8 Ide Jualan Camilan untuk Ibu PKK 2026, Mudah Dibuat dan Dijamin Untung

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Peluang usaha camilan rumahan semakin berkembang dan bisa memberikan kesempatan bagi Ibu PKK untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Warga bisa mengolahnya dengan memanfaatkan hahan sekitar, dan menjualnya dengan kemasan yang menarik serta harga pasar terjangkau. Ini bisa jadi salah satu peluang, karena berpeluang disukai banyak orang.

Memulai usaha camilan sebenarnya tidak memerlukan investasi besar. Ibu-ibu PKK bisa memafaatkan lahan kosong untuk menanam komoditas tertentu, lalu bersama-sama mengolahnya sehingga menjadi sebuah kudapan riangan. Kunci keberhasilan terletak pada pemilihan jenis bahan yang berpotensi disukai masyarakat dan memiliki nilai jual tinggi.

Meski begitu, Anda bisa memulainya dengan menciptakan kemasan yang menarik serta menawarkan varian rasa yang bermacam-macam sebagai daya tawar utamanya. Lantas apa saja bahan yang bisa dijadikan potensi usaha? Simak 8 idenya berikut, dihadirkan Liputan6.com pada Selasa (6/1).

1. Keripik Singkong Aneka Rasa

Keripik singkong merupakan camilan yang banyak disukai karena teksturnya yang renyah. Produk ini dapat dikembangkan dengan berbagai varian rasa untuk menarik minat konsumen. Pemilihan singkong yang berkualitas baik menjadi langkah awal untuk menghasilkan keripik yang optimal.

Modal yang dibutuhkan untuk usaha keripik singkong berkisar antara Rp200.000 hingga Rp300.000. Dana ini dapat digunakan untuk membeli singkong segar, minyak goreng, dan bumbu dasar. Pembelian bahan dalam jumlah tertentu dapat membantu menekan biaya produksi.

Proses pembuatan keripik singkong dimulai dengan mengupas dan mengiris tipis singkong, kemudian merendamnya dalam air garam sebelum digoreng hingga kering. Setelah dingin, keripik dapat dicampur dengan bumbu tabur sesuai varian rasa yang diinginkan. Pengemasan keripik singkong dapat menggunakan plastik kemasan bening yang kedap udara untuk menjaga kerenyahan produk.

2. Pastel Isi Sayuran

Pastel merupakan camilan gurih dengan kulit renyah dan isian yang beragam. Camilan ini cocok disajikan sebagai teman minum teh atau kopi. Pembuatan kulit pastel yang tepat akan menghasilkan tekstur yang diinginkan.

Modal awal untuk usaha pastel isi sayuran dapat diperkirakan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000. Anggaran ini mencakup pembelian tepung terigu, margarin, telur, serta bahan isian seperti wortel dan kentang. Pembelian bahan baku dalam jumlah yang cukup dapat membantu menjaga konsistensi harga jual.

Proses pembuatan pastel melibatkan pembuatan adonan kulit, penyiapan isian, dan penggorengan. Adonan kulit dibuat dari campuran tepung terigu, margarin, dan air, kemudian diuleni hingga kalis. Isian sayuran ditumis dengan bumbu hingga matang sebelum dimasukkan ke dalam kulit pastel yang sudah dicetak.

3. Risol Mayo

Risol mayo adalah camilan modern yang populer dengan isian mayones, telur rebus, dan sosis. Rasanya yang gurih menjadikannya favorit banyak orang. Pembuatan kulit risol yang tipis dan lentur menjadi kunci utama.

Modal awal untuk usaha risol mayo dapat diperkirakan sekitar Rp250.000 hingga Rp300.000. Dana ini digunakan untuk membeli tepung terigu, telur, mayones, dan sosis. Pembelian bahan dalam jumlah yang sesuai dengan target produksi akan membantu mengelola modal secara efisien.

Proses pembuatan risol mayo dimulai dengan membuat adonan kulit yang tipis, kemudian mengisi kulit tersebut dengan potongan telur rebus dan sosis. Setelah itu, risol dilipat rapi, dicelupkan ke dalam adonan basah, dan dibalut dengan tepung panir sebelum digoreng. Pengemasan risol mayo dapat menggunakan kotak mika transparan agar isian produk terlihat.

4. Donat Kentang

Donat kentang memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan donat biasa. Camilan ini digemari oleh berbagai kalangan usia dan dapat divariasikan dengan berbagai topping. Kualitas kentang yang digunakan akan mempengaruhi tekstur akhir donat.

Modal awal untuk usaha donat kentang dapat diperkirakan sekitar Rp200.000 hingga Rp280.000. Dana ini digunakan untuk membeli tepung terigu, kentang, ragi, dan gula. Pembelian bahan baku secara grosir dapat membantu mengurangi biaya per unit.

