:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308748/original/040741300_1785199557-kuning.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Cara mengatasi tungau pada tanaman terong agar daun tidak menguning menjadi hal penting yang perlu dipahami oleh setiap pekebun. Serangan tungau sering kali tidak disadari karena ukurannya sangat kecil, tetapi dampaknya dapat membuat daun berubah warna, mengering, hingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Tungau, terutama tungau laba-laba (spider mite), mengisap cairan sel pada daun sehingga jaringan tanaman kehilangan klorofil. Akibatnya, daun tampak berbintik kuning, kemudian menguning, menggulung, dan akhirnya rontok jika tidak segera ditangani. Kondisi ini juga dapat mengurangi kemampuan tanaman dalam berfotosintesis.
Jika serangan terus berlanjut, tanaman terong akan tumbuh kerdil, bunga mudah gugur, dan jumlah buah yang dihasilkan menurun. Kabar baiknya, masalah ini dapat diatasi melalui kombinasi perawatan yang tepat, sanitasi kebun, hingga penggunaan pestisida nabati maupun akarisida sesuai kebutuhan. Lantas, seperti apa cara mengatasi tungau pada tanaman terong ini? Dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Snein (28/7), berikut delapan cara yang bisa diterapkan.
1. Kenali Gejala Serangan Tungau Sejak Dini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308749/original/080697400_1785199746-1.jpg)
Perbesar
Langkah pertama adalah mengenali tanda-tanda keberadaan tungau sebelum populasinya semakin banyak. Serangan biasanya diawali dengan munculnya bintik-bintik kuning kecil pada permukaan daun. Seiring waktu, warna kuning akan meluas hingga daun tampak kusam dan kering.
Perhatikan juga bagian bawah daun karena tungau lebih sering bersembunyi di area tersebut. Pada serangan yang cukup parah, biasanya terlihat benang-benang halus menyerupai jaring laba-laba. Pemeriksaan rutin setidaknya dua hingga tiga kali seminggu membantu mendeteksi serangan lebih cepat.
Semakin dini tungau ditemukan, semakin mudah pula pengendaliannya sehingga tanaman tidak mengalami kerusakan yang lebih luas.
2. Pangkas Daun yang Sudah Rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308750/original/087989400_1785199746-2.jpg)
Perbesar
Daun yang telah dipenuhi tungau sebaiknya segera dipangkas menggunakan gunting yang bersih. Cara ini membantu mengurangi populasi tungau sekaligus mencegah penyebaran ke daun sehat.
Setelah dipotong, jangan meninggalkan daun yang terinfeksi di sekitar lahan. Kumpulkan lalu buang atau musnahkan agar tungau tidak kembali menyerang tanaman.
Membersihkan alat pemangkasan setelah digunakan juga penting untuk mencegah perpindahan hama maupun penyakit ke tanaman lainnya.
3. Semprotkan Air pada Bagian Bawah Daun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308751/original/095267200_1785199746-3.jpg)
Perbesar
Tungau tidak menyukai kelembapan tinggi. Oleh karena itu, menyemprotkan air bersih ke bagian bawah daun dapat membantu mengurangi jumlah tungau yang menempel.
Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sehingga daun memiliki waktu cukup untuk mengering sebelum malam tiba. Hindari penyemprotan berlebihan yang membuat media tanam terlalu basah.
Cara sederhana ini paling efektif dilakukan ketika populasi tungau masih rendah dan dikombinasikan dengan metode pengendalian lainnya.
4. Gunakan Pestisida Nabati yang Lebih Ramah Lingkungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308752/original/002597000_1785199747-4.jpg)
Perbesar
Pestisida nabati dapat menjadi alternatif sebelum menggunakan bahan kimia. Larutan yang dibuat dari bawang putih, daun mimba, serai, atau cabai dikenal memiliki senyawa alami yang membantu mengganggu aktivitas hama pengisap, termasuk tungau.
Semprotkan larutan pada seluruh permukaan daun, terutama bagian bawah tempat tungau banyak bersembunyi. Lakukan secara berkala setiap beberapa hari agar hasilnya lebih optimal.
Pestisida nabati juga cenderung lebih aman bagi serangga menguntungkan apabila digunakan sesuai dosis dan waktu aplikasi yang tepat.
5. Manfaatkan Musuh Alami Tungau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308753/original/010283500_1785199747-5.jpg)
Perbesar
Di alam terdapat berbagai predator yang memangsa tungau, seperti kumbang koksi, lacewing, dan tungau predator tertentu. Kehadiran musuh alami ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem kebun.
Agar populasinya tetap terjaga, hindari penggunaan insektisida spektrum luas secara berlebihan karena dapat membunuh serangga bermanfaat.
Lingkungan kebun yang beragam dengan tanaman berbunga juga dapat menarik predator alami sehingga pengendalian hama berlangsung secara alami.
6. Gunakan Akarisida Sesuai Anjuran Jika Serangan Sudah Berat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308754/original/018435800_1785199747-6.jpg)
Perbesar
Apabila populasi tungau sudah sangat banyak dan metode alami tidak lagi efektif, penggunaan akarisida dapat menjadi pilihan. Gunakan produk yang memang ditujukan untuk mengendalikan tungau, bukan sekadar insektisida biasa.
