Liputan6.com, Jakarta - Perawatan pohon durian tidak hanya bergantung pada usia tanaman, tetapi juga pada konsistensi perlakuan sejak fase vegetatif hingga memasuki masa generatif. Banyak petani durian menghadapi masalah pohon tumbuh subur namun minim bunga, yang berujung pada hasil panen yang tidak optimal.
Dalam praktik lapangan, kesalahan umum yang sering terjadi adalah ketergantungan pada pupuk kimia tanpa memperhatikan keseimbangan tanah dan kondisi lingkungan sekitar tanaman. Padahal, durian termasuk tanaman yang sangat responsif terhadap perlakuan alami bila dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
Berangkat dari pengalaman budidaya dan referensi pertanian, terdapat sejumlah langkah sederhana berbasis pupuk organik dan pengelolaan lingkungan yang terbukti mampu merangsang pembungaan dan meningkatkan jumlah buah durian secara signifikan.
Berikut selengkapnya:
1. Pemupukan Kandang dan Kompos Fermentasi Menjadi Fondasi Nutrisi Tanaman
Pemberian pupuk kandang atau kompos yang telah difermentasi berfungsi memperbaiki struktur tanah sekaligus menyediakan unsur hara makro dan mikro secara alami bagi pohon durian. Kondisi tanah yang gembur dan kaya bahan organik memungkinkan akar menyerap nutrisi secara lebih efisien sepanjang musim tanam.
Aplikasi pupuk organik dilakukan secara berkala setiap dua hingga tiga bulan dengan cara ditaburkan melingkar mengikuti tajuk pohon, kemudian ditutup tanah tipis agar proses dekomposisi berjalan optimal. Pupuk kandang kambing atau sapi yang sudah matang dinilai paling efektif karena kandungan nutrisinya stabil dan tidak memicu panas tanah.
Pemupukan organik yang rutin membantu memperbaiki kesuburan tanah sehingga pohon durian mampu menghasilkan bunga dan buah lebih optimal.
2. Pemangkasan Cabang Dilakukan untuk Mengarahkan Energi Produksi Buah
Pemangkasan cabang menjadi langkah penting untuk mengurangi kompetisi nutrisi pada bagian tanaman yang tidak produktif. Cabang yang terlalu rapat, tumbuh ke dalam, atau terserang penyakit dapat menghambat penetrasi cahaya matahari ke bagian tajuk bawah.
Proses pemangkasan sebaiknya dilakukan menjelang musim hujan agar luka potongan cepat pulih dan tidak memicu stres berlebihan pada tanaman. Dengan berkurangnya tunas air dan ranting tidak produktif, nutrisi akan terfokus pada pembentukan bunga dan calon buah.
Pemangkasan yang teratur juga membantu menjaga sirkulasi udara di dalam tajuk, sehingga risiko penyakit akibat kelembapan berlebih dapat ditekan secara alami tanpa intervensi bahan kimia.
3. Pengaturan Air dan Drainase Menjaga Akar Tetap Sehat
Durian membutuhkan ketersediaan air yang cukup, tetapi sangat sensitif terhadap kondisi tanah yang tergenang. Air yang berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk dan menurunkan kemampuan tanaman menyerap nutrisi penting.
Pembuatan parit drainase melingkar sedalam 20 hingga 30 sentimeter di bawah tajuk pohon berfungsi mengalirkan kelebihan air saat hujan deras. Sistem ini menjaga keseimbangan kelembapan tanah sekaligus mencegah genangan air di sekitar perakaran.
Pada musim kemarau, penyiraman tetap dilakukan secara teratur untuk menjaga kondisi fisiologis tanaman agar tidak mengalami stres ekstrem yang dapat menghambat pembentukan bunga.
4. Penambahan Kalsium Alami Menjaga pH Tanah Tetap Ideal
Keseimbangan pH tanah sangat menentukan kemampuan akar dalam menyerap nutrisi dari pupuk organik. Tanah dengan pH terlalu asam dapat menghambat ketersediaan unsur penting seperti fosfor dan kalium.
