Liputan6.com, Jakarta - Berkebun di rumah kini menjadi kegiatan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan. Tak hanya sebagai hobi, berkebun juga menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Beberapa yang biasa jadi komoditas tanam di antaranya tomat, cabai sampai buah klengkeng. Terkadang banyak yang salah kaprah saat memulai kegiatan ini. Padahal ada sejumlah informasi yang perlu dipahami terlebih dahulu, seperti metode menanam yang baik dan benar untuk hasil yang maksimal.
Sebagaimana disampaikan oleh pegiat kebun rumahan asal Godean, Yogyakarta, Yusnidar, metode ini biasa digunakan dengan perbedaan cara merawat dan hasil panen dari keduanya.
"Biar cepat berbuah pakai cangkok, kalau dari biji bisa lebih lama," kata Yusnidar yang sudah 10 tahunan menggeluti tanaman buah di area rumah, kepada Liputan6, Minggu (18/1).
Berdasarkan keterangan tersebut, memulai kegiatan berkebun sayur di rumah memang tidak bisa sembarangan. Artinya, ada metode yang harus dipilih untuk memaksimalkan hasil panen. Untuk itu, Liputan6 rangkumkan dalam informasi selengkapnya berikut, Jumat (23/1)
Pengertian Cangkok dan Okulasi
Dalam dunia pertanian, cangkok adalah metode perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yang melibatkan pengeratan kulit batang pohon induk dan pembungkusan dengan media tanam. Tujuan dari teknik ini adalah merangsang pembentukan akar baru pada bagian batang yang masih terhubung dengan tanaman induk. Proses mencangkok dilakukan dengan mengupas sebagian kulit batang tanaman, kemudian menutupinya dengan media tanam seperti tanah atau sabut kelapa hingga akar mulai tumbuh.
Bagian yang terbuka ini lalu dibungkus dengan bahan yang dapat menyimpan air dan dibebat dengan bahan kedap air, seperti plastik. Teknik ini merupakan solusi cepat untuk menumbuhkan akar pada batang tanaman, sehingga sering menggunakan ranting yang tidak terlalu besar. Metode ini banyak diterapkan pada tanaman hortikultura untuk memperbanyak bibit.
Sedangkan okulasi, merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari batang atas pada irisan kulit pohon lain dari batang bawah. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan mutu tanaman dengan menggabungkan dua sifat atau jenis tanaman pada induk okulasi. Okulasi memungkinkan penggabungan sifat-sifat unggul dari dua tanaman berbeda, misalnya batang bawah yang tahan penyakit akar dengan batang atas yang menghasilkan buah berkualitas tinggi.
Kelebihan Metode Cangkok
Metode cangkok menawarkan beberapa keunggulan yang menjadikannya pilihan dalam perbanyakan tanaman. Salah satu kelebihan utama adalah sifat tanaman baru yang dihasilkan akan sama persis dengan sifat induknya. Hal ini terjadi karena cangkok merupakan teknik perbanyakan klon, sehingga kualitas genetik tanaman induk tetap terjaga. Bibit hasil cangkok cenderung berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman yang ditanam dari biji.
Proses ini dapat mempercepat masa berbuah hingga lebih dari satu kali dalam tahun. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan bibit melalui cangkok juga relatif singkat, berkisar antara 1 hingga 3 bulan. Tanaman hasil cangkok juga memiliki bentuk bibit yang bagus, sesuai dengan percabangan yang dipilih. Metode ini cocok untuk ditanam di daerah dengan letak air tanah dangkal atau di pinggir kolam ikan.
"Setahun bisa 2 kali berbuahnya, begitu berbuah dipatah terus tumbuh daun muda, tumbuh bunganya," kata Yusnidar.
Kelebihan Metode Okulasi
Okulasi memiliki keunggulan dalam meningkatkan kualitas tanaman secara keseluruhan. Teknik ini memungkinkan penggabungan sifat-sifat unggul dari dua tanaman berbeda, seperti menggabungkan batang bawah yang tahan terhadap penyakit akar dengan batang atas yang menghasilkan buah berkualitas tinggi. Hasilnya adalah tanaman yang memiliki ketahanan baik sekaligus menghasilkan buah bermutu.