Proses pembuatan donat kentang melibatkan pengukusan dan penghalusan kentang, kemudian dicampur dengan bahan adonan lainnya. Adonan didiamkan hingga mengembang, dibentuk, dan digoreng hingga matang. Pengemasan donat kentang dapat menggunakan kotak donat khusus yang terbuat dari karton.

5. Brownies Kukus

Brownies kukus adalah pilihan camilan yang digemari karena teksturnya yang lembut. Proses pembuatannya yang tidak memerlukan oven menjadikannya pilihan yang praktis. Kualitas cokelat yang digunakan akan sangat mempengaruhi rasa akhir brownies.

Modal awal untuk usaha brownies kukus dapat diperkirakan sekitar Rp250.000 hingga Rp300.000. Dana ini akan dialokasikan untuk pembelian tepung terigu, cokelat bubuk, dan gula. Pembelian bahan baku dari distributor dapat memberikan harga yang lebih kompetitif.

Proses pembuatan brownies kukus melibatkan pencampuran semua bahan adonan hingga rata, kemudian dikukus dalam loyang hingga matang. Setelah dingin, brownies dapat dipotong-potong dan diberi topping sesuai selera. Pengemasan brownies kukus dapat menggunakan kotak kue yang terbuat dari karton tebal.

6. Kue Lumpur

Kue lumpur adalah camilan tradisional Indonesia yang memiliki tekstur lembut. Aroma pandan atau vanila seringkali ditambahkan untuk memperkaya rasa. Pemilihan kentang yang baik akan menghasilkan tekstur kue yang halus.

Modal awal untuk usaha kue lumpur dapat diperkirakan sekitar Rp200.000 hingga Rp270.000. Dana ini akan digunakan untuk pembelian tepung terigu, kentang, dan gula. Pembelian bahan segar secara rutin akan menjaga kualitas produk.

Proses pembuatan kue lumpur melibatkan pengukusan dan penghalusan kentang, kemudian dicampur dengan bahan adonan lainnya. Adonan kemudian dicetak dalam cetakan kue lumpur dan dipanggang hingga matang. Pengemasan kue lumpur dapat menggunakan kotak mika transparan atau kotak kertas dengan sekat untuk setiap kue.

7. Martabak Mini

Martabak mini adalah versi kecil dari martabak manis yang populer. Dengan berbagai pilihan topping, martabak mini dapat menarik berbagai segmen pasar. Konsistensi adonan menjadi faktor penting untuk menghasilkan martabak yang bersarang.

Modal awal untuk usaha martabak mini dapat diperkirakan sekitar Rp250.000 hingga Rp300.000. Dana ini akan digunakan untuk pembelian tepung terigu, telur, dan gula. Pembelian bahan topping dalam jumlah yang bervariasi dapat memberikan pilihan kepada konsumen.

Proses pembuatan martabak mini dimulai dengan membuat adonan yang didiamkan hingga mengembang. Adonan kemudian dicetak di wajan khusus martabak mini, diberi topping setelah matang, dan dilipat. Pengemasan martabak mini dapat menggunakan kotak kertas khusus makanan yang dilengkapi dengan sekat.

8. Puding Sedot

Puding sedot adalah camilan segar yang disajikan dalam kemasan botol. Varian rasa yang beragam dan tekstur yang lembut menjadikannya pilihan yang menarik. Konsistensi puding yang tepat akan memudahkan proses penyedotan.

Modal awal untuk usaha puding sedot dapat diperkirakan sekitar Rp200.000 hingga Rp280.000. Dana ini akan digunakan untuk pembelian bubuk agar-agar, susu cair, dan gula. Pembelian botol dalam jumlah besar dapat mengurangi biaya per unit.

Proses pembuatan puding sedot melibatkan pencampuran semua bahan puding, kemudian dimasak hingga mendidih. Setelah itu, adonan puding dituang ke dalam botol-botol kecil dan didinginkan hingga mengeras. Pengemasan puding sedot menggunakan botol plastik transparan dengan tutup rapat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Bagaimana cara menentukan harga jual camilan agar cepat laku?

A: Menentukan harga jual melibatkan perhitungan biaya produksi total dan margin keuntungan yang diinginkan.

Q: Apa saja tips agar camilan buatan rumahan bisa bersaing dengan produk pabrikan?

A: Fokus pada kualitas bahan baku, keunikan rasa, dan pengemasan yang menarik.

Q: Bagaimana cara mempromosikan camilan rumahan dengan modal terbatas?

A: Promosi dapat dilakukan melalui media sosial dan penawaran diskon untuk pembelian pertama.

Q: Apa pentingnya izin PIRT untuk usaha camilan rumahan?

A: Izin PIRT menunjukkan produk telah memenuhi standar keamanan pangan dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Q: Bagaimana cara menjaga kualitas dan kesegaran camilan agar tahan lama?

A: Menjaga kualitas melibatkan pemilihan bahan baku yang segar dan penyimpanan yang tepat.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|