Lift Tebing di China Permudah Anak Sekolah, Waktu Tempuh dari 3 Jam Jadi 30 Menit

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Lift tebing di China permudah anak sekolah di pelosok Yunnan untuk mencapai ruang kelas mereka. Dua lift raksasa menempel di dinding Ngarai Sungai Nizhu, menggantikan jalur mendaki curam yang selama ini membahayakan nyawa para siswa setiap hari.

Proyek bernama Qingyun dan Fuyao ini dibangun di Desa Nizhuhe, Kota Xuanwei. Sebelumnya, anak-anak harus menempuh jalan setapak tebing hingga tiga jam demi sampai ke SD Guanzhai yang berada di dataran tinggi, dengan risiko terjatuh ke jurang.

Kini waktu tempuh anak-anak dipangkas drastis menjadi sekitar 30 menit saja berkat kombinasi lift dan kereta gantung. Fasilitas ini disediakan gratis oleh pemerintah setempat demi menjamin pendidikan tetap terjangkau bagi warga ngarai terpencil.

Perjalanan Sekolah yang Dulunya Penuh Risiko

Sebelum lift tebing di China permudah anak sekolah seperti sekarang, anak-anak di Desa Nizhuhe harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk berangkat ke sekolah. Desa ini terletak di dasar Ngarai Sungai Nizhu, sementara sekolah mereka, SD Guanzhai, berada di dataran tinggi dengan perbedaan ketinggian vertikal lebih dari 500 meter.

Dilansir dari Global People, warga desa sebelumnya hanya punya tiga pilihan rute menuju sekolah. Pertama, jalan memutar sejauh sekitar 10 kilometer yang memakan waktu lebih dari tiga jam. Kedua, rute ngarai yang berbahaya dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Ketiga, jalan setapak tebing curam yang hanya memakan waktu sekitar satu jam mendaki, namun dengan risiko kecelakaan yang sangat tinggi karena pijakan kaki hanya berupa ukiran batu dan rantai besi sebagai pengaman seadanya.

Kondisi semacam ini sebenarnya bukan hal baru di beberapa wilayah pedalaman China. Kasus serupa pernah viral pada 2016 silam, ketika anak-anak di Desa Atuler, Provinsi Sichuan, harus memanjat tebing setinggi 800 meter tanpa alat pengaman untuk sampai ke sekolah. Foto-foto perjuangan mereka saat itu sempat menggemparkan dunia maya dan mendorong perhatian lebih besar terhadap akses pendidikan di kawasan terpencil China.

Solusi Modern: Lift Qingyun dan Fuyao

Untuk menjawab persoalan aksesibilitas tersebut, pemerintah setempat membangun dua unit lift raksasa yang menempel langsung pada dinding tebing Ngarai Sungai Nizhu. Lift pertama bernama Qingyun setinggi sekitar 268 meter yang sudah beroperasi sejak 2022. Lift kedua bernama Fuyao dengan ketinggian sekitar 288 meter, baru saja resmi beroperasi pada 31 Juli 2026.

Nama kedua lift ini diambil dari karya sastra klasik China dan memiliki makna filosofis. Qingyun bermakna "membumbung tinggi ke angkasa", sedangkan Fuyao diterjemahkan sebagai "mengejar cita-cita yang lebih tinggi". Pemilihan nama ini merepresentasikan harapan agar anak-anak di kawasan tersebut bisa meraih pendidikan setinggi mungkin, meski tinggal di wilayah geografis yang sulit dijangkau.

Kombinasi kedua lift ini menjadikan Ngarai Sungai Nizhu sebagai satu-satunya lokasi di China yang memiliki sistem transportasi sekolah berbentuk lift tebing kembar. Julukan yang melekat pada fasilitas ini pun cukup unik, yaitu "Bus Sekolah Langit" atau Sky School Bus, karena fungsinya yang mirip transportasi sekolah pada umumnya, hanya saja bergerak secara vertikal menyusuri dinding tebing.

Cara Kerja Lift dan Kereta Gantung

Sistem transportasi menuju sekolah di kawasan ini sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa moda. Anak-anak yang tinggal di dasar ngarai perlu berjalan kaki sekitar satu kilometer dari rumah menuju stasiun lift. Setelah itu, mereka naik lift kaca yang menempel di tebing dengan waktu tempuh sekitar 90 detik untuk mencapai peron di ketinggian.

