Cara Membuat Kebun Sayur Hidroponik di Teras Rumah, Praktis, Hemat, dan Cocok untuk Lahan Terbatas

1 week ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Berkebun tidak lagi identik dengan halaman luas dan tanah subur. Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, kebun sayur hidroponik di teras rumah menjadi solusi cerdas untuk tetap menanam bahan pangan sendiri. Metode ini memungkinkan siapa saja menanam sayuran segar tanpa tanah, cukup dengan air dan nutrisi.

Hidroponik semakin populer karena dinilai lebih bersih, efisien air, dan mudah dikontrol. Bahkan di teras rumah yang sempit, sistem hidroponik mampu menghasilkan panen rutin untuk kebutuhan dapur harian.

Melalui artikel ini, Liputan6.com akan menjelaskan cara membuat kebun sayur hidroponik di teras rumah secara bertahap, mulai dari pemilihan sistem, instalasi, perawatan, hingga panen, dengan merujuk pada praktik pertanian hidroponik modern, Jumat (23/1/2026).

Memilih Sistem Hidroponik yang Cocok untuk Teras Rumah

Langkah awal dalam cara membuat kebun sayur hidroponik di teras rumah adalah menentukan jenis sistem yang sesuai dengan ruang dan kebutuhan.

1. Deep Water Culture (DWC)

DWC merupakan sistem paling ramah pemula. Akar tanaman terendam langsung dalam larutan nutrisi yang diaerasi menggunakan pompa udara. Sistem ini minim komponen bergerak dan relatif murah.

Square Mile Farms menyebut DWC sebagai sistem ideal untuk pemula karena stabil dan mudah dirawat. Tanaman yang cocok antara lain selada, kangkung, caisim, bayam, basil, dan parsley.

2. Nutrient Film Technique (NFT)

NFT mengalirkan lapisan tipis nutrisi melalui pipa atau talang. Sistem ini sangat efisien air dan cocok untuk sayuran daun dengan siklus panen cepat.

3. Sistem Wick

Sistem sumbu tidak memerlukan listrik, menggunakan kain atau tali sebagai penyalur nutrisi. Cocok untuk pemula dan teras rumah kecil, meski tidak ideal untuk tanaman besar.

4. Sistem Vertikal

Untuk teras sangat terbatas, sistem vertikal memungkinkan penanaman banyak tanaman secara bertingkat, sekaligus mempercantik tampilan rumah.

Persiapan Alat dan Bahan

Secara umum, alat dan bahan yang dibutuhkan meliputi:

  • Wadah atau reservoir (ember, box plastik, atau kontainer kedap cahaya)
  • Net pot
  • Media tanam (rockwool, hidroton, atau perlite)
  • Pompa udara dan air stone (untuk DWC)
  • Nutrisi hidroponik AB Mix
  • pH meter dan pH down
  • Bor dan hole saw (jika membuat sendiri)

Menurut panduan Square Mile Farms, wadah sebaiknya berwarna gelap agar cahaya tidak masuk dan mencegah pertumbuhan alga.

Langkah-Langkah Membuat Kebun Sayur Hidroponik di Teras Rumah

1. Menentukan Lokasi Teras

Pilih area teras yang mendapat sinar matahari minimal 4–6 jam per hari. Pastikan lokasi mudah dijangkau air dan listrik (jika menggunakan pompa).

2. Menyiapkan Wadah dan Lubang Tanam

Lubangi penutup wadah sesuai ukuran net pot dengan jarak sekitar 15 cm agar tanaman tidak saling berebut ruang saat dewasa.

3. Merakit Aerasi

Pasang pompa udara di luar wadah dan hubungkan ke air stone. Aerasi penting untuk menjaga kadar oksigen terlarut agar akar tidak membusuk.

4. Mengisi Air dan Nutrisi

Isi wadah dengan air bersih, lalu tambahkan nutrisi sesuai dosis. Square Mile Farms menekankan pentingnya pH ideal 5,5–6,5 untuk sayuran daun.

oksigenasi dan pH yang stabil adalah kunci untuk akar yang sehat dan pertumbuhan yang cepat,” tulis Square Mile Farms dalam panduan hidroponiknya.

5. Menanam Bibit

Bibit yang telah berkecambah di rockwool pindahkan ke net pot. Pastikan akar menyentuh larutan nutrisi.

Tanaman yang Cocok untuk Hidroponik di Teras Rumah

Beberapa sayuran dan herba yang direkomendasikan:

  • Selada
  • Kangkung
  • Caisim
  • Bayam
  • Kale
  • Basil
  • Mint

Tanaman ini tidak terlalu berat dan memiliki siklus panen cepat, sehingga ideal untuk teras rumah.

Perawatan dan Pemeliharaan Sistem

Meskipun mudah, kebun hidroponik tetap memerlukan pemantauan rutin:

  • Cek ketinggian air setiap hari
  • Pantau pH dan EC larutan nutrisi
  • Bersihkan reservoir setiap 2–3 minggu
  • Pastikan pompa berjalan normal

Menurut Yayasan IAR Indonesia, pergantian larutan nutrisi secara berkala penting untuk mencegah penumpukan garam dan penyakit.

Waktu Panen dan Cara Memanen

Sebagian besar sayuran daun siap dipanen dalam 25–30 hari. Panen dilakukan dengan gunting atau pisau steril untuk menjaga kesehatan tanaman.

Keunggulan hidroponik adalah sistem panen berkelanjutan: setelah panen, kamu bisa langsung menanam kembali tanpa menunggu lama.

Hidroponik dan Keunggulannya untuk Teras Rumah

Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah dengan memanfaatkan air yang diperkaya nutrisi esensial. Menurut Yayasan IAR Indonesia, hidroponik memungkinkan tanaman menyerap nutrisi secara lebih optimal karena unsur hara diberikan langsung ke akar.

Keunggulan hidroponik untuk teras rumah antara lain:

  • Hemat air hingga 90% dibanding pertanian konvensional
  • Cocok untuk lahan sempit dan area perkotaan
  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan seragam
  • Risiko hama tanah lebih rendah
  • Bisa dilakukan sepanjang tahun

Seperti dijelaskan oleh Square Mile Farms dalam panduan pemula hidroponik, Bercocok tanam hidroponik di rumah memberi Anda kendali atas nutrisi, ruang, dan waktu panen, menjadikannya ideal untuk pemula dan petani perkotaan.”

FAQ Seputar Berkebun Hidroponik di Rumah

1. Apakah hidroponik cocok untuk pemula?

Ya, terutama sistem DWC dan wick yang mudah dirakit dan dirawat.

2. Apakah kebun hidroponik di teras butuh sinar matahari penuh?

Cukup 4–6 jam sinar matahari per hari, atau bisa dibantu lampu grow light.

3. Berapa biaya awal membuat kebun hidroponik di teras rumah?

Biaya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung sistem.

4. Apakah tanaman hidroponik aman dikonsumsi?

Aman, bahkan lebih bersih karena minim pestisida dan bebas tanah.

5. Seberapa sering nutrisi harus diganti?

Umumnya setiap 1–2 minggu atau saat larutan mulai keruh.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|