Kapal Selam Otonom Indonesia: Inovasi Teknologi Pertahanan Maritim Buatan Dalam Negeri

1 week ago 15

KSOT didesain untuk dapat dilengkapi dengan sistem persenjataan yang fleksibel, disesuaikan dengan jenis misi yang akan diemban. Kemampuan konfigurasi persenjataan yang adaptif ini menjadi salah satu keunggulan utama dari kapal selam otonom ini.

Selain itu, KSOT dirancang untuk melaksanakan beragam misi strategis yang vital dalam mendukung operasi TNI AL. Kemampuan multi-misi ini menjadikan KSOT sebagai aset yang sangat berharga dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Beberapa jenis persenjataan yang dapat diintegrasikan pada KSOT meliputi:

  • Torpedo Ringan: Contohnya Torpedo Piranha.
  • Rudal Black Shark: Khusus untuk target bawah laut.
  • Rudal Exocet: Efektif untuk target permukaan.
  • Sistem Deteksi dan Tracking Canggih: Untuk identifikasi target secara presisi.
  • Sensor Sonar: Baik aktif maupun pasif, untuk pemetaan bawah laut dan deteksi objek.

Fungsi operasional utama KSOT mencakup:

  • Pengawasan dan Patroli: Melakukan pengawasan di wilayah perairan strategis.
  • Deteksi dan Identifikasi: Mendeteksi serta mengidentifikasi keberadaan kapal asing yang mencurigakan.
  • Misi Pengintaian dan Surveilans: Melaksanakan pengintaian dan pengawasan bawah laut.
  • Operasi Serangan: Mampu melancarkan serangan terhadap target musuh jika diperlukan.
  • Dukungan Operasi: Memberikan dukungan taktis bagi operasi kapal selam berawak.

QnA (Pertanyaan dan Jawaban)

Q: Apa yang membedakan KSOT Indonesia dengan kapal selam konvensional?

A: KSOT beroperasi tanpa awak manusia dan menggunakan kecerdasan buatan untuk navigasi serta misi. Ini membuatnya lebih fleksibel, efisien, dan dapat beroperasi dalam kondisi berisiko tinggi tanpa membahayakan nyawa manusia. Selain itu, KSOT dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui Command Center.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan KSOT?

A: Meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam informasi yang tersedia, pengembangan KSOT merupakan proyek jangka panjang yang melibatkan riset mendalam, desain, dan serangkaian uji coba. Proyek ini merupakan hasil kerja keras tim ahli PT PAL Indonesia dengan dukungan penuh Kementerian Pertahanan.

Q: Apakah KSOT dapat beroperasi secara mandiri tanpa komunikasi dengan Command Center?

A: Ya, KSOT dilengkapi dengan sistem AI yang memungkinkannya beroperasi secara otonom. Namun untuk misi-misi strategis dan pengambilan keputusan kritis, tetap diperlukan koordinasi dengan Autonomous Submarine Common Center (ASCC) melalui komunikasi radio atau satelit.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|