Puasa Syawal Apakah Harus 6 Hari Berturut-Turut? Ini Penjelasan Lengkapnya

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta Bulan Syawal menjadi momen istimewa bagi umat Islam yang ingin meraih keutamaan tambahan setelah sebulan penuh menjalani puasa Ramadhan. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan adalah puasa selama enam hari di bulan Syawal. Kabarnya, ibadah ini disebut memiliki pahala setara dengan berpuasa selama setahun penuh.

Namun, banyak yang masih mempertanyakan mengenai tata cara pelaksanaan puasa ini. Apakah harus dilakukan secara berturut-turut mulai dari tanggal 2 Syawal, atau boleh dikerjakan secara terpisah sepanjang bulan Syawal? Keraguan ini wajar muncul, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan atau kendala tertentu yang menghalangi untuk berpuasa enam hari berturut-turut.

Lantas, bagaimana hukum dan ketentuan terkait pelaksanaan puasa Syawal ini? Apakah tetap mendapatkan keutamaan meski tidak dilakukan secara berurutan? Berikut adalah penjelasan lengkap berdasarkan dalil dan pandangan ulama, sebagaimana dirangkum Liputan di bawah.

Promosi 1

Keutamaan Puasa Syawal: Pahala Seperti Setahun Penuh

Dikutip dari NU Online, menjalankan ibadah puasa enam hari di bulan Syawal memiliki hukum sunnah. Selain itu, terdapat keutamaan yang sangat besar dalam Islam sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh." (HR Muslim)

Hadis ini menjadi dasar utama anjuran puasa Syawal. Dalam perhitungan pahala, sebulan puasa Ramadhan disamakan dengan puasa sepuluh bulan, sedangkan enam hari puasa Syawal dianggap setara dengan puasa dua bulan. Oleh karena itu, bagi mereka yang melaksanakan puasa Syawal, pahalanya seolah seperti menjalankan puasa wajib selama satu tahun penuh.

Selain itu, puasa Syawal juga dianggap sebagai tanda diterimanya ibadah puasa Ramadhan. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Rajab, salah satu tanda diterimanya ibadah adalah ketika seseorang terus melanjutkan amalan baik setelahnya.

Haruskah Puasa Syawal Dilakukan Berturut-Turut?

Terkait teknis pelaksanaannya, ada pandangan yang membolehkan puasa Syawal dilakukan secara terpisah. Sayyid Abdullah al-Hadrami dalam kitabnya menjelaskan bahwa tidak ada syarat yang mengharuskan puasa Syawal dilakukan berturut-turut.

هَلْ يُشْتَرَطُ فَي صِيَامِ السِّتِّ مِنْ شَوَّالٍ اَلتَّوَالِي؟ اَلْجَوَابُ: اِنَّهُ لَا يُشْتَرَطُ فِيْهَا التَّوَالِي، وَيَكْفِيْكَ أَنْ تَصُوْمَ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ وَاِنْ كَانَتْ مُتَفَرِّقَةً، طَالَمَا وَقَعَتْ كُلُّهَا فِي الشَّهْرِ

"Apakah disyaratkan dalam puasa Syawal untuk terus-menerus? Jawaban: tidak disyaratkan, yang penting enam hari tersebut dilakukan dalam bulan Syawal." (Sayyid Abdullah al-Hadrami, Al-Wajiz fi Ahkamis Shiyam) dalam kitabnya Al-Wajiz fi Ahkamis Shiyam wa Ma’ahu Fatawa Ramadhan.

Artinya, seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal meskipun dikerjakan secara selang-seling, asalkan masih dalam bulan Syawal.

Namun, ada pula pendapat yang menyatakan bahwa lebih utama jika dilakukan secara berturut-turut. Imam Abu Al-Husain Al-Yamani menyebutkan bahwa praktik yang lebih dianjurkan adalah berpuasa langsung setelah Idul Fitri selama enam hari berturut-turut.

Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Puasa Syawal

Waktu pelaksanaan puasa Syawal sebenarnya fleksibel, sepanjang masih dalam bulan Syawal. Namun, para ulama menyepakati bahwa waktu terbaik untuk memulai adalah pada tanggal 2 Syawal, yakni sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Keterangan semua itu menunjukan betapa besarnya keutamaan puasa sunah Syawal. Memang waktu pelaksanaannya yang ideal adalah enam hari berturut-turut setalah satu Syawal. Tetapi keutamaannya tetap bisa didapat bagi mereka yang berpuasa sunah tanpa berurutan di bulan Syawal." tulis laman kemenag.go.id.

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bahwa meskipun boleh dilakukan secara terpisah, lebih utama jika puasa Syawal dikerjakan langsung setelah Idul Fitri. Namun, apabila seseorang memiliki alasan tertentu sehingga tidak bisa langsung melaksanakan, ia tetap bisa mendapatkan keutamaan meskipun puasa dilakukan di hari-hari lain dalam bulan Syawal.

Bahkan, seseorang yang sedang mengqadha puasa Ramadhan atau menjalankan puasa nadzar di bulan Syawal tetap bisa mendapatkan keutamaan puasa Syawal.

Tata Cara dan Niat Puasa Syawal

Secara teknis, puasa Syawal sama seperti puasa sunnah lainnya. Puasa dimulai sejak terbitnya fajar hingga matahari terbenam, dengan syarat menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Berikut adalah bacaan niat puasa Syawal yang dianjurkan untuk dibaca pada malam hari sebelum berpuasa:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.”

Jika lupa membaca niat pada malam hari, masih diperbolehkan berniat di siang hari sebelum waktu dzuhur, dengan niat berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.”

Apakah Puasa Syawal Bisa Digabung dengan Qadha Ramadhan?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah puasa Syawal bisa digabung dengan puasa qadha Ramadhan yang belum sempat ditunaikan?

Pendapat ulama berbeda dalam hal ini. Ada yang menyebutkan bahwa jika seseorang mengqadha puasa Ramadhan di bulan Syawal, ia tetap bisa mendapatkan keutamaan puasa Syawal. Namun, pendapat lain menyatakan bahwa lebih baik memisahkan antara puasa qadha dan puasa Syawal untuk mendapatkan pahala penuh dari masing-masing ibadah.

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj menjelaskan bahwa jika seseorang hanya memiliki sedikit waktu dan tidak bisa melakukan keduanya secara terpisah, maka lebih baik mendahulukan qadha Ramadhan.

Pertanyaan Umum Seputar Puasa Syawal (People Also Ask Google)

1. Apakah puasa Syawal boleh dilakukan setelah tanggal 7 Syawal?

Ya, puasa Syawal boleh dilakukan kapan saja selama masih dalam bulan Syawal.

2. Apakah boleh puasa Syawal digabung dengan puasa Senin-Kamis?

Boleh, karena keduanya adalah puasa sunnah yang dianjurkan.

3. Jika seseorang hanya mampu puasa Syawal 3 hari, apakah tetap mendapatkan pahala?

Meskipun tidak mendapat keutamaan penuh, tetap ada pahala untuk setiap hari berpuasa.

4. Bagaimana jika lupa niat puasa Syawal di malam hari?

Bisa membaca niat di pagi hari sebelum waktu dzuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|