:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323039/original/001822800_1786597969-shawn-nmpW_WwwVSc-unsplash.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Kerja di cafe dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas bagi sebagian orang. Kebiasaan berpindah dari rumah atau kantor ke kedai kopi ternyata bukan hanya soal mencari suasana berbeda, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana lingkungan memengaruhi fokus dan cara seseorang menyelesaikan pekerjaan.
Suasana cafe menawarkan berbagai rangsangan yang tidak selalu ditemukan di ruang kerja pribadi, mulai dari suara percakapan, aktivitas orang lain, hingga perubahan pemandangan. Sejumlah ahli psikologi dan penelitian tentang lingkungan kerja menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi perhatian, kreativitas, motivasi, serta produktivitas, meski efeknya tetap berbeda pada setiap orang.
Penelitian di Journal of Consumer Research, misalnya, menemukan bahwa tingkat kebisingan ambient yang sedang dapat meningkatkan performa pada tugas kreatif, sedangkan suara yang terlalu keras justru dapat menghambat kreativitas. Karena itu, manfaat kerja di cafe sebenarnya sangat bergantung pada bagaimana seseorang memilih lingkungan dan menyesuaikannya dengan jenis pekerjaan. Lantas, apa saja alasan mereka bisa produktif? Dilansir Liputan6 dari berbagai sumber, Kamis (13/8), berikut ulasan selengkapnya.
1. Lingkungan Baru Membantu Otak Keluar dari Pola Rutinitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323046/original/055725100_1786598223-b9ea6b0a-6bba-4397-ac11-6f67d81a4b92.jpg)
Perbesar
Berpindah dari meja kerja di rumah ke cafe memberikan otak konteks yang berbeda. Dalam artikel yang menjadi rujukan, psikolog Nicole Moshfegh menjelaskan bahwa lingkungan baru dapat menginterupsi pola yang biasanya muncul di tempat familiar sehingga seseorang lebih mudah memulai pekerjaan. Perubahan tersebut dapat terasa seperti psychological reset yang membantu mengubah kondisi mental sebelum bekerja.
Penjelasan tersebut sejalan dengan penelitian mengenai lingkungan kerja dan belajar yang menunjukkan bahwa karakteristik ruang fisik maupun sosial dapat memengaruhi pengalaman serta produktivitas seseorang. Studi mengenai penggunaan coffee shop sebagai tempat bekerja juga menemukan bahwa orang memang datang ke cafe untuk bekerja, belajar, meninggalkan rumah, dan mendapatkan suasana yang berbeda.
- Alasan: Perubahan tempat memberikan rangsangan yang berbeda dari rutinitas.
- Manfaat: Dapat membantu memulai pekerjaan ketika mulai merasa jenuh.
- Tips: Gunakan perpindahan tempat terutama saat mulai mengalami kebuntuan ide.
2. Suara Latar Cafe Dapat Memberikan Stimulasi bagi Otak
Suara percakapan, mesin kopi, musik, dan aktivitas pengunjung menjadi bagian dari suasana cafe. Neuroscientist Catherine Franssen menjelaskan bahwa suara latar dengan tingkat sedang dapat memberikan stimulasi sehingga otak tetap terlibat tanpa harus terus-menerus memusatkan perhatian pada sumber suara tersebut.
Temuan akademis juga memberikan dasar untuk penjelasan ini. Penelitian Ravi Mehta, Rui Zhu, dan Amar Cheema dalam Journal of Consumer Research melalui lima eksperimen menemukan bahwa kebisingan ambient pada tingkat sedang dapat meningkatkan performa dalam tugas kreatif, sedangkan tingkat kebisingan yang terlalu tinggi justru merusak kreativitas.
- Alasan: Suara latar sedang dapat memberikan stimulasi tanpa menjadi gangguan utama.
- Manfaat: Berpotensi mendukung pekerjaan yang membutuhkan ide dan pemikiran kreatif.
- Tips: Hindari cafe yang terlalu bising jika tugas membutuhkan konsentrasi mendalam.