Pemberian kapur dolomit atau sumber kalsium alami lainnya membantu menjaga pH tanah berada pada kisaran ideal 6 hingga 7. Kondisi ini memungkinkan mikroorganisme tanah bekerja optimal dalam menguraikan bahan organik.
Aplikasi dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan agar tidak mengganggu keseimbangan biologis tanah yang telah terbentuk sebelumnya.
5. Sanitasi Lahan Mencegah Persaingan Nutrisi dan Sarang Hama
Gulma dan rumput liar di sekitar pangkal pohon durian dapat menyerap nutrisi dan air yang seharusnya digunakan tanaman utama. Selain itu, vegetasi liar berpotensi menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit.
Pembersihan lahan dilakukan secara rutin dengan menjaga area sekitar batang tetap bersih dan terbuka. Penyiangan manual dinilai lebih aman karena tidak merusak struktur tanah maupun mikroorganisme yang bermanfaat.
Lingkungan kebun yang bersih membantu pohon durian tumbuh lebih sehat dan mengurangi risiko gangguan yang dapat menghambat pembentukan bunga dan buah.
6. Pengendalian Hama Dilakukan dengan Pendekatan Alami
Penggunaan pestisida kimia berlebihan dapat merusak ekosistem tanah dan mengganggu keseimbangan organisme yang berperan penting dalam kesuburan lahan. Oleh karena itu, pendekatan alami menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan.
Pestisida nabati dan agen hayati dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama tanpa meninggalkan residu berbahaya. Cara ini menjaga kesehatan tanah sekaligus melindungi tanaman dari serangan organisme pengganggu.
Dengan ekosistem yang seimbang, pohon durian memiliki daya tahan alami yang lebih baik terhadap penyakit dan stres lingkungan.
7. Manajemen Pembungaan Dilakukan Melalui Teknik Stres Air
Menjelang fase pembungaan, pohon durian perlu diberikan rangsangan agar beralih dari pertumbuhan vegetatif ke generatif. Salah satu cara yang umum digunakan adalah teknik stres air terkontrol.
Penyiraman dikurangi secara signifikan selama satu hingga dua minggu untuk memicu respons fisiologis tanaman dalam membentuk tunas bunga. Setelah tanda-tanda pembungaan muncul, penyiraman kembali dilakukan secara normal.
Teknik ini perlu diterapkan dengan cermat agar tidak menyebabkan stres berlebihan yang justru merugikan tanaman.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pohon Durian Berbuah Lebat
1. Berapa lama pohon durian mulai berbuah setelah perawatan rutin?
Pohon durian umumnya mulai menunjukkan peningkatan pembungaan dalam satu hingga dua musim setelah perawatan konsisten dilakukan.
2. Apakah pupuk kandang bisa menggantikan pupuk kimia sepenuhnya?
Dalam banyak kasus, pupuk kandang fermentasi mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman bila diaplikasikan secara rutin dan seimbang.
3. Kapan waktu terbaik melakukan pemangkasan durian?
Pemangkasan ideal dilakukan sebelum musim hujan agar tanaman cepat pulih dan siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
4. Mengapa durian sering berbunga tetapi buah rontok?
Kerontokan buah sering disebabkan ketidakseimbangan nutrisi, air, atau gangguan hama saat fase awal pembentukan buah.
5. Apakah stres air aman untuk semua umur pohon durian?
Stres air sebaiknya hanya diterapkan pada pohon yang sudah cukup umur dan sehat agar tidak menimbulkan kerusakan permanen.

1 week ago
12
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489950/original/020173900_1769952486-SnapVideo.app_625109198_18563416384027265_6638072240534602801_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489839/original/065371100_1769936075-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475938/original/017585800_1768700080-617892648_18557551528040415_7133346425969213578_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416915/original/001660200_1763477034-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489907/original/081252300_1769946099-1000355816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)