Ikuti dosis, cara pencampuran, serta interval penyemprotan sesuai petunjuk pada label. Penggunaan yang berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko resistensi, tetapi juga dapat merusak tanaman.
Lakukan rotasi bahan aktif bila diperlukan agar tungau tidak cepat kebal terhadap akarisida yang digunakan.
7. Jaga Kondisi Tanaman agar Tetap Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308755/original/025093500_1785199747-eb7384fd-a997-4675-89b4-b76a96e26ffe.jpg)
Perbesar
Tanaman yang sehat memiliki daya tahan lebih baik terhadap serangan hama. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan air, cahaya matahari, dan unsur hara terpenuhi dengan baik.
Pupuk yang diberikan secara seimbang membantu pertumbuhan daun baru dan mempercepat pemulihan tanaman setelah mengalami serangan. Hindari pemberian pupuk nitrogen secara berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan daun muda yang lebih disukai hama.
Selain itu, lakukan penyiraman secara teratur tanpa membuat media tanam tergenang.
8. Rutin Membersihkan Area Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308756/original/031811700_1785199747-8.jpg)
Perbesar
Kebersihan kebun menjadi salah satu kunci dalam mengendalikan tungau. Gulma, daun kering, dan sisa tanaman dapat menjadi tempat persembunyian maupun berkembang biaknya hama.
Bersihkan area tanam secara berkala dan pastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman tetap baik. Jarak tanam yang tidak terlalu rapat juga membantu menurunkan kelembapan berlebih sekaligus memudahkan pemeriksaan tanaman.
Dengan lingkungan yang bersih dan perawatan rutin, risiko ledakan populasi tungau dapat ditekan sehingga tanaman terong tumbuh lebih sehat dan produktif.
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Tungau pada Tanaman Terong agar Daun Tidak Menguning
1. Apa penyebab daun terong menguning akibat tungau? Karena tungau mengisap cairan sel daun sehingga klorofil berkurang dan daun kehilangan warna hijaunya.
2. Di bagian mana tungau paling sering ditemukan? Umumnya di bagian bawah daun, terutama pada daun yang masih muda.
3. Apakah tungau bisa diatasi tanpa pestisida kimia? Bisa. Serangan ringan dapat dikendalikan dengan sanitasi, penyemprotan air, pestisida nabati, dan memanfaatkan musuh alami.
4. Kapan waktu terbaik menyemprot tanaman? Pagi atau sore hari saat sinar matahari tidak terlalu terik agar larutan bekerja lebih efektif.
5. Bagaimana mencegah tungau datang kembali? Lakukan pemeriksaan rutin, jaga kebersihan kebun, pelihara kesehatan tanaman, dan kendalikan populasi tungau sejak gejala awal muncul.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305203/original/028076000_1784787639-IXONbVinSVMXCWlAWzUolpW1WO7THzB562RwpZVV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308834/original/095917900_1785204820-watermarked_img_15624322765532582258.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308824/original/035420300_1785204368-baf323f5-3742-4015-8030-6f9bfe433f84.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5909209/original/068322800_1778808152-Anggur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308816/original/055848300_1785203474-Kolam_Mini_dari_Galon_Bekas_yang_Dipadukan_Mini_Garden.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308813/original/048800700_1785203352-Gemini_Generated_Image_evf1axevf1axevf1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308796/original/066771400_1785202352-ChatGPT_Image_28_Jul_2026__08.29.43.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308789/original/058816900_1785202018-Kebun_botol_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308775/original/011135800_1785201108-8bb1e45a-c729-4dd3-bfc7-16bd811b1fd5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308777/original/002323800_1785201180-pexels-kawerodriguess-16313512.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9306909/original/030897400_1784919395-ChatGPT_Image_Jul_25__2026__01_43_13_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308794/original/060788800_1785202090-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308723/original/067808700_1785171639-20260727BS_Timnas_Indonesia_vs_Kamboja_07.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308730/original/007714800_1785176782-IMG-20260728-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308670/original/050994200_1785162011-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_21.08.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308652/original/077991900_1785156334-ChatGPT_Image_Jul_27__2026__07_41_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308715/original/025386000_1785170912-20260727BS_Timnas_Indonesia_vs_Kamboja_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308672/original/058695100_1785162331-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_21.22.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308704/original/031218800_1785166605-0L5A5210.JPG.jpeg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541758/original/002826400_1774891756-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541727/original/083908500_1774880359-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541745/original/025257900_1774887438-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-23.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541713/original/026364000_1774879959-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-03.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541708/original/058501100_1774879682-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520996/original/003480100_1772675440-unnamed__57_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284895/original/077745100_1752650004-frans.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5451616/original/008026000_1766317691-20251221IQ_Persita_Tangerang_vs_Persik_Kediri-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546031/original/069166900_1775269649-Gemini_Generated_Image_2xrq5s2xrq5s2xrq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738220/original/039321900_1707387131-Snapinsta.app_425427452_18416718079023123_1907590650915415216_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541349/original/073673000_1774859926-solomon_kitts.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541714/original/005147800_1774879977-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-7.jpg)