Proses pembuahan atau perkembangbiakan tanaman hasil okulasi juga menjadi lebih cepat. Tanaman hasil okulasi umumnya lebih cepat berbuah dibandingkan tanaman yang ditumbuhkan dari biji, bahkan bisa mempercepat masa berbuah hingga 2-3 tahun lebih awal. Hal ini disebabkan mata tunas yang digunakan berasal dari tanaman dewasa yang sudah memasuki fase generatif.
Produktivitas tanaman hasil okulasi dapat meningkat karena didukung oleh induk atau bibit dengan produksi tinggi. Selain itu, tanaman yang dibiakkan dengan okulasi cenderung tumbuh lebih seragam. Okulasi juga memungkinkan perbanyakan tanaman unggul dalam jumlah besar dengan tetap mempertahankan sifat genetik yang diinginkan.
Perbandingan Cangkok vs Okulasi
Perbedaan mendasar antara cangkok dan okulasi terletak pada bagian tanaman yang digunakan serta tujuan spesifiknya. Cangkok melibatkan pengeratan kulit batang untuk merangsang akar pada cabang yang masih terhubung dengan induk, menghasilkan tanaman baru yang identik dengan induknya. Metode ini sering dipilih untuk mempercepat masa berbuah dan mempertahankan sifat genetik induk.
Okulasi, di sisi lain, adalah penempelan mata tunas dari satu tanaman (batang atas) ke batang tanaman lain (batang bawah) untuk membentuk individu baru. Tujuan utama okulasi adalah menggabungkan sifat unggul dari dua tanaman berbeda, seperti ketahanan penyakit dari batang bawah dan kualitas buah dari batang atas. Teknik ini memungkinkan peningkatan mutu tanaman secara signifikan.
Dalam hal kecepatan berbuah, tanaman hasil cangkok biasanya lebih cepat berbuah karena sudah terbiasa dan siap untuk berbuah. Sementara itu, tanaman hasil okulasi memerlukan waktu untuk membesarkan batang dan memperbanyak akar serabut sebelum berbuah. Namun, okulasi dapat menghasilkan tanaman dengan perakaran yang lebih kuat dan tahan terhadap penyakit atau hama.
Tips Memilih Metode di Rumah
Pemilihan metode perbanyakan tanaman antara cangkok dan okulasi untuk berkebun di rumah memerlukan pertimbangan beberapa faktor. Jika tujuan utama adalah mendapatkan tanaman dengan sifat persis seperti induknya dan mempercepat masa berbuah, metode cangkok dapat menjadi pilihan yang sesuai. Cangkok juga relatif mudah dilakukan oleh pemula.
Namun, apabila tujuan adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman berbeda, seperti ketahanan terhadap penyakit atau peningkatan kualitas buah, maka okulasi merupakan metode yang lebih tepat. Okulasi juga memungkinkan perbanyakan varietas unggul atau langka secara massal. Metode ini membutuhkan keterampilan khusus dan ketelitian dalam pelaksanaannya.
Pertimbangkan juga jenis tanaman yang akan diperbanyak. Tanaman dikotil yang memiliki kambium, seperti jambu, alpukat, rambutan, dan mangga, umumnya cocok untuk dicangkok. Sementara itu, okulasi sering diterapkan pada tanaman buah berkayu dan beberapa tanaman hias seperti mawar. Penting untuk memastikan kecocokan genetik antara batang atas dan batang bawah pada okulasi untuk keberhasilan proses.
Jangan Lupakan Soal Pupuk
Untuk mencapai panen maksimal di rumah, penerapan langkah-langkah praktis dalam perbanyakan tanaman menjadi penting. Pertama, pastikan kualitas bibit yang digunakan baik, terutama jika berasal dari okulasi atau cangkok dari indukan produktif. Bibit yang ideal memiliki tinggi sekitar 50–80 cm, batang lurus, diameter batang minimal 1 cm, serta daun berwarna hijau tua dan tidak menggulung.
