Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mendambakan memiliki pohon buah di halaman rumah untuk menikmati keindahan dan hasil panen segarnya. Namun, tidak semua pohon buah cocok untuk ditanam di area depan rumah. Beberapa jenis pohon, meskipun menghasilkan buah yang lezat, justru bisa membawa dampak negatif yang tidak terduga.
Pemilihan pohon buah yang tepat untuk ditanam di depan rumah sangat krusial untuk menghindari berbagai potensi masalah di kemudian hari. Dampak tersebut meliputi kerusakan struktural pada bangunan, masalah kebersihan, hingga gangguan lingkungan sekitar yang disebabkan oleh hama.
Berikut 7 pohon buah yang sebaiknya tidak ditanam di depan rumah beserta alasan kuat di baliknya. Memahami karakteristik setiap pohon penting agar hunian tetap aman, bersih, dan harmonis, serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
1. Pohon Mangga: Akar Agresif dan Buah Berjatuhan
Pohon mangga dikenal dengan ukurannya yang bisa tumbuh sangat besar serta kanopi yang lebar dan rimbun. Akar pohon ini cenderung menyebar luas dan agresif, berpotensi merusak fondasi rumah atau saluran air di sekitarnya. Kerusakan ini tentu memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit dan dapat mengganggu stabilitas bangunan.
Selain itu, buah mangga yang matang dan dedaunan yang gugur dapat mengotori halaman depan rumah. Buah yang busuk di tanah juga bisa membuat permukaan licin dan mengundang berbagai hama seperti semut atau lalat. Kehadiran hama dan serangga ini tentu mengganggu kenyamanan penghuni rumah dan kebersihan lingkungan.
Dari perspektif feng shui, pohon mangga yang rimbun dapat menutupi rumah dan menciptakan suasana gelap. Kondisi ini dipercaya dapat mengundang energi negatif ke dalam hunian. Oleh karena itu, penanaman pohon mangga di depan rumah perlu dipertimbangkan matang-matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
2. Pohon Jambu Air: Pertumbuhan Cepat dan Buah Pembusuk
Pohon jambu air adalah tanaman yang memiliki pertumbuhan sangat cepat dan dapat mencapai ukuran besar dalam waktu singkat. Akar dan batangnya cenderung menyebar liar, yang berisiko merusak paving halaman atau bahkan fondasi bangunan. Kerusakan ini bisa menjadi masalah serius jika tidak diantisipasi sejak awal penanaman.
Buah jambu air yang sering jatuh dan membusuk di tanah dapat menimbulkan bau tidak sedap di sekitar rumah. Pembusukan buah ini juga menjadi daya tarik bagi semut dan lalat, yang kemudian bisa masuk ke dalam rumah. Perawatan intensif diperlukan untuk menjaga kebersihan area di bawah pohon dan mencegah penyebaran hama.
Batang pohon yang membesar juga berpotensi menghalangi pemandangan rumah dan merambat hingga merusak atap atau dinding. Kondisi ini tidak hanya mengurangi estetika, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan fisik pada struktur rumah. Oleh karena itu, jambu air kurang ideal untuk ditanam di depan rumah.
3. Pohon Nangka: Mitos dan Getah Lengket
Di beberapa kepercayaan masyarakat, khususnya di Jawa, menanam pohon nangka di depan rumah sering dikaitkan dengan hal-hal negatif. Pohon ini dipercaya dapat mengundang energi buruk, serta dianggap sebagai pembawa penyakit dan kesulitan hidup bagi pemilik rumah. Aspek mitos ini menjadi pertimbangan penting bagi sebagian orang dalam memilih tanaman.
Secara fisik, buah nangka memiliki ukuran yang sangat besar dan mengandung getah lengket. Jika buah atau getahnya jatuh ke halaman, akan sangat sulit untuk membersihkannya dan dapat membuat lingkungan sekitar kotor. Getah yang menempel juga bisa merusak permukaan paving atau kendaraan yang parkir di bawahnya.
Daun pohon nangka yang lebat dan rimbun juga dapat menutupi rumah, menciptakan kegelapan yang menurut kepercayaan dapat mengundang energi negatif. Oleh karena itu, penanaman pohon nangka di area depan rumah sebaiknya dihindari untuk menjaga kebersihan dan energi positif hunian.
4. Pohon Jambu Biji: Rezeki Seret dan Akar Perusak
Dalam kepercayaan feng shui, pohon jambu biji dianggap sebagai tanaman buah yang kurang baik untuk ditanam di depan rumah. Pohon ini dipercaya dapat menyebabkan rezeki seret atau bahkan menimbulkan kemiskinan bagi penghuni rumah. Keyakinan ini menjadi alasan bagi sebagian masyarakat untuk menghindarinya di area depan rumah.
Pohon jambu biji memiliki akar yang besar dan keras, yang jika tidak dirawat dan dipangkas secara rutin, berpotensi merusak fondasi rumah atau pagar. Kerusakan pada struktur bangunan tentu akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari dan memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Daunnya yang lebat dan rimbun juga dapat membuat rumah menjadi gelap, yang menurut feng shui dapat mengundang energi negatif. Kombinasi faktor fisik dan kepercayaan ini menjadikan pohon jambu biji kurang ideal untuk halaman depan yang ingin menjaga aliran energi positif.
