Liputan6.com, Jakarta - Seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Mulai dari SNMPTN dan SBMPTN, kini sistem seleksi yang berlaku adalah SNPMB—atau Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru. Sistem ini sudah digunakan sejak 2023 dan terus disempurnakan hingga 2026.
Tahun ini, pelaksanaan SNPMB kembali menjadi perhatian para calon mahasiswa baru. Melalui sistem ini, siswa bisa memilih jalur masuk berdasarkan prestasi maupun hasil tes. Yuk, kenali lebih dalam apa itu SNPMB, SNBP, dan SNBT, termasuk perbedaan dan mekanismenya di tahun 2026.
Apa Itu SNPMB 2026?
SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) adalah sistem seleksi resmi untuk masuk ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. SNPMB diselenggarakan oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru yang dibentuk oleh Mendikbudristek bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Tujuannya sederhana: memfasilitasi PTN agar bisa menjaring calon mahasiswa terbaik, baik lewat prestasi maupun hasil tes. Dengan SNPMB, siswa SMA sederajat bisa memilih jalur yang paling sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Tiga jalur yang tersedia adalah SNBP (berdasarkan prestasi), SNBT (berdasarkan tes), dan jalur mandiri yang dikelola masing-masing PTN.
Prinsip dan Tujuan SNPMB
SNPMB dijalankan dengan enam prinsip utama: fleksibel, efisien, transparan, adil, bebas konflik kepentingan, dan akuntabel. Artinya, setiap calon mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat, tanpa diskriminasi.
Fungsi utama SNPMB adalah mengelola data peserta, melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), serta menyampaikan hasil tes kepada peserta dan pihak kampus. Tujuan akhirnya adalah membantu PTN menemukan mahasiswa yang berprestasi dan berpotensi lulus tepat waktu.
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)
SNBP adalah jalur seleksi yang menilai prestasi siswa selama di sekolah. Jalur ini menggantikan SNMPTN dan berfokus pada pencapaian akademik maupun non-akademik. Tahun 2025 lalu, penilaian dilakukan berdasarkan rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran, portofolio (untuk seni dan olahraga), serta prestasi lainnya.
Meskipun acuan tahun lalu bisa jadi masih dipertahankan, sistem SNBP 2026 dapat mengalami penyesuaian oleh panitia. Biasanya, sekolah merekomendasikan siswa terbaik untuk ikut seleksi ini, dan peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran karena semua sudah ditanggung pemerintah.
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)
Berbeda dengan SNBP, SNBT menilai kemampuan penalaran dan literasi peserta lewat tes berbasis komputer (UTBK). Fokusnya bukan pada hafalan mata pelajaran, melainkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Tes SNBT mencakup tiga bagian utama: Tes Potensi Skolastik (TPS), Tes Literasi Bahasa Indonesia dan Inggris, serta Penalaran Matematika. Hasil tes inilah yang digunakan PTN untuk menyeleksi calon mahasiswa. Bagi peserta yang memilih program studi seni atau olahraga, wajib mengunggah portofolio pendukung.
Seleksi Jalur Mandiri di PTN
Selain SNBP dan SNBT, setiap perguruan tinggi negeri berhak menyelenggarakan seleksi mandiri. Meski diserahkan ke kampus masing-masing, pemerintah tetap mengatur agar seleksi ini transparan.
Sebelum seleksi, PTN wajib mengumumkan jumlah kuota, metode penilaian, serta besaran biaya. Setelah seleksi, hasil dan sisa kuota juga harus diumumkan secara terbuka. Bahkan, peserta diberi waktu masa sanggah selama lima hari kerja jika merasa ada kekeliruan hasil seleksi.
Perbedaan SNPMB dengan Sistem Sebelumnya
SNPMB menggantikan sistem lama yang dulu dikelola oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Kini, pelaksana seleksi berada di bawah Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP), unit teknis resmi di bawah Kemendikbudristek.
Selain itu, cakupan SNPMB juga lebih luas. Kalau dulu seleksi hanya untuk jenjang sarjana dan sarjana terapan, kini sistem ini juga membuka peluang bagi program diploma (vokasi). Bentuk tesnya pun berkembang dari ujian akademik ke tes skolastik dan literasi, yang menilai kemampuan berpikir secara menyeluruh.
