Cara Menanam Cabai di Galon Bekas untuk Panen Lebat di Rumah, Simak 7 Langkah Praktis Ini

15 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menanam cabai di pekarangan rumah kini menjadi tren baru di kalangan urbanis, terutama bagi mereka yang memiliki lahan terbatas. Konsep urban farming ini memungkinkan Anda memanfaatkan barang bekas seperti galon air mineral untuk berkebun. Metode ini tidak hanya menghemat lahan dan biaya, tetapi juga ramah lingkungan karena membantu mendaur ulang limbah plastik yang tidak terpakai.

Kegiatan cara menanam cabai di galon bekas tidak hanya menyenangkan, tetapi juga produktif dan dapat menghasilkan cabai yang banyak. Anda bisa menikmati hasil panen cabai rawit segar tanpa perlu lahan luas di perkotaan. Dengan panduan yang tepat, siapa pun bisa memiliki kebun cabai mini di rumah.

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap langkah demi langkah beserta tips dari berbagai sumber untuk membantu Anda mendapatkan panen cabai yang melimpah. Simak 7 langkah praktis cara menanam cabai di galon bekas agar berbuah lebat dan siap panen secara optimal, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (9/1/2026).

1. Persiapan dan Modifikasi Galon Bekas

Langkah pertama dalam cara menanam cabai di galon bekas adalah mempersiapkan galon itu sendiri dengan benar. Pastikan galon bekas air mineral ukuran 5-19 liter yang akan digunakan sudah bersih dari sisa cairan dan kotoran. Jika terlihat kotor, cuci terlebih dahulu dengan air mengalir, bilas hingga bersih, lalu keringkan selama sekitar 1-2 hari sebelum diisi media tanam.

Selanjutnya, potong galon menjadi dua bagian, biasanya mengikuti garis alur yang ada pada galon untuk memudahkan. Pemotongan bisa menggunakan cutter atau gunting yang tajam agar hasilnya rapi. Bagian atas galon dapat digunakan sebagai penutup atau dibuang, sementara bagian bawah akan menjadi wadah tanam utama.

Setelah dipotong, buat beberapa lubang di dasar galon untuk drainase agar air tidak menggenang di dalam media tanam. Lubang ini bisa dibuat menggunakan bor, solder, atau besi panas yang sudah dipanaskan. Drainase yang baik sangat penting untuk mencegah akar tanaman cabai membusuk akibat kelebihan air.

Sebagai tips tambahan, Anda bisa mengecat bagian luar galon dengan warna terang untuk mempercantik tampilan sekaligus melindungi akar dari paparan sinar matahari langsung yang berlebihan. Setelah dicat, jemur galon hingga kering sempurna sebelum digunakan untuk menanam cabai.

2. Membuat Sistem Irigasi Kapiler

Sistem irigasi kapiler merupakan metode opsional yang sangat membantu dalam cara menanam cabai di galon bekas, terutama bagi Anda yang sibuk atau saat musim kemarau. Sistem ini memungkinkan tanaman "menyiram sendiri" sehingga kelembaban media tanam tetap terjaga secara otomatis tanpa perlu sering menyiram manual.

Untuk membuatnya, pasang sumbu dari kain flanel, tali kur, atau sumbu kompor. Sumbu ini akan berfungsi sebagai penghubung antara media tanam di bagian atas dengan wadah air di bagian bawah galon yang sudah dimodifikasi. Pastikan sumbu cukup panjang untuk mencapai dasar wadah air dan masuk ke media tanam.

Fungsi utama sistem kapiler adalah menjaga kelembaban media secara otomatis. Air akan meresap dari wadah bawah ke media tanam melalui sumbu tersebut, memastikan tanaman cabai mendapatkan pasokan air yang cukup. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir tanaman layu saat lupa menyiram.

3. Membuat Media Tanam yang Subur

Media tanam yang baik adalah kunci penting agar cabai rawit tumbuh subur dan berbuah lebat saat Anda menerapkan cara menanam cabai di galon bekas. Campurkan beberapa bahan utama seperti tanah, kompos atau pupuk kandang, serta sekam mentah atau arang sekam. Kombinasi ini akan menyediakan nutrisi dan aerasi yang dibutuhkan akar cabai.

Rekomendasi perbandingan yang umum digunakan adalah 2:1:1:1 (tanah:kompos:sekam mentah:arang sekam). Ada juga rekomendasi lain seperti 2:1:1 (tanah:kompos:arang sekam) atau 1:1:1 (tanah:kompos:sekam padi), tergantung ketersediaan bahan. Pastikan semua bahan tercampur rata sebelum dimasukkan ke dalam galon.

Jika tersedia, tambahkan satu genggam atau satu gelas kapur dolomit ke dalam campuran media tanam. Penambahan kapur dolomit berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman tanah, menciptakan lingkungan yang optimal bagi akar cabai. Media tanam yang seimbang akan membuat akar cabai lebih mudah menyerap nutrisi dari tanah.

4. Penanaman Bibit Cabai yang Tepat

Setelah media tanam siap, langkah selanjutnya dalam cara menanam cabai di galon bekas adalah penanaman bibit cabai. Pilih bibit cabai rawit yang sehat dan sudah cukup tua, idealnya sekitar 20 hari atau sudah memiliki 4-5 daun. Bibit yang sehat akan lebih mudah beradaptasi dan tumbuh dengan baik.

