Cara Memeram Alpukat agar Cepat Matang Merata dan Tidak Berserat Hitam

8 hours ago 1

Setelah alpukat diperam dengan salah satu cara di atas, tahap berikutnya adalah memastikan buah sudah berada pada tingkat kematangan yang pas. Alpukat yang terlalu cepat dibelah bisa masih keras dan sulit diolah, sedangkan buah yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi lembek, berubah warna, atau bahkan mulai rusak. Karena itu, jangan hanya mengandalkan lama pemeraman. Kondisi fisik buah tetap menjadi penanda yang paling mudah diperiksa.

Menurut FoodCrumbles, alpukat termasuk buah yang proses matangnya berlanjut setelah dipanen dan tingkat kematangannya berkaitan dengan perubahan komposisi di dalam buah. Luyao Ma, asisten profesor di Oregon State University, juga dikutip Food Ingredients First menyebut alpukat sebagai salah satu buah yang banyak terbuang karena terlalu matang. Kebiasaan memeriksa buah setiap hari pun penting, terutama jika alpukat sedang diperam menggunakan metode yang mempercepat pematangan.

Savannah Braden, ilmuwan biologi di perusahaan Apeel, dikutip Forbes menjelaskan bahwa mendapatkan alpukat pada tingkat kematangan yang tepat memang membutuhkan keseimbangan. Setelah teksturnya sesuai, alpukat dapat dipindahkan ke kulkas untuk memperlambat proses pematangan sehingga tidak cepat melewati kondisi terbaiknya.

Berikut beberapa tanda yang bisa digunakan untuk mengetahui kematangan alpukat sekaligus cara menyimpannya:

  • Periksa teksturnya: Tekan permukaan alpukat secara perlahan menggunakan telapak tangan, bukan ujung jari. Buah yang matang biasanya terasa sedikit empuk ketika ditekan, tetapi tidak sampai lembek atau meninggalkan cekungan.

  • Perhatikan warna kulit: Perubahan warna dapat menjadi petunjuk, tetapi tidak bisa dijadikan patokan tunggal karena setiap varietas alpukat memiliki karakter berbeda. Sebagian jenis berubah dari hijau menjadi hijau kehitaman ketika matang, sementara jenis lainnya tetap berwarna hijau. Karena itu, kenali terlebih dahulu ciri-ciri alpukat matang sesuai varietasnya.

  • Cek bagian bekas tangkai: Jika memungkinkan, periksa bagian pangkal tangkai dengan hati-hati. Warna hijau muda di bawah tangkai dapat menjadi tanda buah sudah matang, sedangkan warna cokelat tua biasanya menunjukkan alpukat sudah terlalu matang. Cara ini bisa menjadi pelengkap cara memilih alpukat agar tidak salah menentukan buah yang siap dimakan.

  • Goyangkan perlahan: Pada alpukat yang sudah matang, bijinya terkadang mulai sedikit terlepas dari daging sehingga terdengar bunyi ketika buah digoyangkan. Namun, tanda ini sebaiknya tidak digunakan sendirian. Padukan dengan tekstur dan kondisi kulit untuk menghindari salah pilih buah.

  • Simpan di kulkas setelah matang: Alpukat yang sudah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan dapat dipindahkan ke kulkas untuk memperlambat proses selanjutnya. Michigan State University Extension merekomendasikan penyimpanan alpukat matang pada suhu sekitar 4 derajat Celsius. Jangan buru-buru memasukkan alpukat yang masih mentah ke kulkas karena suhu dingin dapat memperlambat pematangannya. Anda juga bisa mengikuti panduan menyimpan alpukat di kulkas agar tidak menghitam.

  • Lindungi daging alpukat yang sudah dipotong: Jika hanya menggunakan sebagian buah, oleskan sedikit perasan jeruk nipis atau lemon pada permukaan daging yang terbuka, lalu bungkus rapat sebelum disimpan di kulkas. Cara ini membantu memperlambat perubahan warna pada bagian yang terkena udara. Langkah tersebut dapat diterapkan ketika menyimpan alpukat yang sudah dibuka.