Mekanisme dan Syarat SNBP 2026
SNBP 2026 tetap menilai rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran, namun panitia menekankan pentingnya kompetensi holistik dan lintas disiplin. Artinya, calon mahasiswa diharapkan tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki prestasi dan minat yang mendukung jurusan pilihannya.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SNPMB, dan sekolah berperan aktif dalam merekomendasikan peserta. Jalur ini sangat kompetitif karena kuotanya dibatasi, biasanya sekitar 20% dari total daya tampung PTN, namun memberikan kesempatan besar bagi siswa berprestasi.
Ketentuan dan Materi Tes SNBT 2026
Peserta SNBT 2026 wajib memiliki akun SNPMB dan hanya diperbolehkan mengikuti UTBK satu kali. Hasil tes hanya berlaku untuk seleksi tahun ini dan tidak bisa digunakan untuk tahun berikutnya.
Materi tes meliputi Penalaran Umum, Pengetahuan Kuantitatif, Pemahaman Bacaan dan Menulis, serta Literasi Bahasa Indonesia dan Inggris. Tes ini dirancang agar adil bagi semua peserta, tanpa memihak jurusan tertentu. Untuk program seni dan olahraga, peserta wajib menambahkan portofolio sesuai bidang.
Ketentuan Pilihan Program Studi
Dalam SNBT 2026, peserta bebas memilih hingga empat program studi di PTN akademik maupun vokasi. Urutan pilihan menunjukkan prioritas, jadi penting untuk menempatkan jurusan impian di posisi pertama.
Kombinasi pilihan bisa beragam—misalnya dua sarjana dan dua diploma, atau satu sarjana dan tiga vokasi. Fleksibilitas ini memberi ruang bagi calon mahasiswa untuk menyesuaikan pilihan dengan minat dan peluang diterima di berbagai kampus.
Biaya dan Jadwal UTBK-SNBT 2026
Biaya UTBK SNBT 2025 ditetapkan sebesar Rp200.000, dan kemungkinan besar tahun ini masih di kisaran yang sama. Peserta KIP Kuliah tetap bisa mengikuti ujian tanpa biaya.
Untuk jadwal resmi SNPMB 2026, panitia biasanya mengumumkannya pada awal tahun—sekitar Januari atau Februari. Karena itu, calon peserta disarankan terus memantau laman resmi portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id agar tidak ketinggalan informasi.
Pertanyaan seputar Apa Itu SNPMB, SNBP, dan SNBT
1. Apa perbedaan SNBP dan SNBT?
SNBP menilai prestasi akademik siswa selama sekolah, sedangkan SNBT menilai kemampuan penalaran dan literasi melalui tes UTBK.
2. Apakah SNBP 2026 berbayar?
Tidak. Jalur SNBP gratis karena biayanya ditanggung pemerintah.
3. Apakah hasil UTBK bisa dipakai tahun depan?
Tidak bisa. Hasil UTBK hanya berlaku untuk seleksi tahun berjalan.
4. Apakah SNPMB sama dengan SBMPTN?
Tidak. SNPMB adalah sistem baru yang menggantikan SBMPTN sejak 2023 dengan format tes dan pengelolaan berbeda.
5. Kapan pendaftaran SNPMB 2026 dibuka?
Biasanya diumumkan awal tahun, sekitar Januari hingga Februari 2026, tergantung kebijakan panitia pusat.

14 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442146/original/005239100_1765528615-pexels-mart-production-7879922.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1412396/original/029145300_1479731755-starfruit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447508/original/022689800_1765957589-model_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469236/original/041610300_1768099822-ide_jualan_takjill.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2797741/original/011422900_1557138527-20190506-Takjil-Benhil-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469228/original/090805300_1768099389-rice_cooker__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469109/original/040554100_1768059599-InShot_20260110_145713718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460345/original/082559300_1767245879-kebun_sayur_teras_teduh_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461740/original/090215100_1767436894-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467823/original/090096600_1767931519-Aquaponik_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469056/original/054129200_1768049549-meylan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456098/original/086700800_1766805484-bojan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469105/original/094287300_1768059538-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_22.29.36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468908/original/018728300_1768032371-Gemini_Generated_Image_vwbc9vwbc9vwbc9v_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469140/original/039061500_1768064963-InShot_20260110_142206028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468921/original/051794100_1768033526-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_14.58.42.jpeg)











:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362363/original/078170300_1758861319-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340227/original/012749100_1757156252-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-159.jpg)