Liputan6.com, Jakarta - Urban farming kini menjadi tren di kalangan masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan namun tetap ingin berkebun atau beternak. Salah satu inovasi menarik adalah cara ternak ikan mujair di galon, yang memungkinkan siapa saja memulai budidaya ikan di rumah dengan modal terjangkau. Teknik ini sangat ideal untuk apartemen, rumah kontrakan, atau hunian dengan lahan terbatas yang ingin mencoba pengalaman beternak ikan.
Keunggulan cara ternak ikan mujair di galon terletak pada kemudahan pengelolaan dan tidak memerlukan ruang yang luas. Ikan mujair dipilih karena daya tahannya yang tinggi terhadap perubahan lingkungan serta kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi air. Selain itu, ikan ini juga memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, cocok bagi pemula yang ingin segera melihat hasil budidayanya.
Meskipun terlihat sederhana, cara ternak ikan mujair di galon membutuhkan pemahaman yang tepat mengenai manajemen kualitas air, pemberian pakan, dan perawatan harian. Berikut ini telah Liputan6 ulas secara detail cara ternak ikan mujair di galon mulai dari persiapan wadah hingga masa panen, memastikan Anda dapat sukses dalam budidaya ikan di rumah dengan hasil yang memuaskan, pada Minggu (25/1).
Persiapan Wadah dan Media Budidaya untuk Ternak Mujair di Galon
Langkah awal yang sangat penting dalam budidaya ikan mujair di galon adalah mempersiapkan wadah dan media yang sesuai. Pemilihan galon yang berkualitas serta pengaturan sistem aerasi yang optimal menjadi fondasi utama keberhasilan ternak ikan dalam skala kecil ini.
Galon air mineral bekas berkapasitas 15 hingga 19 liter merupakan pilihan ideal untuk budidaya ikan mujair di lahan terbatas, seperti di rumah atau apartemen. Kebersihan wadah sangat krusial karena secara langsung memengaruhi kesehatan ikan dan kualitas air.
Pastikan galon bebas dari bahan kimia berbahaya dan cukup kuat menahan air. Sistem aerasi wajib dipasang untuk menjaga kadar oksigen terlarut dalam air tetap optimal, mengingat volume air yang terbatas tidak dapat menyediakan oksigen secara alami seperti di kolam terbuka.
Persiapan air juga memerlukan perhatian khusus. Air ledeng umumnya mengandung klorin yang berbahaya bagi ikan, sehingga perlu diendapkan selama 24 hingga 48 jam agar klorin menguap secara alami. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan optimal ikan mujair adalah antara 26 hingga 30°C. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan ikan stres, rentan penyakit, dan menghambat pertumbuhan.
- Pilih galon mineral bekas yang bersih dan tidak retak.
- Potong bagian atas galon dengan hati-hati menggunakan pisau cutter.
- Cuci galon dengan sabun dan bilas hingga bersih dari residu.
- Isi galon dengan air ledeng dan diamkan minimal 2 hari untuk menghilangkan klorin.
- Pasang aerator kecil dan pastikan gelembung udara keluar dengan lancar untuk suplai oksigen.
- Jika memungkinkan, tes kualitas air dengan indikator pH untuk memastikan kondisi optimal.
Memilih dan Menebar Bibit Ikan Mujair yang Tepat
Pemilihan bibit ikan mujair yang berkualitas dan teknik penebaran yang tepat sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup serta pertumbuhan ikan. Kepadatan tebar yang sesuai akan mencegah kompetisi berlebihan dan menjaga kualitas air tetap optimal.
Bibit ikan mujair berukuran 2-3 cm adalah pilihan terbaik karena sudah cukup kuat namun belum terlalu besar, sehingga memiliki ruang untuk tumbuh dalam wadah terbatas. Kepadatan optimal adalah sekitar 3-5 ekor per galon 19 liter, yang memungkinkan setiap ikan memiliki ruang gerak yang cukup dan mengurangi stres akibat kepadatan berlebih. Pemilihan bibit dari penjual terpercaya juga penting untuk memastikan ikan bebas dari penyakit dan memiliki genetik yang baik.
Proses aklimatisasi sangat penting untuk mencegah syok suhu yang dapat menyebabkan kematian ikan. Perbedaan suhu antara air saat transportasi dan air di galon harus disesuaikan secara bertahap agar ikan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa mengalami stres berlebihan.
- Beli bibit ikan mujair ukuran 2-3 cm dari penjual terpercaya.
- Jangan langsung melepas ikan ke dalam galon.
- Masukkan kantong plastik berisi ikan ke dalam galon selama sekitar 15 menit agar suhu air di dalam kantong menyesuaikan dengan suhu air galon.
- Buka plastik dan biarkan air dalam plastik tercampur secara perlahan dengan air galon.
- Lepaskan ikan secara perlahan ke dalam galon.
- Amati perilaku ikan selama beberapa jam pertama untuk memastikan adaptasi yang baik.
Strategi Pemberian Pakan Efektif untuk Mujair di Galon
Pemberian pakan yang tepat dalam budidaya galon memerlukan kehati-hatian ekstra karena sisa pakan dapat dengan cepat merusak kualitas air. Frekuensi, jenis, dan jumlah pakan harus diperhitungkan dengan cermat untuk menjaga keseimbangan ekosistem mini dalam galon.
Pelet apung berukuran kecil, seperti PF-500 atau PF-800, merupakan pilihan terbaik karena mudah dikonsumsi oleh ikan berukuran kecil dan tidak mudah tenggelam, sehingga memudahkan kontrol pemberian pakan. Pemberian pakan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari, umumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan tanpa menyebabkan penumpukan sisa pakan.