Sebelum menanam bibit, basahi media tanam terlebih dahulu agar bibit tidak mengalami stres saat dipindahkan. Buat lubang di tengah media tanam yang sudah basah, lalu letakkan bibit cabai dengan hati-hati. Timbun bibit dengan tanah hingga sebatas daun lembaga atau sekiranya bibit dapat berdiri tegak dan kokoh.

Siram secukupnya setelah penanaman untuk mengurangi stres pada bibit. Pada tahap awal ini, letakkan pot di area teduh selama beberapa hari. Setelah tanaman mulai kuat dan menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan, pindahkan ke tempat yang mendapat sinar matahari penuh agar fotosintesis berjalan optimal.

5. Perawatan Rutin: Penyiraman, Pemupukan, dan Pemangkasan

Perawatan harian yang konsisten adalah rahasia agar panen cepat didapat saat Anda menerapkan cara menanam cabai di galon bekas. Jaga kelembaban media tanam dengan baik. Jika menggunakan sistem kapiler, pastikan wadah air di bawah galon tetap terisi air secara berkala. Siram tanaman pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban media tanam.

Lakukan pemupukan berjangka sesuai usia tanaman. Pada minggu 1-3 (setelah 10 hari tanam), gunakan pupuk NPK 16-16-16 dengan dosis satu sendok makan dilarutkan dalam 3 liter air, lalu siramkan satu gelas per pot seminggu sekali. Pada hari ke-25, tambahkan pupuk Karate Plus Boroni (dosis sama dengan NPK) yang kaya kalsium untuk menunjang pertumbuhan pucuk dan akar cabai.

Saat bunga mulai muncul, lakukan pemupukan melalui daun dengan Gandasil B. Larutkan 1 sendok teh pupuk Gandasil ke dalam 3 liter air dan semprotkan ke daun pada pagi atau sore hari. Pemupukan yang tepat akan memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pembentukan buah.

Jangan lupakan pemangkasan atau topping. Lakukan pemangkasan pucuk saat tunas cabang mulai muncul untuk merangsang pertumbuhan cabang baru. Sisakan 2-4 cabang utama agar tanaman lebih rimbun dan potensi buah yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Teknik ini sangat efektif untuk meningkatkan produktivitas.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Meminimalisir serangan hama dan penyakit sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman cabai Anda yang ditanam dengan cara menanam cabai di galon bekas. Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman secara berkala karena gulma dapat menjadi sarang hama dan bersaing nutrisi dengan tanaman utama.

Lakukan penyemprotan pestisida (contoh: Regent) dan fungisida (contoh: Torbinol) secara rutin seminggu sekali, dimulai dari 5 hari setelah tanam. Hal ini bertujuan untuk mencegah serangan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman. Anda dapat melarutkan masing-masing 1 cc dalam 1 liter air untuk dosis yang tepat.

Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, Anda bisa menggunakan pestisida nabati seperti neem oil atau air kolam ikan. Penggunaan metode organik ini dapat membantu mengendalikan hama tanpa meninggalkan residu kimia berbahaya pada buah cabai Anda.

7. Masa Panen dan Pasca Panen

Masa panen cabai rawit yang ditanam dengan cara menanam cabai di galon bekas dapat dilakukan setelah tanaman berumur tertentu. Cabai rawit biasanya siap panen pertama pada usia 75-80 hari setelah tanam, terutama di dataran rendah. Perhatikan ciri-ciri cabai yang siap panen.

Ciri-ciri cabai siap panen adalah buah cabai sudah cukup matang dan mulai berwarna merah cerah. Petiklah cabai bersamaan dengan tangkai buahnya untuk menghindari kerusakan pada tanaman dan memperpanjang masa simpan buah. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat suhu masih sejuk.

Panen dapat dilakukan secara berkala setiap 1-2 minggu sekali setelah panen pertama. Bahkan, setelah panen pertama, panen rutin dapat dilakukan 3-4 hari sekali jika buah sudah matang. Memetik cabai secara berkala akan merangsang pembuahan berikutnya dan mendapatkan hasil yang lebih optimal serta berlimpah.

FAQ

Q: Apakah semua jenis galon bekas bisa digunakan?

A: Ya, galon air mineral bekas ukuran 5-19 liter bisa digunakan. Pastikan dicuci bersih sebelum dipakai.

Q: Berapa banyak bibit cabai yang bisa ditanam dalam satu galon?

A: Untuk hasil optimal, cukup 1 bibit per galon. Ini memberi ruang yang cukup untuk akar dan pertumbuhan tanaman.

Q: Bagaimana cara menyiram yang benar jika tidak pakai sistem kapiler?

A: Siram di pagi atau sore hari. Pastikan air keluar dari lubang drainase, tanda media cukup basah. Hindari menyiram daun secara berlebihan.

Q: Pupuk apa saja yang direkomendasikan selain NPK?

A: Anda bisa menggunakan pupuk organik cair (dari larutan cucian beras atau pupuk kandang cair) seminggu sekali. Saat berbunga, gunakan pupuk yang tinggi fosfor dan kalium (seperti Gandasil B).

Q: Mengapa perlu dilakukan pemangkasan (topping)?

A: Pemangkasan pucuk saat tunas cabang muncul dapat merangsang tumbuhnya cabang baru. Ini membuat bentuk tanaman lebih rimbun dan potensi buah lebih banyak.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|