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6727254/original/058778800_1779541907-1000881071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7162907/original/071329900_1779952573-teras_rumah_kampung_ala_vila_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7158892/original/090823400_1779948132-14043149960922621481.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7159004/original/079373400_1779948203-6741613390105350501.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532236/original/055978400_1773645275-kayu_bekas_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7155478/original/014978800_1779944414-fixxxxxxx.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7149993/original/019843500_1779938300-4084522504530857131.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495693/original/051356400_1770394579-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207890/original/044419100_1746284199-Ilustrasi_-_Maarten_Paes_copy.jpg)