Cara Merawat Pohon Jeruk Imlek agar Berbuah Lebat dan Tetap Cantik

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pohon jeruk imlek bukan sekadar tanaman hias musiman, melainkan simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan yang sangat lekat dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Tak heran jika banyak orang mencari cara merawat pohon jeruk imlek agar tanaman tetap hijau, buahnya tidak mudah rontok, serta tampil cantik sepanjang musim perayaan. Sayangnya, tanpa perawatan yang tepat, jeruk imlek sering kali cepat layu dan kehilangan daya tariknya.

Di balik tampilannya yang indah dan sarat makna simbolis, pohon jeruk imlek tetaplah tanaman citrus yang membutuhkan perlakuan khusus. Jeruk imlek umumnya berasal dari jenis mandarin, tangerine, kumquat, atau calamondin yang dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan. Mulai dari pemilihan media tanam, penyiraman, pemupukan, hingga penempatan lokasi, semua faktor tersebut sangat memengaruhi ketahanan tanaman dan kualitas buah yang dihasilkan.

Dalam budaya Tionghoa, jeruk melambangkan keberuntungan karena warna oranyenya menyerupai emas dan bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan serta keharmonisan keluarga. Mandarin dan jeruk imlek kerap diberikan berpasangan sebagai simbol “double happiness”, sementara tanaman jeruk dalam pot dipercaya membawa energi positif jika diletakkan di pintu masuk atau ruang keluarga. Oleh karena itu, memahami cara merawat pohon jeruk imlek dengan benar menjadi bagian penting agar nilai estetika dan makna simbolisnya tetap terjaga. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (10/2/2026).

Pemilihan Bibit dan Tanaman Jeruk Imlek yang Sehat

Langkah awal dalam cara merawat pohon jeruk imlek adalah memilih tanaman yang sehat sejak awal. Tanaman yang baik akan lebih tahan stres dan lebih mudah dirawat.

Beberapa ciri pohon jeruk imlek yang sehat:

  • Daun berwarna hijau tua, mengilap, dan tidak menguning
  • Buah berwarna oranye cerah, tidak keriput, dan melekat kuat
  • Batang kokoh, tidak luka, dan bebas jamur
  • Tajuk tanaman seimbang dan rapi

Menurut panduan hortikultura, kondisi daun sering menjadi indikator utama kesehatan tanaman citrus. Daun yang sehat menandakan akar bekerja optimal menyerap air dan nutrisi.

Jika jeruk imlek baru dibeli atau akan dipindahkan ke pot yang lebih besar, proses penanaman harus dilakukan dengan hati-hati. Berdasarkan panduan UC Master Gardeners, tanaman jeruk sebaiknya tidak ditanam terlalu dalam.

Beberapa prinsip penting:

  • Lubang tanam tidak lebih dalam dari tinggi bola akar
  • Permukaan bola akar dibiarkan sedikit terlihat
  • Gunakan tanah asli tanpa campuran pupuk kimia langsung
  • Pastikan sambungan okulasi berada 10–15 cm di atas permukaan tanah

Media tanam ideal terdiri dari tanah gembur dengan drainase baik. Campuran tanah taman, pasir, dan kompos matang dapat digunakan, namun kompos sebaiknya diaplikasikan sebagai mulsa, bukan dicampur langsung ke lubang tanam.

Penyiraman yang Benar agar Buah Tidak Rontok

Kesalahan paling umum dalam cara merawat pohon jeruk imlek adalah penyiraman berlebihan. Tanaman citrus membutuhkan tanah lembap, tetapi tidak tergenang.

Panduan penyiraman:

  • Siram saat permukaan tanah mulai mengering
  • Gunakan air secukupnya hingga meresap ke akar
  • Hindari air menggenang di dasar pot
  • Periksa kelembapan dengan menyentuh tanah menggunakan jari

Pada fase awal penanaman, penyiraman harus dilakukan lebih rutin karena akar masih menyesuaikan diri. Setelah tanaman mapan, frekuensi penyiraman dapat dikurangi.

Penempatan Lokasi dan Kebutuhan Cahaya

Jeruk imlek menyukai cahaya terang namun tidak ekstrem. Cahaya matahari pagi sangat ideal untuk mendukung fotosintesis tanpa membuat daun stres.

Rekomendasi penempatan:

  • Dekat jendela dengan cahaya tidak langsung
  • Teras rumah yang terlindung dari hujan lebat
  • Hindari paparan angin kencang dan panas siang berlebihan

Suhu ideal untuk tanaman jeruk berkisar antara 15–25°C. Suhu terlalu dingin atau terlalu panas dapat menyebabkan daun rontok dan bunga gugur.

Pemupukan untuk Mendukung Pertumbuhan dan Buah

Pemupukan menjadi bagian penting dalam cara merawat pohon jeruk imlek agar daun tetap hijau dan buah bertahan lama. Tanaman jeruk membutuhkan nitrogen, fosfor, dan kalium dalam jumlah seimbang.

Berdasarkan panduan perkebunan:

  • Pemupukan dilakukan setelah tanaman menunjukkan pertumbuhan baru
  • Gunakan pupuk khusus citrus atau pupuk nitrogen seimbang
  • Aplikasi dilakukan 2–3 kali selama masa pertumbuhan
  • Hindari pupuk langsung menyentuh akar

Pupuk organik seperti pupuk kandang matang juga dapat digunakan sebagai mulsa di permukaan tanah untuk menjaga kelembapan dan kesuburan.

Pemangkasan untuk Menjaga Bentuk dan Kesehatan

Pemangkasan ringan diperlukan agar pohon jeruk imlek tetap rapi dan sehat. Fokuskan pemangkasan pada:

  • Cabang kering atau mati
  • Daun menguning atau terserang hama
  • Cabang yang tumbuh terlalu rapat

Pemangkasan membantu sirkulasi udara dan mengurangi risiko penyakit jamur, terutama jika tanaman diletakkan di dalam ruangan.

Pencegahan Hama dan Penyakit

Hama umum pada jeruk imlek meliputi kutu daun, tungau, dan kutu putih. Pencegahan dapat dilakukan dengan:

  • Membersihkan daun secara rutin
  • Menyemprot air sabun ringan
  • Menggunakan pestisida nabati bila diperlukan

Tanaman yang sehat dan tidak stres cenderung lebih tahan terhadap serangan hama.

Dalam feng shui, pohon jeruk imlek sebaiknya ditempatkan:

  • Di pintu masuk rumah untuk menarik rezeki
  • Di ruang keluarga untuk keharmonisan
  • Di sudut tenggara rumah sebagai simbol kemakmuran

Pastikan tanaman selalu tampak segar karena tanaman layu justru dipercaya membawa energi negatif.

FAQ Seputar Jeruk Imlek

1. Apakah jeruk imlek bisa berbuah kembali setelah Imlek?

Bisa, asalkan dirawat dengan baik dan tetap mendapat cahaya serta nutrisi yang cukup.

2. Kenapa buah jeruk imlek cepat rontok?

Biasanya akibat stres tanaman, kurang cahaya, atau penyiraman berlebihan.

3. Apakah jeruk imlek aman untuk dikonsumsi?

Tidak semua jeruk imlek aman dimakan karena sebagian diberi perlakuan pestisida agar awet.

4. Berapa kali jeruk imlek perlu disiram?

Tergantung kondisi tanah, umumnya 2–3 kali seminggu.

5. Apakah jeruk imlek bisa ditanam di halaman rumah?

Bisa, terutama jenis mandarin atau tangerine yang adaptif di iklim tropis.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|