Dari peron, perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta gantung selama sekitar lima hingga enam menit untuk mencapai puncak gunung. Setelah turun dari kereta gantung, siswa masih perlu menempuh jarak sekitar satu kilometer terakhir menggunakan bus sekolah menuju SD Guanzhai. Secara keseluruhan, seluruh rangkaian perjalanan ini hanya memakan waktu kurang dari 30 menit, jauh lebih singkat dibandingkan rute lama yang bisa memakan waktu hingga tiga jam bahkan enam jam pulang-pergi.

Seluruh fasilitas ini dapat digunakan secara gratis oleh pelajar maupun warga desa untuk kebutuhan sehari-hari, tidak terbatas hanya untuk keperluan sekolah. Pada jam-jam sibuk keberangkatan dan kepulangan sekolah, para siswa bahkan mendapatkan jalur khusus serta pengawalan dari petugas kepolisian dan staf setempat demi memastikan keselamatan mereka selama menggunakan fasilitas ini.

Tantangan di Balik Pembangunan Lift Tebing

Membangun lift setinggi ratusan meter di medan pegunungan yang terjal bukanlah pekerjaan mudah. Proyek ini dikerjakan oleh Ningbo Hosting Elevator, perusahaan yang bertanggung jawab atas instalasi lift di lokasi yang sulit dijangkau tersebut. Zhou Wei, manajer proyek dari Hosting Elevator, mengungkapkan bahwa mengangkut dan merakit peralatan berukuran besar di daerah terpencil merupakan tantangan besar tersendiri.

Sebagai solusinya, tim proyek memecah komponen-komponen besar menjadi bagian yang lebih kecil, lalu mengangkutnya secara bertahap ke lokasi pemasangan. Selain proses pembangunan, pihak pengembang juga berkomitmen memberikan pemeliharaan jangka panjang agar keamanan dan keselamatan pengguna tetap terjaga, mengingat lift ini akan digunakan oleh anak-anak setiap hari dalam jangka waktu yang panjang.

Dampak bagi Pendidikan dan Kehidupan Warga Desa

Kehadiran lift tebing di China permudah anak sekolah bukan hanya soal efisiensi waktu, tetapi juga soal keselamatan jiwa. Sebelumnya, banyak orang tua di Desa Nizhuhe harus menghadapi kekhawatiran setiap kali anak-anak mereka berangkat sekolah melalui jalur tebing yang curam. Kini, rasa khawatir tersebut jauh berkurang berkat adanya jalur transportasi yang jauh lebih aman.

Selain manfaat langsung bagi dunia pendidikan, keberadaan lift dan kereta gantung ini turut membuka potensi wisata di kawasan Ngarai Sungai Nizhu. Pemandangan tebing curam yang dramatis dipadukan dengan teknologi transportasi modern menjadikan lokasi ini menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Bila tren kunjungan wisatawan terus meningkat, kawasan ini diperkirakan dapat menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya, yang pada akhirnya turut mendorong perekonomian warga setempat.

Proyek lift tebing ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah China berupaya menjangkau wilayah-wilayah terpencil dengan solusi infrastruktur yang inovatif. Alih-alih memindahkan penduduk desa secara paksa, pendekatan yang diambil adalah membangun akses yang memudahkan kehidupan sehari-hari, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak, tanpa harus menghilangkan keterikatan warga dengan kampung halaman mereka.

Pertanyaan Seputar Lift Tebing di China

Di mana lokasi lift tebing untuk anak sekolah di China ini berada?

Lift ini berada di Ngarai Sungai Nizhu, Desa Nizhuhe, Kota Xuanwei, Provinsi Yunnan, China bagian barat daya. Lokasi ini menghubungkan desa di dasar ngarai dengan sekolah dasar yang berada di dataran tinggi.

Apa nama lift tebing tersebut dan berapa tingginya?

Kedua lift diberi nama Qingyun dan Fuyao. Qingyun memiliki tinggi sekitar 268 meter dan sudah beroperasi sejak 2022, sedangkan Fuyao setinggi sekitar 288 meter baru resmi beroperasi pada 31 Juli 2026.

Apakah anak-anak sekolah dikenakan biaya untuk menggunakan lift ini?

Tidak. Fasilitas lift dan kereta gantung ini disediakan secara gratis bagi pelajar dan warga desa setempat untuk kebutuhan transportasi sehari-hari, termasuk berangkat dan pulang sekolah.

Berapa lama waktu tempuh anak-anak sekolah setelah adanya lift ini?

Dengan kombinasi lift, kereta gantung, dan bus sekolah, waktu tempuh anak-anak kini hanya sekitar 30 menit, jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai tiga hingga enam jam perjalanan pulang-pergi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|