Liputan6.com, Jakarta - Tips memilih tumbuhan untuk eco print menjadi perhatian banyak orang yang memuliki ketertarikan, karena hasil motif alami dinilai mampu menghasilkan bentuk berbeda pada setiap lembar kain. Teknik ini memanfaatkan daun, bunga, dan batang tumbuhan untuk meninggalkan jejak warna langsung ke kain melalui proses pukul atau kukus. Selain digunakan sebagai produk fesyen, eco print juga berkembang menjadi usaha rumahan dan pelatihan keterampilan di berbagai daerah.
Salah satu pelaku kerajinan eco print sekaligus pemilik brand fashion Geisha Ratu di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Tin Dels Marce Ndawu, menyebut jika tidak semua tumbuhan dapat menghasilkan warna yang menempel dengan baik pada kain. Pemilihan daun dan bunga menjadi langkah penting karena bentuk serat, kadar air, hingga kondisi tumbuhan sangat memengaruhi hasil akhir.
Karena itu, siapapun yang saat ini sedang mendalami eco print, perlu memahami jenis tumbuhan yang tepat agar warna dan motif dapat muncul lebih jelas di kain. Lantas apa saja jenis yang cocok dijadikan pewarna untuk teknik eco print? Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Sabtu (23/5).
Pilih Daun yang Tidak Mengandung Banyak Air
Daun menjadi bahan utama dalam eco print karena mampu meninggalkan bentuk alami pada kain. Namun, tidak semua daun cocok digunakan. Daun dengan kandungan air terlalu banyak biasanya membuat warna menyebar dan bentuk motif sulit terlihat setelah proses pengukusan selesai dilakukan.
Pelaku eco print biasanya menghindari daun yang mudah hancur saat ditekan atau digulung. Daun dengan tekstur lunak cenderung meninggalkan sisa cairan lebih banyak dibanding bentuk seratnya. Akibatnya, motif daun tidak tercetak penuh dan hanya meninggalkan noda warna di beberapa bagian kain.
Tin kemudian merekomendasikan sejumlah tumbuhan yang berasal dari daun, seperti binahong serta daun talas yang dianggap cocok dan mampu menempel dengan baik warnanya di kain.
"Beberapa jenis daun bahkan tidak disarankan digunakan dalam eco print karena kandungan airnya terlalu tinggi, seperti daun binahong dan daun talas. Kalau tinggi air, biasanya daunnya bisa pecah nanti," kata Tin Dels Marce Ndawu, saat ditemui Liputan6 beberapa waktu lalu di gerainya, kompleks Bandara Adi Sucipto, Sleman.
Gunakan Daun Muda agar Warna Lebih Keluar
Daun muda sering dipilih karena warna alaminya masih mudah berpindah ke kain. Selain itu, bentuk tulang daun muda biasanya masih terlihat jelas sehingga membantu menghasilkan motif yang lebih terbaca. Banyak pelaku eco print menggunakan daun muda untuk mendapatkan hasil warna yang lebih muncul setelah proses kukus dilakukan.
Daun tua tetap dapat digunakan, tetapi beberapa jenis daun tua cenderung lebih keras sehingga warna lebih sulit menempel. Dalam beberapa kasus, bentuk serat daun juga mulai berkurang sehingga hasil cetakan tidak terlihat utuh di kain. Karena itu, pemilihan usia daun menjadi bagian penting dalam proses eco print.
"Daun jati muda menjadi salah satu bahan yang paling awal digunakan karena hasil warna dan motifnya dapat tercetak lebih jelas pada kain," ujar Tin.
Cari Daun dengan Tulang yang Terlihat Jelas
Bentuk tulang daun menjadi penentu utama dalam hasil eco print karena bagian inilah yang membentuk pola alami di kain. Semakin jelas garis tulang daun, semakin mudah motif terbaca setelah proses pengukusan selesai. Hal ini membuat banyak pelaku eco print memilih daun dengan serat yang tampak dari permukaan depan maupun belakang.