3. Keberadaan Orang Lain Bisa Mendorong Seseorang Tetap Fokus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323047/original/055779400_1786598230-zoshua-colah-pqltPFdZaUw-unsplash.jpg)
Perbesar
Cafe juga menghadirkan efek sosial meskipun seseorang tidak berbicara dengan pengunjung lain. Ketika melihat orang-orang di sekitar membaca, mengetik, atau mengerjakan pekerjaan, seseorang dapat terdorong mengikuti suasana tersebut dan tetap berada dalam mode bekerja. Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai social facilitation.
Penelitian Robert Sommer dan Barbara A. Sommer mengenai social facilitation effects in coffeehouses turut mengamati perilaku orang di tiga coffeehouse. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa keberadaan orang lain menjadi bagian dari dinamika perilaku di cafe, sementara studi komunikasi tentang coffee shop modern menemukan bahwa banyak orang menggunakan cafe untuk bekerja sambil menikmati rasa kebersamaan dengan orang lain yang melakukan aktivitas serupa.
- Alasan: Lingkungan sosial dapat memberikan dorongan untuk tetap mengerjakan tugas.
- Manfaat: Membantu menciptakan suasana kerja yang terasa lebih hidup.
- Tips: Pilih area yang memperlihatkan aktivitas kerja tanpa terlalu banyak interaksi.
4. Cafe Memiliki Lebih Sedikit Pemicu Multitasking
Salah satu kelebihan cafe adalah berkurangnya sejumlah pemicu distraksi yang biasanya tersedia di rumah. Tidak ada tempat tidur untuk berbaring, pekerjaan rumah tangga yang mendadak terlihat, atau berbagai aktivitas domestik yang dapat membuat perhatian berpindah dari pekerjaan.
Dalam penjelasan Nicole Moshfegh, lingkungan cafe dapat memberikan lebih sedikit isyarat yang mendorong seseorang melakukan banyak aktivitas sekaligus dibandingkan rumah. Kondisi tersebut memungkinkan perhatian lebih mudah diarahkan pada satu pekerjaan yang sudah dibawa dari rumah.
- Alasan: Distraksi domestik cenderung lebih sedikit.
- Manfaat: Pekerjaan dapat terasa lebih terarah.
- Tips: Bawa hanya perlengkapan yang memang diperlukan agar distraksi digital tetap terbatas.
5. Batas Waktu Cafe Membantu Membuat Pekerjaan Lebih Terarah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323048/original/007377700_1786598233-ilyuza-mingazova-HaTIYO87qWQ-unsplash.jpg)
Perbesar
Bekerja di rumah sering membuat waktu terasa tidak memiliki batas yang jelas. Sebaliknya, cafe mempunyai jam operasional dan suasana yang secara alami memberi sinyal bahwa sesi kerja tidak berlangsung tanpa batas.
Artikel yang menjadi rujukan juga menyebut adanya time pressure sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong efisiensi. Ketika mengetahui bahwa tempat akan tutup pada waktu tertentu, seseorang cenderung memiliki dorongan untuk menentukan prioritas dan menyelesaikan pekerjaan sebelum sesi berakhir.
- Alasan: Ada batas eksternal terhadap durasi bekerja.
- Manfaat: Membantu menentukan prioritas pekerjaan.
- Tips: Tetapkan target yang realistis sebelum datang ke cafe.
6. Pergantian Tempat Dapat Membantu Mengurangi Kejenuhan
Rutinitas di lokasi yang sama setiap hari dapat terasa monoton. Pergantian lingkungan memberi kesempatan bagi seseorang untuk melihat pemandangan, suara, dan aktivitas yang berbeda sehingga pengalaman bekerja tidak terasa sepenuhnya repetitif.
Studi tentang penggunaan cafe sebagai ruang kerja menunjukkan bahwa salah satu alasan orang memilih coffee shop adalah untuk meninggalkan rumah sekaligus melakukan pekerjaan. Artinya, cafe tidak hanya dipandang sebagai tempat membeli minuman, tetapi juga sebagai alternatif lingkungan untuk menjalankan aktivitas produktif.