Aturan 5 menit dalam pemberian pakan sangat krusial dalam sistem budidaya galon. Sisa pakan yang tidak termakan akan mengalami dekomposisi dan menghasilkan amonia yang beracun bagi ikan, yang dapat menurunkan kualitas air. Pemberian pakan secukupnya sesuai kemampuan konsumsi ikan akan menjaga kualitas air tetap optimal dan mengurangi frekuensi penggantian air.
- Berikan pakan pada pagi hari, sekitar pukul 07.00-08.00.
- Taburkan pelet sedikit demi sedikit sambil mengamati respons ikan.
- Hentikan pemberian pakan jika ikan sudah tidak merespons atau pakan tidak dimakan.
- Berikan pakan kedua pada sore hari, sekitar pukul 16.00-17.00.
- Angkat sisa pakan yang tidak termakan dalam waktu 5 menit untuk mencegah pembusukan.
- Kurangi porsi pakan jika sering ada sisa yang tersisa setelah waktu makan.
Menjaga Kualitas Air Optimal dalam Budidaya Mujair Galon
Manajemen kualitas air merupakan aspek paling kritis dalam budidaya ikan mujair di galon. Volume air yang terbatas membuat perubahan kualitas air terjadi dengan cepat, sehingga diperlukan monitoring dan perawatan yang intensif.
Penyedotan kotoran atau sipon di dasar galon harus dilakukan secara rutin setiap 2-3 hari untuk mencegah penumpukan bahan organik yang dapat merusak kualitas air. Teknik ini menggunakan prinsip siphon dengan selang kecil untuk mengangkat kotoran ikan dan sisa pakan tanpa mengganggu ikan secara berlebihan. Kualitas air yang buruk, ditandai dengan bau amis menyengat atau air keruh, dapat menyebabkan ikan stres dan sakit.
Pergantian air parsial sebanyak 20-30% setiap beberapa hari lebih efektif daripada penggantian air total, yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dalam air. Air baru yang digunakan harus selalu diendapkan terlebih dahulu untuk menghilangkan klorin. Penambahan tanaman air seperti azolla atau eceng gondok mini dapat membantu menyerap limbah nitrogen dan memberikan oksigen tambahan, berkontribusi pada kualitas air yang lebih baik.
- Siapkan selang kecil berdiameter 0,5-1 cm untuk proses sipon.
- Sedot kotoran di dasar galon dengan gerakan perlahan.
- Buang sekitar 20-30% volume air lama.
- Tambahkan air baru yang sudah diendapkan dan memiliki suhu serupa dengan air di galon.
- Tambahkan sedikit tanaman air untuk membantu penyerapan limbah alami.
- Periksa kondisi aerator secara berkala dan bersihkan jika tersumbat untuk memastikan suplai oksigen yang stabil.
Masa Panen dan Evaluasi Hasil Budidaya Mujair di Galon
Setelah 3-4 bulan pemeliharaan, ikan mujair dalam galon akan mencapai ukuran yang layak untuk dipanen. Meskipun ukurannya tidak sebesar ikan yang dipelihara di kolam, hasil panen tetap memberikan kepuasan tersendiri bagi peternak pemula.
Ikan mujair yang dipelihara dalam galon umumnya akan mencapai ukuran sekitar telapak tangan remaja setelah 3-4 bulan, tergantung pada kualitas pakan dan perawatan yang diberikan. Ukuran ini sudah cukup untuk dikonsumsi atau dijadikan ikan hias jika diinginkan. Keunggulan ikan hasil budidaya sendiri adalah terjaminnya kebersihan dan bebas dari kontaminasi logam berat yang sering ditemukan pada ikan dari perairan tercemar.
Proses panen sebaiknya dilakukan dengan hati-hati menggunakan jaring halus untuk menghindari stres pada ikan. Evaluasi hasil panen dapat menjadi pembelajaran berharga untuk siklus budidaya berikutnya, termasuk penyesuaian jumlah bibit, frekuensi pakan, atau sistem aerasi yang lebih baik.
- Siapkan wadah berisi air bersih untuk menampung ikan hasil panen.
- Gunakan jaring halus untuk menangkap ikan satu per satu dengan hati-hati.
- Timbang hasil panen untuk evaluasi pertumbuhan dan efektivitas budidaya.
- Bersihkan galon secara menyeluruh untuk persiapan siklus budidaya selanjutnya.
- Evaluasi keberhasilan dan kegagalan selama periode pemeliharaan untuk mengidentifikasi area perbaikan.
- Rencanakan perbaikan untuk siklus budidaya berikutnya berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.
Tanya Jawab (Q&A)
Q: Berapa ekor maksimal ikan mujair yang bisa dipelihara dalam satu galon?
A: Maksimal 5 ekor untuk galon 19 liter agar ikan memiliki ruang gerak yang cukup dan kualitas air tetap terjaga. Jika terlalu padat, ikan akan stress dan pertumbuhannya terhambat.
Q: Apakah wajib menggunakan aerator dalam budidaya ikan mujair di galon?
A: Ya, aerator sangat wajib karena volume air yang terbatas tidak dapat menyediakan oksigen secukupnya secara alami. Tanpa aerator, ikan bisa mati karena kekurangan oksigen.
Q: Bagaimana cara mengetahui kualitas air sudah buruk?
A: Tanda-tanda air buruk adalah bau amis yang menyengat, air keruh, ikan sering naik ke permukaan, atau ikan tampak lesu dan nafsu makan menurun. Segera ganti sebagian air jika terjadi hal ini.

1 week ago
15
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489950/original/020173900_1769952486-SnapVideo.app_625109198_18563416384027265_6638072240534602801_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489839/original/065371100_1769936075-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475938/original/017585800_1768700080-617892648_18557551528040415_7133346425969213578_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416915/original/001660200_1763477034-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489907/original/081252300_1769946099-1000355816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)