Daun seperti daun jati, daun jarak, atau daun lanang sering digunakan karena memiliki bentuk serat yang mudah tercetak. Pola tulang daun akan meninggalkan garis alami yang membentuk motif tanpa perlu tambahan gambar lain. Setiap jenis daun juga menghasilkan pola berbeda sehingga kain eco print tidak memiliki bentuk yang sama.
Selain bentuk tulang daun, ukuran daun juga perlu diperhatikan. Daun berukuran sedang hingga lebar lebih mudah disusun di atas kain sehingga motif terlihat lebih seimbang. Cara ini membantu hasil eco print tampak penuh tanpa menutupi seluruh permukaan kain.
Gunakan Bunga yang Masih Segar
Bunga juga sering dipakai dalam eco print untuk menghasilkan bentuk dan warna tambahan pada kain. Namun, bunga yang sudah layu biasanya sulit meninggalkan warna karena kandungan alaminya mulai berkurang. Karena itu, pelaku eco print lebih sering menggunakan bunga yang baru dipetik agar hasil motif tetap muncul di kain.
Selain menghasilkan warna, bunga membantu memberi variasi bentuk pada eco print. Penggunaan bunga sering dipadukan dengan daun agar susunan motif terlihat lebih menyebar. Cara ini banyak digunakan untuk membuat syal, kerudung, atau kain panjang dengan pola alami.
"Bunga kenikir dan bunga waru menjadi beberapa jenis bunga yang sering digunakan dalam proses eco print karena mampu meninggalkan bentuk pada kain," kata Tin Dels Marce Ndawu.
Manfaatkan Tumbuhan yang Ada di Sekitar Rumah
Eco print berkembang karena memanfaatkan tumbuhan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Banyak pelaku usaha memulai eco print dari daun pekarangan, tanaman liar, hingga rumput yang tumbuh di pinggir jalan. Cara ini membuat eco print dapat dipelajari tanpa harus membeli bahan dalam jumlah besar.
Pemanfaatan tumbuhan sekitar juga membantu pelaku eco print mengenali karakter warna dari setiap daun yang digunakan. Dari percobaan sederhana, seseorang dapat mengetahui jenis daun yang meninggalkan warna lebih jelas dan daun yang hasilnya kurang terlihat pada kain.
"Rumput liar yang tumbuh di sekitar jalan masih dapat dimanfaatkan untuk eco print karena tetap menghasilkan motif pada kain," ujar Tin Dels Marce Ndawu.
Hindari Daun yang Mudah Robek
Dalam proses eco print, daun akan disusun di atas kain lalu digulung sebelum dikukus. Jika daun mudah robek, bentuk motif akan rusak sebelum warna berpindah ke kain. Karena itu, pemilihan daun perlu memperhatikan kondisi permukaan dan kekuatan seratnya.
Daun yang terlalu tipis biasanya cepat hancur ketika terkena tekanan gulungan kain. Akibatnya, hasil motif terlihat tidak utuh dan pola alami sulit dikenali. Pelaku eco print lebih sering memilih daun yang masih utuh agar proses penyusunan lebih mudah dilakukan.
Selain membantu menghasilkan motif lebih jelas, daun yang tidak mudah robek juga membuat proses penataan lebih rapi. Susunan daun dapat diatur mengikuti pola tertentu sehingga hasil eco print terlihat lebih teratur pada permukaan kain.
Sesuaikan Tumbuhan dengan Jenis Kain
Pemilihan tumbuhan perlu disesuaikan dengan kain yang digunakan dalam eco print. Kain berbahan alami biasanya lebih mudah menyerap warna dibanding kain sintetis. Karena itu, daun dan bunga akan meninggalkan warna lebih jelas jika dipadukan dengan kain yang sesuai.