  • Bekukan dalam bentuk puree: Jika alpukat sudah matang dan belum akan digunakan dalam waktu dekat, salah satu pilihan adalah mengolahnya menjadi puree sebelum dibekukan. Michigan State University Extension menyarankan menambahkan sekitar satu sendok makan air lemon untuk setiap dua buah alpukat agar kualitas puree lebih terjaga setelah dibekukan.

  • Hindari penyimpanan yang terlalu dingin sebelum matang: Alpukat mentah membutuhkan kondisi yang mendukung proses pematangan. Menyimpannya pada suhu yang terlalu rendah dapat mengganggu proses tersebut dan memengaruhi tekstur maupun rasanya. Karena itu, terapkan cara menyimpan alpukat agar tidak pahit supaya buah tetap memiliki tekstur creamy dan rasa yang enak.

Ann Ziata, instruktur kuliner di Institute of Culinary Education, dikutip dari AOL, menjelaskan bahwa alpukat yang sudah lebih matang akan memiliki masa simpan lebih pendek di kulkas. Karena itu, waktu memasukkannya ke dalam kulkas sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kematangan. Jika buah baru sedikit matang ketika disimpan, alpukat dapat bertahan beberapa hari lebih lama dibandingkan buah yang sudah sangat matang.

Bagaimana jika alpukat sudah terlanjur dibelah, tetapi ternyata bagian dalamnya masih keras? Tidak perlu langsung membuangnya. David Obenland, ahli fisiologi tanaman di USDA, dikutip America's Test Kitchen, menjelaskan bahwa proses metabolisme yang berkaitan dengan pematangan masih dapat berlangsung setelah buah dipotong. Satukan kembali kedua belahan alpukat, oleskan sedikit perasan jeruk nipis pada permukaannya, kemudian bungkus rapat dan simpan pada suhu ruang sambil memeriksa kondisinya secara berkala.

Dalam penyimpanan komersial, proses pematangan alpukat bahkan dapat diperlambat menggunakan teknologi tertentu. American Chemical Society pernah membahas penggunaan senyawa seperti 1-methylcyclopropene (1-MCP) dan pelapis berbahan chitosan untuk membantu memperpanjang masa simpan buah. Di rumah, tentu tidak perlu menggunakan perlakuan khusus tersebut. Cukup pastikan alpukat yang sudah matang tidak diletakkan terlalu berdekatan dengan bahan pangan lain yang sensitif terhadap etilen. Anda juga bisa memperhatikan tidak disimpan berdampingan dengan sayuran yang mudah mengalami penurunan kualitas.

Pada akhirnya, keberhasilan memeram alpukat bukan hanya ditentukan oleh seberapa cepat buah menjadi lunak. Yang tidak kalah penting adalah mengetahui kapan harus menghentikan proses pemeraman dan memindahkannya ke tempat penyimpanan yang tepat. Dengan begitu, alpukat bisa langsung dinikmati ketika teksturnya sudah creamy, atau disimpan untuk digunakan kemudian, misalnya sebagai topping roti hingga smoothie.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Memeram Alpukat

Berapa lama waktu memeram alpukat sampai matang?

Umumnya alpukat butuh sekitar 2-5 hari di suhu ruang, tergantung tingkat kematangan awal. Dengan bantuan pisang atau apel di dalam kantong kertas, waktunya bisa dipangkas menjadi 1-2 hari saja. Selalu cek setiap hari agar buah tidak kelewat matang.

Apakah alpukat bisa diperam di dalam kulkas?

Sebaiknya tidak. Suhu dingin memperlambat, bahkan bisa menghentikan, proses pematangan alpukat yang masih mentah. Peram dulu di suhu ruang sampai empuk, baru pindahkan ke kulkas jika ingin memperpanjang kesegarannya, misalnya untuk stok jus alpukat.

Kenapa alpukat sudah diperam tapi tetap keras atau berserat hitam?

Hal ini biasanya terjadi karena buah dipetik terlalu muda, sempat kena suhu terlalu dingin, atau memang sudah cacat di dalam. Pilih buah yang utuh tanpa memar besar sejak awal agar pemeraman berhasil dan teksturnya lembut saat dijadikan aneka olahan alpukat.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|