Kedua, perhatikan waktu pelaksanaan perbanyakan. Okulasi sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau saat tanaman sedang berkembang, karena pada waktu tersebut tanaman telah kehilangan keringat, sehingga mengurangi stres tanaman yang mungkin terjadi akibat pencangkokan dan kehilangan air. Pemilihan cabang atau batang yang tepat juga penting. Untuk cangkok, pilih cabang yang berdaun banyak dan berwarna cokelat muda dengan panjang ideal sekitar 20–30 cm.
Ketiga, setelah proses perbanyakan, pemeliharaan yang konsisten sangat diperlukan. Ini mencakup penyiraman rutin dan teratur, serta perlindungan dari hama dan penyakit melalui penggunaan pupuk. Untuk membuat pupuk alami sangatlah mudah, ditambahkan Yusnidar, penyubur berbahan kompos bisa jadi solusi yang mudah dibuat.
"Media yang dipakai kompos pupuk kambing, tanah, terus ditambah sekam bakar. Itu semua dicampur," terangnya.
Kesalahan Umum dan Solusi
Dalam praktik perbanyakan tanaman, beberapa kesalahan umum sering terjadi yang dapat menghambat keberhasilan. Salah satu kesalahan pada cangkok adalah pemilihan cabang yang tidak tepat, seperti cabang yang terlalu tua atau terlalu muda, atau tidak memiliki kambium. Solusinya adalah memilih cabang yang memiliki kambium, tidak terlalu tua atau terlalu muda, dan berukuran sekitar sebesar ibu jari.
Pada okulasi, ketidakcocokan antara mata tunas yang ditempel dengan tanaman penerima sering menjadi penyebab kegagalan. Hal ini dapat mengakibatkan mata tunas tidak tumbuh atau hasil okulasi tidak normal. Untuk mengatasi ini, penting untuk memastikan bahwa kedua tanaman berasal dari satu genus yang sama dan memiliki usia batang yang relatif sama.
Kesalahan lain yang umum adalah kurangnya ketelitian dan kesabaran dalam melakukan proses cangkok atau okulasi. Kesalahan kecil dapat menyebabkan bibit gagal terbentuk. Solusinya adalah melakukan setiap langkah dengan serius, sabar, dan teliti, serta memastikan peralatan yang digunakan bersih dan tajam untuk menghindari infeksi. Pemeliharaan pasca-perbanyakan juga penting, yakni, bibit cangkokan yang baru dipanen memerlukan perlakuan khusus agar tidak stres dan mati.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa perbedaan utama antara cangkok dan okulasi?
A: Perbedaan utama terletak pada bagian tanaman yang digunakan, di mana cangkok melibatkan pengeratan kulit batang untuk merangsang akar pada cabang yang masih terhubung dengan induk, sedangkan okulasi adalah penempelan mata tunas dari satu tanaman ke batang tanaman lain.
Q: Metode mana yang lebih cepat menghasilkan buah?
A: Tanaman hasil cangkok biasanya lebih cepat berbuah karena sudah terbiasa dan siap untuk berbuah, sementara tanaman hasil okulasi memerlukan waktu untuk membesarkan batang dan memperbanyak akar serabut.
Q: Kapan waktu yang tepat untuk melakukan okulasi?
A: Okulasi sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau saat tanaman sedang berkembang, karena pada waktu tersebut tanaman telah kehilangan keringat, sehingga mengurangi stres tanaman.
Q: Tanaman jenis apa yang cocok untuk dicangkok?
A: Tanaman dikotil yang memiliki kambium, seperti jambu, alpukat, rambutan, dan mangga, umumnya cocok untuk dicangkok.
Q: Apa manfaat utama dari teknik okulasi?
A: Manfaat utama okulasi adalah peningkatan kualitas tanaman dengan menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman berbeda, percepatan masa produktif, dan perbanyakan tanaman unggul secara massal.

1 week ago
12
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489950/original/020173900_1769952486-SnapVideo.app_625109198_18563416384027265_6638072240534602801_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489839/original/065371100_1769936075-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475938/original/017585800_1768700080-617892648_18557551528040415_7133346425969213578_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416915/original/001660200_1763477034-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489907/original/081252300_1769946099-1000355816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)