Cara Memilih Hewan Kurban Terbaik Dilihat dari Ciri Fisiknya, Simak Tips dari Peternak

14 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idu Adha, banyak masyarakat mulai mencari informasi tentang cara memilih hewan kurban terbaik dilihat dari ciri fisik agar ibadah yang dilakukan sah sekaligus mendapatkan hewan yang sehat. Pemilihan hewan kurban tidak boleh dilakukan secara asal karena kondisi fisik hewan sangat menentukan kualitas daging serta kelayakannya untuk dikurbankan.

Oleh sebab itu, memahami tanda-tanda hewan yang sehat menjadi hal penting sebelum membeli. Memilih hewan kurban bukan sekedar soal harga atau ukuran badan semata. Ada sejumlah kriteria fisik yang wajib diperhatikan, mulai dari kondisi mata, keaktifan hewan, hingga proporsi tubuh yang mencerminkan bobot sebenarnya. Pengetahuan ini sangat penting agar masyarakat tidak terjebak membeli hewan kurban yang tampak gemuk dari luar namun sebenarnya tidak sehat.

Para peternak berpengalaman memiliki cara tersendiri dalam menilai kualitas hewan kurban. Faisal Husen, pengelola Lembu Khambali Farm di Kabupaten Banjarnegar, Jawa Tengah, berbagi sejumlah tips praktis yang bisa dijadikan panduan masyarakat awam sebelum memutuskan membeli hewan kurban. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Senin (18/05/2026).

1. Pastikan Hewan Kurban dalam Kondisi Sehat dan Aktif

Syarat pertama dan paling utama dalam cara memilih hewan kurban terbaik adalah memastikan hewan tersebut dalam kondisi sehat. Kesehatan hewan kurban bukan hanya penting dari sisi syariat, tetapi juga menentukan kualitas daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Faisal menjelaskan bahwa tanda pertama hewan kurban yang sehat dapat dilihat dari kondisi matanya.

"Pertama jelas harus pilih yang sehat, caranya bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri seperti matanya harus kelihatan seger tidak ngantuk. Terus sapinya terlihat aktif tidak loyo," kata Faisal.

Mata yang segar, jernih, dan tidak sayu menjadi indikator awal bahwa hewan tersebut dalam kondisi prima dan tidak sedang mengalami gangguan kesehatan. Selain mata, keaktifan atau perilaku hewan juga menjadi tolok ukur penting. Sapi yang sehat umumnya responsif terhadap lingkungan sekitarnya, bergerak dengan lincah, dan tidak tampak lesu atau malas bergerak. SebalIKNya, sapi yang terlihat diam, tidak responsif, atau loyo perlu diwaspadai karena bisa jadi sedang dalam kondisi tidak fit atau bahkan sakit. 

2. Pastikan Tidak Ada Cacat

Selain kesehatan secara umum, cara memilih hewan kurban terbaik juga mengharuskan pembeli untuk memperhatikan kelengkapan dan kondisi fisik hewan secara menyeluruh. Dalam ajaran Islam, hewan kurban yang cacat fisik seperti pincang, buta, atau sangat kurus tidak diperbolehkan untuk dijadikan hewan kurban. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik secara teliti menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.

"Kedua tidak cacat dalam bentuk fisik bisa dilihat entah bagian kakinya, mulutnya, matanya, dan lain-lain. Pokoknya dipastikan fisiknya normal," ungkap Faisal.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan mengamati kondisi kaki apakah ada luka atau pincang, kondisi mulut dan gigi apakah utuh, serta memastikan tidak ada bagian tubuh yang tampak abnormal atau mengalami pembengkakan. Penting juga untuk memperhatikan kondisi kulit dan bulu hewan kurban.

Kulit yang sehat tidak menunjukkan tanda-tanda kudis, luka terbuka, atau kerontokan bulu yang berlebihan. Bulu yang mengkilap dan bersih mencerminkan kondisi nutrisi dan kesehatan hewan yang baik. Dengan memeriksa keseluruhan fisik hewan secara cermat, calon pembeli dapat lebih yakin bahwa hewan yang dipilih layak dan sah dijadikan kurban.

3. Cara Menilai Bobot Sapi yang Benar

Banyak calon pembeli hewan kurban yang salah kaprah dalam menilai bobot sapi hanya dari tampilan perut yang besar. Padahal, perut  buncit belum tentu mencerminkan sapi gemuk sehat. Bisa jadi sapi tersebut hanya kembung karena gas atau isi lambung yang banyak, bukan karena massa otot dan daging yang baik. Kesalahan penilaian ini sering membuat pembeli kecewa saat mengetahui bobot asli sapi setelah ditimbang.