5. Pohon Pir (Bradford): Cabang Rapuh dan Ukuran Besar
Pohon pir, terutama jenis Bradford, dikenal memiliki cabang yang mudah patah, khususnya saat pohon sudah berusia lebih dari 20 tahun. Cabang yang rapuh ini bisa menjadi bahaya serius jika tumbang, terutama saat angin kencang atau hujan deras. Hal ini tentu mengancam keselamatan penghuni dan properti di sekitarnya.
Jenis pohon ini dapat tumbuh sangat tinggi, mencapai sekitar 9 meter, yang dianggap terlalu besar untuk halaman depan rumah pada umumnya. Ukuran tajuknya yang lebar juga dapat menghalangi cahaya matahari. Area di bawahnya menjadi sulit untuk ditanami bunga atau tanaman hias lainnya.
Selain itu, pohon pir Bradford rentan merusak struktur di sekitarnya atau menutup jalur jalan setapak karena pertumbuhannya yang besar dan agresif. Hal ini tentu mengganggu fungsi dan estetika area depan rumah, serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada infrastruktur.
6. Pohon Plum Jawa (Jamblang): Kurang Ideal untuk Area Depan
Pohon Plum Jawa atau jamblang termasuk dalam daftar tanaman buah yang kurang cocok ditanam di depan rumah. Meskipun alasan spesifiknya tidak selalu dijelaskan secara rinci dalam berbagai sumber, pohon ini seringkali disebutkan bersama dengan jenis pohon lain yang tidak direkomendasikan untuk area depan rumah.
Umumnya, pohon buah yang tidak ideal untuk area depan rumah memiliki karakteristik seperti pertumbuhan akar yang agresif, ukuran yang terlalu besar, atau buah yang mudah jatuh dan mengotori. Pohon jamblang juga dapat memiliki sifat-sifat ini yang berpotensi menimbulkan masalah.
Pertimbangan estetika dan potensi masalah kebersihan juga menjadi faktor penting. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih tanaman lain yang lebih sesuai untuk ditanam di halaman depan rumah guna menghindari potensi masalah di masa mendatang.
7. Pohon Pisang: Aura Gelap dan Hama Pengganggu
Pohon pisang memiliki daun yang sangat besar dan banyak, yang menurut kepercayaan feng shui dapat menciptakan aura gelap. Kondisi ini dipercaya dapat mengundang energi negatif untuk datang dan menetap di sekitar rumah, mengganggu harmoni hunian.
Selain itu, daun pisang yang besar cenderung rontok dan dapat dengan cepat mengotori halaman. Tumpukan daun ini tidak hanya mengurangi estetika, tetapi juga bisa menjadi tempat persembunyian bagi berbagai hama dan serangga, seperti nyamuk dan semut.
Buah pisang yang matang dan terlalu lama dibiarkan di pohon atau tanah juga dapat menjadi magnet bagi hama. Oleh karena itu, menanam pohon pisang di depan rumah seringkali tidak disarankan karena potensi masalah kebersihan dan energi negatif yang dipercayai oleh sebagian masyarakat.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Mengapa pohon mangga tidak disarankan ditanam di depan rumah?
Pohon mangga memiliki akar yang menyebar luas dan agresif, berpotensi merusak fondasi rumah atau saluran air. Buah dan daunnya yang jatuh juga dapat mengotori halaman dan mengundang hama.
2. Apakah ada kepercayaan tertentu mengenai penanaman pohon nangka di depan rumah?
Ya, masyarakat Jawa banyak yang meyakini bahwa menanam pohon nangka di depan rumah dapat mengundang energi negatif dan dianggap sebagai pembawa penyakit atau kesulitan hidup.
3. Apa risiko menanam pohon jambu biji di halaman depan?
Pohon jambu biji memiliki akar besar yang berpotensi merusak fondasi rumah jika tidak dipangkas. Secara feng shui, pohon ini juga dipercaya dapat menyebabkan rezeki seret.

16 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451600/original/031882500_1766313406-WhatsApp_Image_2025-12-21_at_16.57.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468585/original/034598300_1767959556-0S6A9595.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468678/original/076856500_1767969026-marcilio.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5252012/original/033282800_1749821887-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Logo_BRI_Liga_1_Musim_2025-2026_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425991/original/075095000_1764245229-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468498/original/092919300_1767953415-Gemini_Generated_Image_u1lw2lu1lw2lu1lw_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468401/original/087295300_1767949295-desain_rumah_ramah_lingkungan_dengan_kebun_sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468193/original/036313500_1767943439-Menanam_Bayam_Brazil__Freepik_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468247/original/071741300_1767945238-Gemini_Generated_Image_29gf6329gf6329gf_2.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5135707/original/002195800_1739783758-Tekel_Horor_Rizky_Ridho_Beckham_Putra-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468317/original/036480100_1767946952-Gemini_Generated_Image_z8zpvuz8zpvuz8zp_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468495/original/048198200_1767953205-0S6A8909.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425298/original/063734000_1764220674-Camilan_pedas_kemasan_bertema_natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468168/original/002527300_1767942851-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5467981/original/006725400_1767939062-James_vs_Hubner.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468096/original/009926300_1767941918-Taman_Gantung_di_Railing_Mezzanine__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468141/original/090262900_1767942510-Gemini_Generated_Image_vlyqnavlyqnavlyq_2.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362363/original/078170300_1758861319-unnamed__7_.jpg)