7 Kesalahan Paling Umum Saat Beli Perhiasan Emas Pertama Kali, Pemula Wajib Tahu

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Membeli perhiasan emas pertama kali sering terasa membingungkan, terutama bagi pemula yang belum memahami perbedaan nilai estetika dan nilai investasi. Tidak sedikit orang yang tergiur desain cantik atau harga murah, tanpa menyadari adanya risiko kerugian saat ingin menjual kembali di kemudian hari.

Padahal, ada beberapa kesalahan paling umum saat beli perhiasan emas pertama kali yang kerap terjadi dan sering diabaikan. Mulai dari salah memilih kadar emas, membeli di toko tanpa reputasi jelas, hingga menggunakan dana kebutuhan sehari-hari. 

Dengan memahami kesalahan-kesalahan ini sejak awal, Anda bisa membeli perhiasan emas dengan lebih aman, cerdas, dan sesuai tujuan.

1. Mencampuradukkan Perhiasan dengan Investasi Murni  

Banyak pembeli pemula mengira perhiasan emas memiliki nilai investasi yang sama dengan emas batangan. Ini adalah kesalahan paling umum saat beli perhiasan emas pertama kali yang paling fatal dan sering terjadi. Harga jual kembali (buyback) perhiasan biasanya dipotong biaya pembuatan yang cukup signifikan. 

Tips dan saran: jika tujuan utama Anda adalah profit dan investasi murni, fokuslah pada pembelian emas batangan 24 karat bersertifikat (Antam/UBS).

2. Tidak Mengecek Kadar dan Kode Emas

Setiap perhiasan emas memiliki kode yang menunjukkan kadar kemurniannya, seperti 750 (18K) atau 916 (22K). Kesalahan umum adalah membeli tanpa memahami arti kode ini atau percaya begitu saja pada penjual tanpa memeriksa cap pada perhiasan. Pastikan kadar yang tertera pada perhiasan sesuai dengan informasi di nota pembelian dan harga yang Anda bayarkan.

Tips dan saran: selalu tanyakan kadar pasti perhiasan dan pastikan kodenya terlihat jelas.

3. Memilih Desain yang Terlalu Rumit atau Banyak Mata 

Salah satu kesalahan paling umum saat beli perhiasan emas pertama kali adalah tergiur dengan desain yang ramai dengan banyak batu permata atau berlian kecil. Saat menjual kembali perhiasan jenis ini, berat batu permata biasanya akan dikeluarkan dari total berat emas. 

Tips dan saran: untuk menjaga nilai jual yang stabil, pilihlah perhiasan dengan desain yang lebih simpel, polos, dan minim tambahan material non-emas.

4. Membeli di Toko yang Tidak Memiliki Reputasi Baik

Keaslian emas sangat krusial, dan toko yang tidak terpercaya bisa menjual emas palsu atau dengan kadar yang tidak sesuai. Pembeli pemula sering tergiur harga murah di toko kecil yang tidak jelas reputasinya. 

Tips dan saran: selalu beli perhiasan di toko emas besar, terpercaya, atau jaringan resmi yang memberikan jaminan keaslian dan kemudahan untuk proses jual kembali di masa depan.

5. Kehilangan atau Tidak Menyimpan Nota Pembelian 

Kesalahan ini adalah salah satu kesalahan paling umum saat beli perhiasan emas pertama kali yang paling sering diabaikan, padahal nota adalah bukti kepemilikan dan keaslian paling penting. Tanpa nota resmi, toko emas sering kali menolak untuk membeli kembali perhiasan Anda atau memberikan harga yang jauh lebih rendah. 

Tips dan saran: simpan nota pembelian Anda baik-baik, bahkan disarankan untuk memfotokopi dan menyimpannya secara digital sebagai cadangan.

6. Membeli Saat Harga Sedang Puncak (FOMO) 

Pembeli pemula seringkali ikut-ikutan membeli emas saat harganya sedang naik tajam karena takut ketinggalan (FOMO). Membeli pada harga puncak dapat menyebabkan kerugian jika Anda terpaksa menjualnya dalam waktu dekat. 

Tips dan saran: pantau harga emas harian melalui situs resmi (Antam, Pegadaian) dan coba beli saat harga sedang terkoreksi atau cenderung stabil, hindari pembelian impulsif.

7. Menggunakan Uang Kebutuhan Sehari-hari (Bukan "Uang Dingin")

Membeli emas, meskipun perhiasan, sebaiknya menggunakan dana yang tidak akan dibutuhkan dalam waktu dekat, atau sering disebut "uang dingin". Kesalahan terjadi ketika pembeli menggunakan uang tabungan darurat atau dana kebutuhan pokok untuk membeli perhiasan. 

Tips dan saran: pastikan dana yang Anda gunakan adalah dana bebas yang siap diinvestasikan atau disimpan dalam jangka panjang (minimal 1-2 tahun) untuk menghindari kerugian saat terpaksa menjual cepat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apa kesalahan paling umum saat beli perhiasan emas pertama kali?

A: Kesalahan paling umum adalah mencampuradukkan perhiasan dengan investasi murni dan tidak menyimpan nota pembelian.

Q: Apakah perhiasan emas cocok untuk investasi?

A: Kurang cocok karena ada potongan biaya pembuatan saat dijual kembali; emas batangan lebih disarankan untuk investasi murni.

Q: Kadar emas berapa yang paling bagus untuk dibeli pemula?

A: Kadar 750 (18K) atau 916 (22K) adalah pilihan umum yang baik, sesuaikan dengan anggaran dan tujuan Anda.

Q: Pentingkah nota pembelian saat menjual emas?

A: Ya, sangat penting. Tanpa nota, harga jual kembali bisa lebih rendah atau bahkan ditolak oleh toko.

Q: Kapan waktu terbaik untuk membeli perhiasan emas?

A: Waktu terbaik adalah saat harga emas sedang stabil atau mengalami sedikit penurunan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|