Faisal memberikan tips jitu dalam cara memilih hewan kurban terbaik berdasarkan bobotnya. "Kemudian yang terakhir untuk melihat bobot sapi itu yang dilihat fokus ke bagian dada dan pantat sapi jangan cuma dilihat perutnya saja. Itu bisa jadi indikator sapi tersebut beneran gemuk secara sehat atau tidak," jelasnya.

Bagian dada yang lebar dan berisi, serta pantat yang padat dan penuh, merupakan indikasi bahwa sapi tersebut memiliki massa otot dan daging berkualitas. Dengan memahami cara penilaian bobot yang benar ini, calon pembeli hewan kurban dapat menghindari kerugian akibat salah beli. Tips sederhana ini sangat berguna, terutama bagi masyarakat awam yang belum berpengalaman dalam menilai kualitas hewan ternak.

4. Rekomendasi Jenis Sapi Kurban Terbaik untuk Anggaran Terbatas

Dalam cara memilih hewan kurban terbaik, jenis atau ras sapi juga menjadi pertimbangan penting terutama bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas namun tetap ingin mendapatkan kualitas terbaik. Tidak semua ras sapi cocok untuk semua kantong. Ada pilihan sapi yang harganya lebih terjangkau namun tetap memiliki potensi pertumbuhan dan kualitas daging yang tidak kalah baik.

Faisal merekomendasikan sapi jenis Pegon sebagai pilihan cerdas bagi calon pembeli dengan anggaran menengah. "Membeli sapi paling bagus Pegon karena harganya pertama tidak kemahalan dan pertumbuhannya bisa memenuhi Simental dan Limosin. Rp16 - Rp17 juta ukuran sedang," papar Faisal.

Sapi Pegon dikenal memiliki harga yang lebih bersahabat namun tetap mampu berkembang dengan baik apabila dirawat secara optimal. Keunggulan lain dari sapi Pegon adalah laju pertumbuhannya yang cukup pesat jika mendapatkan perawatan baik. Faisal menambahkan bahwa dengan perawatan optimal, sapi Pegon bisa menambah bobot hingga satu kilogram per hari. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat efisien dan ekonomis, terutama bagi peternak maupun pembeli yang ingin mendapatkan nilai terbaik dari investasi pembelian hewan kurban mereka.

Pertanyaan Umum Seputar Cara Memilih Hewan Kurban

Hewan kurban harus sehat, tidak cacat, tidak kurus, cukup umur (sapi minimal 2 tahun), dan bukan hewan betina yang sedang hamil atau menyusui.

2. Bagaimana cara mengetahui sapi kurban dalam kondisi sehat?

Perhatikan mata sapi yang harus tampak segar dan jernih, serta pastikan sapi terlihat aktif dan responsif, bukan loyo atau tidak bersemangat.

3. Apakah sapi dengan perut besar otomatis memiliki bobot yang tinggi?

Tidak, perut besar belum tentu mencerminkan bobot ideal karena bisa disebabkan oleh gas atau isi lambung, sehingga penilaian harus difokuskan pada bagian dada dan pantat sapi.

4. Berapa kisaran harga sapi kurban ukuran sedang yang wajar?

Untuk sapi jenis Pegon ukuran sedang, harga yang wajar berkisar antara Rp16 juta hingga Rp17 juta tergantung kondisi dan lokasi pembelian.

5. Apa saja bagian tubuh sapi yang harus diperiksa saat memilih hewan kurban?

Periksa kondisi kaki, mulut, mata, kulit, bulu, serta bagian dada dan pantat sebagai indikator kesehatan dan bobot sapi secara keseluruhan.

6. Jenis sapi apa yang direkomendasikan untuk kurban dengan anggaran menengah?

Sapi Pegon direkomendasikan karena harganya terjangkau namun memiliki potensi pertumbuhan yang baik dan bisa menyamai kualitas sapi jenis Simental maupun Limosin.

7. Berapa penambahan bobot ideal sapi kurban per hari jika dirawat dengan baik?

Sapi yang mendapat perawatan optimal dapat menambah bobot sekitar satu kilogram per hari, sehingga penting memilih sapi dari peternak yang menerapkan pola perawatan yang baik.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|