Banyak pelaku eco print menggunakan kain katun, blacu, atau sutra karena bahan tersebut lebih mudah menerima warna alami dari tumbuhan. Penggunaan kain yang tepat membantu warna bertahan lebih lama dan motif terlihat lebih jelas setelah proses pengukusan selesai dilakukan.
"Kain berbahan alami seperti katun dan sutra lebih sering digunakan karena daya serap warnanya lebih baik untuk eco print," kata Tin Dels Marce Ndawu.
Coba Gabungkan Beberapa Jenis Tumbuhan
Menggabungkan beberapa jenis daun dan bunga menjadi cara yang sering dilakukan untuk menghasilkan motif eco print yang berbeda. Setiap tumbuhan memiliki bentuk dan warna yang tidak sama sehingga kombinasi dapat menciptakan pola baru pada kain.
Pelaku eco print biasanya mencoba berbagai susunan daun sebelum proses kukus dilakukan. Daun berukuran besar dapat dipadukan dengan bunga kecil atau rumput agar bidang kain tidak terlihat kosong. Cara ini membantu motif menyebar lebih merata di permukaan kain.
Percobaan kombinasi tumbuhan juga membantu pelaku eco print memahami karakter setiap bahan alami yang digunakan. Dari proses tersebut, seseorang dapat mengetahui daun mana yang lebih mudah meninggalkan warna dan bunga mana yang menghasilkan bentuk paling jelas di kain.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Tips Memilih Tumbuhan untuk Eco Print
Apa tumbuhan yang cocok untuk eco print?
Daun jati, daun jarak, daun lanang, bunga kenikir, dan bunga waru menjadi beberapa tumbuhan yang sering digunakan karena mampu meninggalkan warna dan motif pada kain.
Mengapa warna eco print tidak menempel di kain?
Warna eco print sering tidak menempel karena daun terlalu berair, kain kurang menyerap warna, atau proses pengukusan belum sesuai.
Apakah semua daun bisa digunakan untuk eco print?
Tidak semua daun cocok digunakan. Daun dengan kandungan air tinggi dan daun yang mudah hancur biasanya sulit menghasilkan motif yang jelas.
Kain apa yang paling sering digunakan untuk eco print?
Kain katun, blacu, dan sutra menjadi bahan yang sering digunakan karena mampu menyerap warna alami dari daun dan bunga.
Bagaimana cara membuat motif eco print lebih jelas?
Gunakan daun yang masih segar, pilih kain berbahan alami, dan gunakan daun dengan tulang serat yang terlihat jelas agar motif lebih mudah muncul di kain.

10 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2868342/original/096121800_1564538373-julie-johnson-fZrbluoNOZU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6309311/original/038081100_1779183456-WhatsApp_Image_2026-05-19_at_16.12.18__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6718868/original/042107000_1779535071-20260523AA_Persija_Jakarta_vs_Semen_Padang-11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6706834/original/094199600_1779525046-HL_semangka.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6710799/original/078253200_1779528601-ChatGPT_Image_May_23__2026__04_26_56_PM__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6703988/original/068086800_1779522809-Jasa_Pengelola_Event_Virtual.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6692366/original/034321400_1779512922-11525043887150830185.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541746/original/064730700_1774887438-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6709902/original/019355500_1779527697-Gemini_Generated_Image_9olype9olype9oly.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6710291/original/032538300_1779527975-Menggunakan_Suara_Panggil_dan_Suara_Inap_yang_Tepat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519352/original/037901300_1772549369-Madura_United_vs_Malut_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539838/original/079817900_1774627164-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6720962/original/023146300_1779536832-BL1_0903.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6698885/original/092478700_1779518434-jualan_dekat_pabrik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6719550/original/020508800_1779535596-ChatGPT_Image_May_23__2026__06_24_14_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6617817/original/057860800_1779449532-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_18.30.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4108879/original/062361700_1659357505-Logo_Persis_Solo_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493784/original/032896100_1770266788-Gemini_Generated_Image_23trus23trus23tr.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6709423/original/017590100_1779527291-4182839218184362413.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)