- Alasan: Pergantian suasana dapat memutus monotoninya rutinitas.
- Manfaat: Pekerjaan bisa terasa lebih segar.
- Tips: Jadikan cafe sebagai alternatif, bukan satu-satunya tempat bekerja.
7. Rangsangan Sensorik Cafe Dapat Memberikan Inspirasi Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323049/original/071586600_1786598233-felix-cha-BTVkpSRrSDA-unsplash.jpg)
Perbesar
Selain suara, cafe menghadirkan rangsangan visual dan sensorik lain. Pergerakan pengunjung, desain interior, pencahayaan, aroma makanan atau minuman, serta pemandangan dari tempat duduk dapat membuat lingkungan kerja terasa lebih dinamis.
Penelitian mengenai lingkungan interior coffee shop menunjukkan bahwa karakteristik fisik dan sosial ruang menjadi faktor yang dipertimbangkan ketika menilai cafe sebagai lingkungan untuk bekerja dan belajar. Studi tersebut secara khusus mengeksplorasi fitur interior coffee shop yang memengaruhi pengalaman kerja dan produktivitas penggunanya.
- Alasan: Banyak rangsangan lingkungan yang tidak tersedia di ruang kerja pribadi.
- Manfaat: Dapat memberikan variasi pengalaman saat mencari ide.
- Tips: Pilih tempat dengan suasana yang nyaman, bukan sekadar cafe yang sedang ramai.
Cara Kerja di Cafe agar Kreativitas dan Produktivitas Tetap Optimal
- Tentukan Jenis Pekerjaan Sebelum Berangkat
Tidak semua pekerjaan cocok dilakukan di tengah suasana cafe. Tugas seperti menulis, membaca, menyusun ide, atau pekerjaan rutin mungkin lebih mudah dilakukan dengan suara latar, sedangkan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi mendalam dapat memerlukan tempat yang lebih tenang.
Penelitian tentang ambient noise menunjukkan bahwa manfaat suara sangat bergantung pada tingkat kebisingannya. Suara sedang dapat mendukung kreativitas, tetapi suara yang terlalu tinggi justru mengurangi kemampuan memproses informasi.
- Tetapkan Target Sebelum Membuka Laptop
Datang ke cafe tanpa tujuan yang jelas dapat membuat waktu habis untuk memilih tempat, membuka media sosial, atau berpindah-pindah tugas. Sebelum berangkat, tentukan satu sampai tiga pekerjaan utama yang ingin diselesaikan.
Penelitian mengenai penggunaan coffee shop sebagai ruang produktif menunjukkan bahwa orang memang memanfaatkan cafe untuk bekerja dan belajar. Namun, lingkungan tersebut tetap menjadi sarana, bukan jaminan produktivitas otomatis.
- Sesuaikan Tingkat Distraksi dengan Kebutuhan
Jika pekerjaan membutuhkan ide, suasana yang hidup mungkin membantu. Namun, ketika harus membaca dokumen panjang atau mengerjakan tugas yang sangat membutuhkan ketelitian, pilih area yang lebih tenang atau gunakan strategi untuk mengurangi gangguan.
Tips Memilih Cafe yang Nyaman untuk Produktivitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288176/original/038401400_1783307257-9fdfaa70-e498-4e0b-934e-6ab9bcdaa84a.jpg)
Perbesar
- Perhatikan Pencahayaan dan Kenyamanan Tempat Duduk
Pencahayaan dan kenyamanan fisik penting jika seseorang akan bekerja selama beberapa waktu. Meja yang cukup luas, kursi yang nyaman, dan pencahayaan yang memadai dapat membuat perhatian tidak terus-menerus terganggu oleh kondisi tubuh atau lingkungan.
Penelitian tentang interior coffee shop menunjukkan bahwa karakteristik lingkungan fisik menjadi salah satu aspek yang berhubungan dengan pengalaman pengguna ketika cafe digunakan sebagai tempat bekerja dan belajar.
- Pilih Cafe dengan Tingkat Kebisingan yang Sesuai
Jangan hanya memilih cafe karena suasananya ramai atau sedang populer. Perhatikan apakah suara percakapan, musik, dan aktivitas barista masih dapat ditoleransi ketika digunakan untuk mengerjakan tugas.
Temuan Mehta dan kolega menunjukkan bahwa tingkat suara sedang dapat mendukung kreativitas, sementara suara yang terlalu tinggi justru memberikan dampak sebaliknya. Karena itu, cafe yang ideal bukan selalu yang paling ramai, melainkan yang tingkat kebisingannya sesuai kebutuhan.
- Cek Fasilitas Sebelum Menetap
Koneksi internet, ketersediaan colokan, ukuran meja, serta kepadatan pengunjung juga layak diperhatikan. Gangguan kecil seperti baterai laptop hampir habis atau koneksi internet terputus dapat membuat sesi kerja kehilangan momentum.
Penelitian tentang perilaku work from cafe menemukan bahwa kenyamanan ruang, tata letak, serta dukungan digital seperti Wi-Fi dan stopkontak menjadi bagian dari pengalaman pengguna ketika cafe dimanfaatkan sebagai ruang kerja alternatif.
Pertanyaan Seputar Kerja di Cafe Dapat Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas
1. Apakah kerja di cafe selalu membuat lebih produktif?
Tidak. Pengaruhnya bergantung pada preferensi pribadi, jenis pekerjaan, dan kondisi cafe.
2. Mengapa suara cafe bisa membantu kreativitas?
Suara ambient pada tingkat sedang dalam penelitian tertentu dikaitkan dengan peningkatan performa pada tugas kreatif.
3. Apakah cafe yang ramai lebih baik untuk bekerja?
Tidak selalu. Keramaian yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi.
4. Apa yang harus diperhatikan saat memilih cafe untuk bekerja?
Perhatikan tingkat suara, pencahayaan, kenyamanan kursi dan meja, Wi-Fi, stopkontak, serta kepadatan pengunjung.
5. Apakah semua jenis pekerjaan cocok dikerjakan di cafe?
Tidak. Pekerjaan yang membutuhkan privasi atau konsentrasi mendalam mungkin lebih sesuai dilakukan di ruang yang tenang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323455/original/093923700_1786613341-Gemini_Generated_Image_mv726xmv726xmv72.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323361/original/082130400_1786610295-Ide_Makanan_Bertema_17_Agustus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322904/original/057724100_1786593536-hl3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323504/original/053432800_1786616486-unnamed__2_.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323336/original/065850300_1786609587-ChatGPT_Image_Aug_13__2026__03_25_04_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543785/original/046987400_1775034956-Jualan_Snack_Kemasan_Ulang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323362/original/091182500_1786610411-pexels-leon-aschemann-734730704-18631322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323311/original/019207700_1786608553-4112576435212104052.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323208/original/095516000_1786604913-0ea80251-7a95-49f4-b1ff-0da8a35f7230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323427/original/015662600_1786612098-Pengomposan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9323110/original/075825300_1786601256-camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2992830/original/020508800_1576041384-IMG_2172.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542151/original/077605100_1774935256-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-66.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4537600/original/041670700_1692018376-Hari-Pramuka-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3992213/original/087054000_1649681581-philip-veater-X4DAtPvhgwo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315690/original/063213000_1785852548-IMG_6027.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322997/original/060328400_1786596217-f12e1990-c2e0-496f-b8fb-0637974e9fe0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322888/original/013061800_1786592542-pexels-ameliacui-8507297.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9322994/original/037904400_1786595993-Gemini_Generated_Image_p4x51p4x51p4x51p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/2827786/original/043886600_1560420251-20190613-Kondisi-Gedung-MK-Jelang-Sidang-Perselisihan-Hasil-Pilpres-2019-TEBE-1.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)